Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia
Bab 99


__ADS_3

Meninggalkan Arsyil dan Tina. Kini Agung dan Mawar sudah sampai di rumah Marfel.


"Hai boy." Ucap Marfel pada Didi.


"Hai dhe." Jawab Didi.


"Assalamualaikum bang." Salam Agung dan Mawar.


"Waalaikumsalam." Jawab Marfel.


"Utu-utu gendut banget kamu." Ucap Marfel.


"Iya pakdhe."Jawab Mawar.


"Masuklah ke dalam, Nadin ada di dalam." Ucap Marfel.


"Sini saja bang." Jawab Agung lalu menarik pinggang Mawar.


"Ck, yang kusuruh masuk tu istrimu Agung Widiatmoko Putra papi Hengki." Jawab Marfel.


"Hmm." Jawab Agung.


Mawar hanya memandang suaminya, entah harus bahagia atau gimana. Yang jelas Mawar sangat bersyukur memiliki Suami seperti Agung. Semua yang dia butuhkan, ada di diri Agung.


"Mas, Aiman haus." Ucap Mawar.


"Ya sudah, masuklah." Jawab Agung mengalah.


"Bang izin masuk dulu ya." Ucap Mawar.


"Ya silahkan." Jawab Marfel.


"Mas aku masuk dulu ya." Ucap Mawar.


"Ya." Jawab Agung lalu tersenyum dan mencium bibirnya Mawar.


Marfel yang melihat itu langsung menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Didi ikut masuk atau disini saja sama ayah ?" Tanya Mawar.


"Disini saja Bibu." Jawab Didi.


"Ya sudah, ibu masuk dulu ya." Ucap Mawar.


"Ote." Jawab Didi.

__ADS_1


Sampai di ruangan Nadin, Mawar minta izin dulu ingin menyusui putranya.


"Oh disini bisa kok, bawa penutupnya kan ?" Tanya Nadin.


"Bawa kak." Jawab Mawar.


"Ya sudah, di sini saja." Ucap Nadin.


Mawar pun langsung menyusui putranya, dan terlelap di rumah Marfel.


"Tidur ?' Tanya Nadin.


"Iya mbak." Jawab Mawar.


"Chubby banget pipinya." Ucap Nadin.


"Iya kak, Michel juga." Jawab Mawar sambil tersenyum.


Dan di luar Agung nampak menatap wajah Mawar, cantiknya natural tanpa di buat-buat. Walau sebelumnya aku menjauhinya karena perangai burukmu dan akhlaknya. Tapi kini malah ALLAH jadikan kita pasangan sehidup sesurga. Ucap Agung dalam hati.


"Liatin apa kamu ?" Tanya Marfel.


"Istriku." Jawab Agung.


"Tenang, dia aman." Jawab Marfel.


"Assalamualaikum." Salam Arsyil, Linda dan Reza.


"Waalaikumsalam." Jawab Marfel dan Agung.


Acara pun langsung di mulai.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih sudah berkenan hadir di acara kami sekeluarga. Dan maaf jika acaranya ini langsung 3 anak yang di aqiqahi." Ucap Mc.


Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Insyaa ALLAH kami berkenan." Jawab mereka.


"Tiga anak. siapa saja tu ?" Tanya seseorang.


"Princes, Michel dan Aiman." Jawab Ratih.


Membuat kedua ayah putra dan putri yang disebut langsung menatap mereka.


"Mi." Panggil mereka berdua.


"Hmm." Jawab Ratih.

__ADS_1


"Mami serius ?" Tanya mereka."


"Serius lah. " Jawab Ratih.


Kini acara pemotongan rambut pun di mulai, di mulai dari Michel yang lebih dulu, baru Aiman dan Princes.


Selesai pemotongan rambut, mereka bertiga pun langsung di tidur.


"Cantik sendiri nih." Goda Rani.


"Hehe, enggak nek." Jawab Mawar.


"Mawar, kamu kasih apa Aiman kok bisa segendut ini ?" Tanya Rani.


"Asi tante." Jawab Mawar.


"Gendut amat." Ucap Ratih.


"Makasih tante." Jawab Mawar.


"Sama-sama.'' Ucap Rani.


Sedangkan Mida nampak tersenyum lebar, mendengar mereka membahas anaknya.


"Kenapa ?" Tanya Akbar.


"Enggak apa-apa." Jawab Mida.


"Jangan bohong." Ucap Akbar.


"Enggak." Jawab Mida.


Sementara kini Didi sedang bersama ibunya.


"Bibu, atu antuk." Ucap Didi.


"Tidurlah sayang."Jawab Mawar.


"Iya." Jawab Didi.


Agung lalu mendekati Mawar. Tanpa peduli hujatan orang-orang.


"Kenapa ?' Tanya Mawar.


"Pusing Ay." Jawab Agung.

__ADS_1


"Makan dan minum mas, terus minum air obat." Ucap Mawar.


__ADS_2