
"Sayang, aku sudah mengantuk nih, kita tidur yuk" Ajak Arga kepada Sandra yang masih sibuk dengan merancang baju-baju nya menggunakan laptop.
"Sayang" Ujar Arga lagi.
"Aduh sayang, lebih baik kamu tidur saja duluan ya, aku masih ada kerja sedikit lagi untuk di selesaikan" Ujar Sandra menyatukan jari telunjuk dan ibu jari nya memperlihat kan celah kecil di sana.
"Tapi sayang kamu sudah lama tidak menemaniku tidur, aku selalu tidur sendirian" Ujar Arga lagi.
"Sayang, tolong deh, aku sedang ada pekerjaan ini. Nanti jika sudah selesai aku pasti akan temani kamu"
"Sayang, nggak bisa apa kamu hanya mengerjakan pekerjaan kamu itu di kantor saja dan jangan membawa pekerjaan itu pulang ke rumah? Meski kamu di rumah kamu juga tidak ada waktu untuk bersamaku kamu selalu sibuk dengan pekerjaan kamu"
"Aduh sayang, please deh jangan memancing pertengkaran di antara kita. Aku seperti ini karena aku sedang meniti karirku kamu tahu sendiri kan itu. Ini adalah kesempatanku untuk membuktikan dan memperlihatkan kepada dunia bahwa aku mampu menjadi desainer terkenal. Ini impianku sejak lama jadi aku mohon sama kamu, jangan bahas tentang ini lagi dan jangan mempermasalahkan ini lagi karena sebelum kita menikah aku sudah bilang sama kamu bawa aku akan terus mengejar mimpiku" Ujar Sandra masih dengan keras kepala nya.
Arga mengangkat kedua bahu nya sambil menggelengkan kepala nya.. Sejujurnya ia kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan istri kedua nya. Entah harus berbicara seperti apa lagi agar Sandra bisa mengerti bahwa dirinya saat ini sedang membutuhkan perhatian dari sang istri.
Arga berbaring di sofa yang tidak jauh dari meja kerja Sandra sambil Sandra selesai bekerja. Hingga pada akhirnya Arga terlelap dalam tidurnya.
***
Arga membuka tirai jendela kamarnya yang menutup sinar matahari masuk ke dalam kamarnya itu. Karena bergadang, Sandra masih terlelap dalam tidur nya.
Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar nya Sandra dan Arga membuat Sandra terbangun dari tidurnya.
"Ga, kamu apa-apaan sih, aku masih ngantuk ini" Ujar Sandra sedikit emosi karena tidurnya diganggu oleh Arga.
"Kamu lihat sekarang sudah jam berapa? Hampir jam dua belas siang dan kamu masih belum bangun juga?"
"Aduh Arga, tadi malam aku itu lembur dan aku masih ngantuk saat ini. Aku kan bekerja Ga, bukan bersenang-senang. Kenapa sih kamu nggak bisa ngerti bahwa aku tuh butuh istirahat karena malam tadi itu kerjaan ku terlalu banyak sehingga membuat aku tidurnya subuh" Ujar Sandra mengucek-ngucek rambut nya karena pusing tidak bisa tidur dengan puas.
"Banyak? Bukankah malam tadi kamu itu bilang bahwa pekerjaan kamu hanya sedikit sekarang kamu bilang pekerjaan kamu banyak jadi mana satu yang harus aku percaya?"
"Aduh Ga, Aku baru saja bangun tidur pikiranku belum terlalu sempurna jadi aku mau sama kamu jangan memulai pertengkaran ini ya izinkan aku untuk beristirahat 15 menit lagi oke" Ujar Sandra memohon.
"Ini sudah hampir jam 12.00 siang Sandra dan kamu mau tidur lagi? Seharusnya kamu itu harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan aku sarapan pagi, mempersiapkan pakaianku untuk pergi ke kantor bukan malahan jam segini kamu masih mau tidur. Ini sudah siang dan sebentar lagi sudah waktunya untuk makan siang. Harusnya kamu persiapkan semua itu untuk menyambut suami kamu pulang ke rumah agar betah di rumah bukan malah kamu memohon kepadaku agar tidak mengganggumu tidur" Jelas Arga.
