Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Telaga Suri Perdana


__ADS_3

"Ma, pa Aku dan Rea mau meminta izin untuk pulang ke kampung halaman Rea" Ujar Arga meminta izin kepada kedua orang tua nya.


Rina dan Rudi kembali menatap Arga dengan bingung.


"Kenapa mama dan papa menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh?"


"Gak, mama sama papa heran saja sama kamu. Kenapa harus meminta izin kepada kami. Bukan nya Rea istri mu, jadi dia itu halal untuk mu dan kamu bebas mau membawa nya kemana pun kamu mau" Ujar Rina.


"Iya Ga, kemaren kamu meminta izin untuk membawa Rea pulang ke rumah mu. Sekarang mau bawa Rea pulang kampung pun kamu meminta izin" Rina menyempeli


Arga menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. Ia pun bingung dengan tingkah nya. Kenapa dia harus meminta izin kepada kedua orang tua nya selayaknya mau meminta izin membawa anak gadis orang di mana mereka masih pacaran.


"Iya ya ma, maksud nya aku hanya ingin memberitahu kalian agar kalian tidak khawatir nanti jika Rea pergi bersama ku" Ujar Arga salah tingkah.


Rina dan Rudi tertawa lepas melihat anak nya salah tingkah seperti itu.


"Kapan rencana nya kalian berangkat?"


"Nanti ma, itu Rea masih siap-siap di kamar nya" Ujar Arga.


"Oke lah, nanti setelah tiba di sana, kamu jangan lupa kabari mama dan papa. Terus titip salam kepada orang tua nya Rea ya di sana" Ujar Rudi.


"Iya pa, pasti akan ku sampai kan. Oh ya, aku juga mau ke kamar dulu ya" Arga berlalu meninggalkan kedua orang tua nya.


Rudi dan Rina tersenyum geli melihat peringai putra nya.


"Anak kamu ya pa"


"Anak kamu juga ma" Rudi tidak mau kalah.


***


"Assalamualaikum buk, ayah" Ujar ku ketika kami sudah tiba di kampung halaman di mana rumah ku berada. Rumah yang penuh kenangan sewaktu kecil ku di sana.


"Waalaikumsalam, Eh Rea. Kenapa datang nya gak kabari ibu dan ayah sih?" Tanya ibu ku menyambut hangat kedatangan kami.


Aku mencium punggung tangan ibu ku begitu juga dengan Arga ikut mencium punggung tangan ibu ku.


"Sengaja buk, biar kasih kejutan kepada kalian" Jawab ku.


"Ayah mana buk?" Tanya ku mencari keberadaan lelaki paruh baya itu.


"Oh, tadi sih katanya pergi ke rumah pak ngah mu. Sudah lama mereka tidak bertemu" Jelas ibu ku.


"Oh, gitu ya"


Arga tampak memperhatikan setiap sudut ruangan rumah panggung ku. Mungkin dia merasa bingung entah heran dengan rumah ku yang sederhana itu. Berbeda jauh dengan rumah nya yang seperti istana itu.


"Nak Arga, terima kasih ya sudah membawa anak ibu ke sini. Ibu sangat senang bisa bertemu dengan kalian" Ujar ibu ku.


"Iya buk, sama-sama" Jawab Arga mencoba tersenyum ramah.


***


"Rea, seperti nya Arga sudah mulai bisa menerima kamu" Ujar ibu ku saat aku membantu nya memasak di dapur.


"Iya buk. Alhamdulillah perlahan-lahan sikap Arga kepada ku sudah mulai membaik" Jelas ku terus memotong bawang.


"Ibu senang Rea kalian seperti ini. Ibu selalu merasa cemas dengan pernikahan kamu dan Arga. Ibu takut kamu tidak bahagia bersama Arga. Dan Arga memperlakukan kamu dengan buruk" Ujar ibu ku mengeluarkan segala kegundahan di hati nya.


