Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Keras kepala


__ADS_3

Aku dan Arga pergi ke cafe tempat ku bekerja untuk makan siang bersama. Arga terus saja menatap ku dengan tatapan yang sulit untuk ku Artikan.


"Kenapa sih menatap ku seperti itu?" Tanya ku menjadi salah tingkah saat Arga menatap mu seperti itu.


"Tuh makanan nya di makan" Tambah ku lagi.


"Rea, kita pulang ya" Ujar nya.


Aku hanya diam dengan permintaan Arga barusan.


"Ayo lah Rea, pulang bersama ku" Ajak nya lagi.


"Aku belum kepikiran untuk pulang bersama mu. Aku masih belum siap" Jawab ku.


"Ayo lah Rea, aku merasa kita ini seperti anak ABG saja ngobrol melalui telfon. Seperti orang baru jatuh cinta saja"


"Kenapa? Kamu gak suka?"


"Bukan begitu hanya saja, aku lebih suka kamu ikut aku pulang. Senantiasa berada di samping ku" Ujar Arga.


"Rea, ikut aku pulang ya" Ajak nya lagi.


Aku masih diam tidak bisa menjawab apa yang di katakan Arga tadi.


"Rea, kenapa diam? Jawab dong. Kenapa kamu seperti ini? Jika maksud mu ingin menyiksa ku. Sudah cukup atas penyiksaan ini. Aku cukup tersiksa selama ini" Tambah nya lagi.

__ADS_1


"Aku... "


"Aku apa? Kita kan sudah baikan Kamu mencintai ku dan aku juga begitu. Jadi apa yang harus di pikirkan lagi?"


"Aku..."


"Aku apa?" tanya Arga.


"Tempat ku di sisi ku Rea Nuraini" Tambah nya lagi.


"Iya, aku tahu cuman... "


"Cuman apa?" Potong Arga.


"Jika Sandra kembali dalam hidup mu bagaimana?" Tanya ku.


"Oke,. Oke aku minta maaf" Ujar ku merasa bersalah.


"Hanya saja aku rasa, aku membutuhkan waktu" Tambah ku lagi.


"Oke, sampai kapan dan berapa banyak waktu yang kamu butuhkan?" Tanya nya lagi.


"Kamu harus memberi tahu ku sekarang juga. Aku mau kamu membuat keputusan. Sampai kapan kita harus seperti ini" Ujar nya lagi.


"Untuk saat ini aku memang merasa lebih nyaman kita seperti ini"

__ADS_1


"Oke, aku tidak menyangka bahwa istri ku Rea yang lembut menjadi keras kepala seperti ini"


"Gak apa-apa dong. Siapa tahu dengan bersikap seperti ini bisa mengajarkan suami ku Arga untuk menjadi orang yang lebih sabar"


"Oke aku akan sabar. Tapi jika kesabaran ku habis nanti, aku akan membawa mu dengan paksa pulang ke Pekanbaru. Percaya lah apa yang aku katakan ini" Ujar nya.


Aku hanya tersenyum mendengar apa yang Arga katakan.


"Oh ya, apa kamu lama berada di sini?" Tanya ku.


"Kalau di turut kata hati sih ingin nya lama di sini. Tapi berhubungan ada tugas di kantor, jadi mau tak mau harus pulang hari ini juga"


"Oh begitu. Aku pikir lama kamu berada di sini"


Arga mengangkat sebelah alis nya. Ia melihat ku penuh tanda tanya.


"Kenapa? Rindu?" Tanya nya lagi.


Aku menatap kesal ke arah nya.


Sedangkan orang yang ku tatap malah tersenyum semakin menggoda.


"Iya kan kamu rindu dengan ku?" Tanya nya lagi.


"Apaan sih.. Jangan mengada-ngada deh" Jawab ku tidak mau mengakui bahwa aku memang rindu kepada suami ku itu.

__ADS_1


Yah, masih gak mau mengakui sih, masih gengsi untuk mengakui nya. Masih ingin melihat lebih jauh lagi perjuangan Arga kepada ku.


__ADS_2