
"Semua ini memang ALLAH titipkan untukmu sayang." Ucap Agung.
"Ya mas suami. Insyaa ALLAH aku akan merawat dan menyayangimu semampuku." Jawab Mawar.
"Aamiin." Jawab Agung.
"Ya robbal allaamiin." Imbuh Mawar.
"Seberapa banyak kamu mencintai aku Mawar Seroja ?" Tanya Agung.
"Sewajarnya saja, tidak melebihi cintaku kepada ALLAH dan kekasihnya." Jawab Mawar.
"Alhamdulillah." Jawab Agung sambil tersenyum.
"Wasyukurillah." Imbuh Mawar.
"Sayang." Panggil Agung.
"Hmm." Jawab Mawar lalu menatap wajah Agung.
"Ngantuk." Ucap Agung.
"Tidurlah." Jawab Mawar.
"Peyuk." Ucap Agung lirih.
"Hmm, ini sudah ku peluk." Jawab Mawar.
"Buka dulu." Ucap Agung.
Mawar pun menuruti keinginan suaminya. Agung nampak tersenyum bahagia melihat Mawar sudah banyak perubahan.
"Makasih." Ucap Agung.
"Sama-sama." Jawab Mawar lalu mengelus lembut tangan suaminya.
Tak lama mereka pun terlelap. Sedangkan di rumah Vika, nampak mereka tengah mengajak Putra kembali masuk ke kamarnya.
"Putra tidurlah." Ucap Marfel.
"Iya dhe." Jawab Putra.
Tak lama Putra pun terlelap dengan nyenyak. Melihat keponakannya sudah tertidur, Marfel pun tersenyum.
"Kasihan kamu, semoga sifat dan watak Agung menurun ke kamu. Aamiin. Ucap dan doanya.
Marfel pun langsung keluar dari kamar Putra.
"Akbar." Panggil Marfel.
"Hmm." Jawabnya yang kini tiduran di lantai.
"Gimana ?" Tanya Marfel.
"Alhamdulillah sukses bang." Jawab Akbar.
"Syukurlah." Ucap Marfel.
"Iya." Jawabnya.
"Memangnya dengan cara apa dia mau mengaku ?" Tanya Marfel.
"Dengan cara apa abang pasti tahulah aku kaya apa." Ucap Akbar seraya tersenyum smrik.
"Good." Jawab Marfel.
"Ayo pulang." Ajak Akbar.
"Kita enggak ke RS ?" Tanya Marfel berbisik.
"Enggak, mereka sudah diperbolehkan pulang." Jawab Akbar.
"Alhamdulillah." Ucap Marfel lega.
"Jangan ulangi lagi bang, culik iparnya." Ucap Akbar menasehati.
"Insyaa ALLAH." Jawab Marfel dengan tawa khasnya.
"Kalau kamu ulangi lagi, aku ungsikan kamu ke Luar Negri." Ucap Akbar.
"Silahkan." Jawab Marfel tanpa rasa takut.
Akbar pun langsung masuk ke dalam mobil dan tancap gas untuk kembali pulang, begitu juga dengan Marfel. Sementara di hotel, Mawar tiba-tiba terbangun dan muntah-muntah.
"Sayang." Panggil Agung lirih.
"Maaf mas, ganggu istirahat kamu." Jawab Mawar.
"Enggak apa-apa sayang." Jawab Agung.
__ADS_1
Mawar pun kembali tidur sambil memeluk Agung.
"Tidurlah." Ucap Agung lirih.
"Iya paksu." Jawab Mawar.
"Sayang." Panggil Agung lirih.
"Ya." Jawab Mawar sambil menggenggam tangan Agung dan mengecupnya.
"Tidurlah, ini masih malam." Ucap Agung.
"Iya hubby, tapi aku enggak bisa tidur." Jawab Mawar jujur.
"Mau aku ceritakan dongeng ?" Tanya Agung.
"Enggak." Jawab Mawar.
"Kenapa ?" Tanya Agung.
"Aku bukan anak kecil." Jawab Mawar.
"Kirain." Jawab Agung lalu tertawa.
"Kirain apa ?" Tanya Mawar.
"Anak kecil." Jawab Agung lalu tersenyum.
"Enggak lucu." Ucap Mawar.
"Ya emang enggak lucu." Jawab Agung.
"Terus kenapa tertawa ?" Tanya Mawar.
"Karena aku orangnya murah senyum." Jawab Agung.
"Masa ?" Tanya Mawar.
"Iya." Jawabnya.
"Sini lihat." Ucap Mawar dengan menatap wajah Agung.
"Gimana ?" Tanya Agung.
"Hmm, murah senyum. Tapi pemilih." Jawab Mawar lalu mencium bibir Agung sangat lama.
Dan tak lama Mawar terdiam tanpa gerakan.
Jangan rewel ya anakku, kasihan ibumu. Ucap Agung lirih dan mengecup perut Mawar.
Ingin kembali tidur, namun tidak bisa. Akhirnya Agung memutuskan untuk keluar sebentar di barinton.
Hmm, sepi. Ucapnya lirih.