"Alhamdulillah gak kok buk. Apa yang ibu takutkan itu tidak menjadi kenyataan. Bukti nya sekarang Arga sudah datang ke sini. Bahkan dia yang mengajak ku untuk pulang ke kampung agar aku bisa melepaskan rindu ku kepada ibu dan ayah" Jelas ku lagi.


Ibu dan ayah ku tidak tahu bahwa Arga telah menikah lagi dengan Sandra. Sengaja aku tidak mau memberitahu kan kabar ini kepada mereka. Karena jika aku mengatakan nya, pasti ibu dan ayah ku tidak bisa menerima semua ini. Dan mereka pasti akan sedih. Orang tua mana yang sanggup melihat anak nya di madu.

__ADS_1


"Assalamualaikum" Terdengar suara mengucapkan salam dari luar.


"Waalaikumsalam" Jawab kami berdua. Terlihat Ayah ku muncul dari arah depan rumah ku.


"Eh, Rea. Kapan tiba nya?" Tanya ayah ku kaget melihat kehadiran ku yang secara tiba-tiba seperti ini.


"Baru kok yah, belum juga lama" Jawab ku mencium punggung tangan ayah ku.


"Sendirian aja kamu pulang ke sini? Arga gak ikut?" Tanya Ayah ku.


"Arga ikut kok yah, ada di kamar. Tidur, capek mungkin lantaran menyetir kendaraan terlalu lama" Jawab ku.


"Oh, kirain kamu sendirian" Ujar Ayah ku.


"Gak kok yah"


"Ayah ikut senang melihat kamu dan Arga. Seperti nya rumah tangga kalian sudah mulai membaik"


"Iya yah, alhamdulillah yah, semua ini berkat doa dari kalian berdua. Terima kasih ya yah, buk. Kalian selalu mendoakan ku selama ini"


"Sayang, jelas dong ibu dan ayah mendoakan kamu nak. Kamu adalah anak kami satu-satu nya. Permata hati kami, jika kamu bahagia, kami pun ikut bahagia" Ujar ibu ku.


Aku tersenyum senang memandang kedua orang tua ku yang begitu mencintai dan menyayangi ku. Aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini karena memiliki kedua orang tua yang begitu sayang kepada ku. Bahkan mereka rela mengorbankan apa pun demi kebahagiaan ku. Aku pikir semua orang tua juga pasti bertindak hal yang sama untuk anak nya bukan?


***


"Rea, masak rendang jengkol ya. Bukan nya kamu suka dengan rendang jengkol buatan ibu"


"Aduh Ibu, tahu-tahu saja kesukaan ku. Aku juga sudah sangat rindu dengan masakan rendang jengkol dari ibu" Ujar ku senang..


"Nah, kebetulan ibu membeli jengkol tadi di warung. Langkah kanan kamu ya, tahu saja jika ibu membeli jengkol kamu pulang ke sini"


"Iya buk, dari tadi malam aku sudah tercium bahwa ibu akan memasak rendang jengkol. Makanya aku pulang" Ujar ku bercanda.


"Kelihatan nya asyik banget nih ngobrol nya" Ujar Arga yang tiba-tiba muncul.


"Ayah" Arga mencium punggung tangan ayah ku.


"Iya yah, baru saja bangun. Oh ya mama dan papa titip salam untuk kalian berdua" Tambah nya lagi.


"Waalaikumsalam" Jawab kedua orang tua ku.


"Rea, nanti bawa lah Arga keliling kampung. Melihat suasana di kampung. Bawa juga dia berkunjung ke rumah sanak saudara kita di sini. Agar mereka saling kenal" Saran ayah ku.


"Iya yah" Jawab ku.


"Iya Rea kamu harus memperkenalkan aku dengan keluarga-keluarga mu nanti. Soal nya kita gak lama di sini"


"Lo, gak lama ya di sini? Kapan kembali ke Pekanbaru nya?" Tanya Ayah ku.


"Kemungkinan lusa yah, soal nya jika liburan lama, takut nya pekerjaan di kantor malah menumpuk" Jelas Arga.


