Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Saran Arga


__ADS_3

Arga kembali menemui ku yang sedang duduk melamun di atas batu yang terdapat di pinggir pantai tempat biasanya aku duduk di sana.


Ia kembali merayu dan membujukku agar aku mau kembali bersamanya.


"Lebih baik kamu kembali saja bersama Sandra" Ujar ku.


"Sandra sudah tidak ada hubungan nya lagi dengan kita. Saat ini Sandra sudah pergi ke Jakarta untuk mengejar impian nya" Jelas Arga.


"Antara aku dan Sandra sudah tidak ada hubungan apa-apa, dia lebih mementingkan karir nya dari ku" Tambah nya lagi.


Aku hanya diam tidak bisa berkata apa pun. Hati ini masih ragu kepada suami ku itu.


"Bagaimana kamu tahu aku berada di sini?" Tanya ku.


"Ini adalah petunjuk dari Allah. Dia telah memberi ku jalan untuk kembali bertemu dengan mu. Doa ku selama ini terkabulkan. Kak Bayu adalah kakak sepupu ku. Dia tidak sengaja menemukan kartu nikah mu yang terjatuh waktu itu. Kemudian dia pun langsung menghubungi ku" Jelas Arga.


"Aku bersyukur sekali kepada Allah akhir nya. Aku bisa kembali bertemu dengan mu" Ucap nya lagi.


"Oke, tapi bagaimana pun, aku ingin mengakhiri hubungan kita di sini. Biar kan aku sendiri seperti ini. Aku lebih merasa nyaman dengan keadaanku saat ini. Jadi aku mohon sama kamu kita akhiri saja hubungan kita ini" Pinta ku lagi.


"Gak, aku gak mau" Ucap Arga.


"Arga, kamu jangan seperti ini dong" Ujar ku kesal.


"Rea, tolong, aku mohon sama kamu jangan seperti ini. Aku tahu selama ini aku tidak bersikap adil kepada mu. Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku janji aku tidak akan menyia-nyiakan mu" Pinta Arga.


"Arga, lebih baik kamu pulang saja Ga" Pinta ku lagi.


"Lebih baik kita teruskan hidup kita masing-masing kamu teruskan hidupmu sendiri dan aku teruskan hidupku sendiri. Itu saja yang aku mau saat ini" Ujar ku lagi.


"Rea, kenapa kamu masih keras kepala seperti ini? Kenapa kamu tidak bisa mengerti bahwa saat ini aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Kenapa kamu tidak mengerti hal itu. Tolong, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya kita mulai hidup kita yang baru" Pinta Arga kembali memohon.


"Tolong jangan siksa aku lagi seperti ini. Pulang lah bersama ku" Ucap nya lagi dengan lirih.


Aku hanya diam tidak bisa menjawab apa-apa. Di hati masih penuh dengan keraguan.


"Gak mungkin kamu bisa melupakan ku langsung" Ujar nya lagi.


Dengan hati penuh kebimbangan aku pun mengangguk setuju. Tapi aku pulang bukan karena aku bisa merima Arga kembali semudah itu. Ada satu alasan membuat ku mau ikut dengan Arga saat itu.


***


Aku masuk ke dalam mobil nya Arga. Baru saja aku mau membuka pintu mobil itu, Pasha pun berteriak memanggil ku sambil berlari.


"Tante, tante" Ujar nya sambil menangis.


"Sayang" Jawab ku menyambut bocah itu dengan pelukan. Aku berlutut untuk sejajarkan tinggi ku bersama bocah itu.


"Tante jangan pergi" Ujar nya penuh deraian air mata.


"Sayang, tante hanya pergi sebentar. Kamu jangan menangis seperti ini" Ujar ku menghapus air mata bocah laki-laki itu.


"Tante gak sayang ya sama aku?" Tanya nya lagi.


