
Arga sangat bahagia bila mengetahui keberadaan ku di mana sekarang. Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, ia pun bergegas menuju kota Terubuk itu di mana tempat ku berada.
Arga tampak gelisah menunggu di ruang VIP. Yah di cafe tempat ku bekerja memang terdapat ruang VIP Di mana para pengusaha atau orang dinas bisa melakukan meeting dan pertemuan mereka untuk membahas pekerjaan-pekerjaan mereka di ruangan itu.
"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?" Ujar seseorang pelayan datang menemui Arga. Karena Arga memang memanggilnya tadi.
"Begini, aku merasa kurang pas dengan makanan ini. Coba kamu rasakan Kenapa bentuknya seperti? Ini makanan apa?" Ujar nya lagi.
"Maaf pak sebelum nya. Tapi tadi kan bapak memesan makanan spaghetti. Jadi memang seperti inilah bentuk spaghetti nya Pak" Jelas pelayan tadi dengan lembut.
"Iya saya tahu. Hanya saja biasa ini tidak seperti spaghetti yang biasanya saya makan"
"Lo pak, Emang seperti inilah spaghetti biasanya. Bentuk nya, tekstur nya, saus nya dan rasa nya memang seperti ini" Jelas pelayan tadi.
"Gak, gak, ada yang kurang dengan spaghetti ini dan aku merasa kurang puas dengan rasanya. Jadi aku mau bertemu dengan manajer mu sekarang juga! Karena aku mau komplain dengan makanan yang disajikan oleh cafe ini" Ujar Arga menyusun siasat nya.
"Aduh pak, mohon maaf sebelum nya. Saya tidak bisa seenak nya memanggil manager kami. Apa lagi masalah seperti ini. Saat ini manager kami sedang sibuk pak. Ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan" Jelas pelayan tadi. Ia merasa heran dengan sikap Arga yang barusan. Karena selama ini spaghetti yang disajikan oleh kafenya memang berbentuk seperti itu dan rasa serta teksturnya sama tidak ada yang berubah. Namun kenapa Arga malah komplain dengan spaghetti ini? Oleh karena itu pelayan tadi masih bersih keras tidak mau memanggilku karena ia merasa semuanya baik-baik saja. Hanya saja yaang salah itu terletak kepada diri Arga.
"Pokok nya Aku mau komplain dengan manajer mu dan aku mau bertemu dengan manajer mu sekarang juga. Karena aku merasa kurang puas dengan sajian makanan kalian. Jadi aku mohon sama kamu tolong panggil manajer mu untuk datang ke sini bertemu denganku sekarang juga" Perintah nya lagi.
__ADS_1
"Ya ampun pak. Saya mohon maaf ya pak. Saya tidak bisa memanggil manager saya pak. Karena semua ini memang seperti ini pak. Mungkin bapak sakit saat ini. Jadi nya lidah bapak tidak bisa merasakan makanan kami dengan sempurna" Ujar pelayan tadi. Ia pun merasa kesal dengan sikap Arga yang menurut nya keterlaluan itu.
"Apa? Maksud kamu apa dengan ngomong seperti itu? Kamu mau menghina aku? Kamu pikir aku ini gila atau bagaimana gitu?" Ujar Arga merasa tersinggung.
"Maaf pak bukan begitu maksud saya. Maksud saya mungkin bapak saat ini sedang tidak enak badan atau flu pilek atau demam gitu. Jadi indra perasa bapak jadi kurang enak dengan makanan-makanan ini. Maklum saja kan pak kalau kita dalam keadaan demam atau tidak enak badan begitu, semua makanan yang biasanya enak jadi terasa hambar karena kita sakit" Jelas pelayan tadi lagi.
"Sudah, aku tidak mau mendengar semua ocehan yang keluar dari mulut kamu. Yang saat ini aku mau hanya bertemu dengan manajer mu dan mau komplain dengan dia. Dan aku mohon sama kamu, aku mohon dengan sangat-sangat. Tolong panggil manager mu secepatnya dan jika kali ini kamu masih mengabaikan perintahku, aku akan bertemu dengan bos kalian yang pemilik cafe ini. Aku akan meminta kepada nya agar kamu dipecat. Karena kamu tidak bisa memenuhi keinginanku yang ingin bertemu dengan manajer kalian paham?" Ancam Arga.
