Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 105


__ADS_3

Agung masih terlihat menatap istrinya, tak berselang lama gawainya bergetar.


Ck, ganggu saja. Ucap Agung lirih seraya melihat gawainya.


("Malam sayang, keluar yuk." Ajak seseorang yang menelfon Agung.)


Astagfirullahhallazim, dikira dia aku suka sesama jenis. Ucap Agung lalu mematikan gawainya.


"Siapa mas ?" Tanya Mawar yang terbangun karena suara Agung.


"Enggak tahu, salah sambung mungkin." Jawab Agung jujur.


"Oh." Ucap Mawar lalu kembali memeluk Agung dan memejamkan mata.


"Dingin ya ?" Tanya Agung.


"Iya mas." Jawab Mawar.


"Sini aku peluk." Ucap Agung sambil memeluk Mawar.


"Apa masih dingin ?" Tanya Agung lagi.


"Enggak." Jawab Mawar.


"Alhamdulillah." Ucap Agung.


"Mas." Panggil Mawar.


"Iya sayangku." Jawab Agung.


"Besok di rumah ini akan ada banyak orang mas." Ucap Mawar.


"Siapa saja ay ?" Tanya Agung.


"Keluarga besar kita, tetangga kita dan teman kamu mas." Jawab Mawar.


"Ya lah, kan Aiman bentar lagi aqiqahan." Ucap Agung.

__ADS_1


"Belum sampai aqiqahan, rumah ini akan banyak orang." Jawab Mawar.


"Memangnya kamu mau menggelar acara apa sayang, kok semua orang kesini ?" Tanya Agung.


"Aku disuruh pulang sama ALLAH mas." Jawab Mawar.


Mendengar itu Agung langsung melepas pelukannya dan menindih tubuh Mawar.


"Jangan suka bilang begitu ay, enggak baik." Jawab Agung.


"Maaf mas." Jawab Mawar lalu memeluk suaminya dengan erat.


"Iya." Jawab Agung langsung membalas pelukan Mawar.


"Tidur lagi yuk." Ajak Agung.


"Tidurlah mas." Jawab Mawar.


Mendengar itu Agung hanya terdiam, dan menatap wajah Mawar yang auranya nampak beda.


"Ya ALLAH, baru saja aku merasakan bahagia, aku mohon jangan pisahkan kami dulu. Ucap Agung lirih.


"Bik, aku minta maaf ya kalau aku ada salah sama bibi. Baik secara lisan maupun perbuatan baik sengaja ataupun tidak." Ucap Mawar.


"Iya Nona." Jawab Sari singkat dan merasakan ada yang akan terjadi, namun cepat-cepat ia tepis.


Tak hanya Sari, semua orang juga mendapatkan permintaan maaf dari Mawar. Agung yang melihat itu, langsung menatap Mawar.


"Kamu kenapa ay, kok hari ini kelihatan aneh banget ?" Tanya Agung.


"Enggak apa-apa mas, Mas aku titip Didi ya. Tolong rawat dia dan Didik dia seperti kamu." Ucap Mawar.


"Ya tapi tetap dengan kamu." Jawab Agung.


Mawar hanya terdiam, begitu juga dengan Aiman yang nampak berbeda dari hari sebelumnya.


Tak ingin berfikir yang macam-macam, Agung lalu berangkat kerja dengan mengajak istrinya.

__ADS_1


"Bismillahirrohmannirohim." Ucap mereka bersama.


Sedangkan Aiman nampak tersenyum bahagia.


Tepat di jalan berbelok, tiba-tiba ada motor yang juga melaju kencang.


Braghk krosak.


Nampak para orang yang sedang berlalu lalang langsung berhenti dan menolong orang yang mengalami kecelakaan tersebut.


"Ayo gotong." Ucap bapak-bapak yang disana.


"Innalillahi ada bayi juga." Jawab bapak itu seraya mengusap air matanya.


"Sedangkan yang menabrak juga langsung meninggal di tempat. Sementara Agung, masih tak sadarkan diri.


"Kenapa pak ?" Tanya seseorang yang tak sengaja melintas di jalan itu.


"Oh ini mas, kecelakaan." Jawab bapak itu.


Melihat mobil itu, orang tersebut langsung turun dari motornya dan melihat orang yang ditabrak.


"Ya ALLAH." Ucap orang itu .


"Kenapa mas ?" Tanya bapak itu.


"Mereka sahabat saya pak." Jawab Rendi seraya menangis.


"Tolong hubungi keluarganya yang mas kenal." Ucap bapak itu.


"Iya." Jawab Rendi.


15 menit berlalu, Agung terjaga.


"Alhamdulillah." Ucap Rendi lalu mendekati Agung.


"Istriku mana ?" Tanya Agung.

__ADS_1


"Istrimu meninggal di lokasi." Jawab Reza.


__ADS_2