Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 56


__ADS_3

"Enggak mas, aku ngantuk dan capek dan juga masih terluka karena kamu bentak tadi." Jawab Mawar lagi.


"Maafin aku, aku akan berusaha semampuku untuk tidak membentak kamu." Ucap Agung sambil memeluk dan mencium bibirnya Mawar.


"Ya." Jawab Mawar lalu pindah ke samping.


Selesai berdamai, Mawar kini nampak benar-benar tertidur lelap. Hingga sampai di rumah Mawar masih tertidur.


Ternyata benar, kamu capek. Ucap Agung lirih dan menggendong putranya dulu, baru Mawar.


"Bik, tolong belanjanya bawa ke dalam." Ucap Agung yang tak sengaja melihat Sari di luar.


"Ya tuan." Jawab Sari.


"Buju buneng, banyak amat yak." Ucap Sari.


"Ya, itu untuk sebulan." Jawab Agung lalu membopong tubuh Mawar.


"Tumben nona tidur tuan ?" Tanya Sari.


"Ya kecapean dia." Jawab Agung.


Sampai di kamar, Agung lalu menidurkan Mawar perlahan. Barulah dia ke kamar mandi ganti baju rumahnya. Selesai itu, dia membuka hijab istrinya dan mengganti baju istrinya juga.


Cantik menurut aku. Akhirnya doaku 16 tahun yang lalu diijabah ALLAH." Ucap Agung lirih.


Dan kini dia juga ikut tidur disamping Mawar.


Sementara Sari kini nampak sibuk membereskan belanjaan majikannya itu ke dalam kulkas.


Alhamdulillah akhirnya bisa rehat juga. Ucap Sari.


Namun baru mau tidur, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dengan kencang.


Tok...Tok...Tok...


"Astagfirullahhallazim,ya siapa ?" Ucap dan tanyanya.


"Waduh, siapa ya ?" Tanya Sari.


"Minggir." Ucap Lusi langsung mendorong tubuh kurus Sari.


"Etdah, yang sopan napa neng." Jawab Sari.


"Woi, sopan dong. Masuk rumah orang main nyelonong aja." Ucap Sari.


"Aku kangen Agung." Jawab Lusi, langsung buka pintu kamar Agung.


"Etdah, enggak boleh." Ucap Sari lagi dengan menghalangi pintu kamar majikannya.


"Akhh, sakit." Ucap Sari dengan teriak.


Membuat Agung kecil langsung menangis.


"Kalian." Ucap Agung.


Mawar pun langsung menenangkan anak dan suaminya.


"Bik, keluar dulu." Ucap Mawar lembut.


"Ya non, maaf dia main nyelonong." Ucap Sari.


"Ya." Jawab Mawar.


Sepeninggal mereka, Mawar lalu menatap putranya yang nampak tidur lagi. Setelah terlelap, dia lalu menidurkan lagi di tempat tidur. Barulah Mawar mengajak suaminya ke kamar mandi.


"Wudhu yuk, sholat." Ajak Mawar sambil tersenyum.


"Pusing ay." Jawab Agung.


"Enggak lama lagi sembuh, kalau untuk sholat." Ucap Mawar.

__ADS_1


"Tapi ay." Ucap Agung.


"Mas, kamu imam lho. Ayo." Ucap dan ajaknya.


"Iya sayangku." Jawab Agung.


Setelah wudhu dan sholat, rasa pusing di kepalanya benar-benar sirna. Masyaallah terimakasih ya ALLAH, KAU beri hamba seorang istri yang sabar dan tetap mengajak hamba untuk tetap ibadah. Aamiin. Doa Agung.


"Alhamdulillah." Ucap Mawar dengan takzim.


"Ay, makasih ya." Ucap Agung.


"Ya mas." Jawab Mawar.


Barulah mereka keluar, dan Mawar pun minta tolong kepada Artnya untuk menunggu putranya.


"Bik, tolong jagain Agung ya. Takutnya nanti kebangun lagi." Ucap Mawar.


"Ya nona." Jawab Sari.


"Ehem, ada perlu apa Lus ?" Tanya Agung datar sambil menggenggam tangan Mawar.


"Aku rindu kamu, dan maaf soal kejadian kemarin. Pas aku banting pintu itu." Jawab Lusi sambil cemberut karena Agung enggan melepas tangan Mawar.


Sementara Mawar, hanya menyimak.


"Sudah ku maafkan." Jawab Agung langsung menatap Mawar.


"Makasih." Ucap Lusi.


"Sama-sama." Jawab Agung.


"Gung, kamu enggak kangen peluk aku ?" Tanya Lusi to do poin dan tanpa malu. Padahal sudah jelas ada Mawar di dekatnya.


"Enggak." Jawab Agung datar.


