
Arga memijit kaki ku yang sakit karena jatuh keseleo.
Meski aku sudah menolaknya tapi Arga tetap saja memaksa untuk memijit kakiku yang sakit itu.
"Sudah malam Ga, kamu tidur saja" Ujar ku lagi mengusir Arga secara halus.
"Sebentar lagi ini aku masih memijit kakimu"
"Nggak apa-apa aku bisa memijitnya sendiri. Lebih baik kamu istirahat aja di kamarmu"
"Kamu ini, di tolongin bukan nya berterima kasih malah banyak protes seperti ini"
"Aku hanya tidak mau merepotkan kamu" Ujar ku merasa tidak enak takut jika Arga tersinggung.
"Ya sudah kalau gitu aku mau istirahat dulu karena kamu sudah dari tadi terus-terusan mengusirku. Tapi jika besok pagi kakimu masih sakit dan bengkak kita akan ke dokter ya untuk periksa"
Aku mengganggu setuju tidak ada gunanya jika aku menolak karena itu akan membuat harga semakin lama di kamarku.
"Bagus anak pintar" Ujarnya mengelus kepalaku.
"Selamat malam Rea, Selamat istirahat dan semoga mimpi indah. Jangan lupa hadirkan aku dalam mimpimu sebagai mimpi indahmu" Ujar nya mengedipkan sebelah mata nya kemudian menutup pintu kamar ku.
Deg...
Kembali jantung ini berdetak begitu cepat melihat perlakuan manis Arga kepadaku.
Sungguh bagus siapapun yang .melihat tingkahnya pasti akan merasa baper dan akan semakin klepek-klepek kepadanya begitulah yang kurasakan saat ini.
"Ya ampun Arga. Nggak henti-hentinya kamu buat aku baper seperti ini. Semakin lama aku bersamamu aku semakin sulit untuk melupakanmu dan rasa cinta ini akan semakin dalam jika kamu terus-terusan berperilaku seperti itu kepadaku" Batin ku.
***
"Sayang" Ujar Sandra masuk ke dalam ruangan Arga.
"Sandra, sudah pulang" Ujar Arga tampak kaget melihat istri keduanya telah tiba di hadapannya.
"Iya dong sayang aku pulang untuk kamu. Katanya kamu kangen sama aku makanya aku cepat-cepat pulang dan menyelesaikan semua tugasku di sana agar aku bisa bersama kamu di sini" Ujar Sandra menghambur ke dalam pelukan suami nya.
Bukan nya senang, Arga malah kelihatan bingung.
"Sayang kenapa kamu kok kelihatan bingung seperti itu. Kamu nggak suka ya aku pulang?"
"Bukan, bukan begitu kok sayang. Aku suka malahan aku senang banget kamu pulang. Tapi aku cuma bingung aja dan masih syok kamu bisa pulang secepat ini kaget aku" Ujar Arga.
"Senyum dong jika kamu senang melihat aku pulang" Pinta Sandra.
Arga tampak tersenyum dengan paksa.
Iya pun bingung dengan perasaannya saat ini Seharusnya ia bahagia melihat kehadiran Sandra wanita yang ia cintai sudah pulang. namun saat ini ia merasa hampa meskipun Sandra sekarang sudah berada di sampingnya.
***
"Ga, Kenapa masih murung wajahnya seperti itu?" Tanya Putra mereka janjian bertemu di sebuah Cafe.
Arga menghembus nafas beratnya.
"Aku juga bingung dengan perasaanku saat ini. Aku tidak tahu harus merasakan apa"
"Kenapa emangnya coba deh cerita sama aku! Siapa tahu nanti aku bisa bantu"
"Sandra sudah pulang Put"
"Bagus dong kalau Sandra sudah pulang. Bukannya itu yang selama ini kamu tunggu-tunggu. Kamu menunggu kepulangan dari wanita yang paling kamu cintai yaitu Sandra kan?" Ujar Putra.
"Itulah aku juga bingung dengan perasaanku saat ini. Harusnya aku senang melihat Sandra pulang. Tapi entah mengapa hati ini masih terasa hampa seperti ada yang hilang dalam hati ini ada ruang kosong yang belum terisi. Aku pun tidak mengerti itu apa sebenarnya" Jelas Arga kepada Putra dengan perasaannya yang ia pun tidak tahu itu apa.
