Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 62


__ADS_3

Tak lama David datang dengan Hari.


"Assalamualaikum." Salam mereka berdua.


"Waalaikumsalam." Jawab Agung dan Roy.


"Titip rumah ya." Ucap Agung.


"Ok mas." Jawab mereka berdua.


"Roy aku tinggal dulu ya." Ucap Agung seraya masuk ke dalam rumah.


"Ya." Jawab Roy.


"Sayang, eh anak ayah sudah bangun." Ucap Agung sambil tersenyum dan mencium mereka berdua.


"Mau kerja lagi ?" Tanya Mawar.


"Iya, aku pamit dulu ya." Jawab Agung.


"Ya mas, fii amanillah." Ucap Mawar dengan tersenyum dan tak lupa takzim.


"Aamiin sayang. Assalamualaikum." Ucap dan salam Agung.


"Waalaikumsalam." Jawab Mawar.


"Yayah." Panggil Agung kecil.


"Ayah kerja sayang." Jawab Mawar sambil membersihkan telinga anaknya.


Sedangkan di luar, nampak David dan Hari sedang menatap pemuda itu.


"Dia siapa ?" Tanya teman pria itu.


"Ajudannya mungkin." Jawab pria itu.


"Sial, gatot kita ganggu perempuan tadi." Ucap temannya itu.


"Cari aman sajalah." Jawab pria itu lalu pergi.


Sepeninggal mereka, Hari lalu memasukkan motornya dan David menutup gerbang.


"Cari siapa ?" Tanya David.


"Enggak cari siapapun, cuma sedang merapikan rambut." Jawab Hari.


"Owh, kirain cari Sari." Ucap David.


"Sembarangan kamu." Jawab Hari sambil cemberut.


Kini Mawar dan Agung kecil, sedang duduk di taman belakang. Mawar melatih anaknya untuk latihan menekuk lututnya.


Bismillahirrohmannirohim, ayo sayang latihan ya. Ucap Mawar.


"Yayah..." Ucap Agung kecil.


"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Ayo ibu bantu." Ucap Mawar.


Hmmm, mamam...mamam..." Celoteh Agung kecil.


Ayo sayang. Ucap Mawar.


Di luar Hari dan David nampak saling pandang, dan melangkah masuk.


"Sari." Panggil mereka.


"Eh, kalian apa kabar nih? " Tanya Sari.


"Alhamdulillah baik. Disini ada anak kecil ya ?" Tanya mereka.


"Ya anaknya majikanku." Jawab Sari.


"Oh pantes daritadi luar kedengeran suara anak kecil." Ucap mereka bersama.


"Iya, kalau kamu segini, diajari menekuk lututnya. Paling bentar lagi tidur lagi." Jawab Sari.

__ADS_1


"Oh gitu." Ucap mereka.


"Iya." Jawab Sari.


Tak lama Mawar masuk ke dalam rumah.


"Ada tamu to." Ucap Mawar sambil tersenyum dan menggendong putranya.


"Iya." Jawab mereka.


"Salim dulu sama om David dan om Hari." Ucap Mawar seraya mengajari putranya salim.


"Persis banget sama Ayahnya." Jawab mereka.


"Aamiin. Ya ni alhamdulillah." Jawab Mawar.


"Baba..." Ucap Agung kecil.


"Bukan sayang." Jawab Mawar.


"Duduk dulu mas, Hari." Ucap Mawar.


"Kami di luar saja mbak, kami tadi kesini juga atas permintaan mas Agung." Jawab David.


"Oh ya, tapi kalau lapar makan disini enggak apa-apa kok mas, nanti biar bibik yang ambilkan." Ucap Mawar ramah.


"Makasih mbak, malah jadi ngerepotin." Ucap David.


"Enggak apa-apa kok. Ya sudah saya tinggal dulu ya mas. Anaknya minta tidur." Ucap dan pamit Mawar.


"Ya mbak." Jawab David.


Sepeninggal Mawar, David nampak langsung keluar rumah. Dia ingin main game, namun sayang pintu gerbang tiba-tiba ada yang mengetuk.


Ck, Hari manalagi cepat amat tu bocah ngilangnya. Ucap David lirih.


"Siapa ?" Tanya David.


"Inyonge burung pipit, etdah dikunciin dari luar." Jawab Sari.


"Lah, kok bisa di luar terus di kunci ?" Tanya David.


David pun tertegun memandang Sari begitu. Ternyata dia cantik dan putih. Eh busyet, ot*k sudah mulai geser ni. Ucapnya dalam hati.


"Aidu-aidu, panasnya masyaallah." Ucap Sari seraya berlalu.


Saat sampai di dapur, Sari menepuk bahu Hari dengan kencang.


