Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Part 58


__ADS_3

"Malu mas." Ucap Mawar lirih.


"Ini sebagai bukti, kalau aku membutuhkan dirimu dan tidak bisa hidup tanpamu. Karena kamu sudah dipercayakan untukku." Jawab Agung.


"Aamiin ya ALLAH."Jawab Mawar.


"Aku ingin pernikahan ini sampai nafas kita berakhir, bukan berakhir di pengadilan. Karena aku enggak mau gagal lagi, dan alhamdulillah aku dipertemukan kamu sayang." Ucap Agung sambil memeluk Mawar.


"Aamiin, aku juga begitu mas. Aku udah lelah dua kali merajut rumah tangga, namun gagal." Jawab Mawar dengan berbisik.


"Kamu mau sehidup sesurga dengan aku ?" Tanya Agung.


"Mau." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, makasih sayang." Ucap Agung senang.


"Ya mas." Jawab Mawar.


Setelah selesai mengobrol, Mawar pun melihat kanan dan kiri.


"Cari apa ?" Tanya Agung.


"Masjid, ini sudah waktunya sholat." Ucap Mawar.


"Bentar, aku tanya dulu." Ucap Agung lalu menghampiri rekan kerjanya.


Tak lama dia datang.


"Jauh ay, harus naik taksi dulu katanya. Tapi kalau mau sholat di sini bisa juga." Ucap Agung sambil menggenggam tangan Mawar dan menggendong putranya.


"Dimana ?" Tanya Mawar.


"Bentar sayang. Sabar ya." Jawab Agung lalu melangkah.


"Permisi bos, mau numpang sholat bisa ?" Tanya Agung kepada atasannya.


"Bisa, mari masuk." Jawab dan ajaknya.


Sampai di mushola, mereka pun langsung di tinggal.


"Mas kamu dulu ya yang sholat, biar aku tunggu Agung kecil." Ucap Mawar.


"Enggak sayang, kita sholat bareng." Jawab Agung.


Mereka pun langsung berwudhu, Agung kecil nampak senang diajak berwudhu dengan ayahnya. Setelah selesai wudhu, mereka lalu sholat bersama. Dan masih tetap sama Agung kecil, tetap di gendong ayahnya.


Selesai ibadah,mereka lalu berdoa dan Mawar langsung takzim ke suaminya.


"Tidur lagi mas." Ucap Mawar lirih seraya mengelus lembut pipi anaknya.


"Biarkan saja, mungkin dia lelah. Nanti Agung kecil di titipin ke siapa ?" Jawab dan tanya Agung.


"Minta tolong Mia saja mas, kebetulan dia lagi enggak ada pemotretan." Jawab Mawar.


"Syukurlah." Jawab Agung lega.


"Yuk balik." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Enggak make up lagi ?" Tanya Agung.


"Enggak, gini saja suamiku sudah nempel terus." Goda Mawar sambil mencium tangan Agung.


"Masyaallah." Jawab Agung lalu memeluk Mawar dan mencium bibirnya.


"Sudah yuk, enggak enak sama yang lain." Ucap Mawar.


"Ya." Jawab Agung lalu tersenyum.


Sampai di luar, Agung langsung ditawari ambil makanan. Agung langsung mengambil, dengan ditemani istri dan anaknya.


"Ay, nanti kita ke kantor dulu ya." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar sambil mengunyah makanan.

__ADS_1


Tak lama selesai makan, acara pun di tutup. Dan mereka langsung kembali naik bus dan bekerja kembali.


"Akh, akhirnya kenyang juga." Ucap Anton.


"Ish, malu-maluin." Jawab istrinya itu.


"Ye ngamuk lagi." Ucap Anton.


Mendengar itu Mawar lalu istighfar dan menunduk.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Enggak apa-apa mas." Jawab Mawar lalu memeluk pinggang suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu Agung.


"Tidurlah." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


Tak lama mereka bertiga terlelap, hingga taksadar bus yang mereka tumpangi sudah sampai.


"Mawar." Panggil seseorang.


"Iya." Jawab Mawar sambil membuka netranya.


"Sudah sampai." Ucap Melati sambil tersenyum.


"Ah ya, makasih Mel." Jawab Mawar.


"Sama-sama." Jawab Melati dengan tersenyum juga.


"Mas, sudah sampai." Ucap Mawar lirih seraya mengecup kening dan bibir suaminya.


"Ya sayangku." Jawab Agung.


Mereka lalu segera turun. Dan Agung kecil kini pindah di gendong Mawar.


"Tunggu disini dulu ya." Ucap Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


Namun baru dua langkah, Agung kembali lagi dan mengajak istri dan putranya untuk masuk.