Putra tampak diam memikirkan perasaan sepupunya sekaligus sahabatnya itu. Iya juga bingung harus berkata apa Karena sejujurnya Ia pun tidak mengerti perasaan Arga. Arga sendiri saja tidak mengerti perasaannya Seperti apa apalagi dirinya.
"Aku jadi bingung deh Ga, Aku nggak tahu harus ngomong apa jika kamu bisa merasakan seperti itu, artinya rasa cinta kamu dan sayang kamu kepada Sandra itu sudah mulai pudar."
"Pudar? Maksud kamu?"
"Iya pudar. Mulai hilang perasaan cinta dan sayang kamu kepada Sandra. Biasanya kalau kita bertemu dengan orang yang kita sayang yang kita cinta kita akan merasa bahagia, senang. tapi kamu malah merasa hampa dan hati kamu malah seperti ada yang kosong yang belum terisi itu artinya cinta itu sudah mulai hilang" Jelas Putra.
"Nggak mungkin, nggak mungkin aku mulai tidak mencintai atau menyayangi Sandra. Perasaanku masih sama seperti dulu. hati ini masih memilih Sandra"
__ADS_1
"lah, tadi kamu sendiri yang bilang seperti ada yang kosong di hati kamu yang belum terisi, seperti merasakan kehampaan. sekarang kamu malah bilang berbeda dengan apa yang kamu bilang sebelumnya" Ujar Putra.
"Entah lah Put, aku juga bingung. Aku nggak tahu, aku nggak tahu dengan perasaanku ini seperti apa sebenarnya" Ujar Arga.
"Sekarang aku mau tanya sama kamu. Ketika kamu bersama Sandra kamu masih merasa kehampaan seperti ada yang kosong bukan?" Tanya Putra.
Arga mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Putra tadi.
"Dan sekarang aku mau tanya jika bersama Rea. Apa kamu merasakan hal yang sama atau malah berbeda?" Tanya Putra lagi.
"Jika aku bersama Rea, aku malah merasakan ketenangan, kedamaian, nyaman, aman dan sepertinya hari-hariku ceria jika bersama dengan dia tidak ada kesunyian tidak ada Kehampaan"
"Itu tandanya kamu mulai mencintai Rea cinta kamu kepada Sandra sudah terbagi"
"Aku mencintai Rea? Nggak mungkin. aku yakin aku masih mencintai Sandra. Aku merasakan seperti ini karena aku telah lama ditinggal pergi oleh Sandra dan Rea lah yang selama ini menemani aku di rumah. Jadi ya wajar kalau aku merasakan seperti ini bukan?" Arga mengelak.
"Arga, Arga dibilangin malah nggak percaya dengan apa yang aku katakan. itulah kenyataannya bahwa kamu sudah boleh dicintai Rea istri pertama kamu yang tanpa sengaja kamu nikahi"
Arga tampak berpikir dengan apa yang di katan oleh Putra.
***
"Ma, pa" Ujar Sandra menyapa kedua mertua nya.
"Sudah pulang?" Tanya Rina dengan nada datar nya.
"Iya baru juga tiba. Mama dan papa apa kabar?" Tanya Sandra basa basi.
"Masih ingat dengan keadaan kami? Saya pikir sudah lupa" Jawab Rina terdengar tidak bersahabat.
Sandra tampak diam, sepertinya wanita itu mulai merasa tersinggung dengan apa yang di katakan oleh Rina barusan.
"Ini ma, pa aku bawain oleh-oleh untuk kalian" Ujar Sandra memberi bingkisan kepada mertua nya.
"Sebenar nya kami tidak perlu bingkisan ini. Dan Mama yakin juga Arga tidak membutuhkan bingkisan atau oleh-oleh kamu bawa. dia hanya membutuhkan perhatian kamu yang harusnya selalu ada 24 jam bersamanya bukan malah sibuk meniti karir kamu. Lagian Arga masih mampu kok menafkahi kamu. Kamu tidak perlu bekerja keras seperti itu" Sindir Rina lagi.
"Maaf ma sebelumnya, aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku hanya karena pernikahanku dan Arga. Aku baru saja meniti karirku di bidang fashion ini jadi tidak mudah untuk aku melepaskan karirku begitu saja. Lagipun ini adalah impianku sejak lama. Aku sudah lama memimpikan ingin menjadi desainer terkenal. Dan sebelum menikah dengan Arga, Kami sudah mempunyai perjanjian bahwa Arga tidak akan menghalangiku untuk meniti karir ku di bidang ini" Jelas Sandra.
