Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Sentrum


__ADS_3

Arga mulai menjelajahi setiap jengkal l*her ku. Aku memberikan ruang untuk Arga bermain di sana.


Ini kali pertama suami ku memperlakukan ku dengan begitu hangat dan penuh kelembutan yang mampu mengubah suasana malam yang dingin menjadi hangat membara.


Dengan permainan itu membuat ku lemah tidak berdaya sehingga membuat ku terbaring. Hingga Arga perlahan namun pasti mulai merangkak menaiki tubuh ku.


Aku memejamkan bola mataku membiarkan laki-laki itu mengakses semua rongga mulutnya. Bahkan memasrahkan diri ketika satu tangannya mulai masuk menelusuri paha hingga naik ke puncak punggung ku. Dimana ia sedang menjelajahi setiap jengkal demi jengkal kulitku di belakang sana.


Gaun tidur model daster tersebut memudahkan Arga untuk bergerak menjelajahi seluruh isi tubuh milikku. Tanpa harus melepas terlalu banyak bentuk pakaian yang membalut lembut tubuh ini.


Begitu gaun tidur model daster yang memiliki lengan panjang dan panjang roknya sampai ke mata kaki itu dinaikkan, bisa dilihat paha mulus hingga ke bagian perutku hanya menyisakan kain penutup tipis di sana.


Tanpa kusadari tanganku meremas lembut rambut Arga. Aku mengeluarkan suara e...ra..ngan ku ketika laki-laki itu mulai kembali menjelajahi leher jenjang ku.


rasanya terlalu menyiksa karena ke...nik....matan tiada tara. Apalagi bibir itu tiba-tiba turun ke bagian dadaku.


Akibat merasakan ke....nik....matan yang tiada tara itu membuat aku tidak sadar entah dari kapan pakaian yang menutupi tubuhku terlepas begitu saja.


Aku ternyata hanya mengenakan penutup atas dan bawah ku saja ketika Arga mulai menjelajahi setiap jengkal bagian dada ini.


Bahkan kedua tangan Arga dengan lincah melepaskan penutup kain atas yang tersisa, membuangnya ke arah mana saja.


Setelah itu laki-laki itu dengan cepat memasukkan mulutnya ke dalam permen berwarna merah muda milikku.


"Akh... Arga"


Aku seketika men...de...sah. rasanya kepalaku terasa pusing tiba-tiba seolah-olah ada sasapan dan tarikan halus di sana yang menghisap lembut milikku dan bermain di dalam sana.


Aku me...nge...rang tangan ku semakin me...re...mas rambut Arga.


Bisa kurasakan lidah dan mulut itu terus bermain di dadaku, menyesap, menyapu, bahkan meng...hi...sap nya dengan kencang. Hal itu membuat dada ku mengeras.


Aku pasrah, benar-benar pasrah dengan permainan Arga. Bahkan ketika tangan kokoh laki-laki itu mulai menyusuri kedua pahaku secara perlahan. Aku hanya bisa mengeluarkan suara-suara yang memalukan itu.


Aku pun tidak mengerti mengapa aku bisa mengeluarkan suara-suara aneh. Apa mungkin karena kenikmatan yang baru pertama kali kurasakan saat ini sehingga suara-suara itu berhasil lolos dari mulutku.


Bahkan ketika tangan nakal itu berhasil melepaskan penutup bagian bawahku, aku hanya bisa menahan deru nafasku yang tidak mau berhenti dari tadi.


Bahkan di tengah rasa nikmat yang nyaris Membunuhku karena sesapan bibir, lidah dan mulut laki-laki itu di dadaku. Membuat ku semakin terbuai dan terlena dengan permainan demi permainan yang dimainkan oleh Arga kepadaku.


Tiba-tiba harga turun dari atas kasur menempatkan ku pada posisi ternyaman ku laki-laki itu menekukkan kedua pahaku ke atas hingga membuka bagian bawah milikku terpampang nyata dengan sempurna.


Tentu saja aku merasa malu secara ini adalah kali pertama aku dalam keadaan tanpa ditutupi sehelai benang pun di hadapan laki-laki. Aku berusaha merapatkan pahaku namun gerakanku dihentikan oleh suamiku dengan kedua tangannya.


