Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 103 b


__ADS_3

"Ya nona." Jawab susternya.


"Ini kenapa bajuku diacak-acak begini sus ?" Tanya Nadin.


"Maaf nona, tadi cece Michel nangis makanya saya biarkan dulu." Jawab suster itu dengan jujur.


"Ya ALLAH ya Qarim." Ucap Nadin sambil memijat keningnya.


Kembali di rumah Agung, Agung yang kini sudah terlelap bersama istri dan anaknya harus terganggu dengan ulah sang kakak. Siapa lagi kalau bukan Didi.


"Astagfirullahhallazim abang." Ucap Mawar yang terbangun karena Aiman menangis.


"Haha, adek nangis bu." Jawab Didi dengan tawa khasnya.


"Jangan ganggu adek sayang." Ucap Mawar lalu menyusui Aiman dan tangan satunya memeluk Didi.


"Habisnya ibu sama ayah sejak ada Iman, jarang main sama aku." Jawab Didi.


"Maaf sayang." Ucap Mawar.


Karena berisik, Agung pun terbangun dan menatap istri dan Didi.


"Hai boy." Ucap Agung membuat Mawar dan putranya langsung menoleh.


"Ayah shht, dedek tidur." Ucap Didi.


"Oh." Jawab Agung lalu mendekati mereka dan mencium Didi juga istrinya.


"Ayah ih, geli yah." Ucap Didi.


"Geli kenapa ?" Tanya Agung.


"Geli di cium ayah." Jawab Didi seraya turun dari tempat tidur dan keluar.


Sepeninggal Didi, Mawar lalu menidurkan lagi Aiman di tempat tidurnya. Selesai menidurkan, dia yang hendak ingin menutup kancing bajunya langsung di cegah oleh suaminya.


"Kenapa ?" Tanya Mawar.


"Aku mau." Jawab Agung.


"Hmm, tadi kan sudah." Ucap Mawar.


"Kurang sayang." Jawab Agung lalu membuka kancing daster istrinya dan mulai minum bagai bayi.


Melihat itu Mawar langsung terdiam dan dia memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Mas, aku pernah di sebut pelakor oleh Loli." Ucap Mawar lirih membuka topik pembicaraan.


Mendengar itu Agung langsung melepas minumnya, dan dia menatap Mawar.


"Aku tahu sayang, tapi biarlah TUHAN yang menunjukkan kebenarannya. Tetaplah libatkan ALLAH dalam masalah apapun." Jawab Agung bijak.


"Iya, tapi tetap saja mas aku sudah lelah dinilai begitu." Jawab Mawar.


"Hidup di dunia memanglah capek, tapi ini hanya sementara." Ucap Agung lalu mencium bibir Mawar.

__ADS_1


"Mulai deh." Ucap Mawar lirih.


"Boleh ya." Ucap Agung.


"Nanti Aiman bangun, sedangkan Didi nanti masuk lagi mas." Jawab Mawar.


"Kepala aku pusing ay." Ucap Agung.


"Sabar, dulu saja melewati masa sekarang enggak." Jawab Mawar.


"Dulu aku *ral ay." Ucap Agung jujur.


"Kenapa enggak menikah lagi ?" Tanya Mawar.


"Karena aku percaya, kamu pasti kembali kepadaku." Jawab Agung jujur seraya tertawa.


"Bohong, nyatanya banyak yang deketin kamu, dan mami juga cari jodoh buat kamu." Ucap Mawar.


"Tapi faktanya aku masih tetap sendiri, dan sekarang kamu kembali pulang lagi ke pelukan aku." Jawab Agung.


"Hmm, wallahualam bissawab mas." Ucap Mawar.


"Boleh ya." Ucap Agung lagi.


"Sabar mas." Jawab Mawar menggoda.


"Plis." Ucap Agung.


"Dicari Loli tu." Jawab Mawar seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku hanya ingin kamu bukan Loli, karena istriku adalah kamu." Jawab Agung lirih sambil memeluk Mawar.


"Sama-sama. Boleh ya." Ucap Agung.


"Apa enggak bisa di tahan ?" Tanya Mawar.


"Enggak." Jawab Agung.


"Satu jam saja." Ucap Mawar.


"Ck, ya sudah kalau enggak mau." Jawab Agung lalu beranjak berdiri.


Mawar hanya membiarkan suaminya pergi, namun sedetik kemudian dia lalu menyusul suaminya. Sementara Aiman masih terlelap dengan nyenyak.


"Ehem, marah ya ?" Tanya Mawar setelah mendekati suaminya.


"Sudah tahu pakai tanya." Jawab Agung dengan cemberut.


"Tampannya hilang lho, kalau cemberut gitu." Ucap Mawar.


"Biarin." Jawab Agung lalu beranjak pergi.


Namun Mawar langsung mencegahnya dan berbisik.


"Udah dong ngambeknya ayahnya Dian." Jawab Mawar.

__ADS_1


"Dian siapa, ngaco kamu." Jawab Agung ketus.


"Ayahnya Didi dan Iman kan ?" Tanya Mawar.


"Hmm." Jawab Agung.


"Kalau di singkat, ya jadi Dian." Ucap Mawar lagi.


"Aku pusing, tinggalin aku sendiri." Ucap Agung.


"Yakin ?" Tanya Mawar.


"Ya." Jawab Agung.


Mawar lalu memeluk pinggang suaminya, kini posisi mereka saling berdekatan dan saling mepet. Agung hanya memejamkan mata sambil berkata.


"Ay, jangan memancing juniorku." Ucap Agung lirih.


"Mulailah aku sudah siap." Jawab Mawar jujur.


"Bukannya tadi kamu menolak aku ?" Tanya Agung.


"Hmm, aku menolak karena aku enggak mau berbagi badan dengan Loli." Jawab Mawar jujur.


Mendengar hal itu Agung langsung tersenyum dan membuka kelopak matanya.


"Kenapa senyum-senyum ?" Tanya Mawar.


"Enggak apa-apa, senang saja dicemburui oleh istriku." Jawab Agung lalu mencium pipi Mawar.


"Aku memang cemburu, karena kamu dititipkan oleh ALLAH untuk aku." Ucap Mawar sambil menatap wajah Agung.


Tanpa pikir panjang Agung lalu membopong tubuh Mawar dan membawa ke kamar tamu. Sampai di sana, pintu kamar langsung di kunci.


"Mas." Panggil Mawar.


"Ya ay." Jawab Agung.


"Loli itu siapa ?" Tanya Mawar sambil mengulur waktu.


"Teman kecilku dulu." Jawab Agung.


"Oh." Jawab Mawar sambil menahan d***han.


"Jangan di tahan ay, aku lebih suka dengar suara kamu." Ucap Agung seraya membuka atributnya.


"Kamu makin tua, makin ganas mas." Jawab Mawar.


"Biar kamu senang." Jawab Agung.


Mereka lalu saling pandang, dan mereka pun langsung kiss bibir. Dan tangan Agung sudah merajalela kemana-mana.


Hingga sampai di titik pusat, Mawar men***** panjang.


Setelah melakukan itu, Agung lalu menjebol gawang lagi.

__ADS_1


"Aku masukin ya." Ucap Agung.


"Hmm." Jawab Mawar.


__ADS_2