
Dan neneknya langsung mendekat lalu mengajak Agung kecil keluar.
"Yuk ikut nenek dulu yuk." Ajak Ratih.
"Ya." Jawab Agung kecil.
Sedangkan Agung langsung masuk ke mobil.
"Aku tunggu disini, jangan lama-lama." Ucap Agung.
"Widih, segitu amat cuma sebentar kok mas." Jawab Mida seraya menggelengkan kepala.
"Hmm, bersyukur karena dapat lelaki tepat akan di ratukan." Ucap Agung.
"Aamiin." Jawab Mida.
Mawar lalu izin suaminya terlebih dahulu.
"Mas, bentar ya." Ucap Mawar.
"Ya." Jawab Agung.
Saat menemukan tempat untuk ngobrol berdua, mereka lalu berbincang.
"Ada apa Mia ?" Tanya Mawar.
"Aku mau tanya, rasanya malam pertama itu gimana sih ?" Tanya Mida.
"Astagfirullahhallazim, jadi kamu panggil aku karena ini ?" Tanya Mawar tak percaya.
"Iya, aku bingung mesti gimana. Katanya sakit ya ?" Ucap dan tanyanya.
"Aduh, gimana ya jelasin ke kamunya ? Aku bingung mesti mulai darimana." Tanya dan jawab Mawar.
"Hmm, sepertinya kamu malu untuk menjelaskan." Ucap Mida.
"Itu sudah tahu jawabannya." Jawab Mawar.
"Ok lah, tapi ada satu pertanyaan lagi." Ucap Mida.
"Apa ?" Tanya Mawar.
"Sea, apakah kamu mencintai Akbar ?" Tanya Mida lirih.
"Astagfirullah, nyebut asma ALLAH Mia, aku sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan sebelum menikah pun, aku belum kenal dengan Akbar. Walaupun sempat bertemu." Jawab Mawar.
"Ya maaf, soalnya dulu aku tak sengaja mendengar Akbar dulu pernah jatuh cinta sama kamu. Tapi kalah cepat sama mas Agung." Jawab Mida.
"Hilangkan pikiran negatif kamu, lagian aku juga sudah punya suami. Dan Akbar juga sudah melamar kamu." Jawab Mawar.
__ADS_1
"Makasih ya Sea, maaf aku sudah salah sangka sama kamu." Jawab Mida.
"Ya." Jawab Mawar.
"Sea, aku takut bang Akbar ninggalin aku." Ucap Mida.
"Insyaa ALLAH enggak Mia." Jawab Mawar sambil menatap wajah Mia.
Dia enggak habis pikir dengan jalan pikiran Mida. Kok bisa sampai berfikir demikian, padahal sudah jelas Mawar menikah dan sudah memiliki anak.
"Kenapa ?" Tanya Mida.
"Enggak apa-apa, suamiku sudah miscol aku terus." Jawab Mawar sambil menunjukan gawainya.
"Masyaallah, senang banget ya punya suami seperti itu." Ucap Mida.
"Kamu sudah dapat Mia." Jawab Mawar.
"Hehe betul." Ucap Mida.
"Ya sudah aku pamit dulu ya." Ucap Mawar.
"Ya, fii amanillah." Jawab dan doa Mida.
"Aamiin." Ucap Mawar.
"Lama banget sih." Ucap Agung.
Sedangkan Cipung sudah dibawa mami mertuanya untuk diajak ke rumah sebentar.
"Maaf, anak kita dimana ?" Tanya Mawar.
"Ada sama mami." Jawab Agung.
"Kok bisa ?" Tanya Mawar.
"Bisalah sayang." Jawab Agung.
"Pasti karena kamu ya yang minta." Ucap Mawar.
"Astagfirullahhallazim." Jawab Agung.
"Mas pelan-pelan kenapa sih." Ucap Mawar.
Hingga sampai di rumah, Mawar lalu ingin turun. Namun tidak bisa karena mobil kembali di jalankan.
"Mas stop." Ucap Mawar dengan nada meninggi satu oktaf.
Cit...
__ADS_1
Bunyi mobil itu, karena di rem dengan mendadak.
"Astagfirullahhallazim." Ucap Mawar lalu membuka pintu mobil.
"Buka." Ucap Mawar.
Tanpa banyak kata, Agung lalu memeluk tubuh Mawar dengan erat.
"Aku ingin kamu." Jawab Agung.
"Enggak mau." Ucap Mawar lirih sambil membuka kunci pintu mobil.
"Mawar." Panggil Agung dengan keras.
"Bisa enggak sih kamu ngertiin aku ?" Tanya Mawar balik.
Mereka saling menatap tajam dan Mawar pun memilih keluar dari mobil suaminya. Tak lama Agung menyusul istrinya keluar.
Astagfirullahhallazim. Ucap Mawar lirih.
"Maafin aku." Ucap Agung sambil berlutut di depan Mawar.
Melihat itu Mawar yang enggak bisa menolak permintaan maaf dari siapapun langsung menjawab.
"Aku sudah memaafkan kamu, dan aku juga minta maaf." Jawab Mawar seraya mengangkat tangan suaminya.
"Makasih sayang. Aku juga sudah memaafkan kamu." Ucap Agung.
"Aamiin." Jawab Mawar lalu tersenyum dan mencium bibirnya Agung.
"Ish mulai nakal ya." Ucap Agung.
"Nakal sama kamu bolehlah." Jawab Mawar.
"Pintar banget ngelesnya." Ucap Agung lirih.
"Kan belajar dari kamu." Jawab Mawar.
"Oh ya ?" Tanya Agung lalu membopong Mawar.
"Ya." Jawab Mawar.
"Pulang yuk, bikin debay untuk putra kita." Ucap Agung.
"Mulai deh." Jawab Mawar.
"Mulai apa ?" Tanya Agung.
"Mulai lagi." Jawab Mawar.
__ADS_1