
Dimas yang masih berada di kota Terubuk itu akhirnya bisa menghubungi Santi. Di mana Santi sengaja memblok nomor ponsel nya agar Dimas tidak bisa menghubungi nya dan memerasnya.
Namun, Dimas membeli nomor baru untuk menghubungi Santi. Dan akhir nya berhasil. Kembali ancaman untuk membocorkan rahasia Santi di ucapkan oleh Dimas.
"Aku tidak peduli. Pokok nya hari ini juga aku mau kamu mengirim kan ku uang" Ujar nya lagi penuh dengan penekanan.
"Jika tidak, aku minta maaf kebusukan mu akan terbongkar" Ujar Dimas penuh ancaman.
***
"Arga" Tegur Putra saat melihat sahabatnya itu datang ke kantor nya.
"Ini masih jam kantor lo Ga. Kamu gak masuk kantor?"
Arga menarik napasnya dalam-dalam lalu di hembuskan nya kuat-kuat.
Lelaki itu mengempeskan tubuhnya di atas kursi yang berhadapan dengan Putra di mana kursi itu berada di meja kerjanya Putra.
"Seperti nya aku tidak bisa bekerja dalam keadaanku seperti ini" Ujar Arga.
Putra menatap iba kepada sahabat nya itu.
"Ga, kamu nggak boleh seperti ini dong Ga nggak mungkin kan selamanya kamu seperti ini"
"Aku juga gak tahu Put. Aku merasa ada sesuatu yang membuat perasaan ini menjadi tidak enak seperti ada yang hilang dalam hidupku"
"Manusia Ga, Sudah air naik dekat hidung baru tahu rasa nya lemas itu seperti apa. Jika benar Rea itu jodoh mu, Allah pasti akan pertemukan kalian kembali"
"Aku gak mau dengan kata jika, jika itu. Aku mau Rea. Aku menginginkan nya saat ini" Ujar Arga dengan rasa kerinduan yang dalam di hati nya.
"Aku tidak bisa hidup tampa dia. Hanya dia yang sabar dengan sikapku kepadanya, hanya dia yang tidak membantah semua yang aku perintah kan. Jika aku memarahi nya, dia tidak sama sekali tidak melawan. Kenapa baru sekarang aku sadar? Kenapa selama ini aku tidak... " Ujar Arga tidak bisa melanjutkan perkataan nya.
"Begini saja Ga, Bagaimana jika kamu sudah pulang nanti kamu lakukan salat hajat kamu minta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar kamu bisa dipertemukan kembali dengan Rea" Saran Putra.
"Sudah ku lakukan Put. Aku benar-benar menyesal" Ujar Arga penuh penyesalan.
"Aku doa kan semoga kamu bisa bertemu kembali dengan Rea. Dan jika nanti kamu sudah bertemu dengan Rea kembali kamu jangan pernah sia-siakan dia lagi"
"Hargai kesempatan yang ada. Gunakan sebaik-baik nya" Tambah Putra lagi.
"Aku bersumpah, aku tidak akan menyia-nyiakan nya lagi" Ujar Arga penuh keyakinan.
"Ga, semua orang pernah membuat kesalahan dan kekhilafan. Tapi, Tidak semua orang juga mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan kekhilafahan nya itu" Ujar Putra dengan bijak.
"Aku doa kan yang terbaik untuk mu dan Rea. Terus bagaimana dengan Sandra?"
__ADS_1
Arga menggeleng kepala nya.
"Entah lah Put. Dia yang telah memilih jalannya sendiri dan aku rasa inilah yang terbaik untuk kami berdua"
Putra menyunggingkan senyuman di sebelah bibir nya.
"Perasaan ini memang sulit Ga. Kamu sangat mencintai Sandra sampai kamu sanggup untuk mengabaikan Rea. Kamu sanggup melakukan apapun untuk dia. Tapi ketika dua-duanya setelah pergi meninggalkanmu orang yang tidak sama sekali kamu cintai itu bisa membuat kamu seperti ini" Ujar Putra apa adanya.
Arga hanya melamun mendengar perkataan sahabatnya itu.
Putra mengambil kartu nikah yang tergeletak di meja. Memang sedari tadi Arga memegang kartu nikah itu. Entah lah ia merasa kartu itu bisa membuat nya sedikit tebang karena merasa aku berada bersama nya. Namun itu hanya berlaku sebentar. Setelah itu, ia akan kembali gelisah. Putra menatap kartu itu.
"Kamu melihat kartu nikah mu ini? Pantas saja kamu tidak konsentrasi dalam bekerja"
"Ini saja yang aku punya. Kenangan yang ku miliki bersama dia" Ujar Arga dengan kesedihan yang mendalam.
Ponsel Arga berdering. Arga merogoh saku celana nya untuk mengambil ponsel nya itu.
"Hello" Jawab Arga.
