
Mereka pun kini langsung pindah ke kamar tamu, mengingat kamar pribadi tidak boleh sembarangan orang masuk. Mawar akhirnya mengajak Mida ke kamar tamu.
"Ayo sayang, kita mandi." Ucap Mawar.
"Sudah sini biar aku saja yang mandiin." Jawab Mida.
"Makasih tante." Ucap Mawar.
"Ya, sana kamu mandi dulu sana !" Titah Mida.
"Widih, ngusir nih." Ucap Mawar.
"Ck, bukan gitu. Biar cepat." Jawab Mida.
"Ya cantik." Ucap Mawar seraya berlalu.
"Jangan di cubit anakku." Ucap Mawar lagi.
"Astagfirullahhallazim, kau fikir aku setega itu." Ucap Mida.
"Canda." Jawab Mawar sambil tersenyum.
Selesai mandi, Mawar lalu memakai hijabnya lagi. Dan menyiapkan baju ganti suaminya. Setelah selesai, dia lalu menghampiri anak dan temannya di kamar tamu.
"Masyaallah, tampan banget ya anak ibu." Ucap Mawar kagum akan ketampanan putranya.
"Mamam..." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Ya lah, ayahnya saja tampan banget, gimana anaknya enggak tampan." Jawab Mida.
"Alhamdulillah." Jawab Mawar sambil tersenyum dan langsung merebahkan tubuhnya di dekat Agung kecil.
Tak lama anaknya minta minum.
"Gendut, minumnya nanti saja." Ucap Mida.
"Tante bau dan basah, mandi dulu sana." Jawab Mawar.
"Iya bawel." Jawab Mida lalu masuk ke kamar mandi.
Tanpa sadar Mawar dan Agung kecil tertidur, sedangkan Sari sudah bersih-bersih kembali sambil menyanyi.
"Tin...Tin...Tin...
Bunyi klakson motor majikannya langsung membuat Sari berlari. Dan membuka garasi.
"Sore bik." Salam Agung.
"Sore tuan." Jawab Sari lalu menutup pintu gerbangnya.
"Nona dimana ?" Tanya Agung.
"Di dalam tuan sama temannya." Jawab Sari.
"Makasih bik." Ucap Agung.
"Sama-sama tuan." Jawab Sari.
"Assalamualaikum." Salam Agung, namun enggak ada jawaban.
Karena Mawar dan Agung kecil tidur, sementara Mida masih berendam.
Melihat pintu kamar tamu terbuka, Agung mengintip sebentar. Masyaallah pantes tidak menjawab salamku, ternyata tidur. Ucap Agung lalu mengecup bibir Mawar.
"Mas." Ucap Mawar.
"Shht, jangan berisik." Jawab Agung lalu mengajak Mawar keluar bersama dengan anaknya.
"Tidurmu di kamar ini sayang." Ucap Agung.
"Maaf tadi aku ketiduran." Jawab Mawar.
"Yuk." Ajak Agung.
"Masih nanti malam kan." Jawab Mawar.
"Ya." Jawab Agung lalu melangkah ke kamar mandi.
20 menit berlalu, Agung selesai mandi. Lalu siap-siap sholat dan membaca alquran.
Hingga tak terasa jam 6.30 malam. Mereka lalu pamit kepada Sari dan Mida.
"Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya." Ucap Mawar.
__ADS_1
"Iya." Jawab Mida.
Tanpa sepengetahuan mereka, Akbar mau ke rumah Agung. Niatnya mau bikin surprise untuk Cipung. Sayangnya kedua orang tua Cipung, pergi.
Dan dalam perjalanan, Mawar diajari nyetir mobil oleh suaminya. Tapi Mawar menolak, karena takut telat.
"Nanti saja ya mas, aku takut Putra ngambek lagi." Ucap Mawar.
"Iya sayang." Jawab Agung.
Sampai di sana, Agung dan Mawar langsung turun. Nampak nama Putra di panggil, cepat-cepat Putra menghampiri papa dan ibu sambungnya.
"Makasih pa, ibu." Ucap Putra seraya memeluk tubuh mereka.
"Sama-sama sayang." Jawab mereka.
"Anak jagoan jangan nangis dong." Ucap Mawar.
"Jagoan neon bu." Jawab Putra lalu tertawa.
Melihat Mawar yang tulus menyayangi Putra, Agung terharu hingga meneteskan air mata kebahagiaan.
"Itu mah merubah warna lidah sayang, kamu jangan begitu ya." Nasehat Mawar.
"Insyaa ALLAH bu." Jawab Putra.
"Tetap jadilah baik dan ikhlas, karena jadi baik itu butuh pengorbanan panjang, sementara jadi jahat tidak membutuhkan waktu lama." Ucap Mawar.
"Insyaa ALLAH bu, andai mama seperti ibu, pasti aku bahagia." Ucap Putra.
"Qodarullah sayang, baik dan buruknya ibumu, ia tetap mamamu." Ucap Mawar.
"Iya bu." Jawab Putra lalu bergegas pamit. Karena waktu berkunjung terbatas.
Sepeninggal Putra, mereka pun langsung pulang.
