Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Rumah Baru


__ADS_3

"Gimana sayangku, kamu suka enggak ?" Tanya Agung.


"Alhamdulillah suka, rumah ini sangat Masyaallah untuk aku by. Terima kasih ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Sama-sama sayang, ini kado pernikahan kita." Ucap Agung.


"Iya, aku akan berusaha semampuku untuk bisa menjadi istri terbaik untukmu, dan aku akan berusaha semampuku untuk mempertahankan rumah tangga kita." Ucap Mawar.


"Aamiin, aku juga akan begitu sayang. Dan jika aku melihat kamu digoda predator, aku enggak akan segan-segan hajar dia." Ucap Agung lirih seraya tersenyum.


"Mulai deh lebaynya, masa iya aku yang terlalu Astagfirullahhallazim untuk siapapun, terus kamu sandingkan aku sama predator ? Aku manusia Babang bukan binatang." Ucap Mawar lirih.


"Ck, aduh Mimin ku sayangku, istriku, dan my darlingku, predator yang ku maksud itu ialah laki-laki penggoda cintaku ini." Ucap Agung menjelaskan dengan gemas, karena fikiran istrinya yang kadang dewasa kadang kembali ke remaja.


"Oh kirain." Jawab Mawar sambil tersenyum dan menatap wajah Agung.


"Hmm, lucu banget sih kamu." Ucap Agung.


"Emangnya aku pelawak ?" Tanya Mawar.


"Bukan pelawak, tapi senior pelawak yang buat aku makin cinta dan bahagia karena pikiran kamu." Jawab Agung.


"Aamiin ya ALLAH." Jawab Mawar.


"Aamiin." Jawab Agung.


"Sudah malam, kita tidur saja yuk." Ajak Mawar.


"Ya sudah ayo." Jawab Agung.


Sampai di kamar, Mawar dan Agung berbaring di tempat tidur.


"By, aku boleh tanya sesuatu enggak sama kamu ?" Tanya Mawar.


"Boleh sayang, apapun itu." Jawab Agung.


"By, apa kamu terpaksa menikahi aku ?" Tanya Mawar.


Mendengar pertanyaan itu, Agung menghembuskan nafasnya dengan pelan-pelan.


"Lihat mataku, apa aku terpaksa mengikrarkan sumpah janji suciku di hadapan ALLAH, ayah, pak penghulu dan papi aku ?" Tanya Agung balik.


"Maaf, tapi aku takut, jikalau suatu hari nanti mas Yuda buka semua aibku, kamu jadi berubah." Jawab Mawar.


"Hilangkan rasa takut dan khawatir kamu itu sayang, insyaa ALLAH aku enggak kaya gitu." Ucap Agung.


"Aamiin." Jawab Mawar.


"Sudah ah, daripada bahas kaya gitu, mending kita tidur bikin debay yang imut dan lucu kaya kamu." Ucap Agung.


"Babang, kamu sudah janji lho, enggak akan minta itu saat aku belum siap." Ucap Mawar.


"Yah Agung kecil kasian ay, sudah meronta-ronta mau masuk dalam gua." Ucap Agung.


"Waduh Agung kecil siapa kok masuk gua ?" Tanya Mawar.


"Ck, Agung kecil yang di bawah. Enggak usah pura-pura enggak tahu gitu deh Min." Jawab Agung.


"Ye emang aku enggak tahu." Ucap Mawar.


"Yakin kamu enggak tahu ?" Tanya Agung.


"Ya." Jawab Mawar.

__ADS_1


"Masa ?" Tanya Agung.


"Iya Babang, jangan becanda gitu napa ?" Jawab dan tanya Mawar balik.


"Siapa juga yang bercanda, aku serius kali." Ucap Agung.


"Hmm, ya deh." Jawab Mawar.


"Boleh enggak malam ini saja, aku minta hakku ?" Tanya Agung lirih.


"Ck, kenapa sih cowok suka begituan ?" Tanya Mawar balik, membuat Agung yakin bahwa sang istri belum bisa.


"Mendoan, ye enggak cuma cowok saja yang suka, cewek pun sama." Jawab Agung seraya tertawa.


"Begituan beb, bukan mendoan." Jawab Mawar kesel.


"Aku Agung bukan bebek." Jawab Agung.


"Ish tau ah babang lagi serius juga, malah becanda melulu." Jawab Mawar kesel.


"Cie ngambek." Ucap Agung.


"Enggak." Jawab Mawar sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela.


"Ya deh ya, maaf." Ucap Agung seraya mengangkat dua jari.


