Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 44


__ADS_3

"Mas, aku kok tadi mimpi teman chating lamaku ya ?" Tanya Mawar.


Mendengar itu Agung langsung ingat tadi siang dia ditelpon abangnya.


"Rindu mungkin." Jawab Agung lalu tersenyum.


"Masa sih, aku yang buruk ini dirindui ?" Tanya Mawar lirih.


"Astagfirullah, jangan begitu sayang. Enggak semua umat ALLAH membencimu. Contohnya aku dan keluarga besarku." Jawab Agung lalu memeluk tubuh Mawar.


"Aamiin ya ALLAH." Ucap Mawar dengan tersenyum malu-malu.


"Jangan buru sangka lagi ya, enggak baik." Jawab Agung.


"Insyaa ALLAH, mohon bimbingannya ya suamiku." Ucap Mawar seraya mengelus lembut pipi suaminya.


"Iya sayang. Oh ya tadi abang telfon aku, pas kamu tidur. Ada teman chating kamu yang sedang nyariin kamu sayang." Jawab dan ucap Agung.


"Siapa ?" Tanya Mawar.


"Mika." Jawab Agung.


"Oh." Ucap Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Dia dulu baik mas, tapi 2 tahun yang lalu dia ngatain aku yang buruk. Yang enggak pantas di tiru, padahal malam itu ia habis chating aku." Ucap Mawar lirih.


"Mungkin dia salah sasaran." Jawab Agung.


"Enggak dia enggak salah sasaran, justru dia dengan sadar menyebut nama lengkapku." Jawab Mawar lalu membuka gawainya.


"Ini, dengarlah." Ucap Mawar lagi.


Agung lalu menerima dan mendengarkan audio itu.


"Ngapain kamu, janda enggak jelas nama saja yang bagus Mawar Seroja, tapi kelakuan mines. Aku doakan putrimu tiada saat kamu sedang hamil. Dan makasih atas kepolosan kamu yang sukses menipuku." Ucap Mika.


"Astagfirullahhallazim." Jawab Agung.


"Kalau bisa pilih, aku enggak mau dengan wajahku ini. Tapi apalah daya aku bukan TUHAN, aku hanya lakon yang sedang terjatuh dalam kehinaan." Jawab Mawar sedih.


"Sudah ya, jangan sedih lagi. Apapun penilaian mereka, jangan kamu tanggapi. Yang penting sekarang kamu fokus rawat aku dan calon anak kita dan juga fokus perbaiki diri." Ucap Agung bijak.


"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.


"Sudah ya jangan ingat-ingat luka lama. Maafkan yang berbuat salah padamu, dan minta maaflah segera saat kamu tanpa sadar atau dengan sadar menyakiti hati seseorang. Dan ingat jangan pendendam." Ucap Agung panjang lebar.


"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar lalu tersenyum.


"Nah gitu dong tersenyum." Ucap Agung sambil tersenyum juga.


"Iya." Jawab Mawar.


"Keluar yuk." Ajak Agung.


"Enggak mau." Ucap Mawar.


"Kenapa ?" Tanya Agung.


"Lagi ingin di kamar saja." Jawab Mawar.


"Ya sudah, kalau gitu aku keluar dulu ya." Ucap Agung.


"Mau ngapain, mau tebar pesona sama ibu komplek ?" Tanya Mawar.


"Astagfirullahhallazim, cintaku hanya untuk ALLAH, mami dan kamu. Enggak ada yang lain." Jawab Agung lirih.


"Aamiin." Ucap Mawar lega.


"Aku keluar, karena jenuh ay di kamar terus." Jawab Agung.

__ADS_1


"Oh ya sudah keluarlah, tapi setelah itu kita tidur sendiri." Ucap Mawar.


"Astagfirullahhallazim, jangan begini ya." Jawab Agung.


"Tahu ah." Ucap Mawar lalu beranjak pergi.


Entah kenapa mood Mawar kini sering marah, apalagi kalau ditinggal di rumah sendirian.


"Dinda jangan marah-marah takut nanti lekas tua


Kanda setia orangnya tak kan pernah mendua


Agung menyanyi sambil mendekati istrinya.


"Minggir sana, enggak usah dekat-dekat aku." Ucap Mawar.


"Shtt, Astagfirullahhallazim sebut istighfar selalu sayang. Jangan kamu ajarkan calon anak kita gampang marah." Ucap Agung sambil berbisik.


"Astagfirullahhallazim." Jawab Mawar sambil menatap wajah Agung.


"Alhamdulillah." Ucap Agung.


"Sini aku peluk lagi." Ucap Agung lirih.


Mawar pun menurut. Dan lagi-lagi Mawar tertidur dalam pelukan Agung.