Nampak Mawar masih menahan sabarnya.


"Gung aku sedang bicara." Ucap Lusi.


Agung memilih tidak menjawab, dan memilih pergi. Kini hanya tinggal Lusi dan Mawar di sana.


Sedangkan Agung memikirkan cara agar Lusi tidak kembali lagi.


"Kemana ?" Tanya Mawar.


" Nyusul Agung." Jawab Lusi.


"Tunggu." Ucap Mawar.


"Apalagi ?" Tanya Lusi.


"Mbak, sabar ya insyaa ALLAH, kamu akan dapat pengganti yang lebih baik dari pada suamiku." Ucap Mawar dengan sopan.


Plak.


Lusi menampar pipi Mawar.


"Jangan berani-berani atur aku cewek enggak jelas." Maki Lusi.


"Astagfirullahhallazim, Astagfirullahhallazim Astagfirullahhallazim." Ucap Mawar lalu menarik tangan Lusi membawa dia ke kamar mandi. Dan memandikan Lusi disana.


"Mandi mbak, biar ot**nya dingin. Dan enggak asal tampar istri orang." Ucap Mawar.


"Akhh." Teriak Lusi.


Membuat Agung kecil langsung terbangun dan menatap Sari.


"Yayah." Panggil Agung kecil.


"Eh mas tampan, sudah bangun ya." Ucap Sari lalu menggendong Agung kecil membawa keluar.

__ADS_1


Sedangkan Agung yang mendengar jeritan Lusi langsung mendekati mereka.


"Sayang." Panggil Agung.


"Lihat ni, ulah istrimu. Capek-capek aku dandan ke salon, malah disiram air." Ucap Lusi mengadu.


"Lus, umur kamu memang sama dengan istriku. Tapi maaf aku lebih menjaga perasaan istriku." Jawab Agung lalu meminta Mawar untuk keluar.


"Ih apa sih kurang ku ?" Tanya Lusi.


"Kurang sopan santun dan malu." Jawab Mawar.


Mendengar itu Lusi langsung membanting pintu rumah Agung dan pulang. Beruntung Agung kecil tidak mendengar, karena dia diajak Sari main ke rumah tetangga.


"Astagfirullahhallazim." Ucap Agung dan Mawar.


Agung lalu mendekati Mawar dan mengajaknya mandi sekalian. Karena sudah basah kuyup. Selesai mandi, mereka pun langsung mencari Agung.


"Bibik." Panggil Mawar.


"Ya non." Jawab Sari sambil menggendong Agung kecil.


"Main ya sama bibik ?" Tanya Mawar.


"Ya ibu." Jawab Sari sambil menyerahkan Agung kecil ke majikannya.


"Bik, makasih ya. Dan bibik boleh istirahat dulu." Ucap Mawar.


"Ya non." Jawab Sari yang nampak sudah ngantuk.


Sepeninggal Sari, Mawar lalu memandikan anaknya. Dan baru deh di dandani.


"Sudah mandi ni ?" Tanya Agung.


Yayah." Panggil Agung dengan tengkurap.


"Ya sayang." Jawab Agung lalu tertawa.


Sedangkan Mawar memilih menyendiri sebentar. Ternyata benar dinikahinya harus tahan banting dan jaga hati." Ucap Mawar lirih.


Agung yang faham, dengan perubahan Mawar. Ia langsung membawa putranya menyusul Mawar.


"Ehem." Dehem Agung.


"Sayang." Panggil Mawar lalu mengambil alih menggendong Agung kecil.


"Maaf." Ucap Agung sambil berbisik.


"Tinggalin aku sendiri mas, aku ingin dengannya dulu." Ucap Mawar.


"Baiklah." Jawab Agung lalu memilih pergi.


Sementara Agung kecil malah memanggil nama ayahnya.


"Yayah." Panggil Agung kecil.


Mawar lalu menggendong putranya dan memberinya asi. Ya ALLAH aku harus gimana ? Tanya Mawar.


Hingga malam tiba, Agung kecil sudah terlelap lagi. Begitu juga dengan Mawar, ia tertidur setelah lelah menangis.


Dan di kamar tamu, Agung sedari tadi tidak bisa tidur. Ia akhirnya keluar dan menyusul tidur dengan istri dan anaknya.


Sesampai di kamar, dia menatap wajah Agung kecil nampak persis dengan dirinya. Dan pindah menatap wajah Mawar yang terlihat sembab.


Ya ALLAH kamu menangis sayang. Ucap Agung lirih dan mengecup bibir Mawar untuk membangunkan istrinya.


Dan tak lama Mawar terbangun.


"Mas." Panggil Mawar.


"Maaf." Ucap Agung lalu memeluknya.

__ADS_1


"Iya." Jawab Mawar.


__ADS_2