Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 61


__ADS_3

Saat asik nonton tv, sambil memberi asi putranya. Nampak dari luar terdengar suara orang ribut. Mawar yang sudah di larang Agung, hanya minta tolong Artnya.


Artnya langsung keluar dan bertanya kepada teman sesama Art.


"Shht, cuy ada apa ?" Tanya Sari.


"Etdah biji semangka ngapain naik diatas ?" Tanya Wati teman sefrekuensi Sari.


"Ye ditanya apa, malah jawab apa. Huh biji salak." Jawab Sari.


"Hahai, gini loh beb." Ucap Wati.


"Etdah, inyonge manusia bukan bebek." Jawab Sari.


"Iye maaf, gini loh bestie ku. Ada 5 pria berebut satu gadis." Ucap Wati.


"Buju buneng, Secantik apa sih cewek itu ?" Tanya Sari.


"Enggak tahu." Jawab Wati.


"Terus kenapa sampai ribut begitu ?" Tanya Sari.


Etdah, ya bisalah orang satu direbutin 5 orang. Gimana enggak ribut." Jawab Wati.


"Nah itu ceweknya tu keluar kandang." Ucap Wati sambil menunjuk.


"Masyaallah, pantes direbutin cantik banget sih." Ucap Sari.


"Ya." Jawab Wati.


"Ah udah ah kerja lagi." Ucap Sari lalu pamit.


Mereka pun kini langsung masuk kedalam.


"Ada apa bik ?" Tanya Mawar.


"Itu non, satu cewek direbutin 5 cowok." Jawab Sari.


"Astagfirullahhallazim." Ucap Mawar.


"Ya non, saya kira ada apa taunya itu non." Jawab Sari lalu pamit.


Sepeninggal Sari, Mawar lalu memilih menonton tv, karena putranya sudah tidur.


Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


"Bik, ada tamu tolong lihat di luar." Ucap Mawar lirih.


"Iya Nona." Jawab Sari.


"Ya, siapa ya ?" Tanya Sari.


"Maaf mbak, pemilik rumah ada ?" Tanya laki-laki itu.


"Enggak ada mas, mereka kerja. Dirumah hanya ada saya dan 5 anjing galak." Ucap Sari dusta.


"Pak Agungnya pulang jam berapa ya mbak ?" Tanya laki-laki itu.


"Kurang tahu saya mas." Jawab Sari jujur.


"Bu Mawarnya kerja dimana ya mbak, kalau saya boleh tahu ?" Tanya laki-laki itu lagi.


Sari yang mulai curiga, pura-pura menelfon.


"Sebentar ya mas, saya telfon ibu dulu." Jawab Sari.


"Iya mbak." Jawab pria itu seraya tersenyum.


Kamu fikir aku enggak tahu, maksud kamu. Ucap Sari dalam hati.


"Bentar lagi cari di kontak panggilan, lupa nyimpen saya." Ucap Sari seraya mengetik pesan ke majikannya dan mengirimkan foto laki-laki itu.


"Wah maaf mas, diluar jangkauan terus." Ucap Sari dusta.


"Oh gitu ya mbak, apa saya boleh masuk sebentar. Mau numpang kamar mandi." Ucap pria itu.


"Maaf mas, kuncinya di bawa majikan saya." Jawab Sari.


"Oh gitu ya." Jawab pria itu.


"Iya." Jawabnya sambil nunggu balasan tuannya.


Tak lama pesan pun terbalas.


("Jangan di perbolehkan masuk, sebentar lagi aku pulang." Balas pesan Agung.)


("Siap tuan." Jawab Sari.)


"Gimana mbak ?" Tanya pria itu.


"Tunggu sebentar lagi ibu pulang." Jawab Sari.


"Baiklah." Jawab pria itu.


"Alhamdulillah sudah datang." Jawab Sari lirih.


Agung lalu mematikan motornya dan menghampiri pria itu.

__ADS_1


"Permisi, ada apa ya cari saya ?" Tanya Agung.


"Oh ini pak, saya ada perlu dengan istri bapak." Jawab pria itu.


"Istri saya, enggak ada di rumah." Jawab Agung.


"Kira-kira pulang jam berapa ya pak istrinya ?" Tanya pria itu lagi.


Belum sempat jawab, rekan kerjanya langsung balik tanya.


"Urusan apa ya mas, kok sampai tanya pulang kerja segala ?" Tanya Roy.


"Ini pak, bu Mawar memiliki pinjaman dengan saya. Katanya buat proses lahiran putranya 8 bulan yang lalu, tapi sampai sekarang belum di bayar." Jawab pria itu dusta.


"Mawar siapa ?" Tanya Agung.


"Seroja." Jawab pria itu.


"Mas pulang dulu, nanti malam kita ketemuan di tempat lain." Ucap Agung lirih.


"Enggak bisa pak, sekarang ibu Mawar harus cicil dulu hutangnya." Jawab pria itu ngotot.


Tanpa dia tahu, Agung kirim pesan ke istrinya.


("Wallahi mas, demi ALLAH dan rasulullah , aku enggak pernah punya hutang." Balas Mawar.)


"Mas, jangan coba-coba tipu saya, istri saya bilang ke saya. Dia enggak pernah hutang." Jawab Agung.


"Ini lihatlah, ini tanda tangan istrimu." Ucap pria itu.


"Mungkin salah orang kali kamu mas." Jawab Roy.


"Salah orang gimana ?" Tanya pria itu.


Sedangkan di dalam, Mawar nampak selesai menelfon Mia. Tak lama Mia pun sampai rumah Mawar.


"Mbak." Panggil Agung.