"Ga, Udah deh jangan seperti anak kecil lagi ya. Semua itu bisa dilakukan sama pembantu kita dan aku tidak perlu melakukan apapun untuk menyiapkan kamu makan siang ataupun sarapan pagi karena semuanya sudah diselesaikan dan sudah dikerjakan oleh pembantu kita. Lagi pun, aku ini bekerja" Ujar Sandra.
"Bekerja lo Ga, bukan bersenang-senang" Tegas nya lagi.
"Oke, jika itu alasan kamu, lebih baik kamu berhenti saja bekerja dan aku mohon sama kamu jangan kamu mengejar mimpi kamu itu lagi karena apa? Karena aku bisa memenuhi semua kebutuhan kamu tanpa kamu harus mengejar karirmu itu. Aku masih sanggup menafkahi kamu. Urusan kamu hanya di rumah menyambut aku pulang ke rumah dengan senyuman kamu, mempersiapkan segala sesuatu yang aku perlukan itu saja" Jelas Arga kepada Sandra.
"Lo, Kok gitu sih Ga nggak bisa begitu dong. Bukan sebelum kita menikah kita sudah sepakat bahwa aku boleh menitik karirku dan mengejar cita-citaku. Dan kamu, Kamu akan selalu mendukung aku untuk mengejar impianku itu. Tapi sekarang kenapa semuanya berubah?" Ujar Sandra.
"Ingat ya Ga, Karena kamu telah mengizinkan aku untuk mengejar impianku itu sebabnya Aku mau menerima kamu dan mau menikah dengan kamu dan berpindah keyakinan demi kamu. Jadi kamu jangan seenaknya seperti ini kepadaku" Tegas Sandra.
"Tapi aku butuh kamu di rumah ini Sandra. Aku butuh perhatian kamu, aku butuh kamu menemani aku setiap saat dan selalu ada di rumah ketika aku pulang dari kerja. Bukan nya kamu selalu sibuk dengan urusan kamu dengan cita-cita kamu, dengan meniti karir kamu ini sehingga tidak ada waktu untukku. Kamu yang mengajak kita pindah ke rumah Ini kan?Dan kamu juga yang sudah berjanji akan mengurangi semua pekerjaan kamu dan membagikan waktu lebih banyak bersamaku di rumah ini agar aku tidak kesepian. Jika seperti ini lebih baik kita tetap tinggal di rumah mama agar aku tidak selalu sendirian di rumah"
Sandra tersenyum mengejek dengan ucapan Arga barusan.
"Aku tahu, Ini semua hanya alasan kamu kan agar kita bisa pindah kembali ke rumah mama kamu dan kamu bisa mempunyai banyak kesempatan untuk dekat lagi bersama istri pertama kamu itu. Yang sampai sekarang kamu tidak melepaskannya. Padahal ini sudah lewat 3 bulan seperti yang kamu janjikan waktu itu bersamaku. Tapi nyatanya apa sampai sekarang kamu dan dia masih berstatus sebagai suami istri. Apa kalian sudah mempunyai benih-benih cinta di hati kalian sehingga sulit untuk melepaskan satu sama lain?" Tebak Sandra.
__ADS_1
"Apa sih kamu, kenapa malah kamu membahas tentang Rea? Kenapa malah pergi nya ke sana? Padahal kita saat ini sedang membahas tentang kita, tentang hubungan kita bukan tentang orang lain bukan tentang hubungan aku dan Rea" Tegas Arga.
"Lo, Bukankah ini juga ada sangkut pautnya? Secara kamu menyesal pindah ke rumah ini karena kamu itu tidak bisa bertemu lagi dengan istri kesayangan kamu itu dan mencari kesalahanku agar kita kembali pindah ke rumah orang tua kamu dan kamu bisa mempunyai banyak waktu bersama perempuan itu" Sindir Sandra.