"Iya juga ya... " Ujar Ayah ku.


"Arga suka rendang jengkol?" Tanya ibu ku yang terus mengaduk rendang yang ia masak tadi di dalam wajan.


"Rendang jengkol? Jengkol masud nya?" Tanya Arga


"Iya jengkol di masak rendang. Enak lo Ga" Jelas ku lagi.


"Aku tahu jengkol tapi aku belum pernah memakan jengkol. Soalnya papa dan mama nggak pernah masakin aku jengkol sampai sekarang"


"Nah, nanti kamu cobain ya masakan rendang jengkol Ibu pasti kamu akan ketagihan ingin lagi, lagi dan lagi" Jelas ku.

__ADS_1


"Iya, nanti ku coba" Ujar Arga.


***


Aku dan ibu sibuk menyajikan masakan yang kami masak tadi di atas meja makan sederhana yang ada di rumah kami.


Ada nasi putih, ayam goreng, sambal telor serta berbagai lalapan tak ketinggalan menu utama yang sangat membuatku ketagihan yaitu rendang jengkol.


"Ayo nak Arga silahkan di makan" Ujar ayah ku.


"Iya yah" Jawab Arga.


Aku mengambil sepiring nasi untuk Arga bersama dengan ayam goreng, sambal telur dan tak lupa aku masukkan sedikit rendang jengkol ke dalam piringnya. Karena ia ingin mencoba bagaimana rasanya memakan jengkol.


Arga belum menyodorkan makanan yang ku ambil tadi ke dalam mulut nya. Ia masih memperhatikan aku dan ayah ku yang begitu lahapnya kami menikmati rendang jengkol yang dimasak oleh ibuku menggunakan nasi putih tidak perlu dengan lauknya.


Begini lah para pencinta jengkol di mana ketika sudah ada jengkol itulah yang akan menjadi lauk dan tidak perlu lauk lain untuk memakan bersama nasi.


"Ayo Ga cobain" Ujar ku kepada suami ku.


Arga mencoba segigit jengkol yang ku berikan tadi kepadanya.


Bisa kulihat ia memejamkan matanya sambil ekspresi wajah yang lucu ia tampakkan kepada kami. Karena baru kali ini ia merasakan jengkol yang dimasak oleh ibu.


Arga mengunyah jengkol yang ia gigit tadi sambil menikmati rasa jengkol yang dimasak oleh ibuku.


"Rasa nya agak aneh ya" Ujar nya.


"Kamu makan nasi nya gak pakai lauk Ya?" Tanya Arga kepada ku. Jujur saja ia merasa heran dengan kamu yang makan seperti ini.


"Gak perlu kok Ga, jengkol ini sudah menjadi lauk kami. Jika tidak ada lauk jengkol inilah sebagai penggantinya. Tidak perlu masak ya mahal-mahal seperti daging atau apapun itu. Jengkol ini yang sangat dibutuhkan. Rasanya itu mengalahkan rasa daging. Emang bagi orang yang tidak menyukainya akan bertanya apa sih yang membuat kalian suka sama jengkol bukannya rasanya aneh? Nah bagi kami yang para pecinta jengkol akan mengatakan rasanya itu emang aneh tapi yang buat ketagihan itu adalah sensasi menggigitnya itu" Jelas ku kembali menyodorkan sepotong jengkol kedalam mulut ku.


Arga terlihat mengedipkan matanya beberapa kali. Mungkin ia merasa aneh melihat kami makan seperti ini. Tidak mengapa, ini lah keluarga ku. Ini lah diri ku hang begitu mencintai dan sangat suka dengan jengkol. Di buat apa pun aku suka. Rendang, sambal atau kelio habis ku makan tanpa menggunakan lauk.


***


Aku membawa Arga pergi berkunjung ke rumah saudaraku yang ada di kampung halamanku itu. Aku memperkenalkan Arga kepada mereka. Mereka menyambut kedatangan kami dengan hangatnya serta ramahnya..


