
Tak lama Mawar terjaga, hmm nyenyak banget tidurnya. Ucap Mawar lirih sambil mengenakan pakaian dan beranjak. Mau ke kamar mandi.
Berbeda dengan mereka yang nampak pesta rujak dan jus. Mereka nampak senang, walaupun ada Agung kecil yang menggoda mereka.
"Asoi pedes banget." Ucap Reza sambil menggoda keponakannya itu.
"Om Za ucu(Om Za lucu.)." Ucap Agung kecil sambil minum jusnya.
"Haha, ayo makan Pung." Jawab Reza seraya tertawa.
"Edes." Jawab Agung kecil.
"Etdah den, jangan macam-macam sama mas Agung." Jawab Sari memberi peringatan kepada Reza.
"Widih pawang hujannya ngamuk." Goda Reza.
"Biarin daripada situ pawang nyamuk." Jawab Sari.
"Astaga, tega bener biji semangka." Ucap Reza.
"Situ yang mulai, dasar durian." Jawab Sari.
"Sudah-sudah enggak kalian berdua, enggak mereka berdua selalu ribut. Ingat ada Cipung diantara kita. Tuh lihat, dia sampai tutup telinga." Ucap Akbar menengahi.
Mereka lalu melihat, dan memeluk.
"Maaf ya." Ucap mereka berdua.
"Iya." Jawab Agung kecil.
Tak lama Mawar datang.
"Wah pesta ni." Ucap Mawar.
"Ya kak." Jawab mereka bersama.
"Kalian jadikan nginep di sini ?" Tanya Mawar.
"Jadi kak." Jawab mereka.
"Alhamdulillah, rame lagi rumah ini." Jawab Mawar sambil tersenyum dan mendekati Agung kecil.
"Hai boy, are you ok ?" Ucap dan tanyanya.
"Yes mom, iam fine. (Ye om, m ne.)" Jawab Agung kecil.
"Weh pintar juga bahasa inggrisnya." Ucap mereka bersama.
"Ya dong atu gitu." Jawab Agung kecil.
"Sudah sore yuk mandi dulu sayang." Ajak Mawar.
"Ayo." Jawab Agung kecil.Lalu pamit sama mereka.
"Tinggal dulu ya." Pamit Mawar.
"Ya kak." Jawab mereka bersama.
Sepeninggal Agung kecil dan Mawar, mereka pun langsung makan rujak lagi.
Dan di kamar, kini Agung nampak mengenakan bajunya sendiri.
"Pelan-pelan sayang." Ucap Mawar.
"Ya Bibu." Jawab Agung.
Tak lama Agung kecil berhasil mengenakan pakaiannya.
"Alhamdulillah, bisa juga." Ucap Mawar.
"Ya.Bibu atu antuk." Ucap Agung.
"Ya sudah, yuk tidur dulu." Jawab Mawar lalu memberikan asinya melalui dot kecil.
Alhamdulillah tidur juga, masyaallah tabarakhaulah tampan banget mereka. Ucap Mawar lirih.
Mawar pun langsung mencium wajah putranya dan beranjak turun. Namun langsung di cegah suaminya.
"Mas." Panggil Mawar lirih.
"Shht, jangan berisik." Jawab Agung lalu membopong Mawar membawa masuk ke kamar mandi.
"Aku sudah mandi mas." Jawab Mawar.
Tanpa menjawab Agung lalu mencium bibir Mawar dengan lembut dan lama seraya tangannya meraba kemana-mana.
__ADS_1
"Mas." Panggil Mawar lirih.
"Hmm." Jawab Agung lalu minum.
Barulah ia memasukkan miliknya ke milik istrinya.
"Aku mau debay lagi ay." Ucap Agung lirih.
"Jangan mas." Jawab Mawar.
"Kenapa ?" Tanya Agung.
"Anak kita masih kecil." Jawab Mawar.
"Enggak apa-apa ay." Jawab Agung.
Sementara di taman, mereka nampak kenyang dan puas makan rujak.
"Alhamdulillah bahagia itu sederhana ya, cukup makan bersama dengan orang tersayang terasa bahagia." Ucap Akbar sambil melirik ke arah Mida.
"Iya betul banget bang." Jawab mereka.
"Aku izin ke kamar mandi dulu ya gaes." Pamit Mida.
"Ya." Jawab mereka.
Saat masuk ke dalam kamar mandi, yang tepat di belakang kamar Mawar. Mida tanpa sengaja mendengar suara Mawar m******h. Ia lalu cepat-cepat menyiram dan keluar dari sana.
Namun naas, ia malah menabrak tubuh Akbar dengan bibir saling bersentuhan.
"Maaf." Ucap Mida.
Akbar lalu menarik tangan Mida dan masuk ke dalam kamar mandi. Lalu mencium bibir Mida.
"Makasih." Ucap Akbar lalu keluar dari kamar mandi.
Mida nampak mematung, dan tak lama Akhhhh, Kiss pertama aku. Huff harusnya aku berikan pada suamiku. Ucap Mida lirih lalu kembali ke taman.
Sementara Agung dan Mawar kini nampak masih mandi.