Tanpa kusadari laki-laki itu tiba-tiba membiarkan kepalanya turun ke bawah sana dan....


"Oh....Arga"


Seketika Aku kaget saat merasakan ada sesuatu yang ingin mencoba masuk di bagian intiku.


Arga mencoba bermain dengan lidah nya di bagian itu. Sungguh rasa itu sulit untuk di ungkapkan melalui kata-kata. Kenikmatan yang tiada tara membuat ku semakin terbang hingga ke awan. Menyelusuri taman bunga yang indah mendarat di atas awan selembut kapas.


Ini lah yang di namakan surga dunia. Yang selalu di rindukan oleh pasangan suami istri. Dan Sekarang, aku telah merasakan nya. Memang nikmat dan sangat nikmat.


Benar kata Arga menglumasan ini memang membuat ku nyaman tidak seperti kali pertama yang ia lakukan kepada ku waktu itu.


Lidah Arga terus bermain di bagian bawah sana berusaha masuk dan mengajak ngajak isi yang ada di dalam sana. Aku semakin mengelinjang tidak bisa menahan bersikap tenang lagi. Sungguh rasa nya seperti aku terkena sentrum saat ini. Bukan sentrum karena sengatan listrik, melainkan sentrum karena kenikmatan yang Arga berikan kepada ku.


"Arga sudah" Ujar ku ingin Arga menghentikan permainan nya karena aku merasakan ada sesuatu yang akan keluar di bawah sana.


Bukan nya berhenti, Arga terus bermain dengan lincah nya mengacak-ngacak pusat inti itu.


"Arga, aku... aku... " Aku meracau entah lah aku pun tidak tahu kenapa saat itu aku bisa meracau seperti itu. Aku telah dimabukkan dengan kenikmatan yang Arga berikan kepada ku.


Aku semakin meremas rambut Arga. Entah lah aku pun tidak tahu entah bagaimana ekspresi ku saat itu karena kenikmatan itu. Entah apa yang harus di gapai sebagai pelempiasan kenikmatan tiada tara itu.

__ADS_1


Hingga akhir nya aku menutup wajah ku dengan kedua tanganku saat aku merasakan ada sesuatu yang tumpah di bawah tanah. aku menggigit bibir bawahku untuk menahan agar aku tidak berteriak kuat ketika puncak pertama kenikmatan itu tumpah di sana.


Bahkan bisa Arga rasakan diri ku menumpahkan cairan panas itu. Hingga pada akhirnya Arga membiarkan ku meluruskan kaki ku. Agar aku semakin leluasa menumpahkan magma itu.


Kini Arga perlahan naik ke atas kasur ku. Menatap wajah ku dengan sulit ku artikan sakin berantakan nya.


"Rea, bolehkah aku?" Tanya nya.


Pertanyaan berupa permintaan izin itu berhasil terlontar dari milik nya. Tentu saja dia tidak mau bertindak lebuh jauh tanpa izin dari ku. Karena ia tahu bahwa aku masih mempunyai rasa trauma di hati. Jadi dia ingin membuat ku merasa nyaman malam ini agar aku bisa menghilangkan rasa trauma itu.


Meski dengan napas yang masih terhengah-henggah, aku pun mengangguk pelan memberikan Arga izin agar bergerak kembali.


Begitu izin itu di dapat, Arga pun kembali menyambar bibir ku dan bergerak lincah di atas sana. Sedangkan di bawah sana bisa ku rasakan ada benda yang mengeras dan bergesek sempurna di sana.


Ada sesuatu yang berusaha untuk masuk di bawah sana. Meski ini bukan yang pertama, namun tetap saja rasa nya masih sempit dan sulit untuk di terobos.


Dan begitu hentakan itu terjadi, aku membulatkan mata ku merasakan sakit itu lagi. Aku memeluk erat tubuh suami ku itu. Mengigit bibir bawah ku untuk menahan rasa sakit itu.


"Masih seperti perawan ya" Goda Arga. Lelaki itu menikmati penyatuan yang luar biasa.


Entah lah ia sangat menikmati permainan ini. Mungkin karena ia sudah lama berpuasa karena Sandra terlalu sibuk dengan karir nya sehingga tidak ada waktu untuk nya memenuhi hasrat Arga saat ini.