"Selama ini Arka tidak marah atau tidak menegurku dengan aku yang selalu sibuk kerja seperti ini"
"Jadi kamu maunya Arga menegur kamu dulu baru kamu mau mendengarkan nasehat mama?"
"Kamu ini, di bilangin malah ngeyel dan tak mau mendengar nasehat orang tua" Ujar Rina terdengar kesal.
Rudi yang sedari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan kedua ibu dan menantu itu.
Sesungguh nya lelaki paruh baya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia memang setuju dengan apa yang di katakan oleh istri nya mengenai Sandra yang selalu sibuk dengan pekerjaannya tanpa memikirkan rumah tangganya bersama Arga.
Namun Ia juga ingat bahwa Arga memintanya untuk tidak ikut campur di dalam urusan rumah tangganya.
Itulah mengapa Rudi hanya diam tidak mau memberikan nasehat atau apapun itu kepada Sandra. lambat laun Arga pasti menyadari bawa ia membutuhkan nasehat-nasehat dari kedua orang tuanya untuk rumah tangga yang ia bina saat ini.
***
"Non" Bik Ina mengetuk pintu kamar ku.
"Masuk aja bik gak di kunci" Ujar ku.
Bik Ina masuk ke dalam kamar ku. Ia membawa semangkuk sop sayur untuk ku.
"Ya ampun bik, repot-repot saja. Aku bisa mengambil makanan ku sendiri" Ujar ku merasa tidak enak.
"Gak apa-apa non, Lagian kelihatannya kaki dan masih sakit"
"Gimana non keadaannya apa sudah merasa baikan?" Ujar Bik Ina.
"Alhamdulillah sudah agak mendingan kok bik. Aku sudah mulai bisa berjalan"
"Alhamdulillah saya turut senang mendengarnya non, itulah tuan Arga mau memijit kaki non sehingga kakinya nggak jadi bengkak dan gak terasa sakit lagi" Ujar bik Ina.
"Ternyata tuan Arga perhatian juga ya non" Ujar Bik Ina sedikit menggonda.
Aku tersenyum mendengar nya.
Memang kuakui Arga memang perhatian kepadaku. Entah perhatian nya karena dia kasihan kepadaku atau.....Entahlah aku juga tidak tahu.
__ADS_1
Yang jelas dengan sikapnya seperti itu kepadaku membuat aku semakin baper kepada dirinya.
"Non makanannya mau taruh di mana?" Tanya bik Ina membuyarkan lamunan ku.
"Taruh di atas nakas aja bi. Nanti ketika aku sudah lapar pasti aku akan memakannya"
"Tapi ini sup sayur non. Nanti kalau sudah dingin tidak akan enak lebih baik non makan nya sekarang aja ya" Saran bik Ina.
"Iya bik manti saya makan" Jawab ku lagi.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya non"
"Bik" Panggil ku.
"Iya non? Ada apa? Ada yang mau saya bantu lagi?"
"Aku cuma mau tanya, apa Sandra sudah pulang?"
"Non sandra sudah pulang non. Dia ada di kamarnya bersama tan Arga"
Deg....
Hati ku terasa sakit mendengar Sandra sudah pulang. terlebih lagi dia bersama Arga di dalam kamarnya. sungguh bayangan-bayangan yang tidak enak selalu muncul di benakku ketika mendengarkan bik Ina mengatakan bahwa mereka berdua berada di dalam kamar.
Pilu, yah sangat pilu di hati ini. Cemburu itu mulai menghantuiku saat ini.
Aku sudah mencoba untuk menghilangkan rasa cemburu di hatiku. Tapi semakin ku coba semakin ku tak mampu. hati ini malah terasa semakin sakit dan pilu.
"Non, Kenapa melamun? Apa ada yang perlu saya bantu?"
"Nggak perlu bik terima kasih" Ujar ku.
"Kalau begitu saya permisi dulu non" Ujar bik Ina keluar dari kamar ku.
