
Sementara di luar kantor, Agung nampak memarkirkan mobilnya. Lalu keluar bersama istrinya.
"Pagi Gung." Sapa pak satpam.
"Pagi pak." Jawab Agung lalu tersenyum.
Mawar hanya terdiam sambil tangannya digenggam oleh Agung.
"Sama istri ini ?" Tanya pak satpam.
"Iya pak." Jawab Agung lagi.
"Dapat panggilan ya ?" Tanya satpam lagi.
"Hmm." Jawab Agung seraya berlalu.
Sampai di dalam, mereka langsung menuju ke ruangan bosnya.
Tok...Tok...Tok..
"Masuk." Ucap Arya.
"Assalamualaikum bos." Ucap Agung.
"Waalaikumsalam, silahkan duduk." Jawab Arya.
Mereka pun langsung duduk dan Arya pun mulai berkata.
"Sebelumnya aku minta maaf, untuk Agung dan Mawar yang sudah mengganggu kenyamanan Mawar di rumah. Dan kenyamanan kerja kamu Gung." Ucap Arya.
"Ya pak enggak apa-apa sebenarnya ada apa ya, kok saya di panggil kesini ?" Tanya Mawar lirih.
"Sebenarnya aku ingin membawa Agung beserta keluarganya ke luar kota, untuk buka cabang di sana." Ucap Arya.
Mawar langsung menatap suaminya, begitupun sebaliknya. Arya yang melihat itu, langsung paham bahwa mereka tidak bisa.
"Maaf, setuju atau enggak Agung harus ikut." Ucap Arya.
"Maaf pak bisa beri waktu kami selama sebulan ?" Tanya Mawar.
"Bisa." Jawab Arya.
Mendengar itu Mawar bisa bernafas lega, tapi tidak dengan Agung.
"Ya sudah, kalian boleh kembali lagi." Ucap Arya.
"Baik pak. Wassalam." Jawab Mawar lalu beranjak pergi dan diikuti oleh suaminya.
Sampai di meja kerja Agung, Agung nampak lesu. Mawar pun langsung mencoba menenangkan suaminya dan berbisik.
"Sabar mas, libatkan ALLAH selalu." Ucap Mawar lirih.
"Ya sayang." Jawab Agung.
__ADS_1
"Semangat demi istri dan kedua putra kita." Ucap Mawar memberi semangat.
"Insyaa ALLAH ay, makasih ya sudah mau menguatkan aku." Jawab Agung.
"Sama-sama mas suamiku." Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Temenin aku kerja ya." Ucap Agung.
"Iya." Jawab Mawar dengan tersenyum.
Agung lalu membawa tasnya dan membawa istrinya ke nasabah.
"Sudah siap ?" Tanya Agung.
"Ya." Jawab Mawar.
"Pegangan ay." Ucap Agung.
"Sudah." Jawab Mawar.
"Ck bukan di belakang, tapi di-" Ucap Agung terhenti karena Mawar langsung memeluk tubuhnya.
Dan motor pun langsung ia lajukan.
Sampai di rumah nasabahnya, Agung dan Mawar turun.
"Ini rumah perempuan yang godain kamu itu mas ?" Tanya Mawar.
"Bukan, ini nasabahnya duda." Jawab Agung lalu tersenyum dan mencium bibirnya Mawar.
"Maaf, ya sudah yuk masuk." Ucap Agung.
"Ya." Jawab Mawar.
"Assalamualaikum." Salam Agung.
"Waalaikumsalam, ealah mas tampan kesini lagi. Baru saja diomongin, sudah datang." Ucap perempuan itu.
Mawar hanya menyimak obrolan dan enggan memberikan jawaban. Agung yang merasa aneh dengan Mawar, diam-diam langsung mengecup pipi Mawar di depan perempuan itu.
"Mas." Panggil Mawar.
"Doaku hanya ada namamu seorang, kamu boleh percaya atau tidak. Tapi jujur doaku di setiap sholat, adalah namamu istriku." Ucap Agung.
"Ih kampungan." Ucap perempuan itu lalu pergi.
Namun naas, di tengah jalan ia menabrak ayahnya.
"Aou ayah." Ucap perempuan itu.
"Astagfirullahhallazim, kalau jalan lihat jalan to Riri." Jawab nasabah itu.
"Mari masuk mas dan mbak." Ucap nasabah Agung itu.
__ADS_1
"Iya pak, assalamualaikum." Jawab mereka.
"Waalaikumsalam." Jawab nasabah itu lagi.
"Ini pak waktunya angsuran." Ucap Agung lirih.
"Oh iya mas, ini alhamdulillah saya dapat uang. Tolong di hitung lagi, takutnya nanti kurang." Ucap nasabah itu.
"Baik pak." Jawab Agung.
Agung lalu menghitung jumlah uangnya.
"Alhamdulillah pas pak." Jawab Agung.
Sedang asik menatap cara kerja sang suami, tiba-tiba Mawar menunduk.
"Mbaknya sakit ?" Tanya nasabah itu, yang tak sengaja menatap Mawar.
"Enggak pak." Jawab Mawar sambil tersenyum tipis.
Agung yang tahu, langsung pamitan ke nasabah itu dan membawa istrinya ke toilet umum.
"Tahan ya." Ucap Agung lirih.
"Iya." Jawab Mawar.
Sampai di pom bensin, mereka berdua langsung masuk ke toilet dan masuk ke dalam bersama.
"Buka ay." Ucap Agung.
"Ya." Jawab Mawar.
Agung lalu meminum sumber kehidupan Aiman. Tak lupa tangan Agung merajalela kemana-mana, beruntung Mawar berhasil menghentikan itu.
"Kotor mas." Ucap Mawar lirih.
"Hmm." Jawab Agung lalu menyudahi minumnya dan membawa Mawar keluar.
Banyak pasang mata menatap mereka, namun baik Agung ataupun Mawar memilih diam dan cuek.
"Mas, kita mau kemana ?" Tanya Mawar.
"Ke rumah dulu." Jawab Agung.
"Oh." Ucap Mawar.
Sampai di rumah, Mawar lalu mengganti bajunya yang basah karena ketumpahan asi. Sedangkan Agung langsung membuka jaketnya.
"Mas." Ucap Mawar terkejut karena tiba-tiba di bopong suaminya.
"Aku minta hakku." Jawab Agung lalu menidurkan Mawar ke tempat tidur.
"Ini masih jam kerja mas." Ucap Mawar.
__ADS_1
Tanpa menjawab Agung lalu mencium bibir Mawar dengan lembut dan lama.