"Makasih ay." Ucap Agung.
"Sama-sama mas." Jawab Mawar.
"Masih tidur." Ucap Agung sambil tersenyum.
"Tadi dia bilang capek." Jawab Mawar.
"Ya sudah yuk keluar." Ucap Agung.
"Ya." Jawab Mawar.
Sesampai di taman, mereka lalu membahas niat Akbar yang mau melamar.
"Hah, melamar siapa bang ?" Tanya mereka bersama.
"Mida." Jawab Akbar.
"Alhamdulillah, cilok lagi." Ucap Reza.
"Cinlok Zaza." Jawab mereka.
"Haha ya itu." Ucap Reza dengan tawa khasnya.
Mida pun langsung menunduk, sedangkan Agung memeluk istrinya sambil menatap wajah Mawar.
"Hmm, habis abang terus Bang Arsyil, lalu kak Asyifa terus mbak ayuku." Ucap Reza.
"Aku masih lama lagi." Ucap Syifa.
"Masa ?" Tanya Reza.
"Iya, bentar lagi abi dan umi mengantarku ke Cina." Jawab Syifa.
"Ngapain, mau dilamar artis Cina ?" Tanya Reza.
"Enggaklah, aku ke sana ada urusan bisnis." Jawab Syifa.
"Masyaallah, selamat ya." Ucap Mawar dan Mida.
"Ya kak." Jawab Syifa.
""Kapan Fa ?" Tanya Agung.
"Lusa bang." Jawab Syifa.
__ADS_1
"Cius ?" Tanya Linda.
"Serius." Jawab Syifa.
Tak lama azan maghrib berkumandang, cepat-cepat mereka masuk sambil membawa piring dan gelas kotornya masuk.
"Bibik, mau kemana ?" Tanya Mawar.
"Sholat dulu nona." Jawab Sari.
"Sholat disini saja, bareng kita." Ucap Mawar.
"Tapi non." Ucap Sari.
"Sudah ayo, enggak apa-apa." Jawab Mawar sambil menggandeng tangan Artnya itu.
Tanpa sengaja mereka melihat Mawar begitu tak membedakan sosia. Bahkan Mawar mau bergandengan tangan dengan Sari.
"Masyaallah, ternyata dia juga rendah hati." Ucap mereka bersama.
"Alhamdulillah." Jawab Agung.
Selesai Wudhu, Mawar mengajak Sari masuk kedalam mushola untuk sholat bersama.
Selesai sholat, mereka lalu mengaji bersama.
"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.
"Yuk makan malam." Ajak Mawar.
"Ya." Jawab mereka bersama.
Tak lama mereka pun makan, dan selesai makan mereka lalu mengobrol di teras depan. Sedangkan yang perempuan duduk di depan tv.
"Kak, Cipung mana ?" Tanya Linda.
"Tidur, dia kalau tidur sore sudah enggak bangun lagi. Kecuali buang hajat dan minum." Jawab Mawar.
"Wow, lama juga ya tidurnya." Ucap Linda.
"Alhamdulillah." Jawab Mawar sambil tersenyum.
Sementara di luar Agung, Akbar, Reza dan Arsyil nampak sibuk dengan gawainya. Namun sesekali mereka juga bertanya tentang kegiatan masing-masing.
"Yah, makin berkurang keluarga kita yang jomblo." Ucap Reza.
"Ya, kita kan juga butuh pasangan." Jawab Agung.
"Ya sih bang, enggak kerasa ya padahal baru kemarin kita main-main eh enggak nyangka saja pada nikah." Ucap Reza.
"Hmm." Jawab Arsyil.
"Udah kali Syil, ikhlasin saja. Siapa tahu kaya abang Agung. Dulu terlambat melamar, eh enggak tahunya sekarang jadi istrinya. Mantap enggak tuh." Ucap Reza dan Akbar.
"Ya kalau abang sudah jelas, kalau aku belum weh." Jawab Arsyil.
"Qodarullah, yakin saja sama doa yang kamu panjatkan." Ucap Agung sambil tersenyum.
"Hmm." Jawab Arsyil.
"Sudah malam, yuk tidur." Ajak Agung.
"Ya bang." Jawab mereka.
Mereka lalu masuk, dan Agung lalu mengunci pintu rumah lalu melihat sekeliling. Rupanya mereka tertidur di depan tv.
"Ya ALLAH, ciwi-ciwi tidurnya rapi amat ya." Puji Reza.
Agung lalu mematikan tvnya, dan membopong Mawar lalu membawanya masuk ke dalam. Sementara Akbar membopong Mida, Reza membopong Linda dan Arsyil membopong Asyifa.
"Aje gile, mbak aku ni beratnya luar biasa." Ucap Reza.
"Shht, jangan gitu." Jawab mereka.
"Ya." Jawab Reza lalu membopong Sari.
"Weh, biji semangka ringan amat." Ucap Reza dengan berlari.
Sampai di kamar Sari, Reza nampak kagum dengan kerapian Sari.
Masyaallah rapi banget. Ucapnya.
"Shht, ayo keluar." Ucap Agung.
"Ya bang." Jawab Reza.
__ADS_1