Aku memejamkan mata ku sambil mengigit bibir ku menahan sakit yang sulit ku artikan. Meski rasanya sakit, tapi entah mengapa aku tidak bisa menghentikan permainan Arga itu.


"Masih terasa sakit?" Tanya Arga.


"Lumayan, tapi tidak seperti yang pertama dulu" Jawab ku pelan.


"Aku akan mencoba bergerak pelan agar kamu tidak terlalu kesakitan" Ujar nya lagi.


Aku mengangguk.


Arga mulai memacu dengan pelan. Aku berusaha menikmati permainan itu. Namun semakin lama rasa sakit yang mu rasakan seketika berubah menjadi rasa nikmat yang sulit untuk di artikan.


Lautan keringat kini telah membasahi seluruh tubuh kami yang penuh dengan gairah.


Semakin cepat, hingga semakin cepat lah Arga memompa. Hingga pada Akhir nya, aku dan Arga mencapai puncak kenikmatan kami. Aku dan Arga mengerang panjang melepaskan rasa nikmat itu bersama-sama.


Arga berbaring di samping ku. Ia menatap ku dengan pandangan syahdu.


"Rea, aku mencintai mu. Terima kasih untuk malam ini" Ujar nya mengecup hangat di kening ku.


Aku tersenyum hangat dan mengangguk. Arga menarik kepala ku dan membenam kan ku ke dada bidang milik nya membuat aku kembali merasa nyaman dan aman di dada milik suami ku itu.


Hingga pada akhir nya kami pun terlelap karena rasa lelah berkerja lembur malam ini.


***


Aku keluar dari kamar mandi yang ada di kamar ku. Saat ini aku hanya sendirian di kamar ku. Arga sudah pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.


Aku duduk di kasur ku yang menjadi tempat kami melepaskan rasa cinta dan rindu.


Kejadian tadi malam masih terbayang di benak ku. Aku tersenyum membayangkan peristiwa itu. Namun seperkian detik kemudian, aku teringat janji ku kepada Sandra bahwa tidak akan terjadi apa pun antara aku dan Arga. Namun, apa. yang aku janjikan kepada nya tidak terlaksana.


Kini aku dan Arga telah melangkah jauh. Aku gelisah memikirkan hal itu. Pikiran dan hati ku merasa tidak enak. Karena telah ingkar janji kepada Sandra madu ku.


"Rea" Ujar Arga mengetuk pintu kamar ku.


Karena Arga telah menerima ku, tidak perlu bagi ku untuk mencari hijab ku lagi. Toh tadi malam dia sudah menyaksikan semua yang ada di tubuh ku. Jadi tidak perlu ku sembunyikan lagi karena dia kini telah memilikinya.


"Masuk saja" Ujar ku masih dengan kegelisahan di hati.


"Rea, ada apa?" Tanya Arga melihat ku gelisah seperti itu.


"Arga, aku merasa bersalah dengan semua ini" Ujar ku menatap bola mata Arga.

__ADS_1


"Bersalah? Atas apa?"


"Atas apa yang terjadi tadi malam kepada kita. Harus nya itu semua tidak terjadi" Ujar ku lagi.


"Kenapa? Apa kamu tidak ikhlas melakukan nya bersama ku?"


"Bukan, bukan begitu maksud ku. Hanya saja aku merasa bersalah kepada Sandra. Aku sudah mengingkari janji ku kepada nya. Aku pernah bilang kepada nya bahwa antara aku dan kamu tidak akan terjadi apa pun. Tapi lihat apa yang terjadi kepada kita? Kita sudah melangkah terlalu jauh" Jelas ku.


"Tidak ada yang salah atas apa yang terjadi tadi malam kepada kita. Karena kita adalah pasangan suami istri kita sah, kita halal melakukan apapun" Ujar Arga.


" ya aku tahu kita adalah pasangan suami istri. Tapi bagaimana dengan janjiku kepada Sandra? Di mana antara aku dan kamu tidak akan terjadi apapun di antara kita dan aku akan pergi dalam kehidupan kamu ketika perjanjian kita itu terlaksana yaitu selama 3 bulan pernikahan kita. Namun hingga saat ini sudah lebih dari 3 bulan kita masih bersama dan bahkan kita melakukan hal yang jelas-jelas akan membuat Sandra kecewa" Jelas ku lagi.