"Sayang, kenapa pertanyaan nya seperti itu? Jelas tante sayang sama kamu. Tante hanya sebentar pergi nya. Ada pekerjaan yang harus tante selesaikan sayang" Jelas ku dengan lembut.


"Jika begitu, aku mau ikut bersama tante saja" Ujar nya.


"Gak boleh sayang. Tante pergi bersama om Arga"


"Terus jika tante pergi, siapa yang menemani aku di sini?"


"Sayang, masih ada papa kan di sini menemani kamu. Lagian tante pergi juga tidak lama" Ucap ku mencoba menghibur bocah itu.

__ADS_1


"Emang nya tante pergi berapa lama?"


"Tante juga belum tahu pasti sayang. Tapi tante janji tante pergi tidak akan lama"


"Oke, tapi janji ya tante, jika sudah tiba di sana tante harus langsung telfon aku" Pinta nya dengan wajah yang masih sedih.


"Iya sayang, tante janji jika sudah tiba di sana, pasti tante akan menghubungi mu" Jawab ku lagi meyakin kan nya.


"Tapi kamu juga harus janji sama tante. Selama tante tidak ada di sini, kamu jangan nakal ya. Kamu harus dengar apa kata papamu" Ucap ku.


"Iya tante, aku janji sama tante" Ujar bocah itu kembali memeluk ku.


Aku pun membalas pelukan bocah itu dengan sangat erat. Tak lupa aku mengecup kening bocah itu dengan kasih sayang. Karena selama aku berada di sana ia lah yang selalu menemaniku dan menjadi temanku saat aku sedang kesepian.


"Sudah, jangan menangis lagi ya sayang" Ucap ku lagi menghapus air mata bocah itu yang mengalir di pipi nya.


Aku melepaskan pelukan ku bersama Pasha. Kemudian masuk kedalam mobil nya Arga. Sebelum berangkat aku melambaikan tangan ku kepada bocah itu. Ia pun membalas dengan Melambaikan tangannya juga sambil menangis tersedu-sedu. Sungguh hati ini merasa iba dan kasihan melihat bocah itu yang begitu sedih saat ku tinggal pergi.


Namun, aku harus pergi karena ada hal yang perlu ku selesaikan waktu itu.


"Sudah ya sayang. Jangan sedih lagi. Tante Rea pergi hanya sebentar" Ucap Bayu memeluk anak semata wayang nya.


Di dalam perjalanan aku dan Arga hanya banyak diam Aku masih memikirkan masalah demi masalah yang menimpa ku saat ini. Terlebih melihat Pasha yang begitu sedih saat aku tinggal membuat hati ini terasa sedih. Tak terasa beberapa air bening mengalir di pipi ku. Aku menangis dalam diam ku mengenang bocah itu yang begitu menyayangi ku.


Arga menggenggam tangan ku untuk menguatkan ku. Agar aku tidak merasa sedih lagi. Genggaman nya semakin kuat. Aku membiarkan nya menggenggam tangan ku. Sejujur nya aku memang membutuhkan nya untuk menguatkan hati ini yang sedang rapuh.


***


Arga menghentikan mobil nya ketika sudah tiba di rumah mewah nya bersama kedua orang tua nya itu.


Aku menatap rumah mewah itu yang penuh dengan kenangan di sana. Dan pandangan ku beralih kepada Arga yang berdiri di depan ku dengan memancarkan senyuman nya yang begitu membuat hati ini berdebar.


Tentu saja aku membalas senyuman itu yang aku rindukan selama ini. Arga datang mendekati ku.


Aku melihat tangan ku yang di genggam oleh Arga saat itu.. Entah lah hati ini kembali berbunga di perlakukan seperti itu. Dinding kemarahan dan kekecewaan yang sempat ku bangun itu kini perlahan runtuh seketika. Aku mengangguk dan tersenyum mengikuti langkah Arga yang terus menggenggam tangan ku itu.


***


"Assalamualaikum" Ujar Arga membuka pintu rumah nya.


