Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Part 96


__ADS_3

"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.


"Iya, mari saya pamit dulu." Jawab Widi dengan tersenyum dan tutur kata yang sopan.


"Ya dok silahkan." Ucap mereka semua.


Mereka pun langsung masuk ke ruang rawat Mida beserta bayinya. Yang kini sedang di susui ibunya.


"Masyaallah, cantiknya cucuku." Ucap Rani dan Andi yang sedari menatap bayi mungil itu.


"Aamiin. Terima kasih nek." Jawab Mida lirih.


"Sama-sama sayang." Ucap Rani.


Sedangkan Akbar baru selesai sholat dan membaca alquran. Selesai mengerjakan kewajibannya, ia lalu mendekati istri dan putrinya.


"Assalamualaikum anaknya ayah, selamat datang di dunia ya nak. Jadilah perempuan yang bisa meneladani bunda Siti Khadijah dan ibunda nabi Isa. Aamiin." Ucap dan doa Akbar.


"Aamiin." Balas mereka semua.


Mawar lalu mendekati Mida, dan mengucapkan selamat atas kelahiran putrinya.


"Selamat ya Mia atas kelahiran titipan dari ALLAH." Ucap Mawar penuh haru.


"Ya kak, makasih. Selamat juga atas terlahirnya putra kakak." Jawab Mida seraya menangis bahagia.


"Ya adik ponakanku sayang." Ucap Mawar.

__ADS_1


"Tampan banget sih kak, namanya siapa kak ?" Tanya Mida.


"Alhamdulillah, makasih tante. Masih belum di beri nama, nanti saja." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Oh." Jawab Mida.


"Ya, kalau kamu ?" Tanya Mawar.


"Sama kak, belum diberi nama juga." Jawab Mida.


Saat asik dengan obrolannya,tiba-tiba anaknya Mawar menangis, buru-buru Mawar beri minum.


"Aje gile bang, anak kau bising sangat ye." Ucap Reza memakai logat Malaysia.


"Tak apelah, kan cowok haruslah kuat." Jawab Agung lalu tertawa.


Mereka yang mendengar pun langsung ikut tertawa bersama. Hingga membuat princes menangis.


Mereka hanya menyimak obrolan Akbar dengan putrinya. Agung yang melihat Mawar seperti menahan sesuatu, langsung beranjak mendekati istrinya itu. Sedangkan Didi, masih terlelap dalam gendongan Agung.


"Kenapa ?" Tanya Agung lirih.


"Pusing mas." Jawab Mawar yang masih menyusui putranya itu.


"Ya sudah kita pulang dulu ya." Ajak Agung.


"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.

__ADS_1


"Semuanya maaf ya istriku kepalanya pusing, kami pamit pulang dulu ya." Ucap Agung.


"Pusing kenapa sayang ?" Tanya mertua, nenek dan ketiga tantenya.


"Enggak tahu mi, nek, tante, mungkin efek melahirkan." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Ya itu, bisa jadi. Ya sudah yuk mami anter kalian sampai rumah." Ucap Ratih sambil mengajak menantu,Putra dan cucunya.


"Ya sudah yuk." Jawab Agung lalu tersenyum.


Mereka lalu pamit, hingga sesampai di parkiran Mawar berhenti sambil memeluk putranya.


"Sayang, kamu kenapa ?" Tanya Agung.


"Mual banget mas." Jawab Mawar sambil mencoba duduk sebentar.


"Kenapa Gung ?" Tanya Ratih panik.


"Mawar bilang mual." Jawab Agung.


"Astagfirullahhallazim, sini boy kecil biar mami gendong. Dan kamu gendong istrimu." Ucap Ratih.


"Iya mi." Jawab Agung lalu membopong Mawar, Mawar hanya menurut dan dia di turunkan tepat di jok depan. Dekat suaminya, sedangkan Ratih dan putranya ada di jok belakang. Menemani Didi yang nampak nyenyak.


"Pulang atau di rawat di sini ?" Tanya Agung.


Belum sempat menjawab, Mawar pun muntah tepat di baju Agung.

__ADS_1


"Ma - maaf mas aku enggak sengaja." Ucap Mawar dengan mencoba membersihkan muntahannya yang ada di baju Agung.


"Ya sayang, aku ganti baju dulu ya." Jawab Agung.


__ADS_2