Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 68


__ADS_3

Bulan pun berganti, dan tak sadar kini Agung kecil merayakan ulang tahun yang pertama kali di panti asuhan. Bukan perayaan yang besar-besaran ya gaes, hanya ulang tahun sederhana bersama anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan.


"Wah ternyata Cipung di panti gaes." Ucap Reza.


"Lebay." Jawab Linda.


"Kakak dan adik harus rukun." Ucap Tia mama Linda dan Reza.


"Enggeh(Iya) mamaku sayang." Jawab Linda.


"Nah ngono lho ndok. (nah gitu lho nak.)" Ucap Tia yang asli orang Jawa Tengah.


Tak lama Cipung pun keluar dari mobil. Karena dia baru sampai.


"Maaf ya kami terlambat." Ucap Mawar dan Agung.


"Enggak apa-apa, sudah yuk masuk." Jawab dan ajak Hengki.


"Ya." Jawab mereka bersama.


"Arsyil kemana ?" Tanya Agung kepada Akbar.


"Sedang di jalan, bentar lagi paling nyampe." Jawab Akbar.


"Oh." Jawab Agung lirih seraya menggandeng tangan Agung kecil.


"Assalamualaikum." Salam mereka semua.


"Waalaikumsalam." Jawab orang panti.


"Mari masuk." Ajak ibu panti.


"Iya." Jawab mereka bersama.


Setelah semua masuk dan duduk, acara pun langsung dimulai.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hari ini hari yang berbahagia, dimana putra dari bapak Agung Widiatmoko dan Ibu Mawar Seroja tengah genap berusia satu tahun. Dan mereka kesini, untuk berbagi kebahagiaan untuk adik-adik yang ada di sini. Ucap ibu panti itu dengan ramah.


"Apa anak-anak disini mau mendoakan adik kita yang juga memiliki sama dengan ayahnya ?" Tanya ibu panti.


"Mau." Jawab mereka bersama.


"Mari kita doakan yang terbaik untuk adik kita tercinta yang bernama Agung Widiatmoko alias Cipung. Berdoa menurut keyakinan masing-masing. Berdoa mulai." Ucap ibu panti lagi.


Mereka pun langsung berdoa dengan khusyuk. Dan selesai berdoa, Cipung diminta tiup lilin lalu di suapin ke ibunya, barulah ke ayah dan dirinya.


"Yeay, Cipung selamat ulang tahun ya nak." Ucap Ratih.


"Ya." Jawab Agung kecil.


Mereka pun lalu memberikan doa yang terindah untuk Cipung. Dan selesai salim, Cipung di ajak bagi-bagi rezeki untuk kakak-kakak yang tinggal di panti. Juga tak lupa dengan snack dan makan siang.


"Makasih." Ucap mereka semua.


"Sama-sama kakak." Jawab kedua orang tua Cipung.


Acara demi acara telah selesai mereka lewati, dan tepat siang hari itu acara langsung di akhiri dengan alfatiqah dan mereka pun pamit.


"Eh Cipung tidur ?" Tanya Arsyil.


"Ya Syil, capek mungkin." Jawab Agung lalu tersenyum sambil menggantikan istrinya menggendong Agung.


Sampai di parkiran, mereka pun terpisah sendiri-sendiri dan pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Kenapa Ay ?" Tanya Agung.


"Aku bahagia." Jawab Mawar sambil tersenyum dan memeluk Agung.

__ADS_1


"Alhamdulillah, pulang yuk." Ucap dan ajak Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


Tak terasa mereka sampai rumah, namun pintu gerbang nampak terbuka.


"Bibik lupa nutup pintu kah ?" Tanya Agung.


"Enggak mungkin deh mas, tapi ya wallahualam mungkin dia lupa." Jawab Mawar lirih.


"Kamu tunggu disini ya." Ucap Agung.


"Hati-hati mas." Jawab Mawar.


"Iya." Ucap Agung sambil tersenyum.


Agung lalu masuk dengan pelan-pelan.


"Bik." Panggil Agung.


"Bibik. Bik Sari." Panggil Agung lagi.


Saat ingin melangkah masuk, tiba-tiba dari belakang punggung Agung di tendang seseorang.


"Astagfirullahhallazim, Uhuk-uhuk siapa kamu ?" Tanya Agung.


"Tak perlu kau tahu siapa aku, nikahi Lusi dan ceraikan Mawar !" Titah pria bertopeng itu.


"Astagfirullahhallazim, enggak akan pernah." Jawab Agung.


"Kalau begitu kamu harus mati." Ucap pria itu.


Sedangkan di dalam mobil, Mawar nampak tak tenang. Ya ALLAH kenapa perasaan aku semakin enggak enak." Ucap Mawar lalu menelfon Mia.


("Halo best freindku." Ucap Mia.)


("Di mobil tidak ada orang, ayo kembali masuk." Ucap seseorang dari telfon itu.)


