Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Makan malam


__ADS_3

"Melihat perubahan Arga sekarang membuat kami tambah yakin bahwa Sandra bukan yang terbaik untuk nya. Pernah mas Rudi melihat dia berjalan bergandengan tangan dengan lelaki lain pakai peluk-pelukan lagi Saat kami memberi tahu sama Arga, dia tidak percaya dan meminta bukti. Lebih percaya omongan Sandra dari pada kami" Tampak oleh ku mata bu Rina mulai berkaca-kaca.


"Nak, mama mohon. Buat lah Arga mencintai kamu ya nak dan melupakan Sandra. Mama tidak ingin anak mama di pengaruhi seperti ini. Entah apa yang dilakukan gadis itu kepada Arga sehingga ia jadi seperti ini" Kini air bening mulai jatuh perlahan di pipi yang mulai keriput itu.


"Mama berharap banyak sama kamu nak. Bantu mama dan papa ya! Janji sama mama ya nak" Kembali bu Rina berkata dengan penuh harapan pada ku.


Aku tertegun tidak bisa berkata apa-apa. Ingin rasa nya mulut ini mengatakan bahwa Arga hanya menganggap ku sebagai istri di atas kertas kelak setelah menikah.


Namun, permintaan calon mertua ku juga tidak bisa ku tolak yang penuh harapan kepadaku.


"Mama sangat bersyukur kejadian ini terjadi. Jadi mama punya alasan untuk membuat Arga menjauhi Sandra. Mungkin ini takdir Allah mempertemukan kalian meski dengan kejadian yang bisa di katakan kurang baik" Kembali bu Rina berkata.


"Insha allah ma, insha allah, aku akan mencoba untuk membuat Arga berubah. Dan aku minta papa sama mama bantuin aku ya dengan do'a. Karena do'a orang tua lebih manjur untuk anak-anak nya" Pinta ku.

__ADS_1


"Pasti, pasti mama sama papa akan mendoa kan Arga dan kamu dan untuk pernikahan kalian" Jawab bu Rina mantap.


Kami tersenyum bersama. Dalam hati masih bimbang karena telah berjanji begitu mudah dengan bu Rina membuat Arga berubah. Padahal aku tahu sendiri itu sangat lah sulit.


"Ayo nak kita ke ruang makan" Ajak bu Rina meninggalkan ku duluan pergi ke ruang makan


Ku tarik napas dalam-dalam dan ku hembus kuat-kuat untuk menenangkan pikiran yang sedang kusut.


"Bismillah ya Allah. Semoga saja aku bisa membuat Arga berubah dan tidak membuat papa dan mama kecewa" Kata ku dalam hati.


"Rea, ayo nak, kok masih melamun di situ" Tegur bu Rina lagi. dan kembali melanjutkan langkah nya.


"Iya ma" jawab ku mengikuti calon mertua ku.

__ADS_1


"Arga masih belum turun juga ma?" Tanya pak Rudi kepada istrinya saat kami sudah berada di meja makan.


"Belum kayak nya pa. Mama panggilkan dulu ya pa" Bu Rina berlalu menaiki anak tangga untuk memanggil anak semata wayang nya.


Aku menatap punggung bu Rina yang semakin menjauh dan beralih ke menu makan malam yang di sediakan oleh Art di rumah itu.


Tampak sangat enak saat di santap.



...Hanya visual...


Pandangan ku kembali teralihkan ke arah anak tangga saat terdengar langkah kaki berjalan.

__ADS_1


Mata ku nyaris tak bisa berkedip saat melihat Arga yang berjalan di belakang mamanya. Sungguh tampan dan segar. Dengan memakai pakaian rumah baju kaos dan celana kain panjang. Baju kaos yang ketat memamerkan bentuk lekuk tubuhnya yang sixpack itu.


__ADS_2