Betapa bahagia yang kurasakan saat itu ketika Arga sudi berkenalan dengan saudara-saudaraku yang ada di kampung. Ini merupakan satu kehormatan bagiku karena Arga perlahan bisa menerima aku beserta keluargaku di dalam kehidupannya.


Semoga saja sikap Arga akan terus-terusan seperti ini kepadaku meski saat Sandra pun bersamanya. Namun dia tetap bersikap manis dan bisa menerima aku serta keluargaku di dalam kehidupannya. Itu lah harapan ku.


Selesai berkunjung ke rumah sanak saudaraku, aku mengajak harga untuk pergi ke salah satu wisata yang ada di desaku. Yaitu Telaga Suri Perdana adalah sebuah danau buatan yang di buat akibat hujan lebat yang menyebabkan banjir di tanah kosong yang ada di komplek pertamina itu. Sehingga mengakibatkan banyaknya genangan air yang ada di sana. Dan pada akhirnya para pihak Pertamina memutuskan untuk membuat danau buatan sebagai tempat wisata bagi masyarakat yang ada di desaku itu..


Permainan yang ada di sana pun beragam sebagai tempat menghilangkan lelah dan penat. Seperti main bebek, sepeda air, speed boat untuk mengelilingi danau. Bagi anak-anak ada permainan mobil-mobilan, mewarnai dan masih banyak lagi. Sehingga pada hari sabtu atau minggu di saat anak-anak libur sekolah, para orang tua banyak membawa mereka ke sana untuk menghibur anak nya yang telah lelah menghadapi pelajaran demi pelajaran di sekolah mereka.


Aku dan Arga memilih untuk bermain bebek. Kami mengayuh bebek itu dengan bekerja sama. Saat ini aku sangat bahagia karena bisa menikmati destinasi wisata di desa ku bersama orang yang aku cintai. Apa lagi dia kini telah menjadi suami ku.


***


"Aduh, lelah sekali" Ujar ku saat kami tiba di rumah. Kami tiba di rumah pukul sembilan malam. Dimana jika di desa ku pukul sembilan malam itu sudah tidak ada lagi orang-orang berkeluyuran di luar rumah. Meraka pasti sudah tidur atau menghabiskan waktu bersama keluarga untuk sekedar menonton televisi.


Aku menguap karena rasa capek di tubuh ku. Yah perjalanan dari kota Pekanbaru hingga ke desa ku memakan waktu kurang lebih empat sampai lima jam. Dan dari tadi aku belum sama sekali beristirahat meski hanya sekedar berbaring saja meluruskan pinggang-pinggangku yang terasa encok. Namun, aku memilih untuk membantu ibuku memasak di dapur setelah itu aku membawa Arga keliling kampung untuk berkenalan dengan sanak saudaraku serta membawanya untuk menikmati wisata yang ada di desaku..


Hingga malam tiba, aku baru bisa merasakan lelah yang teramat di tubuh ini. Aku membentang kasur tipis yang ada di kamar ku. Arga ku biarkan dia tidur di kasur empuk ku yang biasa nya ku gunakan untuk beristirahat ketika berada di rumah ini.


Saat ini Arga memilih untuk ngobrol bersama ayah ku di ruang tamu. Sedang kan aku memilih untuk tidur.


***


Arga menatap ku dengan iba saat melihatku tidur di atas kasur tipis di bawah lantai kamarku. Dia perlahan mendekatiku dan menggendongku agar aku tidur di atas kasur tempat biasa untukku beristirahat ketika aku berada di kamarku itu.


"Kenapa tidur di sini sih? Harusnya kamu tidur bersama aku di atas sana" Ujar Arga menggendong ku hingga ke atas kasur ku.

__ADS_1


Ia membaringkan ku dengan perlahan. Dan ia pun berbaring di samping ku. Menatap ku dengan penuh rasa getaran di hati nya.


"Selamat malam Rea, mimpi yang indah ya. Hadirkan aku di dalam mimpi indah mu" Ucap suami ku itu.


__ADS_2