
Selesai memanaskan Mawar pun langsung memindahkan ke dalam mangkok. Baru dia makan.
"Sayang." Panggil Agung.
"Mas." Jawab Mawar.
"Aku kira kamu kemana, tahunya disini." Ucap Agung lirih.
"Maaf ya sudah buat kamu khawatir." Jawab Mawar.
"Enggak kok sayang." Ucap Agung sambil mencium pipi Mawar.
Selesai makan, Mawar dan Agung kembali ke kamar. Mereka saling ngobrol bersama.
"Ay, kalau nanti aku enggak ada di rumah, jangan keluar dulu ya." Ucap Agung.
"Insyaa ALLAH mas." Jawab Mawar.
"Kalau pengen keluar, telfon atau inbox aku dulu." Ucap Agung.
"Insyaa ALLAH." Jawab Mawar.
"Jangan pergi sendiri, karena aku enggak mau kejadian kemarin terulang lagi." Ucap Agung.
"Iya mas, aku juga enggak mau." Jawab Mawar.
"Alhamdulillah." Jawab Agung.
Mereka pun kembali tirur, dan tak terasa pagi pun tiba. Mawar kini sedang jalan-jalan di taman samping rumah.
Sementara Agung sedang bersiap untuk berangkat kerja. Bismillah. Ucap Agung lirih.
"Ehem." Dehem Agung
Reflek Mawar pun langsung menatap Agung.
"Sudah mau berangkat ?" Tanya Mawar.
"Iya ni." Jawab Agung.
"Ya sudah hati-hati di jalan ya." Ucap Mawar seraya takzim dan kis.
"Ya sayangku." Jawab Agung.
Agung lalu berangkat ke kantor dengan mengendarai motornya. Tak berselang lama dia meninggalkan rumah Linda.
Sesampai di kantor, Agung lalu menyelesaikan pekerjaannya.
"Pagi Gung." Sapa temannya.
"Pagi." Jawab Agung lalu memasukkan berkas penting di dalam tasnya dan langsung pergi.
Saat di perjalanan dia tanpa sengaja bertemu dengan Mawar.
"Sayang." Panggil Agung.
"Mas, kok aku bisa sampai di sini ya ?" Tanya Mawar bingung.
Menyadari ada yang tidak beres, Agung lalu membawa Mawar kembali ke rumah Linda. Sampai di sana, Agung lalu bertanya kepada Mawar.
"Sayang, tadi kamu mau kemana ?" Tanya Agung lirih.
"Aku mau tutup pintu, karena aku mau istirahat dulu. Tapi ada seseorang yang bertanya, habis itu aku enggak ingat lagi. Tahu - tahu aku sudah ada di jalan." Jawab Mawar dengan wajah bingungnya.
"Astagfirullahhallazim, alhamdulillah aku yang nemuin kamu. Tapi kamu tidak apa-apa kan ?" Tanya Agung.
"Enggak apa-apa mas." Jawab Mawar lalu menatap arah depan dengan pandangan kosong.
Melihat Mawar demikian, Agung lalu memeluk tubuh Mawar.
"Enggak kerja bang ?" Tanya Reza.
"Kerja." Jawab Agung.
"Tumben belum berangkat ?" Tanya Reza.
__ADS_1
Agung lalu menceritakan semuanya kepada Reza, mendengar itu Reza langsung lihat rekaman cctv lewat gawainya.
"Maaf ya bang, aku teledor. Semalam aku begadang, dan paginya aku ketiduran." Ucap Reza.
"Iya Za, enggak apa-apa kok." Jawab Agung seraya mikir keselamatan istrinya.
"Ay, ikut aku kerja dulu ya." Ajak Agung.
"Tapi mas, bosmu nanti apa enggak akan marah ?" Tanya Mawar.
"Enggak kok sayang." Jawab Agung.
Akhirnya mereka pun bersiap, awalnya Reza sempat melarang, namun karena Agung memaksa akhirnya Reza memilih mengalah.
"Pegangan ay." Ucap Agung.
"Iya." Jawab Mawar.
Sepanjang perjalanan Mawar nampak melamun. Melihat itu Agung lalu menyentuh tangan istrinya.
"Jangan melamun." Ucap Agung.
"Insyaa ALLAH enggak." Jawab Mawar sambil tersenyum.
Sampai di tempat nasabah, mereka pun langsung turun. Dan Agung menggenggam tangan Mawar.
"Assalamualaikum." Salam Agung.
"Waalaikumsalam, mari masuk masuk dan mbak." Jawab pemilik rumah.
Mereka berdua langsung duduk.
"Anak ayah jangan rewel ya kalau ikut kerja." Ucap Agung lirih.
