
"Pantes saja kurus, baru mau makan udah diganggu yang tua terus." Ucap Riska.
"Hehe, mumpung di rumah tante." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Ya lihat kondisi juga kali Di." Ucap Taufan.
"Ya om." Jawab Agung.
Selesai makan, Mawar lalu minum dan setelah itu menyusui Agung kecil. Sedangkan suaminya kini sedang mengobrol dengan Akbar.
"Cie yang sebulan lagi menuju halal, senyumnya manis banget." Goda Agung.
"Aamiin Insyaa ALLAH bang,mohon doanya." Jawab Akbar.
"Aamiin. Ya pasti ku doakan yang terbaik untuk adik keponakan aku ini." Jawab Agung.
"Makasih bang." Jawab Akbar.
"Sama-sama." Ucap Agung.
"Bang, selama 2,5 tahun menjalani rumah tangga dengannya, pernah enggak terbesit rasa nyesel ?" Tanya Akbar lirih.
"Pernah, tapi aku kembalikan sama ALLAH yang memberi hatiku rasa cinta pada dia. Dan alhamdulillah rasa itu kembali lagi hingga saat ini. Ada juga pas bosan dengan dia, aku sholat selesai sholat aku langsung cari dia." Jawab Agung jujur.
"Bucin sih abang." Ucap Akbar.
"Enggak, hanya saja kami sudah pegang komitmen, kalau rasa bosan melanda langsung libatkan ALLAH." Jawab Agung jujur.
"Masyaallah, pantas saja abang selalu lengket." Ucap Akbar.
"Enggak selalu juga, kadang juga kami sendiri-sendiri. Tapi anak kami langsung mencairkan suasana." Jawab Agung.
"Masyaallah banget deh keluarga abang, bisa jadi panutan." Jawab Akbar.
"Aamiin, ya semoga tetap begitu. Asal selalu melibatkan ALLAH, tidak akan pernah menyesal." Jawab Agung.
"Iya." Jawab Akbar.
__ADS_1
Lagi asik bercerita, Cipung datang langsung memeluk ayahnya dan mengadu.
"Yayah, atiku akit(Ayah, kakiku sakit.)." Ucap Agung kecil.
"Mana sayang, sini ayah lihat." Jawab Agung.
"Ini, ada dalahnya dikit("Ini ada darahnya dikit.)." Ucap Agung kecil.
"Sini om bantu obati." Jawab Akbar.
"Atit om." Jawab Agung kecil.
"Enggak." Jawab Akbar lalu mengobati luka keponakannya itu.
Sedangkan Agung memangku putranya.
Berbeda dengan Mawar, yang nampak kebingungan mencari anaknya.
"Reza, lihat anakku enggak ?" Tanya Mawar.
"Aduh, ya ALLAH kemana kamu nak ?" Tanya Mawar penuh khawatir.
"Memangnya tadi sama siapa kak ?" Tanya Reza.
"Tadi sama aku, tapi habis itu pamit ke taman. Aku sudah kasih tahu dia, untuk tidak kemana-mana tapi.-" Ucap Mawar terhenti karena netranya melihat Agung kecil manjat pohon.
"Sayang." Panggil Mawar dengan keras.
Membuat mereka semua langsung menatap Mawar yang berlari seperti mengejar seseorang.
Agung yang tak sengaja mendengar pun langsung menghampiri istrinya. Sedangkan Cipung, ditemani Akbar.
"Mas, kamu gimana sih. Nanti dia jatuh." Ucap Mawar yang kesal karena melihat suaminya malah memeluk dirinya, bukan menolong anaknya.
"Astagfirullahhallazim, tarik nafas dulu sayang lalu keluarkan dengan perlahan." Ucap Agung lirih.
Mawar pun langsung menuruti Ucapan suaminya, setelah tenang Agung lalu bertanya.
__ADS_1
"Sudah marahnya ?" Tanya Agung lembut dan tersenyum.
"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.
"Alhamdulillah, sayang anak kita itu sedang masa tumbuh kembang. Jadi apapun yang dia lakukan biarkan saja selama tidak mengganggu orang atau pun membahayakan dirinya. Asal tetap dalam pantauan kita." Ucap Agung bijak.
"Astagfirullahhallazim, maaf mas aku lupa." Jawab Mawar.
"Ya sayang." Jawab Agung seraya tersenyum.
Tampak mereka semua yang melihat tersenyum dengan lebar.
"Masyaallah, sungguh indah keluarga satu ini." Ucap Ridho dan Taufan.
"Aamiin om, tapi kami juga masih banyak belajar." Jawab Agung.
"Ya, nanti pasti bisa melewati." Ucap mereka.
Arsyil nampak tersenyum lebar, Masyaallah banget kamu bang. Dulu aku enggak percaya kalau perempuan ini bisa berubah, tapi semenjak kamu nikahin dia sudah mulai berubah. Walau maaf, aku sempat menaruh rasa cinta dengannya. Ucap Arsyil dalam hati.
Hingga ,acara pun selesai. Mereka semua lalu pamit untuk pulang.
Mida dan bundanya pun langsung mempersilahkan. Dan tak lupa, Mida memeluk Mawar.
"Aku enggak nyangka pertemuan kita bisa berlanjut menjadi saudara ipar." Ucap Mida lalu menangis dalam pelukan Mawar.
"Alhamdulillah, semoga ALLAH memperlancar semuanya. Aamiin." Jawab dan doa Mawar.
"Aamiin." Jawab mereka semua.
"Tante, udah punya om Balbal kok masih peyuk bibuku ?" Tanya Agung kecil.
"Ish, gendut itu karena tante rindu ibumu." Jawab Mida.
"No, tante angan sepelti jeyuk makan jeyuk dong." Jawab Agung kecil.
Membuat mereka semua tertawa.
__ADS_1