"Mengaku saja Ga" Desak Sandra.
"Aku tidak mengatakan kalau aku itu menyesal pindah ke rumah ini bersama kamu. Aku hanya kecewa sama kamu karena kamu tidak bisa meluangkan waktu bersamaku aku selalu ditinggal sendirian di rumah ini. Padahal Kamu sendiri yang bilang akan meluangkan banyak waktu bersamaku jika kita pindah rumah nanti tapi nyatanya" Ujar Arga tidak bisa melanjutkan perkataan nya karena rasa kecewa di hati nya.
"Sudah ya kamu jangan membuatku makin emosi. Jika kamu mau makan silahkan kamu makan sendiri di dapur karena sudah dimasak oleh pembantu kita di rumah ini. Aku mau melanjutkan tidur ku sebelum aku berangkat ke kantor pukul 02.00 siang nanti jadi aku mohon sama kamu jangan kamu mengganggu aku istirahat please" Ujar Sandra langsung kembali tidur.
Arga tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena Sandra tidak mau mendengarkan apa yang ia katakan.
Ia pun memutuskan untuk keluar kamar mereka.
***
Arga memutuskan untuk pulang ke rumah mama nya ketika ia sudah pulang kerja. Yah dia merasa sedikit kecewa kepada Sandra hingga dia memutuskan untuk menenangkan diri nya ke rumah orang tua nya.
"Assalamualaikum" Ujar Arga melonong masuk ke rumah nya.
"Kemana si semua orang sepi amat ini rumah" Ujar nya lagi langsung menuju dapur.
Terlihat bik Ina sedang sibuk menyiapkan masakan malam dan kue hias di atas meja dapur.
"Lo, bik? Ada acara apa? Kok masak nya banyak banget pakai acara ada kue hias seperti itu lagi"
"Lo, tuan emang gak tahu ya jika hari ini adalah ulang tahun nya non Rea" Jelas bik Ina.
Bik Ina hanya mengangkat bahu nya.
"Rea, Rea" Teriak Arga mencari ku.
Ia ingin menaiki tangga menuju kamar ku. Namun, belum sempat ia melangkah menaiki tangga, kami berpas-pasan jalan ketika aku sedang ingin menuju ke dapur karena baru pulang berbelanja.
"Nah ini dia orang nya, kenapa kamu tidak memberi tahu ku jika hari ini kamu ulang tahun?" Ujar nya langsung protes.
Aku hanya diam tidak bisa menjawab apa yang Arga tanyakan kepadaku karena bagiku itu tidak penting. Kenapa juga aku harus mau ngumbar-ngumbar hari ulang tahunku? Toh mamanya saja mengambil berat tentang aku sebagai menantunya tanpa kuingatkan mamanya sudah tahu ulang tahunku dan ingin merayakannya. Kenapa aku harus mengatakan hal itu kepada Arga, yang jelas nanti nya belum tentu mau mengambil berat tentang ulang tahun ku.
Aku berlalu dari hadapan Arga menuju ke dapur untuk meletakan barang-barang yang ku beli tadi.
"Rea, Rea, kamu belum menjawab pertanyaan ku" Ujar nya mengikuti ku hingga ke dapur.
"Pertanyaan apa?" Tanya ku meletakan barang belanjaan di atas meja dapur.
"Tadi, tentang ulang tahunmu. Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang kamu ulang tahun hari ini"
"Untuk apa? Agar kamu bisa mengucapkan selamat ulang tahun Rea kepadaku begitu? Seperti anak remaja saja yang mengharapkan orang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya" Ujar ku.
"Ya setidak nya aku tahu sehingga aku bisa memberikan mu kado" Ujar Arga salah tingkah.
Aku tersenyum mendengar perkataan Arga.
