Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Peristiwa


__ADS_3

"Ya aku keluar sebentar ya untuk mencarikan mu obat dan minuman" Santi pergi setelah membuka hijab ku.


Aku tidak bisa berkata. Aku hanya bisa terbaring lemas sambil mencoba untuk membuka mata ku agar kesadaran ku stabil kembali. Namun semakin ku mencoba, semakin sulit rasanya mata ini terbuka.


"Ya Allah, ada apa ini? Kenapa pusing sekali? Apa aku akan mati?" Pikiran ku menerawang entah kemana.


Bruk...


Suara pintu kamar hotel terbuka. Aku kembali berusaha untuk membuka mata memastikan siapa yang datang.


Samar-samar terlihat sosok lelaki kekar berkemeja putih dan memakai jas warna hitam terlihat. Dia mendekat dan semakin mendekat kepada ku. Tidak terlihat begitu jelas wajah nya karena aku setengah sadar.


Aku berusaha bangkit namun tidak bisa. Rasa pusing yang aku alami semakin menjadi.


Tangan kekar lelaki itu menyentuh pipi ku.

__ADS_1


"Hay sayang, Kamu cantik sekali. Bibir mu saksi, mata mu indah" Kata lelaki asing itu


"Hmm" erangan ku, bermaksud bertanya siapa kamu dan apa mau mu datang ke sini? Namun hanya kata erangan itu yang keluar dari mulut ku.


Lelaki itu mendekatkan wajahnya kepada ku. Bisa ku rasakan nafas yang menyentuh pipi ku. Sekian detik bibir lelaki itu menyentuh bibir ku mencoba melu...mat dan meny....apu dengan nafsunya. Aku tersentak, mencoba menolak nya dengan kekuatan yang tersisa.


"Pergi" Kata ku masih dengan lemas nya.


"Kenapa? Bukan kah kamu sudah ku bayar?"


"Yah kamu sudah ku bayar. Kamu akan melayani ku sekarang"


Lelaki itu kembali mendekat.


"Jangan, jangan mendekat" Kata ku lemah masih berusaha sadar meski sesekali mata ini terpejam.

__ADS_1


"Hmm" Aku menggelengkan kepala dan memegang dengan tangan ku agar tetap sadar.


"Kamu terlalu banyak minum" Katanya terus mendekat.


"Jangan, ku mohon lepas kan aku" Aku berusaha berdiri namun kembali jatuh kelantai. Tenaga ku benar-benar habis saat itu. Aku masih sadar dan bisa merasakan apa yang terjadi pada diri ku, namun tidak mempunyai tenaga untuk melawan.


Lelaki itu tidak memperdulikan perkataan ku. Kembali dia mendekat dan mengangkat tubuh ku ke atas ranjang.


"Jangan terlalu banyak minum sayang, nanti kamu tidak akan bisa menikmati sensasi nya"


"Tolong, Jangan" Hanya itu yang bisa keluar untuk memohon belas kasih agar tidak melakukan hal yang bukan-bukan kepada ku. Tanpa ku sadari lelaki asing itu sudah berada di atas ku dan memegang kedua tangan ku dengan tangan nya begitu kuat agar aku tidak melakukan perlawanan.


Aku mencoba untuk berteriak dengan tenaga yang ada, Namun belum sempat aku mengeluarkan suara, lelaki itu menutup bibir ku dengan bibir nya meng...hisap,. meny..apu dan menjelajahi setiap senti bibir ku. Beberapa butir air bening mengalir di sudut mata ku.


Air mata ku mengalir semakin deras saat kedua satu tangan lelaki itu mulai menjelajahi bagian tubuh ku dan berusaha membuka satu persatu kancing baju dengan sangat cepat. Sedangkan satu nya lagi memegang kedua tangan ku dengan sangat kuat.

__ADS_1


"Jangan banyak perlawanan. Aku sudah membayar mu mahal" Kata nya lagi. Dengan cepat lelaki itu kembali menyapu bibir ku dengan sangat agresif.


__ADS_2