
Entah mengapa Arga tampak tidak menyambut kedatangan Sandra dengan wajah yang tidak bersahabat. Ia nampak tidak senang dengan kehadiran cinta lama nya itu.
"Gimana kabar kamu? Sehat?" Tanya Sandra.
"Yah seperti kamu lihat sahat ini" Jawab Arga dengan nada datarnya.
"Boleh kita ngobrol sebentar?"
Arga kembali menatap Sandra dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.
"Mau ngobrol apa? Bilang saja"
"Oh ya, duduk" Ajak Arga duduk di kursi yang berada di teras halaman rumah nya..
"Kerjaan mu bagaimana? Semua baik-baik saja?"
"Semua nya baik-baik saja" Jawab Sandra.
"Kamu, sehat?" Tanya Arga lagi mencoba untuk ramah.
"Sehat" Jawab Sandra. Kedua nya kini saling terdiam. Mereka merasa canggung saat ini.
"I miss you" Ujar Sandra setelah lama terdiam.
Deg....
Kaget, yah sangat kaget hati Arga saat Sandra mengatakan hal itu. Dia sangat tidak menyangka bahwa mantan istri nya itu merindui nya.
Arga tersenyum kecut dengan ungkapan rasa Sandra barusan kepada nya.
"Ini sudah menjadi pilihan kamu Sandra" Ujar Arga.
"Ya, saya tahu ini memang pilihan ku. Aku minta maaf dengan semua itu" Ujar Sandra.
"Ketika aku di sana, aku baru sadar, baru bisa merasakan bahwa aku rindu kepada mu. Aku rindu masa-masa kita berdua dulu. Aku, aku mau minta maaf kepada mu. Aku juga mau meminta kesempatan kepada mu agar kita bisa bersama lagi.. Perceraian kita hanya di dalam agama saja. Aku yakin kamu bisa menerima ku kembali. Kita memang saling mencintai karena hingga saat ini, aku dan kamu masih sama-sama bertahan dan kita belum mengajukan perceraian kita ke makamah agung" Jelas Sandra dengan yakin.
Arga diam tidak bisa menjawab. Sejujurnya dia memang mempunyai rasa sedikit untuk Sandra. Memang tidak mudah melupakan cinta pertama nya itu.
"Jika Sandra di takdirkan datang kembali di dalam hidup mu bagaimana?" Pertanyaan ku kini terngiang di telinga nya Arga.
"Arga" Tegur Sandra membuat lamunan Arga buyar.
"Bisa kamu memberikan ku kesempatan lagi untuk memperbaiki semua nya?" Tanya Sandra penuh harapan.
Arga menarik napasnya dalam-dalam dan di hembuskan nya kuat-kuat.
"Terlambat Sandra. Seperti yang pernah kamu katakan selama ini.. Cinta dan sayang ku kini telah berubah" Jelas Arga dengan yakin.
"Rea" Ujar Sandra penuh dengan rasa kecewa di hati karena kali ini Arga tidak menerima nya kembali. Dulu dia yang selalu di kejar oleh Arga.. Namun kali ini dia yang mengejar Arga.
__ADS_1
"Dia adalah segala-galanya bagi ku saat ini" Ujar Arga lagi.
"Sandra aku minta maaf, aku tahu aku jadi kejam bila mengatakan hal ini kepada mu. Tapi aku tidak mau membodohkan diri ku lagi. Aku pernah mencintai mu, aku pernah menyayangi mu sepenuh hati ku. Aku sanggup melakukan apa pun untuk mu. Tapi sekarang.... "
"Sekarang karena Rea kan?" Potong Sandra.
"Maaf kan aku" Ujar Arga.
"Its oke, aku oke. Kamu tahu, sebenar nya aku sangat cemburu kepada Rea. Dia berhak mendapatkan semua ini. Aku tidak pernah benci kepada nya, dia memang wanita yang jujur, yang baik. Dia sayang kepada mu. Dan aku sadar semua ini terjadi bermula kepada ku. Dari kekhilafan ku selama ini. Memang hal ini menyakitkan. Tapi akan lebih menyakitkan jika aku terus menganggu mu dan Rea"
"Sandra bagaimana pun kita pernah hidup bersama. Suka, duka kita lalui berdua. Aku tidak akan pernah melupakan saat kita bersama dulu. Aku sangat menghargai hal itu" Jelas Arga. Walau bagaimana pun dia pernah mengisi ruang hati ini.
"Aku juga begitu. Aku mencintai mu hingga detik ini" Ujar Sandra dengan senyuman yang tampak di paksakan.
"Aku tahu, hanya saja kita harus singkirkan apa yang kita rasa saat ini agar kita tidak terus tinggal di dalam kenangan itu.. Supaya kita bisa terus melangkah dan melangkah. Sandra, aku mau kamu memulai kehidupan mu yang baru., dengan orang baru, dengan semangat baru" Tegas Arga kali ini.
Sandra kembali memperlihatkan senyuman kecut nya.
"Itu lah yang ku suka dari mu sebenar nya. Kamu selalu tegas, selalu tetap dengan pendirian mu. Yah memang dulu kamu sangat mencintai ku tapi kamu tidak pernah mengabaikan Rea. Aku tahu hal itu. Dan sekarang kamu ternyata memang sudah benar-benar mencintai Rea. Dan aku pun akan begitu mencoba untuk membuka hati untuk orang lain" Ujar Sandra.
