
Semua mata mulai tertuju kepada ku saat aku mulai memasuki ruang tamu di rumah kontrak ku.
"Sayang, kamu cantik sekali" Sambut bu Rina kepada ku. Ia mencium kening ku dengan penuh kehangatan.
Aku berusaha memancarkan senyuman yang memang terlihat sedikit di paksakan.
"Terima kasih ma" Jawab mu kemudian mencium punggung tangan calon mertua ku.
Kini aku beralih ke pak Rudi dan mencium punggung tangan nya juga.
Rudi menyabut ku dengan senyuman yang sangat ramah dan mengelus kepala ku saat aku mencium punggung tangan nya.
Yah, ini lah yang membuat aku sedikit berpikir untuk masuk kedalam keluarga nya Arga melihat kedua orang tua nya begitu open terhadap ku.
Setelah semua sanak saudara yang hadir, semua nya duduk di kursi yang telah di sediakan.
"Baik lah, karena semua telah hadir, kita mulai saja acara kita pada malam ini" Kata pembawa acara yang merupakan paman ku, adik dari ayah ku.
__ADS_1
Keluarga ku dan keluarga Arga duduk berhadapan. Yah aku pun berhadapan dengan Arga.
Jujur saja aku sedikit terpana dengan pesona nya Arga yang memakai baju kemeja batik dengan warna yang senada dengan baju ku.
Celana hitam kain membaluti kaki nya, sepatu nya hitam mengkilap menutupi telapak kaki nya.
Sungguh malam itu Arga sangat sempurna di mata ku. Tidak, tidak hanya di mata ku, mungkin di mata setiap wanita yang melihat nya malam itu.
Ketika aku terpana dengan pesona nya, ia menyadari bahwa aku memperhatikan nya dan dia membalas tatapan ku dengan tajam.
nyesss......
Aku berusaha melupakan nya. Namun tetap saja kembali terngiang. Apa lagi dia tidak pernah memandang ku dengan ramah.
"Sekarang silahkan dari calon pengantin laki-laki untuk menyampaikan sepatah dua patah kata" Ujar pembawa acara.
Tiba lah saat dimana Arga mengungkap kan bahwa ia ingin menjadikan ku sebagai pendamping hidup nya.
__ADS_1
Deg deg deg deg.....
Jantung ku berdetak dengan cepat. Bukan, aku bukan berdebar karena dia mau melamar ku. Tapi aku berdebar apakah dia akan melanjutkan pertunangan ini? Atau membatalkan di depan semua keluarga yang hadir?
"Ya Allah, aku pasrahkan segala takdir ku di tangan mu. Apa pun yang terjadi pada malam ini, adalah itu semua atas izin dan kehendak mu. Aku pasrah ya Allah. Aku ikhlas dengan semua keputusan ini. Karena aku yakin, Engkau lebih mengetahui apa yang aku butuhkan. Bukan apa yang aku ingin kan" Doa ku dalam hati sambil memejamkan kedua mata ku.
"Astaghfirullahal'azim" Ucap ku berkali-kali untuk menenangkan hati yang tengah gundah gulana di malam itu.
I;bu menyadari kegelisahan ku. Ibu memegang tangan ku dan menggenggam nya agar aku merasa tenang.
Ku kaget ketika tangan ku di sentuh oleh ibu ku.
"Ibu" Kata ku pelan menatap sayu kearah ibu ku.
Ibu membalasnya dengan senyuman.
Lagi-lagi ibu memang bisa membuat hati ini sedikit tenang. Ibu memang pahlawan ku (Rindu ibu ku yang kini telah tiada. Semoga Allah menempatkan ibu ku di tempat orang-orang yang beriman Aamiin 🤲).
__ADS_1
"Terima kasih atas kesempatan yang di berikan kepada saya. Baiklah saya akan menyampaikan apa yang ada di dalam hati saya" Ujar Arga.
Aku terbelalak mendengarkan apa yang ia katakan. Yah aku sudah sangat yakin dia akan membatalkan pertunangan ini.