Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Vidio call


__ADS_3

Hari itu, tepat dimana di janjikan oleh keluarga Arga. Dimana malam nanti mereka akan datang berkunjung untuk melakukan lamaran. Perasaan senang sekaligus ragu mulai menyelinap di hati ku.


Aku memutuskan berdiam diri di kamar. Memikirkan nasib ku kelak jika sudah menikah dengan Arga laki-laki yang tidak pernah mencintai ku.


Entah lah hati ini sedikit ragu. Ragu untuk melanjutkan hubungan ini. Beberapa hari yang lalu aku mendapat chat dari Sandra kekasih nya Arga melalui WhatsApp


[Hay, boleh kenalan?] Sandra.


[Boleh, siapa?] Rea


[Benar ini Rea?] Sandra.


[Iya, ini siapa?] Sandra.


lalu Sandra mulai melakukan Vidio call dengan ku. Aku deg degan. Terlihat di layar ponsel ku foto wanita bule yang cantik menelepon.


Sama sekali tidak terpikir oleh ku bahwa itu adalah Sandra kekasih nya Arga. Aku pikir itu adalah orang iseng yang mau meminta uang dengan cara penipuan kepadaku. Maklum di zaman sekarang orang-orang menghalalkan berbagai cara untuk mencari makan.

__ADS_1


Hal itu di sebab kan minim nya lapangan kerja di sana. Banyak pengangguran yang harus menghidupi keluarga nya. Ada pun yang sudah memiliki pekerjaan namun gajian tidak seberapa. Tidak sebanding dengan harga barang dapur yang kian hari kian meninggi. Penghasilan yang kecil dan kebutuhan sehari-hari yang tidak sesuai dengan pendapatan membuat orang melakukan hal yang bisa di katakan buruk demi bertahan hidup.


Aku hanya diam tidak menjawab vidio call itu. Foto di layar ponsel ku tampak tidak begitu asing. Seperti aku pernah melihat nya.


[Angkat! Aku hanya ingin berkenalan dengan mu] Ucap Sandra.


[Kamu yang akan menikah dengan Arga bukan?] Sandra.


Degg....


[Kenapa?] Rea. Perasaan ku kini kalang kabut. Ada sedih, ada takut entah lah aku juga bingung untuk mengatakan nya. Jelas saja aku takut jika nanti Sandra marah-marah dengan ku karena telah merebut kekasihnya.


[Gak, aku hanya ingin melihat wajah mu saja. Seperti apa sih istrinya Arga. Di profil WhatsApp mu tidak ada fotonya. Hanya gambar kartu yang berhijab] Sandra.


Iya benar memang aku tidak menaruh foto asli ku di profil semua sosial media ku. Aku hanya memilih menaruh foto kartu berhijab ketimbang foto ku. Yah bagi ku foto ku tidak lah begitu penting.


[Angkat ya] Sandra.

__ADS_1


Kembali ponsel ku berdering. Sandra melakukan vidio call nya lagi. Dengan sedikit ragu aku mengangkat vidio call itu.


[Hay] sapa nya dengan tersenyum ramah. Aku membalas nya dengan senyuman juga.


[Ternyata kamu cantik juga] Sandra.


[Aamiin, tapi lebih cantikan kamu] Jawab ku mulai merasa akrab atas sambutan Sandra.


[Asstafirullahal'azim] Ucapku dalam hati karena telah berpikir buruk tentang gadis bule itu.


[Selamat ya atas pernikahan mu dan Arga. Aku tahu semua nya Arga sudah menceritakan itu semua kepadaku] Sandra.


[Kamu tidak marah?] Rea.


[Tidak. Hati Arga hanya untuk ku. Dia menikahi mu karena terpaksa bukan? Peristiwa itu membuat nya harus menikahi mu] Ucap Sandra dengan tersenyum ramah.


[Maaf kan aku ya Aku sempat memikirkan hal yang bukan-bukan tentang mu. Aku pikir kamu akan marah pada ku] Rea.

__ADS_1


__ADS_2