__ADS_1
"Arga, Jika kamu peduli kepadaku pasti kamu akan tahu kapan aku ulang tahun karena kamu mengambil tentangku. Seperti mama mu saja tahu ulang tahunku dan dialah yang mempunyai rencana untuk merayakan ulang tahunku malam ini secara keluarga"
"Ada apa?" Tanya Rina tiba-tiba muncul.
"Ma, kenapa mama gak kabari aku jika hari ini ada acara di rumah kita. Acara ulang tahun nya Rea" Protes Arga.
"Lo, bukan kah kamu tidak peduli dengan menantu mama satu ini? Sebab itu lah kami hanya merayakannya secara keluarga saja yang ada di rumah ini"
"Lo, aku kan juga bagian dari keluarga ini ma"
"Lo, Mama minta maaf ya sayang mama lupa. Mama pikir kamu itu sibuk dengan rumah barumu dan istri kesayangan kamu. Jadi mama pikir nggak perlu lah untuk mengganggu kamu bersama dengan istri kamu di rumah baru itu" Sindir Rina.
Aku dan bik Ina tersenyum geli melihat ekspresi Arga yang kesal dengan sindiran mama nya tadi.
"Kalian, kalian... " Ujar Arga tidak bisa melanjutkan kata-katanya dan pergi keluar dari rumah itu.
Aku dan bik Ina saling pandang. Aku mengangkat kedua alis ku kepada bik Ina sebagai isyarat kenapa dengan Arga? Bik Ina menjawab dengan menggeleng kan kepala nya sambil kedua bahunya diangkat.
Rina tertawa geli melihat Putra kesayangannya itu pergi dengan kekesalan.
"Biarin, biarin dia kesal seperti itu. Ini sebagai pelajaran agar dia tidak hanya memikirkan istri nya saja di sana. Ada istri nya juga di rumah ini" Ujar Rina.
***
Arga langsung membuka pintu kamarku tanpa mengetuknya terlebih dahulu setelah ia kembali lagi dari perginya tadi.
"Ya Allah Arga" Ujar ku menarik selimut yang ada di atas kasur ku untuk menutupi kepala ku.
"Arga, kamu kebiasaan banget sih ke kamarku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu" Protes ku.
"Ya maaf, Lagian apa salahnya sih jika aku masuk aja ke kamar kamu. Kamu kan istriku" Jawab Arga.
Aku diam karena tidak mau meladeni Arga. Pasti nanti perdebatan nya akan menjadi panjang. Padahal aku sudah mengatakan kenapa aku bersikap seperti ini sebelum nya kepada suami ku itu.
"Aku hanya ingin memberikan ini" Arga memberikan bingkisan kepada ku.
"Apa ini?" Tanya ku.
"Buka saja, itu hadiah ulang tahun dari ku. Maaf hanya itu yang bisa ku berikan karena aku bingung mau memberikan hadiah apa kepada mu. Dan waktu nya juga mepet seperti ini. Aku harap kamu akan memakainya nanti" Ujar Arga penuh harapan.
Aku mengambil bingkisan yang diberikan oleh Arga kepadaku dengan perasaan yang senang di hati.
Arga keluar dari kamar ku setelah memberikan hadiah itu kepadaku.
Aku tersenyum melihat hadiah dari Arga. Hatiku berbunga mendapat hadiah dari suami ku itu.
Baru kali ini Arga memberikan ku hadiah. Aku pikir tadi dia pergi dan tidak kembali lagi ke rumah karena kesal atas sindiran yang diucapkan oleh mamanya tadi.
Ternyata aku salah Arga pergi sebentar hanya untuk mencarikan ku Hadiah ulang tahunku ini. Ternyata Arga juga perhatian kepada ku. Entah mengapa dengan sikap Arga seperti ini membuat rasa cinta ini semakin besar untuk nya.
Jika terus-terusan seperti inu? Apa aku sanggup untuk lepas dari nya ketika ia ingin melepaskan ku nanti. Pikir ku.
__ADS_1
"Ah sudah lah, aku serahkan semua nya kepada Allah yang maha kuasa. Tentang takdir hidup ku ini" Batin ku.