Arga sedikit mengukir senyuman di bibir nya.
"Sandra, meski aku tidak tahu maksud omongan kamu ini sindiran atau apa, tapi aku anggap ini satu pujian"
"Gak, aku serius dengan ucapan ku" Suara Sandra terdengar bergetar menahan tangis di hati nya.
"Sandra, tolong jangan kamu bersedih karena ku"
"Aku tahu kamu baik-baik saja. Aku tahu kamu kuat. Tapi aku harap kita masih bisa jadi teman meski kita tidak ada ikatan apa-apa lagi" Ujar Arga.
Sandra mengangguk mencoba untuk tersenyum menghilangkan kesedihan di hati nya.
"Oh ya, ini kartu undangan siapa?" Tanya Sandra melihat kartu undangan pernikahan tergeletak di meja yang berada di teras rumah nya itu.
"Oh ini, ini kartu undangan pernikahan ku dan Rea. Aku mau memberikan nya kejutan dan acara ini akan di adakan di kampung halaman nya. Eh, maaf harus nya aku tidak mengatakan hal ini" Ujar Arga merasa bersalah. Yah karena merasa senang dia lupa bahwa dia mengatakan hal itu kepada Sandra yang masih mencintai nya itu.
"Tidak apa. Tidak masalah" Sandra tersenyum yang meski di buat-buat.
"Datang ya nanti di acara pernikahan ku"
"Yah, jika aku tidak sibuk aku pasti datang itu pun jika kamu mengundang ku"
"Pasti, pasti kamu akan ku undang"
"Aku pamit pulang dulu" Ujar Sandra berlalu dari hadapan Arga. Agar Arga tidak mengetahui bahwa hati nya sedang terluka saat ini.
***
"Buk Rea, kenapa melamun di sini" Tegur Fiza saat melihat ku duduk melamun di kursi teras kos ku.
__ADS_1
"Eh, Fiza. pak Bayu hari ini jadi pulang?"
"Kata nya sih jadi buk. Mungkin sebentar lagi sampai. Lagian kenapa ibu tidak pergi bersama pak Bayu ke Pekanbaru. Jadi bisa bertemu dengan suami kan"
"Aku kerja Fiza"
"Kan bisa libur buk"
Aku hanya diam tidak menanggapi apa yang di katakan oleh Fiza tadi.
"Buk, mau minum?" Tawar Fiza menyerahkan minuman yang di bawa nya tadi.
"Dasar pemberi harapan palsu. Suka-suka nya memainkan perasaan orang" Ujar ku dengan kesal.
Fiza menjadi heran mendengar apa yang di katakan oleh ku. Yah dia hanya bermaksud untuk menawarkan minuman malah di semprot oleh ku seperti itu.
"Buk, ibu marah sama siapa? Apa sama saya? Emang saya memberikan harapan seperti apa ya?" Tanya Fiza bingung.
"Gak, bukan dengan mu. Aku sedang kesal sama Arga. Dari pagi hingga saat ini di hubungi sama sekali tidak di jawab nya. Dia pun sekarang sudah jarang menghubungi ku. Gak tahu kenapa. Mungkin dia sudah kembali ke perangai asal nya" Ujar ku.
"Perangai? Perangai apa?"
"Tante.... "
"Eh, Pasha, sudah pulang?" Ujar ku melihat bocah itu datang menemui ku.
"Sudah, tante nungguin aku ya" Ujar nya tersenyum senang.
"Iya, tante sedang nungguin kamu sayang"
"Rea" Tegur Bayu datang mendekati ku.
"Ini, ada kartu undangan. Tadi aku datang bersama Arga, hanya saja dia sekarang pergi ke pasar sebentar. Oh ya ini kartu undangan pernikahan kalian dan dia meminta kamu untuk memilih nya" Jelas Bayu.
Mendengar itu, sulit untuk menjelaskan bagaimana perasaan ku saat ini. Terharu, senang, sedih semua bercampur menjadi satu.
"Sudah pilih kartu yang mana?" Tanya Arga yang tiba-tiba muncul.
"Arga" Ujar ku kaget.
"Aku pikir, kamu sekarang hanya mempermainkan perasaan ku"
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"
"Karena kamu sekarang berubah. Kamu sangat sulit untuk di hubungi dan jika telfon juga hanya ngobrol sebentar"
Arga memegang kedua tangan ku.
"Sayang, kamu tahu kan bahwa aku begitu mencintai mu. Selama ini aku sedikit sibuk mempersiapkan segala nya. Dan aku akan mewujud impian mu. Pesta pernikahan kita akan di adakan di kampung halaman mu. Yah karena acara pernikahan kemaren di adakan hanya sederhana, jadi kali ini aku akan membuat nya menjadi meriah. Agar istri ku ini menjadi senang" Jelas Arga lagi.
__ADS_1
"Terima kasih ya" Ujar ku memeluk Arga dengan sangat bahagia di hati.. Semoga tidak ada lagi halangan untuk aku dan Arga menjadi keluarga yang sakinah mawardah warohmah.
Amin.