"Waalaikumsalam" Jawab Rina dan Rudi.


Kedua manusia yang berlainan jenis kelamin itu pun kaget melihat Arga pulang bersama ku.


"Ya Allah. Menantu mama sudah pulang?" Sambut nya dengan air mata kebahagiaan. Wanita paruh baya itu memeluk ku dengan erat.


"Ya Allah. Akhir nya kamu pulang juga nak. Kamu mama sangat rindu sama kamu nak" Ujar nya terus memeluk ku.


Setelah selesai melepaskan rindu, aku pun mencium punggung tangan mama dan papa mertua ku itu. Rina pun mengajak ku untuk masuk ke dalam rumah.


Arga yang di tinggal kan pun menatap dengan senyuman kebahagiaan. Sedang kan Rudi mengajukan jempol kepada Arga karena telah berhasil membawa ku kembali.


Arga pun tersenyum bangga dengan perlakuan papa nya itu.


***


Aku masuk ke kamar ku. Yah kamar yang biasa nya aku tempati. Aku tersenyum melihat kamar yang penuh dengan kenangan itu. Aku duduk di kasur ku menggosok kasur itu, kasur di mana tempat ku dan Arga bersatu sewaktu itu. Yang menjadi saksi bisu tentang penyatuan cinta kami.


Seketika ingatan ku kembali terbayang saat pernyataan Arga yang berhasil membuat ku ikut dengan nya pulang saat ini.


"Kamu harus pulang bersama ku. Kamu harus bertemu dengan Santi dan menjelaskan kepada orang-orang yang telah menganggap mu perempuan yang tidak baik dan memandang mu rendah selama ini. Bahwa kamu tidak bersalah semua ini terjadi karena ulah Santi yang telah menjebak kamu" Jelas Arga.


"Tidak perlu melakukan hal itu" Jawab ku.

__ADS_1


"Perlu, itu sangat perlu. Karena dia kamu seperti ini. Aku tidak mungkin melepaskan nya begitu saja" Arga merasa geram.


"Jadi maksud kamu, kamu tidak ikhlas dan tidak rela dengan apa yang terjadi kepada kita saat ini sehingga membuat kamu dan aku menikah begitu?" Tanya ku.


"Sebenar nya, aku bersyukur dengan apa kepada kita sehingga membuat kita menikah dan saling mengenal seperti ini. Mungkin jika tidak ada kejadian seperti itu, aku tidak bisa mengenal kamu, menikah dengan kamu wanita yang spesial bagiku saat ini. Dan aku juga tidak akan mungkin jatuh cinta bersama istri solehah seperti kamu" Puji Arga kepada ku.


Jujur hati ini pun terasa berbunga-bunga ketika di puji oleh Arga. Membuat aku kembali terbang ke atas awak melewati taman bungan yang begitu indah. Aku berusaha menyembunyikan senyuman kebahagiaan ku. Agar Arga tidak mengetahui bahwa aku sedang baper saat itu.


"Yah meski pun rencana Santi itu sangat jahat, tapi tetap saja aku harus berterima kasih kepada nya. Karena dia kita bertemu dan menikah seperti ini" Ujar nya lagi.


"Yah menang saat itu aku merasa kecewa dan marah bahkan benci kepada mu. Tapi sekarang aku tidak bisa memendam dan munafik dengan perasaan ku ini bahwa aku memang telah mencintai mu. Aku bersyukur pada takdir ini yang telah menyatukan kita" Ujar nya lagi.


"Dulu aku selalu bertanya-tanya kenapa semua ini terjadi kepada kita? Tapi sekarang aku sudah tahu jawaban nya. Bahwa apa yang terjadi ini adalah rencana Allah yang terbaik untuk ku. Allah telah mengirimkan aku seorang istri yang terbaik di atas yang terbaik. Allah telah menemukan ku dengan istri yang soleha. Tapi bukan berarti aku bisa terima dengan bulat-bulat dengan rencana Santi. Aku mau kamu pulang bersama ku. Kamu temui Santi dan minta penjelasan kepada nya. Kamu harus membersihkan kembali nama baik mu" Pinta Arga lagi.