"Hello Ga. Apa kabar?" Tanya orang dari seberang.
"Alhamdulillah baik Kak"
"Benar kamu baik-baik saja? Suara mu mencerminkan jika kamu tidak baik-baik saja" Ujar Bayu lagi.
"Kamu ini seperti salah sati karyawan kakak di sini lo Ga. Dia juga seperti kamu, sering melamun" Ujar Bayu lagi.
"Apa hubungannya karyawan kakak dengan aku di sini?"
"Jelas ada dong Ga. Tadi tampa sengaja kakak menemukan kartu nikah nya yang mungkin tidak sengaja terjatuh"
"Rea Nuraini" Sebutnya lagi.
Deg...
Mata Arga membulat mendengar nama ku di sebut oleh kakak sepupunya itu.
"Kak, apa dia baik-baik saja? Dia sehat kan kak?" Tanya nya meminta kepastian.
"Iya dia baik-baik saja. Hanya saja dia selalu melamun sendiri. Kapan kamu menikah dengan nya? Yang kakak tahu kamu hanya menikah dengan Sandra"
"Panjang cerita nya kak"
"Ya sudah, jika kamu mau bertemu dengan nya, datang saja ke sini. Dia selalu ada di sini. Sepertinya kalian memang sedang ada masalah. Alangkah baik nya kamu datang ke sini untuk menyelesaikan" Saran dari Bayu.
__ADS_1
"Oke kak, terima kasih atas informasi nya. Tolong kakak jangan kasih tahu dia jika aku akan ke sana. Aku mau bertemu dengan nya" Ujar Arga dengan rasa senang di hati nya. Arga menutup ponsel nya.
"Arga, ada apa?" Tanya Putra merasa heran dengan perubahan sahabat sekaligus sepupunya itu. Di mana tadi tampak sedih dan sekarang kelihatan senang seperti ini.
"Rea Put" Ujar Arga dengan senyuman yang sumbringa.
"Ya aku tahu Rea. Kenapa dengan nya?"
"Aku gak tahu harus ngomong apa. Aku merasa bahwa aku ini seperti sedang bermimpi. Sekarang aku sudah tahu dia berada di mana sekarang" Ujar Arga dengan senang di hati nya.
"Bagus dong, ini pertanda bahwa kalian berjodoh"
"Iya Put, aku sama sekali tidak menyangka aku bisa bertemu dengan nya kembali. Aku, aku.... " Arga tidak bisa melanjutkan perkataan nya karena terlalu merasa senang di hati nya.
"Jadi tadi siapa yang menelepon mu?"
"Kakak Bayu. Rea sekarang kerja bersama nya"
"Kakak Bayu tahu jika kalian adalah suami istri?"
"Dia tidak sengaja menemui kartun nikahnya Rea yang terjatuh. Aku rasa Rea juga sama sepertiku selalu menatap kartu nikah kamu"
Putra ikut senang melihat Arga bahagia seperti itu.
"Satu yang mau aku katakan kepada mu. Memang jodoh mu dan Rea kuat. Jadi jangan kamu sia-siakan kesempatan ini"
"Aku merasa sangat bersyukur dan terharu. Karena Allah memberikanku kesempatan untuk bertemu dengan Rea kembali. Dia telah mendengar doa-doaku" Ujar Arga terharu.
"Aku doa kan yang terbaik untuk mu dan Rea. Dan tolong setelah ini, kamu jangan membuat nya sedih lagi, jangan kamu sakiti hati dia lagi. Jika kamu melakukan hal itu lagi, kamu harus berhadapan dengan ku lagi. Karena aku sayang sama Rea"
Arga menatap Putra dengan tajam karena mendengar bahwa Putra sayang kepada istri nya itu.
"Masih ada sambungan nya, sebagai adik" Ujar Putra lagi tidak mau Arga salah paham.
Arga tersenyum lega mendengar nya.
"Terima kasih ya Put. Kamu memang sahabatku dunia akhirat kamu memang selalu ada untukku saat aku sedang kesusahan dan membutuhkanmu seperti ini" Ujar Arga.
"Yang membuat kamu itu merasa kesusahan itu ya kamu sendiri. Ya sudah, kebetulan aku ada janji dengan klien ku"
"Selamat berjuang sobat. Semoga kamu berhasil" Ujar Putra memberi semangat.
Arg tersenyum senang mendengar ucapan semangat dari sahabat nya itu.
"Nah, ini lah senyuman romeo Arga. Selama ini aku melihat seperti orang kehilangan istri. Opsh...memang kamu kehilangan istri ya" Canda Putra.
__ADS_1
Arga tertawa lepas mendengar candaan sahabat nya itu.
"Ya sudah, aku juga mau kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaanku setelah itu aku mau menjemput Rea agar dia bisa kembali bersamaku" Arga keluar dari ruangan nya Putra.