"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.


Sampai di kantor, Agung lalu membawa tas kerjanya. Dan langsung keluar, mengantar istri dan putranya pulang dulu.


"Ay, tunggu aku pulang. Kalau belum sampai jangan pergi kemana-mana." Ucap Agung.


"Iya suamiku sayang." Jawab Mawar sambil tersenyum.


Mereka lalu masuk mobil, Agung menyalakan mesinnya dan meninggalkan kantor.


"Mas." Panggil Mawar.


"Ya." Jawab Agung.


"Mia sudah di rumah, enggak apa-apakan dia ku suruh masuk ke dalam ?" Tanya Mawar.


"Masyaallah sayang, enggak apa-apa dong." Jawab Agung.


"Takut saja kalau enggak bilang, kamu akan marah." Ucap Mawar.


"Insyaa ALLAH enggak." Jawab Agung.


"Aamiin." Ucap Mawar.


Agung lalu menggenggam tangan Mawar dan menciumnya.


"Kenapa ?" Tanya Mawar.


"Rindu ngedate berdua." Jawab Agung.


"Nanti malam kan ngedate." Jawab Mawar.


"Iya." Jawab Agung Sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mas." Panggil Mawar.


"Hmm." Jawab Agung seraya menyetir.


"Apa kamu enggak malu menikahi perempuan berkelakuan enggak jelas kaya aku ?" Tanya Mawar.


"Jujur sebelum menikahi kamu, ya ada rasa malu. Namun aku selalu melibatkan ALLAH saat ingin memilikimu, bahkan jauh-jauh hari sebelum kita ketemu. Aku melibatkan ALLAH terus." Jawab Agung.


"Sekarang apa masih malu, mengingat masa kelamku ?" Tanya Mawar.


"Enggak dan Insyaa ALLAH hingga nafas terakhir kita berakhir, aku enggak begitu. " Jawab Agung jujur.


Hingga tak terasa sudah sampai di rumah.


"Tunggu." Ucap Agung menahan Mawar.


"Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya." Ucap Agung.


"Iya mas. Mas banyak orang yang ku sakiti, hingga mereka-". Ucap Mawar terhenti karena di bungkam oleh putranya.


"Ingat ay, hukum tebar tuai itu ada, tapi Insyaa ALLAH apapun yang terjadi kepadamu suatu saat nanti. Aku dan anak-anak enggak pernah ninggalin kamu. Karena aku sudah tahu semua tentang kamu." Jawab Agung lirih.


"Aamiin, makasih mas." Jawab Mawar.


"Sama-sama." Ucap Agung sambil tersenyum.


"Ya sudah aku masuk dulu ya." Ucap Mawar lalu takzim. Dan anaknya pun juga diajari untuk salim.


"Iya." Jawab Agung lalu mencium mereka berdua dengan sayang.


"Assalamualaikum Ayah." Ucap Mawar mengajari Agung kecil.


"Waalaikumsalam Piho." Jawab Agung memanggil putranya dengan sebutan Piho.


"Assalamualaikum mas suamiku, fii amanillah." Ucap Mawar.


"Apa itu ?" Tanya Agung.


"Semoga engkau selalu dalam lindungan ALLAH SWT." Jawab Mawar.


"Masyaallah, makasih sayang." Ucap Agung.


"Sama-sama." Jawab Mawar.


Tak lama Mawar dan putranya masuk, Agung lalu mengganti kendaraannya dengan naik motor. Dan langsung berangkat lagi.


"Assalamualaikum." Salam Mawar.


"Waalaikumsalam nah itu nona mbak." Ucap Sari.


"Iya." Jawab Mia.


"Sudah lama ya, maaf ya." Ucap Mawar.


"Enggak kok." Jawab Mia lalu menggendong Agung.


"Ih gemes tante sama kamu." Ucap Mia sambil tersenyum.


"Tatah..." Jawab Agung.


"Iya sayang." Jawab Mida.


"Sudah makan belum kamu ?" Tanya Mawar.


"Sudah Sea, bareng sama bibik." Jawab Mida.


"Alhamdulillah." Jawab Mawar.


"Bibik, tidur dulu enggak apa-apa." Ucap Mawar.


"Ya nona." Jawab Sari.


"Sea, rumah kamu bagus juga." Ucap Mida.


"Alhamdulillah, ini hanya titipan." Jawab Mawar merendah.

__ADS_1


"Mulai deh merendahkan diri." Ucap Mida.


Dan mereka langsung tertawa bersama. Agung kecil juga kesetrum ikut tertawa.


__ADS_2