"Akhh, sakit cumi." Ucap Hari.


"Sukurin, salah sendiri ngunciin aku di luar, untung ada burung pipit di luar." Jawab Sari.


"Haha, gimana mi, panas ya ?" Tanya Hari mengejek.


"Wah bener-bener jerapah, tega amat sama aku." Ucap Sari lalu kembali bekerja.


Sedangkan Mawar kini nampak keluar lagi.


"Bibik, titip anakku lagi ya. Tadi aku di telfon mas Agung suruh kesana." Ucap Mawar.


"Oh ya nona." Jawab Sari.


"Nanti kalau Agung kecil bangun, tolong hangatkan dulu asinya yang di kulkas." Ucap Mawar.


"Ya nona." Jawab Sari lagi.


"Aku tinggal ya bik." Ucap Mawar.


"Ya non." Jawab Sari.


Sampai di luar, Mawar pun pamit juga sama mereka. Dan mereka pun mengiyakan.


Sepeninggal Mawar, mereka pun hanya duduk santai. Sementara kini, Agung nampak menunggu istrinya.


"Assalamualaikum." Salam Mawar.


"Waalaikumsalam, sudah yuk masuk." Jawab dan ajaknya.

__ADS_1


"Ya." Jawab Mawar.


Sampai di dalam,mereka lalu duduk bersebelahan.


"Gimana ?" Tanya Mawar, yang diminta tolong Agung untuk bawa flesdisk yang tertinggal di rumah.


"Alhamdulillah enggak ada yang kurang. Makasih ya ay." Jawab Agung.


"Alhamdulillah, sama-sama." Ucap Mawar sambil tersenyum.


"Ini mas, sekalian aku bawain makanan buat kamu, aku juga langsung pulang ya." Ucap Mawar lagi seraya pamit.


"Makasih sayang, pas banget perutku sedang keroncongan. Oh ya fii amanillah." Jawab dan doa Agung.


"Aamiin ya ALLAH." Jawab Mawar sambil takzim dan pamit.


Setengah jam kemudian, Mawar sampai rumah. Dan alhamdulillah anaknya masih tidur.


"Mas, tidur di dalam saja." Ucap Mawar.


"Ah iya mbak." Jawab David.


"Hari mana ?" Tanya Mawar.


"Tidur juga mbak, di depan tv." Jawab David.


"Oh, ayo masuk aja mas." Ajak Mawar yang tegang melihat karyawan abangnya tidur di luar. Dengan tubuh meringkuk.


"Ya mbak." Jawab David lalu menyusul istirahat.


"Bibik, berhenti kerjanya. Waktunya tidur siang. Nanti jam 1 kerja lagi." Ucap Mawar.


"Iya Nona." Jawab Sari.


Barulah Mawar masuk ke dalam kamarnya. Mencuci tangan dan kaki dan mengganti bajunya.


"Alhamdulillah selesai sudah, tidurlah ah." Ucap Mawar lirih.


"Jangan lupa mimpiin aku." Ucap Agung lewat cctv yang terpasang di kamarnya.


"Iya." Jawab Mawar lirih seraya memeluk anaknya.


"Mau juga dong dipeluk." Ucap Agung.


"Hmm, nanti." Jawab Mawar dan tak lama tertidur.


Selamat tidur bidadariku dan putraku." Ucap Agung lirih lalu rehat sebentar.


Hingga akhirnya Agung kecil bangun, dengan membuka baju ibunya untuk mencari asi.


Masyaallah, baru 4 bulan sudah bisa cari sendiri. Ucap Agung dalam hati.


Selesai melihat mereka, kini Agung kembali bekerja.


Dan disini, nampak rumah sepi karena mereka semua tidur siang. Tepat jam 1, Sari terbangun dan kembali kerja lagi.


Gimana enggak Makmur dan enggak tambah gemuk, habis makan suruh tidur. Malam pun juga gitu. Memang nona itu is the best. Pantes aja tuan juga tambah berisi, nona selalu begitu. Ucapnya lirih.


Dan di kamar, kini Agung juga sudah terbangun.


("Halo mas, ada apa ?" Tanya Mawar lewat sambungan telepon.)


("Rindu kalian saja." Jawab Agung.)


("Halo Pihoku." Ucap Agung kepada anaknya.)


("Halo juga ayah." Jawab Mawar.)


("Yayah." Panggil Agung kecil.)


("Iya sayang." Jawab Agung lalu tertawa.)


("Sedang ngapain nih ?" Tanya Agung.)


("Sedang main ayah." Jawab Mawar.)


("Ikutan dong." Ucap Agung.)

__ADS_1


("Nanti ayah." Jawab Mawar.)


__ADS_2