"Kenapa ?" Tanya Mawar.
"Enggak apa-apa." Jawab Agung langsung membopong Mawar.
"Mas, turunin." Ucap Mawar.
"Enggak." Jawab Agung.
Mawar pun hanya pasrah, hingga sampai di mobil barulah ia di turunkan.
"Ya." Jawab Mawar.
Mereka pun langsung masuk ke dalam. Dan Mawar pun langsung diajari.
"Rileks sayang jangan tegang." Ucap Agung.
"Iya." Jawab Mawar.
"Bismillahirrohmannirohim." Ucap mereka bersama.
"Mas, ini remnya sebelah mana ?" Tanya Mawar.
"Kanan sayang, yang kiri gas." Jawab Agung.
Tak lama Mawar nampak bisa menyetir dan jago main mobil.
"Alhamdulillah, akhirnya bisa." Jawab Agung.
"Atas izin ALLAH mas." Jawab Mawar.
"Kalau gitu, mulai besok bisa dong jemput aku." Ucap Agung.
"Memangnya kamu kenapa ?" Tanya Mawar.
"Capek ay." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Ya sudah akan aku usahakan." Ucap Mawar dengan tersenyum juga.
"Makasih ay." Jawab Agung.
"Sama-sama." Jawab Mawar.
"Tapi aku kan enggak punya sim mas." Ucap Mawar.
"Enggak apa-apa." Jawab Agung.
Malam pun semakin larut, namun Mawar dan Agung masih di jalan. Mau membelikan oleh-oleh untuk Mida.
__ADS_1
Sementara di rumah, nampak Sari sudah mengantuk dengan di temani Mida, Agung kecil dan Akbar. Yang ternyata juga sedang menunggu kedatangan kakak ipar dan abang keponakannya.
"Sari." Panggil Akbar.
"Iya den." Jawab Sari.
"Tidur dulu sana." Ucap Akbar.
"Tapi tuan-." Ucap Sari terhenti karena mendengar suara klakson mobil di luar.
Gegas ia lari dan mengintip dulu. Alhamdulillah ternyata tuan dan nona. Ucapnya lalu membuka pintu gerbang.
"Bibik belum tidur ?" Tanya Mawar lirih.
"Belum." Jawab Agung lalu menarik pinggang Mawar dan mencium pipi Mawar.
"Kasian jam 10 malam belum tidur." Ucap Mawar tidak tega.
"Ya kan nunggu kita sayang." Jawab Agung.
"Iya, kita terlalu kelamaan." Ucap Mawar.
"Tapi masih kurang." Jawab Agung manja.
"Sumpah ya dinikahi kamu rasanya nano-nano." Ucap Mawar lirih sambil mencium bibirnya.
"Sudah yuk, enggak enak terlalu lama ninggalin tamu." Ajak Agung.
"Iya." Jawab Mawar.
"Assalamualaikum." Salam mereka berdua.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka.
"Bar.sudah lama ?" Tanya Agung.
"Sudah bang." Jawab Akbar.
"Sama siapa ?" Tanya Mawar.
"Sendiri kak." Jawab Akbar.
"Maaf ya Mia, aku kemalaman." Ucap Mawar.
"Enggak apa-apa, lagipula Agung kecil juga anteng kok." Jawab Mida.
"Terus kamu langsung pulang atau nginep ?" Tanya Mawar.
"Pulang saja, soalnya jam 4 pagi nanti aku harus pemotretan lagi." Jawab Mida jujur.
"Wah jadi rindu ni pengen kerja lagi." Ucap Mawar.
"Jangan mulai deh ay." Jawab Agung melarang.
"Tuh jangan bilang gitu. Urus suami dan anak." Ucap Mida.
"Iya maaf." Jawab Mawar sambil tersenyum dan mengangkat 2 jarinya.
Mereka yang melihat itu langsung tertawa.
"Ya sudah ya, aku pamit." Ucap Mida.
"Iya, hati-hati ya. Makasih udah mau di repotin." Jawab Mawar lalu memberikan oleh-oleh itu kepada Mida.
"Eh apaan ini ?" Tanya Mida.
"Enggak boleh ditolak, harus di terima." Jawab Mawar.
"Ya ampun makasih lho." Ucap Mida.
"Ya sama-sama. Jangan lupa telfon ya. Kalau ada kerjaan juga boleh." Ucap Mawar lirih.
Tanpa Mawar tahu, Agung mendengar suara istrinya.
"Insyaa ALLAH, ya sudah aku pulang dulu ya." Ucap Mida.
"Ya." Jawab Mawar.
Sepeninggal Mia, Mawar lalu menutup pintu gerbang. Dan masuk ke dalam rumah.
"Sudah makan Bar ?" Tanya Mawar.
"Sudah kak, ini malahan mau ajak abang lembur. Tapi batal, Daddy ku daritadi sudah coling, menyuruh aku pulang." Jawab Akbar.
__ADS_1
"Oh, enak ya masih punya orang tua lengkap dan percaya." Ucap Mawar lirih.
Mendengar itu Akbar hanya tersenyum, sedangkan Agung langsung memeluknya.