"Aku merasa bersalah Arga. Aku merasa orang yang tidak bisa berpegang teguh pada ucapan nya. Itu arti nya aku termasuk orang yang munafik" Ujar ku lagi.


"Rea, Rea coba kamu tatap mata ku" Ujar Arga memegang kedua bahu ku.


"Tenang kan pikiran mu. Tidak ada yang salah dengan semua ini.. Ini adalah sudah takdir yang di tentukan Allah kepada kita. Lihat lah, dulu aku begitu membenci mu. Namun dengan beriringnya waktu aku telah jatuh cinta kepada mu. Siapa yang bisa membolak balikan hati manusia jika bukan Allah? Jadi kamu jangan menyalahkan diri mu dan berpikir bahwa kamu adalah orang yang munafik. Ini semua sudah takdir Rea" Ujar nya lagi.


"Tapi aku... "


"Sudah lah Rea" Potong Arga.


"Aku tidak mau kehilangan mu. Karena kau telah mencintai mu. Kamu yang selalu ada untuk ku. Kamu yang selalu bisa membuat ku nyaman. Jadi aku mohon sama kamu. Apa pun yang terjadi, jangan lah kamu pergi meninggalkan ku" Arga memohon.


Aku menatap bola mata Arga meminta kepastian atas omongan nya barusan.


Aku menarik napas ku dalam-dalam dan ku hembus kan kuat-kuat mencoba menghilangkan rasa kegundahan di hati.


Aku mengangguk setelah melihat keseriusan atas ucapan Arga barusan di bola mata nya.


"Berjanji lah Rea" Pinta nya lagi menatap ku dengan sendu. Yah bisa ku lihat saat ini dari mata nya memancarkan rasa cinta dan takut kehilangan terhadap diri ku.


"Terima kasih Rea, terima kasih karena kamu selalu ada untuk ku dan tidak akan pergi meninggalkan ku" Ujar nya.


Arga kembali membenamkan kepala ku ke dalam dada bidan milik nya.


Aku menyambut pelukan itu dengan sepenuh hati. Yah, aku sangat nyaman berada di pelukan suami ku itu. Aku merasa bahwa aku telah di lindungi oleh nya. Dan semua masalah yang ada di dalam hidup ini terasa hilang seketika saat pelukan hangat itu menjadi milik ku.


***


Sandra memarkirkan mobil nya di halaman rumah nya. Dari tadi malam ia berusaha menghubungi Arga namun tidak juga di jawab.


Melihat Arga tidak ada di rumah, dan bertanya kepada asisten rumah tangga nya ia baru tahu bahwa Arga kini berada di rumah kedua orang tua nya.


Ia langsung menuju ke rumah mertua nya.


Memarkirkan mobil di halaman rumah megah itu ketika ia sudah tiba di rumah mertua aku dan dia.


"Sandra, baru pulang?" Tanya Rina saat berpas-pasan dengan Sandra yang baru masuk ke rumah nya.


"Iya ma, baru juga tiba aku langsung ke sini. Arga nya ada ma?" Tanya nya.


"Ada, Arga ada di atas" Jawab Rina seadanya.


"Ternyata dia di sini. Dari tadi malam aku mencoba menghubungi nya namun tidak di jawab" Ujar Sandra bermaksud ingin curhat dan meminta pembelaan dari mama mertua nya.


"O" Ujar Rina.


Bukan nya dapat pembelaan, malah satu huruf itu yang berhasil keluar dari mulut nya Rina.


Sandra menarik napas nya dalam-dalam dan di hembuskan nya kuat-kuat.. Tak ingin bertengkar ia langsung menaiki tangga mencari keberadaan Arga.


Ia membuka pintu kamar nya Arga, namun di ruangan itu kosong tidak ada Arga di sana. Entah mengapa hati nya merasa kuat bahwa Arga berada di kamar ku. Mungkin itu lah yang di namakan feeling seorang istri ya.


Sandra membuka pintu kamar ku. Betapa kaget nya wanita itu melihat aku dan Arga berpelukan seperti itu. Baru kali ini dia melihat aku dan Arga bersikap mesra seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2