"Hmm, ok." Jawab Mawar.


"Yuk." Ajak Agung.


"Kemana ?" Tanya Mawar.


"Ck, ah tahu ah Mimin enggak asik banget dan enggak peka." Jawab Agung kesal.


"Maaf by, aku takut hamil dan takut juga kamu tinggalin." Ucap Mawar lirih.


"Astagfirullah, aku akan berusaha enggak akan begitu ay." Jawab Agung jujur.


"Yakin ?" Tanya Mawar.


"Insyaa ALLAH." Jawab Agung.


"Lah itu Insyaa ALLAH." Ucap Mawar.


"Insyaa ALLAH, karena aku takut jika aku jawab iya ALLAH berkehendak lain, begitu juga sebaliknya." Jawab Agung.


"Ya sudah maaf, sudah yuk tidur aku dah ngantuk." Jawab Mawar.


"Hmm." Ucapnya.


Mendengar jawaban Agung, Mawar pun jadi mempertimbangkan apa yang ada di benak pikirannya.


"Mas." Panggil Mawar dengan lembut dan menatap wajah Agung.


"Sudah tidurlah." Jawab Agung.


Mawar pun semakin mendekati wajah Agung, Agung yang mendapat lampu hijau langsung mencium bibir Mawar dengan lembut.


Sambil tangannya meraba kemana-mana, Mawar pun menikmati itu semua dengan wajah menahan malu.


"Enggak usah malu-malu ay, keluarkan saja suaramu itu." Ucap Agung sambil memasukkan Agung kecil ke dalam gua.


"Awh, sakit mas." Ucap Mawar membuat Agung langsung menghentikan aktivitas sejenak.

__ADS_1


"Tahan ya, ini hanya sesaat setelah itu akan terasa nikmat." Jawab Agung.


"Babang." Panggil Mawar.


"Ya Mimin." Jawab Agung dengan tersenyum.


"Tahan ya." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.


Mereka pun mengulangi lagi, hingga gawang pun berhasil dia jebol. Dan goll akhirnya bisa masuk juga.


"Ay, aku akan masukin ke dalam." Ucap Agung.


"Mas." Panggil Mawar.


"Aku ingin debay dari kamu." Ucap Agung.


Tak lama lelehan es krim pun masuk ke tempatnya. Dan setelah selesai mengirim es krimnya, Agung langsung tersenyum dan menatap Mawar yang nampak kelelahan.


"Makasih cinta." Ucap Agung lirih.


"Sama-sama Brian." Jawab Mawar.


"Kok Brian ?" Tanya Agung.


"Biar lengkap kaya nama artis." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Ck, dasar kamu ya gemesin banget." Ucap Agung lalu menutup tubuh mereka yang masih polos dengan selimut.


"Mau apa ?" Tanya Mawar.


"Mau kamu."Jawab Agung.


"Kan sudah." Jawab Mawar.


"Belum puas sayang, Agung kecilnya belum puas main di sana." Jawab Agung.


"Agung kecil atau kamu yang belum puas ?" Tanya Mawar lirih.


"Kalau kamu ragu, kamu pegang saja, karena ini sudah sepenuhnya menjadi milikmu." Jawab Agung seraya menarik tangan Mawar dan meletakkan ke tempat yang ia maksud.


"Astagfirullahhallazim, guede banget." Jawab Mawar lalu langsung terbangun dan membuka selimut yang menutupi tubuh suaminya itu.


"Percayakan sekarang ?" Tanya Agung.


"Ya." Jawab Mawar lalu naik ketubuh suaminya.


"Mau apa ?" Tanya Agung yang masih terlentang.


"Dulu aku hanya ikut menikmati saja,tanpa bermain. Sekarang aku ingin puasin kamu." Jawab Mawar lirih.


"Serius ?" Tanya Agung.


"Ya." Jawab Mawar.


"Yakin bisa ?" Tanya Agung.


"Belajar." Jawab Mawar sambil tersenyum dan mendekati ke bibir suaminya.


Agung sengaja terdiam, karena dia ingin tahu apakah bisa atau tidak Mawar melakukan itu. Dan ternyata Mawar bisa melakukannya, bahkan Agung sampai mengeluarkan suara d****annya. Mawar pun langsung tersenyum dan menciumi tubuh suaminya secara menyeluruh. Hingga Agung di buat tak berdaya, namun karena sudah tak tahan Agung lalu membaringkan istrinya di bawah dia.


"Sudah, sekarang giliran aku." Jawab Agung.

__ADS_1


__ADS_2