"Sendiri saja ni ?" Tanya seseorang disana.
Agung lalu menatap orang itu, dia lalu kembali masuk. Namun langsung di cegah oleh seseorang tadi. Yang ternyata adalah temannya Vika.
"Tunggu." Ucap Cika.
"Maaf, aku ngantuk. Kasian juga istriku di kamar sendiri." Jawab Agung.
"Ck, ye elah dia kan tidur. Timbang ngobrol doang, lebay banget sih. Dulu sama Vika kamu enggak selebay gini." Ucap Chika.
Namun Agung langsung masuk ke dalam.
Sialan dia, aku ditinggalin. Ucap Chika kesal.
Dan di dalam, nampak Mawar berdiri di depan jendela. Membuat Agung terkejut.
"Sayang, kamu sudah bangun ?" Tanya Agung.
"Ck, baru ditinggal tidur udah ninggalin." Ucap Mawar tanpa menjawab.
"Maaf, tadi aku di luar cari angin. Soalnya aku enggak bisa tidur ay." Jawab Agung jujur.
"Ya, karna ada cewek cantik dan sexsy kan. Beda sama aku yang krempeng, banyak jerawat, dekil dan sedang hamil." Ucap Mawar lirih.
"Shht, bagiku kamu yang tercantik." Ucap Agung.
"Bohong, buktinya baru ku tinggal tidur sebentar sudah nemuin cewek." Jawab Mawar lalu beranjak pergi.
Agung lalu memeluk pinggang Mawar dan memeluknya lalu berbisik.
"Maaf sayang, tadi aku beneran di luar sendiri. Dan tiba-tiba saja dia menyapaku, namun tak aku tanggapi." Ucap Agung jujur.
Mendengar itu Mawar terdiam dan menatap netra Agung.
"Maaf ya." Ucap Agung.
__ADS_1
"Iya." Jawab Mawar sambil tersenyum dan memeluk suaminya.
"Makasih sayang." Ucap Agung.
"Sama-sama mas." Jawab Mawar.
"Ay, tidur yuk." Ajak Agung.
"Gimana kalau pulang saja mas, aku enggak mau kecolongan lagi." Ucap Mawar.
"Ya sudah ayo." Jawab Agung menuruti keinginan istrinya.
Selesai ganti baju dan priper, mereka pun langsung cek out.
"Sudah pesan taksi mas ?" Tanya Mawar.
"Belum sayang, kita dijemput sopir papi." Jawab Agung.
"Kok bisa ?" Tanya Mawar.
"Ya tadi papi minta aku cepat pulang. Makanya pas kamu ajak balik, aku jawab ayo." Ucap Agung.
"Oh jadi karena Papi." Jawab Mawar.
"Etdah mimin, jangan salah nilai gitu dong istriku." Ucap Agung.
"Terus ?" Tanya Mawar.
"Kamu yang pertama ngajak kita pulang, dan pas kamu ganti baju papi telfon aku." Jawab Agung jujur.
"Oh, maaf ya mas sudah salah sangka." Jawab Mawar.
"Ya sayangku." Jawab Agung.
"Nah itu pak Parno." Ucap Agung lalu bersiul. Dan tak lama pak Parno pun menghampiri mereka.
"Maaf ya mas, lama." Ucap Parno.
"Its ok pak, no problem." Jawab Agung lalu tersenyum.
Sementara Mawar hanya menyimak sambil menggenggam tangan Agung.
"Sudah yuk." Ajak Agung.
"Iya." Jawab Mawar.
"Kenapa ?" Tanya Agung.
"Enggak apa-apa mas, cuma lapar saja." Jawab Mawar.
"Ya sudah yuk masuk, nanti pesan deliveri saja ya." Ucap Agung.
"Enggak mau, aku pengen makan dari masakan kamu." Jawab Mawar.
"Ya sudah, tunggu sampai rumah ya." Ucap Agung.
"Ya." Jawab Mawar sambil tersenyum.
Melihat istrinya tersenyum, Agung langsung membalas senyuman juga dan langsung memeluknya. Tak terasa mereka sampai di rumah, Agung langsung masuk ke dapur.
"Masak apa sayang ?" Tanya Agung.
"Nasi goreng." Jawab Mawar.
"Ok, tunggu disitu ya." Ucap Agung.
"Iya." Jawabnya.
15 menit pun telah berlalu, kini Agung sudah selesai.
"Hemm, enak banget baunya." Ucap Mawar gembira.
"Insyaa ALLAH rasanya juga enak." Jawab Agung.
"Aamiin." Ucap Mawar lalu memakannya.
"Doa dulu sayang." Ucap Agung.
"Sudah mas." Jawab Mawar sambil mengunyah.
"Gimana ?" Tanya Agung.
Mawar pun langsung menoleh dan menatap wajah Agung, lalu meletakkan sendoknya sejenak.
"Suamiku pintar banget sih." Jawab Mawar lalu memeluk suaminya.
"Alhamdulillah." Jawab Agung dengan tersenyum.
"Wasyukurillah." Imbuh Mawar.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau enak habiskan." Ucap Agung.
"Siap mas tampan." Jawab Mawar.