"Masyaallah, istriku ini gemesin banget." Ucap Agung.


Dia pun lalu menidurkan Mawar dengan perlahan. Aku keluar dulu ya sayang. Ucapnya lirih seraya mengunci jendela kamar.


"Sore bang,tumben sendiri ?" Tanya Reza.


"Sore Za,iya istriku tidur." Jawab Agung.


"Oh." Jawab Reza.


"Gimana bang perubahan kakak ipar selama hamil, bikin abang pusing enggak ?" Tanya Reza.


"Iya, karena sebelum hamil kakak ipar enggak pernah ngekang kamu. Bahkan kamu selalu dibebaskan ngapa-ngapain." Jawab Reza yang mulai mengenal Mawar.


"Iya." Jawab Agung.


"Bang, hari ini aku pergi tugas. Nanti ada Akbar dan Arsyil di sini." Ucap Reza.


"Oke." Jawab Agung singkat.


Mereka pun terdiam sambil memainkan gawainya masing-masing.


Sementara di kamar, Mawar nampak sudah terbangun.


Kemana suamiku ? Tanya Mawar lirih.


"Mas, kamu dimana ?" Tanya Mawar.


"Aku disini sayang." Jawab Agung lalu tersenyum.


"Jangan pergi." Ucap Mawar.


"Enggak sayang." Jawab Agung.


Mawar pun terdiam sambil menatap kaca jendela di depan meja makan. Dan tak lama dia beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana ay ?" Tanya Agung.


"Keluar dulu mas." Jawab Mawar sambil tersenyum.


"Hati-hati." Ucap Agung.


"Iya." Jawab Mawar.


"Masyaallah indah banget." Ucap Mawar.

__ADS_1


"Apanya kak ?" Tanya Arsyil keponakan Agung yang sempat menaruh hati kepada Mawar.


"Ini bunganya." Jawab Mawar sambil tersenyum.


Masyaallah indah banget senyumnya. Ucap Arsyil dalam hati.


Sementara Agung yang yang melihat Arsyil sambil menatap wajah Mawar tanpa berkedip langsung cepat-cepat keluar.


"Etdah, pelan-pelan kenapa bang." Ucap Linda terkejut dengan ulah Agung.


"Maaf buru-buru nih." Jawab Agung.


Linda lalu melihat ke arah tujuan Agung. Etdah abangku ini masih aja cembeyung, lagipula Arsyil juga dah punya tunangan. Ucap Linda lirih.


"Sayang." Panggil Agung lalu memeluk tubuh Mawar.


"Ya, kenapa mas ?" Tanya Mawar.


"Enggak apa-apa." Jawab Agung.


Melihat keakraban mereka Arsyil lalu bertanya.


"Bang, aku mau tanya gimana sih cara kita mempertahankan hubungan biar langgeng ?" Tanya Arsyil.


"Ya saling jujur dan terbuka Ril." Jawab Agung.


"Memangnya kamu sama calon kamu sedang berantem ?" Tanya Mawar.


"Iya kak, tiap ketemu ribut melulu." Jawab Arsyil.


"Ribut masalah apa ?" Tanya Agung.


"Biasa bang, dia itu over protektif." Jawab Arsyil.


"Oh, mumpung belum terlanjur ke jenjang lebih serius lagi, mendingan kamu koreksi diri dulu apa yang salah dari kamu dan calon kamu." Ucap Agung.


"Sudah bang, bahkan kedua orang tua kami juga sudah turun tangan. Tapi tetap masih sama dia." Jawab Arsyil.


"Libatin ALLAH, minta petunjuk kepadanya." Ucap Mawar.


"Sudah kak, tapi makin kesini kami malah makin menjauh. Nomer hpku saja di blokir sama dia." Jawab Arsyil.


"Innalillahi." Ucap mereka bersama.


"Berarti dia bukan orang yang terbaik untukmu." Ucap Linda ikut menjawab.


"Iya mungkin." Jawab Arsyil.


"Sabar saja." Ucap Agung.


"Insyaa ALLAH." Jawab Arsyil.


"Eh Babang beli baksonya." Ucap Linda.


"Astagfirullahhallazim ngagetin bumil saja kamu." Ucap Agung.


"Maaf enggak sengaja." Jawab Linda.


"Mau ?" Tanya Agung.


"Boleh, tapi yang pedes." Jawab Mawar.


"Jangan pedas, yang sedang saja." Ucap Agung.


"Tapi pengen." Jawab Mawar.


"Ingat sayang, kamu lagi hamil." Ucap Agung.


"Iya." Jawab Mawar sambil cemberut.


Sementara Arsyil sudah pergi duluan bersama Linda.

__ADS_1


__ADS_2