("Aku di depan rumah." Jawab Mawar lirih setelah tahu orang itu tidak ada.)


("Ok, aku bentar lagi kesana. Tetap tenang." Jawab Mida.)


("Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.)


Panggilan pun di akhiri, tak lama Agung kecil terbangun. Membuat seseorang di luar melihat dan masuk.


"Sialan, ternyata ada orang disini." Ucap orang itu.


"Lepasin anakku." Teriak Mawar membuat jalanan macet dan banyak tetangga yang ingin membantu, namun ancaman mereka membuatnya urung membantu.


"Diam kau ya." Teriak orang itu.


Mawar lalu di dorong hingga tersungkur. Sementara Agung yang melihat itu langsung mendekati istrinya.


"Kembalikan anakku." Teriak Mawar lagi.


"Tidak akan, sebelum suamimu menyetujui menikahi Lusi." Jawab pria itu.


"Mawar dalam dilema, dua-duanya orang yang sangat ia cintai. Bismillahirrohmannirohim, aku enggak mau suamiku menikah lagi dan aku juga enggak mau anakku jadi korban. Kalau pun kalian mau akhiri hidup kami. Silahkan." Ucap Mawar menantang.


"Masyaallah sayang." Ucap Agung lirih.


Oke, jika itu permintaan kamu, kamu lihat juga Artmu sudah kehilangan kesuciannya." Ucap pria itu seraya menyuruh temannya membawa Sari.


Mawar langsung menangis, namun siapa sangka Sari tersenyum kepada majikannya.


"Saya tidak di apa-apakan sama laki-laki itu. Dia tidak tega merusak kehormatan saya." Jawab Sari lirih.

__ADS_1


"Alhamdulillah." Ucap Mawar dan Agung.


"Apa masih mau ku akhiri sekarang ?" Tanya pria itu.


"Ya." Jawab Mawar.


"Dari anakmu dulu." Ucap pria seraya mengambil senjatanya.


Mawar, Agung dan Sari langsung memejamkan mata sambil berdoa memohon pertolongan ALLAH.


Tak lama Mia beserta rombongan kepolisian dan Akbar pun datang. Di susul juga dengan Hengki dan Ratih mertua Mawar.


"Lepaskan senjata kalian, kalian sudah di kepung." Ucap polisi itu.


"Akhh." Teriak pria itu yang memegang putra Agung.


"Jangan macam-macam atau ku habisi anak ini." Jawab pria itu.


Sedangkan Agung kecil nampak biasa saja, tanpa menangis. Dia menatap tajam pria bertopeng itu.


Sementara Akbar dan Agung, mengamati gerak-gerik nya dan lalu menangkapnya.


"Sayang pegang Agung." Ucap Agung seraya melepas genggaman pria itu dari tubuh Agung kecil.


"Bik, titip putraku." Ucap Mawar lirih seraya mengecup kening Agung kecil.


"Dia lalu menolong suaminya.


"Mas awas." Teriak Mawar sambil meraih tangan suaminya. Tanpa tahu, Mawar sendirilah yang terkena sayatan itu di lengannya.


"Ay, lengan kamu." Ucap Agung lalu membopong tubuh Mawar masuk ke mobil.


"Mi, aku titip Agung dulu mi. Aku ke RS sakit dulu." Ucap Agung panik.


"Ya sayang." Jawab Ratih.


Kini dalam mobil itu ada Akbar, Mia, Agung dan Mawar.


"Cepetan Bar." Teriak Agung sambil menangis.


Tanpa menjawab, Akbar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di RS, Mawar lalu di larikan ke UGD lagi.


"Jangan pergi Mawar." Ucap Agung lirih.


"Bang, sabar." Ucap Akbar menguatkan abang keponakannya.


Sedangkan Mia, langsung ke mushola memohon pada ALLAH agar temannya dapat tertolong lagi.


Di rumah Agung, kini mereka nampak sedang menghibur Cipung. Sedangkan Sari langsung di obati Linda.


"Gimana Sari ?" Tanya Rani.


"Alhamdulillah dia sudah istirahat. Dia hanya syok." Ucap Linda.


"Syukurlah." Jawab mereka semua.


Tak lama para tetangga saling berdatangan. Dan menceritakan kronologinya.


"Makasih pak dan ibu, sudah mau mampir menengok kemari. Dan makasih juga untuk informasinya." Ucap keluarga besar Agung dan Mawar.


"Sama-sama buk, Mawar juga sudah membuktikan dia berubah jadi baik. Dan dia juga sering silaturahmi ke rumah kami." Jawab Ibu itu.


"Alhamdulillah." Jawab mereka.


"Tapi tadi kok Mawar tidak sadarkan diri ya ?" Tanya bapak Rt.


"Ya pak, kena sayatan dan langsung di bawa ke RS." Jawab Ridho.

__ADS_1


"Astagfirullahhallazim, semoga tidak apa-apa." Ucap pak Rt itu.


"Aamiin." Jawab mereka.


__ADS_2