"Saya mau meluruskan semuanya. Mas, Mawar Seroja, tidak pernah meminjam pinjaman dari anda. " Jawab Mida langsung to the poin dan memperlihatkan foto Mawar sekilas.


"Apa ini yang anda maksud, jika iya sekarang saya tanya. Anda tahu alamatnya dulu ?" Tanya Mia.


"Enggak." Jawab pria itu akhirnya jujur.


"Terus kenapa kamu ngotot teman saya punya hutang dengan anda ?" Tanya Mia.


"Karena di catatan saya ada pinjaman atas nama dia." Jawab pria itu.


"Mas, jangan kamu pikir kita bisa kamu bodohi." Ucap Roy.


Sementara Mia nampak terdiam dan membaca catatan itu.


Membuat Agung dan Roy langsung ikut membaca.


"Etdah mas, udah salah nyolot lagi." Ucap Sari yang sedari tadi menyimak.


"Lha emang ini di mana ?" Tanya pria itu.


"Mas, ada tulisan segede itu masih nanya ?" Tanya Sari.


"ALLAH Akbar, maaf mbak, mas sudah salah alamat." Ucap pria itu lalu pamit.


Sepeninggal pria itu, Sari lalu membuka pintu gerbangnya.


"Nona dimana bik ?" Tanya Agung.


Di dalam tuan." Jawab Sari.


"Roy, Mia masuk dulu yuk." Ajak Agung.


Iya." Jawab mereka.


"Duduklah." Ucap Agung.


"Ya Gung." Jawab Roy.


Sementara Mia hanya menganggukkan kepala.


"Sayang." Panggil Agung.


Mawar lalu berlari dan memeluk suaminya sambil menangis.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Aku takut tahu enggak, sudah jujur masih dianggap bohong." Jawab Mawar sambil menangis.


"Aku percaya kok sama kamu." Jawab Agung.


"Makasih, aku enggak tahu hidupku tanpa ada kamu. Enggak hutang pun di tuduh hutang." Ucap Mawar.


"Aku tanpamu bagaikan ambulans tanpa wiu-wiu." Jawab Agung lalu tersenyum.


"Mulai deh." Ucap Mawar.


"Dia tadi salah alamat sayangku." Ucap Agung sambil memeluk dan mencium bibirnya.


"Nyebelin." Jawab Mawar.

__ADS_1


"Maaf, jangan gitu dong. Sudah ya jangan nangis lagi. Bikin aku enggak bisa konsentrasi dalam bekerja." Jawab Agung.


"Iya." Jawab Mawar sambil menghapus air mata.


"Sudah yuk keluar, di luar ada Mia dan Roy temanku." Ucap Agung.


"Aku pakai hijab ku dulu mas." Ucap Mawar.


"Ya." Jawab Agung.


Setelah selesai, mereka pun langsung keluar dan kembali mengobrol.


"Maaf ya ganggu kerjamu." Ucap Mawar.


"Enggak apa-apa kok, kebetulan sudah selesai." Ucap Mia.


"Dapat berapa job mbak ?" Tanya Roy.


"Alhamdulillah 5 pak." Jawab Mida.


"Lumayan ya, bisa buat liburan." Ucap Roy.


"Alhamdulillah mas, lagi mau beli rumah mas. Rencananya, karena bosen ngontrak terus." Jawab Mida.


"Ya juga sih." Ucap Roy.


"Sekali foto dapat berapa mbak ?" Tanya Roy.


"10-15 juta pak." Jawab Mida.


"Wah ya lumayan ya." Ucap Roy.


"Alhamdulillah, semua itu proses brow. sama kaya kita." Jawab Agung.


"Iya." Jawab Roy.


"Mia, aku titip ini ya." Ucap Mawar sambil menyerahkan klise fotonya dan Agung kecil.


"Iya." Jawab Mida.


"Ya sudah ya, aku pulang dulu." Ucap Mida.


"Oke." Jawab Mawar.


"Mas." Ucap Mida.


"Oke mbak." Jawab mereka.


"Mas, aku antar Mia dulu ya." Ucap Mawar minta izin.


"Iya." Jawab Agung lalu tersenyum.


Sepeninggal mereka, Roy lalu bertanya.


"Istrimu kenapa ?" Tanya Roy.


"Dia takut aku enggak percaya." Jawab Agung lirih.


"Ya ALLAH, sampai segitunya ya dia." Ucap Roy.


"Iya, alhamdulillah sudah berubah sedikit demi sedikit." Jawab Agung.


"Syukurlah." Jawab Roy.


Tak lama Mawar kembali masuk dengan cemberut.


"Kenapa ay ?" Tanya Agung.


"Ada cowok tu mas depan rumah bikin kesel saja. Emangnya aku ciblek (Pekerja **** Komersial.)." Ucap Mawar dengan kesal.


"Mana mbak ?" Tanya Roy.


"Itu depan pintu." Jawab Mawar.


Tanpa banyak bicara Agung dan Roy keluar.


"Cari siapa ?" Tanya Agung.


"Ciblek tadi kemana ya ?" Tanyanya.


"Sudah Gung, enggak perlu kamu tanggapi." Jawab Roy.


"Ya." Jawab Agung lalu menelepon Marfel.


("Bang, David dimana ?" Tanya Agung.)


("Ada nih, lagi sama aku. Kenapa ?" Tanya Marfel.)


("Boleh minta tolong enggak, minta tolong tunggu di rumahku. Selama aku kerja." Jawab Agung.)


("Boleh." Jawab Marfel.)


("Makasih bang." Ucap Agung.)


("Ya." Jawabnya lalu mematikan panggilan.)


"Tunggu David dulu ya." Ucap Agung.

__ADS_1


"Iya." Jawab Roy.


__ADS_2