
"Mi, pi, bang dan kak, ada apa nih tumben datang kemari bersama ?" Tanya Agung.
"Iya, aku minta izin untuk ketemu istri kamu." Jawab Marfel.
"Oh ini istriku, ada perlu apa bang ?" Tanya Agung.
"Mau ketemu aja." Jawab Marfel dengan tersenyum.
"Oh." Jawab Agung.
"Ehem, Cipung ayo ikut kakek dan nenek." Ucap Ratih dan Hengki.
"Ya." Jawab Cipung.
Sepeninggal mereka, kini mereka berempat nampak terdiam.
"Mbak Nadine, hamil berapa bulan mbak ?" Tanya Mawar memecah keheningan.
"Baru 3 minggu dek." Jawab Nadin.
"Alhamdulillah, sebentar lagi Agung kecil dapat kakak kecil ni." Ucap Mawar dengan tersenyum dan menatap wajah Agung.
Agung langsung menatap Mawar dengan tersenyum dan memperkenankan abangnya untuk melepas rindu dengan Mawar.
"Alhamdulillah makasih Gung." Ucap Marfel lega, karena ngidamnya terwujud.
"Ya, tapi ingat batasan." Jawab Agung.
"Iya." Jawab Marfel.
Marfel pun langsung mendekati Mawar, dengan terhalang tubuh Nadin.
"Makasih ya." Ucap Marfel.
"Ya bang." Jawab Mawar.
Sedangkan Agung nampak memeluk pinggang Mawar dari belakang.
Selesai itu, mereka pun langsung pamit pulang. Sedangkan Agung kecil nampak main di dalam kamarnya bersama Sari.
__ADS_1
"Ya sudah kami pamit dulu ya." Ucap mereka bersama.
"Ya fii amanillah." Jawab mereka bersama.
Sepeninggal mereka, Agung lalu menatap Mawar dan membawa masuk ke kamar tamu dan mengunci pintu kamarnya.
"Mas." Panggil Mawar lirih.
"Aku cemburu." Ucap Agung sambil membuka hijab istrinya dan mencium bibirnya.
"Hmm, ada Hmm." Jawab Mawar terhenti karena di bungkam oleh Agung.
Sementara di dalam kamar Sari melihat anak majikannya sudah terlelap tidur.
Perasaan tadi cerewet banget, eh tiba-tiba sudah tidur. Semoga jadi anak sholeh. Aamiin. Ucap dan doa Sari seraya meninggalkan kamar majikannya.
Kembali di kamar tamu, kini mereka berdua sudah tak memakai penutup tubuh apapun. Mawar yang berusaha menolak pun, kini hanya bisa pasrah.
"Mas." Panggil Mawar.
"Hmm, keluarkan saja ay. Jangan di pendam." Ucap Agung lirih.
"Hemm, mas." Ucap Mawar.
"A-Aku mau tanya sama kamu." Ucap Mawar lirih sambil menahan de*****nya.
"Apa ?" Tanya Agung dengan melanjutkan aksinya.
"Siapa Melodi ?" Tanya Mawar.
Agung lalu menatap Mawar.
"Aku tidak kenal, yang aku kenal Melati." Jawab Agung.
"Bohong." Ucap Mawar dengan membuang wajahnya.
"Beneran." Jawab Agung lalu menghentikan sejenak aksinya dan keluar mengambil hpnya. Dan tak lama dia masuk kembali, lalu menunjukkan pesan dari Melodi.
"Ini, kamu baca." Ucap Agung.
__ADS_1
Mawar pun langsung menerima gawai Agung dan membaca kontak pesan. Ternyata benar, Agung tidak mengenalnya.
Sekarang kamu percaya kan ?" Tanya Agung.
"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Aku pusing, boleh aku minta lagi ?" Tanya Agung.
Mawar pun langsung ingin beranjak, namun dicegah oleh Agung.
"Kemana ?" Tanya Agung.
"Mau keluar." Jawab Mawar.
"Tega." Ucap Agung langsung beralih posisi.
Mawar pun langsung tersenyum dengan sikap Aldo.
"Marah ?" Tanya Mawar lirih.
"Enggak." Jawab Agung.
"Masa ?" Tanya Mawar.
"Iya." Jawab Agung lalu merubah posisi lagi, menjadi menatap wajah Mawar.
"Alhamdulillah." Ucap Mawar lalu menaiki tubuh suaminya. Ingin mengambil bajunya yang ada di dekat nakas.
"Mau ngapain ?" Tanya Agung.
"Ambil baju." Jawab Mawar sambil menunjukkan baju yang di nakas.
"Oh, kirain." Ucap Agung.
"Kirain apa ?" Tanya Mawar.
Belum sempat Agung menjawab, junior Agung bergerak-gerak tepat di depan Mawar. Mawar yang tidak tega pun langsung memasukkannya ke milik Mawar.
"Ay." Panggil Agung.
__ADS_1
"Shht." Jawab Mawar sambil memaju mundurkan gerakannya.
Melihat itu Agung langsung tersenyum dan dia beranjak bangun lalu meminum asi putranya.