Untuk sesaat aku berpikir bahwa perkataan Arga memang ada benar nya.


"Mungkin bener apa yang kamu bilang. Aku memang harus membersihkan nama baik ku" Ujar ku lagi.


"Ya memang benar apa kata ku ini. Semua orang berhak tahu bahwa kamu tidak bersalah" Ujar Arga lagi.


"Sekarang, kamu siap-siap dan bereskan barang-barang mu"


"Ha?" Ujar ku kaget.


"Iya bereskan barang-barang mu dan kita pulang" Perintah nya lagi.


"Tapi.... "


"No, tidak ada kata tapi, tapi. Kamu harus ikut aku pulang dan kita pergi ke pesta pernikahan nya untuk meminta penjelasan kepada nya" Saran Arga lagi.


"Tapi, gak perlu lah kita melakukan itu. Apa lagi di pesta pernikahan nya. Hari yang paling bersejarah dalam hidup nya. Tidak hanya dia nanti yang akan malu. Keluarga nya juga kan malu. Tidak hanya itu Riko dan keluarga nya juga pasti akan malu" Ujar ku merasa keberatan dengan saran dari Arga.


"Aduh Rea, sampai kapan kamu harus memikirkan perasaan orang lain. Sekarang kamu juga harus memikirkan perasaan mu" Ujar Arga.


"Tapi itu tidak baik" Ujar ku lagi keberatan.


"Aduh Rea, aku hanya ingin memberinya pelajaran biar dia merasakan malu seperti apa yang kamu rasakan selama ini"


"Tapi... "


"Sudah jangan membantah. Pergi sana bereskan barang-barang mu"


"Tapi aku di sini sedang bekerja"


"Sudah kamu tenang saja masalah itu. Aku akan bicara dengan kak Bayu dan dia pasti akan mengerti" Ujar Arga


"Oke, kamu pulang saja dulu, Aku akan pergi ke sana sendiri. Aku bisa pulang sendiri" Ucap ku lagi.


"Gak, Aku gak akan biarkan kamu pulang sendiri. Kamu tahu jarak antara Bengkalis dan Pekanbaru ini jauh. Gak mungkin aku membiarkan kamu pulang sendirian. Menggunakan motor lagi" Ujar nya lagi.


"Oke, aku akan pulang bersama mu. Tapi, setelah itu aku kita pergi di acara pernikahan nya Santi, aku akan kembali ke sini" Ujar ku lagi.


"Oke, aku setuju" Jawab Arga.


Sejujur nya saat itu aku bodoh. Yah bodoh karena tidak berpikir bahwa jarak antara Kampung Santi dan tempat ku bekerja sangat dekat. Tidak perlu aku ikut bersama Arga ke Pekanbaru demi menghadiri pesta pernikahan Santi itu. Jika mau aku hanya perlu pulang ke rumah ku bersama Arga hingga acara itu berlangsung. Namun entah mengapa otak ku tidak bisa berpikir dengan jernih waktu itu.


Masalah demi masalah menimpa mu membuat otak ku sompak tidak bisa berpikir dengan jernih. Terlebih dengan desakan Arga yang meminta ku untuk pulang bersama nya semakin membuat ku tidak bisa berpikir dengan jernih.


Sehingga aku menuruti saja saran dari suami ku itu untuk ikut dengan nya ke kota Pekanbaru.


Aku tersenyum membayangkan peristiwa itu. Peristiwa dimana Arga merayu ku dengan seribu cara agar aku luluh kembali bersama nya.


"Hmm... Apa yang kamu pikirkan?" Tegur Arga tiba-tiba masuk ke dalam kamar ku membuat lamunan mu buyar saat itu.

__ADS_1


__ADS_2