"Kamu tidak kenal siapa aku?" Ujar Arga.
Pelayan yang berjenis kelamin perempuan tadi pun menggeleng kepala. Dia mengatakan yang sebenarnya bahwa ia memang tidak mengenali Arga itu siapa.
Pelayan tadi menatap Arga dengan tetapan tidak percaya dan ragu dengan ucapannya.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Kamu tidak percaya dengan ku? Mau aku telfon Bayu sekarang agar dia bisa melihat secara langsung pekerjaan kamu sebagai pelayan di cafe ini"
"Oh, Jangan pak saya mohon. Kasihani saya pak. Jika saya di pecat, nanti keluarga saya makan apa pak. Saya adalah tulang punggung keluarga saya pak" Ujar pelayan tadi merasa takut dan meminta untuk Arga mengasihani nya.
"Maka nya. Jika aku memintamu untuk memanggil manager mu, maka kamu harus segera memanggil manajer mu jangan membantah" Ujar Arga lagi.
__ADS_1
"Iya pak, Iya Saya akan memanggil manager saya. Bapak tunggu di sini saya akan kembali bersama manager saya" Ujar pelayan tadi bergegas keluar dari ruangan VIP itu dan memanggilku untuk bertemu dengan Arga.
"Gitu dong, dari tadi kek memanggilnya. Jadinya aku tidak perlu menunggu terlalu lama dan harus bertengkar lama-lama bersama kamu. Dan aku bisa secepatnya bertemu dengan istri yang paling kurindukan itu" Ujar Arga tersenyum senang setelah melihat pelayan tadi keluar untuk memanggil ku.
***
"Permisi buk" Ujar pelayan tadi mengetuk pintu ruangan ku.
"Iya, masuk" Jawab ku dari dalam. Aku masih sibuk dengan dokumen-dokumen yang berserakan di mejaku. Di mana ini sudah akhir bulan dan aku harus membuat buku keuangan di cafe tempatku bekerja. Agar aku bisa mengetahui apakah cafe itu mendapatkan keuntungan atau rugi di bulan ini.
"Maaf buk Jika kehadiranku di sini mengganggu pekerjaan ibu. Tapi saat ini ada seorang pelayan yang berada di ruangan VIP nomor 2 ingin bertemu dengan ibu. Karena ia merasa kurang puas dengan makanan yang ia pesan" Jelas pelayan tadi.
"Kurang puas Bagaimana maksud kamu?" Tanya ku tidak mengerti.
"Begini buk, tadi pelanggan yang berada di ruangan VIP nomor 2 tadi dia memesan spaghetti. Namun katanya spaghetti yang ia pesan itu rasanya itu tidak sesuai dengan spaghetti yang selama ini ia makan, ada kurangnya dan saya tidak tahu kurangnya itu di mana. Oleh karena itu dia ingin bertemu dengan ibu dan ingin komplain terhadap makanan yang kita sajikan untuknya tadi" Jelas pelayan tadi.
"Padahal saya sudah mengatakan bahwa spaghetti yang berada di cafe ini memang seperti ini, sama seperti spaghetti pada umumnya teksturnya, bentuknya, sausnya semua sama tidak ada yang berbeda. Hanya saja dia masih bersikeras bilang bahwa spaghetti ini rasanya berbeda sehingga ia ingin komplain kepada ibu" Tambah pelayan tadi.
"Ya ampun, ada-ada aja sih tuh orang. Ya sudah aku akan ke sana sekarang. Kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu lagi" Ujar ku bangkit dari tempat dudukku dan keluar dari ruanganku itu untuk bertemu dengan pelanggan yang dimaksud oleh pelayanku tadi.
__ADS_1
"Apa sih yang salah? Padahal selama ini spaghetti yang disajikan oleh cafe ini tidak ada yang berbeda kita masih tetap menyajikan yang sama. Bahkan banyak orang-orang yang memuji spaghetti yang ada di cafe ini. Karena rasanya yang enak. Tapi kenapa ini orang aneh ya? Apa sih maunya?" Ujar ku bingung.