
***
"Sendirian?" Tanya seseorang mengagetkan ku saat aku senang asyik menikmati jus jeruk di kantin rumah sakit tempat ayah ku di rawat.
"Iya" Jawab ku singkat..
"Boleh duduk?" Tanya pemuda berkacamata itu kepadaku. Aku hanya mengangguk menginzin kan nya duduk satu meja bersama ku.
"Belum masuk kerja?" Suara berat dengan nada bas nya kini mulai memecah keheningan.
"Belum, Hari senin besok mulai masuk kerja nya" Jawab ku masih dengan asyik menyedot jus jeruk di hadapan ku.
"Oh Ya, Kamu di sini??" Tanya ku menggantungkan tidak melanjutkan pertanyaan itu.
"Aku di tugaskan di rumah sakit ini sebagai doktor umum" Jawab nya mengerti dimana arah pertanyaan ku tadi.
"Lalu klinik itu?"
"Itu klinik punya ku sendiri" Jawab Riko.
"Oh" Aku mengangguk mengerti.
"Tidak pesan makanan?"
"Tidak, aku belum mau makan"
__ADS_1
"Ayah mu sudah boleh pulang nanti sore. Kondisinya sudah mulai membaik. Jangan lupa, ayah mu harus mengontrol makanan yang di konsumsinya dan harus teratur minum obatnya" Riko menjelaskan.
"Baik, terima kasih dok" Aku tersenyum.
"Riko, panggil Riko saja"
"Baik" Kata ku masih dengan senyuman ku.
Riko menatap begitu lengket kepada ku. Sesekali aku melirik melihat kearahnya yang terus menatapku. Entah apa yang ada di dalam pikiran nya saat itu. Beberapa kali bertemu dengan nya selalu tatapan yang penuh arti itu yang ku dapat. Itu membuatku sangat tidak nyaman.
"Boleh ikut bergabung" Tiba-tiba Santi datang memecah keheningan. Sontak membuat ku dan Riko kaget.
"Boleh" Jawab ku cepat.
"Hai dok, kenalin aku Santi sahabat nya Rea" Tanpa basa basi Santi memperkenalkan diri nya sendiri kepada Riko.
"Sudah lama kerja di rumah sakit ini?" Santi mulai bertanya.
"Sudah satu tahun terakhir aku di pindah tugaskan di sini"
"Oh ya? Kenapa gak pernah ketemu ya? Padahal aku juga sudah lama berada di kota ini dari kuliah sampai sekarang bekerja di kota ini. Dan selalu datang kerumah sakit ini saat sakit" Santi berkata masih lengket memperhatikan Riko dengan penuh kekaguman.
"Oh ya? Kalau Rea kuliah di mana?"
"Aku juga kuliah di kota ini"
"Jadi kamu baru lulus kuliah?"
__ADS_1
"Gak, aku sudah lulus dari setahun yang lalu. Namun, beberapa bulan kemaren aku bekerja di tempat lain. dan kemarin baru melakukan interview di tempat Santi kerja"
"Oh jadi kalian satu kantor?"
"Iya" Jawab Santi tersenyum.
"Mau memesan makanan? Sekalian aku pesan kan" Kata Santi berdiri untuk memesan makanan di tempat kasir.
"Gak, aku belum mau makan San"
" Iya, aku juga sudah makan tadi" Jawab Riko.
"Baiklah, artinya hanya aku yang lapar di sini" Santi berlalu dari hadapan aku dan Riko.
"Ya, aku permisi dulu, ada pekerjaan yang sudah menunggu. Ingat pesan ku tadi" Kata Riko berlalu dari hadapan ku.
"Lo, Ya, kemana perginya doktor ganteng tadi?" Kata Santi saat dirinya kembali dengan membawa soto dan jus jeruk di napan. makanan.
"Sudah pergi, ada pekerjaan katanya" Jawab ku santai.
"Ya, bantu aku ya" Santi memohon memegang tangan ku membuat ku sedikit heran.
"Bantu apa?"
"Tolong dekatkan aku dengan Riko. Aku sungguh terpesona dengan nya" Santi memohon lagi
Aku hanya menghela nafas saat mendengar pertanyaan Santi dan tersenyum heran.
__ADS_1