"Enggak ayah." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Maaf mas nunggu lama ya ?" Tanya bapak itu.
"Enggak kok pak." Jawab Agung.
Mawar pun menatap bapak itu sekilas lalu menunduk dengan menyentuh celana suaminya. Melihat reaksi itu, cepat-cepat Agung menyelesaikan pekerjaan dan pamit.
"Kenapa ?" Tanya Agung lirih.
"Aku digodain bapak tadi, apa dandanan aku terlalu menor mas atau cara berpakaian aku kurang rapi dan tertutup ?" Tanya Mawar.
"Shht, kamu sudah rapi dan tertutup. Dan juga dandanan kamu enggak terlalu menor sayang. Sudah yuk pulang." Jawab Agung.
"Kamu boleh pulang mas ?" Tanya Mawar.
"Pulang ke kantor maksudnya." Jawab Agung sambil tertawa.
"Hemm, kirain." Ucap Mawar.
"Kirain apa ?" Tanya Agung.
"Kirain boleh pulang." Jawab Mawar.
Saat tengah mau naik motor, tiba-tiba ada seorang wanita yang menyapa Agung.
"Pagi mas ganteng." Ucap wanita itu.
"Pagi." Jawab Agung datar.
"Mentang-mentang sama istrinya saja, jawabnya ketus." Ucap wanita itu.
Namun tidak Agung jawab, dan Mawar pun langsung mengecup bibir Agung.
"Makasih." Ucap Agung.
"Sama-sama, kamu itu ALLAH titipkan buatku. Jadi jangan nakal." Jawab Mawar sambil menaruh tangannya di leher Agung.
"Iya sayangku." Jawab Agung.
Tak lama mereka pun meninggalkan rumah nasabahnya itu.
__ADS_1
"Mau makan sekarang apa nanti ?" Tanya Agung.
"Sekarang." Jawab Mawar.
Sampai di warung makan, Agung menghentikan motornya.
"Pesan apa ay ?" Tanya Agung.
"Nasi rames saja mas sama es jeruk." Jawab Mawar.
"Baiklah." Ucap Agung sambil beranjak bangun dan mendekati pedagang itu.
Tak lama Agung pun kembali lagi sambil mencium kening Mawar.
"Mas, aku kebelet." Ucap Mawar.
"Ya sudah yuk aku antar." Jawab Agung.
Sampai di toilet, Mawar pun langsung menarik tangan Agung agar ikut masuk juga.
"Alhamdulillah." Ucap Mawar.
"Ya." Jawab Agung.
Sampai di depan lagi, mereka lalu menunggu pesanan datang. Dan yang di tunggu pun sudah datang. 15 menit kemudian mereka selesai makan. Lalu bergegas kembali ke kantor.
"Alhamdulillah sampai juga." Ucap Agung sambil menatap wajah Mawar.
"Kenapa ?" Tanya Mawar.
"Enggak apa-apa, aku takut saja kamu kecapean." Jawab Agung.
"Insyaa ALLAH enggak." Ucap Mawar.
"Aamiin." Jawab Agung.
Mereka kini pun langsung masuk. Dan teman-teman kerjanya menatap Mawar dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kenapa ?" Tanya Agung.
"Istrimu Gung ?" Tanya yang lain.
"Iya." Jawab Agung seraya berlalu.
"Cantik juga ya dia, beda dengan yang dulu." Ucap Melati.
"Iyalah, Agung kan orangnya enggak pelit kalau buat pasangan." Jawab Edo.
"Iya juga ya." Jawab mereka bersama.
"Sudah jangan di pikirin tentang tatapan mereka, karena kamu disini yang ajak aku." Ucap Agung lirih.
"Apaan sih ?" Tanya Mawar lirih.
Mendengar itu Agung langsung tersenyum dan kembali bekerja, sementara Mawar hanya menatap wajah Agung.
Rasa kantuk pun tiba-tiba datang, dan tanpa sadar Mawar terlelap di sana.
"Alhamdulillah selesai juga. Ucap Agung lirih dan menatap wajah Mawar.
Masyaallah tidur. Ucapnya.
Dia lalu membenarkan posisi Mawar dan kembali bekerja lagi.
Tepat makan siang, Agung membangunkan istrinya. Namun sayang, Mawar enggan terbangun.
"Mungkin dia capek." Ucap Melati.
"Iya." Jawab Agung.
"Sudah biarkan saja. Ngomong-ngomong istrimu ini, perempuan yang dulu kan ?" Tanya Melati.
"Iya." Jawab Agung.
"Sekarang lebih cantik daripada yang dulu." Ucap Melati.
__ADS_1
"Alhamdulillah makasih pujiannya." Jawab Agung.