
Aku masih melihat Arga dengan serius. Mata ku tidak berkedip sedikit pun untuk memastikan apa kah Arga akan membatalkan pertunangan ini atau justru .melanjutkan nya.
Jantung ini sungguh berdetak begitu cepat. Rasa nya jantung ku ingin lepas dan berlari entah kemana untuk menenangkan diri.
"Ya Allah, apakah Arga akan membatalkan pertunangan ini? Apa malam ini akan menjadi malam yang sangat memalukan untuk ku dan keluarga ku?" Pikir ku.
"Jika kamu ingin membatalkan nya, kenapa harus sekarang? Kenapa tidak dari kemaren-kemaren. Agar aku dan keluarga ku tidak di permalukan seperti ini" Ujar ku lagi dalam hati.
Aku memejamkan mata ku. Tidak ingin melihat kenyataan pahit yang sebentar lagi akan terjadi kepada ku.
"Terima kasih karena telah memberikan ku waktu untuk menyampaikan sepatah dua patah kata" Ujar Arga membuka pidato nya.
"Yah, seperti yang kalian ketahui semua. Aku dan Rea bertemu secara tidak di sengaja. Berawal di sebuah hotel kami bertemu waktu itu" Ujar Arga lagi.
__ADS_1
"Ya ampun Arga, kamu akan menceritakan aib kita di hotel waktu itu kepada semua orang di sini? Udah gila apa ya nih orang" Maki ku.
Yah, memang apa yang terjadi adalah kenyataan nya sewaktu kami di hotel itu. Tapi tidak seharusnya juga ia membuka aib ini kan. Yang tahu kejadian ini hanya aku, ibu, ayah, mama nya arga dan papa nya serta Santi dan Reno. Selebihnya mereka tidak tahu apa-apa.
Aku menatap Arga dengan tajam agar dia tidak menceritakan apa yang terjadi waktu itu kepada semua orang yang hadir.
Malah saat aku menatap nya dengan tajam, dia malah menatap ku balik dengan tajam nya sehingga membuat ku ciut dan menunduk.
"Yah kami bertemu di sebuah hotel. Sejak pertemuan itu, kami menjadi dekat semakin dekat semakin dekat. Hingga timbullah rasa itu di hati kami. Yah meski aku dan Rea belum terlalu saling mengenal. Namun dengan beriringannya waktu, aku dan Rea pasti akan saling memahami. Rea mau kah kau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya. Sampai kita sama-sama menghembuskan napas terakhir" Kata Arga dengan mantap nya.
Deg......
Jantung ku terasa ingin copot saat itu juga. Aku sangat tidak percaya atas apa yang di kata kan Arga barusan. Dia melamar ku dan melanjutkan pertunangan kami. Dia tidak membatalkan pertunangan ini seperti apa yang aku pikirkan barusan.
__ADS_1
Aku yang tadi nya menunduk seketika mengangkat wajah ku dengan cepatnya karena tidak percaya atas apa yang di katakan Arga kepada semua orang yang hadir barusan.
Aku masih ternganga tidak percaya. Tatapan mu kosong ke depan. Pikiran ku hampa saat itu karena benar-benar syok.
"Rea, bagaimana jawaban mu nak?" Tegur ibu yang duduk di samping ku membuat aku tersadar dari lamunan ku.
"Ha? Apa buk?" Tanya ku kaget.
"Ini Arga sudah meminta mu untuk menjadi istri nya. Apa kamu menerima nya?" Bisik ibu ku.
Aku menarik nafasku dalam-dalam lalu ku hembuskan kuat+ kuat untuk menenangkan hati ku saat ini.
Aku berdiri dan memaksakan diri untuk tersenyum agar semua orang tidak mengetahui perasaan ku saat ini.
__ADS_1