"Pantesan hari ini Arga tidak tanya keadaanku ataupun menggangguku dengan sikap nyeselin nya itu. Hal itu dikarenakan Sadra sudah pulang. Jelas saja dia mau berduaan bersama wanita yang ia cintai. Dan aku adalah pungguk merindukan bulan. Rasa rindu ini tidak akan pernah tercapai"
"Ya Allah sadarkan lah hati ini agar tidak terlalu berharap berlebihan kepada laki-laki yang tidak pernah menganggap ku ada. dia bersikap semanis itu hanya karena sebagai pelarian karena kekasih hatinya tidak berada di sisinya saat itu"
"Jangan membuat hati ini terlalu berharap ya Allah. Karena aku tidak mau nantinya hati ini akan terasa sakit kembali" Doa ku dalam hati.
***
Semua tamu yang hadir bertepuk tangan saat Riko menyematkan cincin pertunangan bersama Santi.
Acara pertunangan itu dilaksanakan di rumah Santi yang berada di kampung halamannya.
Raut wajah bahagia terlihat di wajahnya Santi. karena hal ini telah lama ia impikan. Bersanding bersama laki-laki yang ia cintai dan ia tunggu-tunggu selama ini. Dan sebentar lagi impiannya akan tercapai.
Tak lupa semua tamu undangan pun mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
Berbeda dengan Santi, raut wajah sedih terlihat di wajahnya Riko.
Laki-laki berkacamata itu melakukan pertunangan ini karena terpaksa atas permintaan mamanya ya terus-terusan mendesaknya untuk segera menikah dengan Santi.
"Ko, dari tadi aku perhatikan kamu kamu hanya murung saja ada senyuman yang terukir di wajahmu" Ujar Santi.
"Jika kamu merasa Ini adalah sebuah keterpaksaan lebih baik kita tidak melanjutkan hubungan ini" Ujar Santi yang sok bersikap bijaksana.
"Gak perlu begitu San. kita lanjutkan saja acara pertunangan ini Sampai hari H pernikahan kita nanti. Karena Ibuku sangat menginginkan kamu sebagai menantunya. Dan Aku tidak mau membuat Ibuku merasa kecewa atau kesedihan jika aku menolak pertunangan ini dan menolak untuk menikah denganmu" Jelas Riko.
"Tapi untuk apa hubungan ini jika kamu tidak bisa menerima aku dengan sepenuh hati. Itu akan membuat kamu akan tersiksa dan aku tidak mau lihat kamu seperti itu" Ujarnya lagi.
"Oleh karena itu Sayang Aku minta kepada kamu ajarkan aku untuk mencintai kamu dan bisa menerima kamu dengan sepenuh hatiku agar hubungan kita akan tetap abadi sampai kapan pun. Dan pastinya itu akan membuat Ibuku akan merasa senang" Ujar Arga berharap.
"Jika itu yang kau mau, aku akan mencoba untuk membuat kamu mencintai aku dan bisa menerima aku sepenuh hatimu dan aku juga tidak mau membuat ibumu kecewa" Ujar Santi.
"Ibu senang melihat kalian bisa bersatu seperti ini semoga saja hari pernikahan kalian akan berjalan dengan lancar nantinya" Ujar Maya terlihat senang.
"Amin terima kasih ya tante atas doanya" Ujar Santi.
"Nggak usah panggil tante dong, sebentar lagi kamu dan Riko akan segera menikah jadi panggil dengan sebutan Ibu aja sebagaimana Riko telah memanggil dengan sebutan itu juga" Jelas Maya.
"Iya buk" Jawab Santi tersenyum senang.
***
__ADS_1
"Kurang ajar si Santi. Dari kemaren aku tungguin tapi tidak ada juga dia memberikan uang kepada ku. Seperti nya harus di beri pelajaran ini anak" Ujar Dimas kesal karena Santi sampai saat ini tidak ada mentransfernya uang seperti apa yang ia mau.
"Mana sekarang dia nggak tahu entah ke mana. Sulit sekali untuk menemuinya saat ini. Awas aja kamu Santi ketika aku sudah menemui kamu nantinya Kamu tidak akan aku lepaskan begitu saja. Karena kamu sudah berani mempermainkan aku seperti ini aku akan jamin kamu akan menyesal karena membuat aku menunggu terlalu lama seperti ini" Ujar Dimas menggenggam tangannya merasa geram dengan sikap Santi yang berbohong kepadanya dan telah membuatnya menunggu selama beberapa hari ini.