
"Nak, tinggal menghitung hari lagi kamu akan menjadi istri orang. Ada rasa bahagia, haru, dan sedih di hati ibu dan ayah mu nak" Ujar ibu ku.
Bisa ku lihat mata nya mulai berkaca-kaca.
"Ibu" Ujar ku menggenggam erat jari jemari ibu ku yang mulai rentan.
"Sayang, semoga kelak rumah tangga mu akan menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah ya nak. Setiap rumah tangga itu pasti ada saja cobaan nya. Apa lagi awal-awal menikah nanti nya lima tahun pertama itu merupakan perkenalan di setiap rumah tangga kalian. Memahami sifat satu sama lain. Yang jelas setiap apa pun cobaan yang kalian hadapi nanti nya, kalian harus sabar dan ikhlas ya" Nasehat ibu ku.
"Ya buk, doa kan aku ya buk semoga aku bisa menghadapi semua lika liku kehidupan dalam berumah tangga dengan lancar nanti nya" Ujar ku tersenyum hangat kepada ibu ku.
"Ya nak, ibu dan ayah mu pasti akan selalu mendoakan mu nak" Kata ibu.
"Oh ya buk, ayah mana?" Tanya ku.
"Ayah mu ada di depan sedang ngobrol sama saudara nya yang lain" Ujar ibu.
"Kenapa? Kamu mau bertemu dengan ayah mu?" Tambah nya lagi.
__ADS_1
"Oh gak buk"
"Ya sudah, kamu istirahat yah. Jangan banyak pikiran. Kamu harus jaga kesehatan" Ujar ibu ku.
"Iya buk" Jawab ku. Kemudian ibu mengecup hangat kening ku.
"Buk" Panggil ku membuat langkah ibu ku terhenti.
"Iya nak"
"Sayang ibu, putri ibu satu-satu nya. Ibu juga berterima kasih kepada mu nak. Kamu sudah menjadi anak kebanggan ibu" Kata ibu ku kembali memeluk ku dengan hangat nya.
"Ya sudah, istirahat ya sayang" Kata ibu ku melepaskan pelukan nya.
Aku mengangguk.
***
__ADS_1
"Ah....Akhirnya Rea akan menikah dengan Arga. Arti nya tidak ada lagi halangan untuk ku mendekati Riko" Kata Santi merebahkan tubuh nya di atas kasur rumah nya.
"Riko saat ini pasti sangat patah hati. Dan aku, aku yang akan menghiburnya saat ini. Dia pasti membutuhkan seseorang untuk menghibur nya" Kata nya lagi.
Kring.....kring....
Notifikasi ponsel Santi berbunyi.
"Dari pak bos? Ada apa ya?" Tanya nya bangkit dari rebahan nya dan duduk di kasur nya.
"Hallo pak" Jawab Santi.
"Santi, bisa kamu datang ke kantor sekarang? Ada beberapa berkas yang harus di revisi ulang sama kamu. Berkas ini harus selesai malam ini juga karena besok saya akan meeting bersama klien dari Jakarta" Ujar yang merupakan manager di perusahaan tempat aku dan Santi bekerja.
"Baik pak, saya akan segera ke sana" Ujar Santi menutup ponsel nya.
"Ih....ini apa-apaan sih, masa aku lagi, aku lagi yang harus lembur di kantor. Pasti Rea tidak di libat kan dalam hal ini. Dan nanti ketika semua nya berhasil, pasti Rea juga yang akan di puji-puji. Sedangkan aku, hanya mendapatkan apa? Hanya kerja tambahan yang aku dapatkan terus-terusan. Ini gak bisa di biarin, aku harus melakukan sesuatu. Saat ini hanya aku yang bekerja. Dan seterus nya aku juga yang harus bekerja sendiri tanpa Rea" Ujar Santi menyusun suasat jahat nya.
__ADS_1