
Rina tampak bahagia mendengar bahwa Arga akan membuat pesta pernikahan nya dan ku.
"Mama senang mendengar rencana mu itu.. Mama mendukung keputusan mu" Ujar Rina senang.
"Rea sudah tahu rencana kamu?" Tanya Rina lagi.
"Belum ma, ini akan menjadi kejutan untuk nya" Jawab Arga.
Rina mengangguk mendengar apa yang di katakan anak semata wayang nya.
"Oh ya, rencana nya kalian akan mengadakan pesta nya di mana?"
"Rencana nya sih di kampung halaman nya Rea buk"
"Ha? Di kampung? Ya ampun Arga, kenapa juga mau mengadakan pesta nya di sana? Padahal disini juga bisa Arga. Banyak hotel-hotel berbintang lima yang bisa kamu jadikan tempat untuk pesta itu"
"Iya ma, memang di sani banyak gedung, atau hotel yang bisa di sewakan. Tapi, ini merupakan impian nya Rea ma. Dia ingin sekali mengadakan pesta pernikahan nya di kampung halaman nya" Jelas Arga.
"Aduh, jika di kampung sana, pasti nanti nya susah untuk teman-teman arisan mama datang ke sana lo ga" Keluh Rina lagi.
__ADS_1
"Ya ampun ma, ngapain juga sih masalah pesta di perbesarkan. Jika mama memang pengen teman-teman mama datang, besok setelah acara di kampung, kita buat lagi acara nya di sini. Itu aja kok repot sih ma" Ujar Rudi.
"Iya ma, itu aja kok pusing" Arga menyempeli.
"Terus, di sana sudah dapat catering nya dengan siapa?" Tanya Rina lagi.
"Gak ada pakai catering ma, itu akan di adakan secara gotong royong bersama orang kampung di sana" Ujar Arga.
"Ya ampun Ga... Nanti tangan mama jadi kasar lo Ga"
"Sudah lah ma, gak apa-apa dong jika tangan nya kasar sebentar. Lagian ini kan sudah menjadi impian nya Rea. Kita harus membuat nya senang dan menuruti nya. Kasihan dia kan ma, selama ini sudah terlalu menderita. Jadi apa salah nya kita membahagiakan dia" Jelas Rudi lagi.
Sedang asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba suara bel berbunyi.
"Sebentar ya ma, aku bukain pintu nya dulu" Ujar Arga membuka pintu rumah nya yang megah itu.
Wajah yang tadi nya tersenyum senang kini kembali murung melihat siapa yang datang berkunjung ke rumah nya.
"Hai" Sapa Sandra.
__ADS_1
"Hai" Jawab Arga dengan ekspresi datar nya.
"Siapa yang.... " Ujar Rina tidak melanjutkan perkataan nya karena melihat siapa yang datang ke rumah nya itu. Ekpresi kebahagiaan nya kini berubah menjadi murung. Wajah nya tampak tidak suka dengan kehadiran tamu itu.
"Eh, Sandra sudah selesai pekerjaan nya di Jakarta?" Tanya Rudi dengan ramah.
"Belum pa, Sandra pulang hanya sebentar saja" Ujar nya.
"Oh gitu, ya sudah ngobrol lah bersama Arga" Ujar Rudi menarik Rina untuk naik ke atas menuju kamar mereka. Lelaki paruh baya itu hanya ingin memberi waktu kepada Sandra dam Arga untuk berbicara dengan empat mata.
"Ayo ma" Ujar Rudi lagi.
"Papa naik saja dulu, mama masih mau di sini" Ujar Rina ingin tetap memantau anak nya agar tidak terjerat lagi oleh mantan istri nya itu.
"Ma, biarkan mereka berbicara berdua untuk menyelesaikan masalah mereka" Bisik Rudi terus menarik istri nya. Dengan terpaksa istri nya pun ikut apa yang di katakan oleh suami nya tadi. Karena terus saja di tarik oleh Rudi.
Note :
Mohon maaf untuk para pembaca. Beberapa hari ini keluarga author sedang sakit. Oleh karena itu author hanya bisa menulis sedikit saja setiap episode nya. Mohon doa nya untuk kesembuhan abang author agar author bisa fokus untuk menulis karya author lagi. Dan tak lupa author ucap kan terima kasih untuk para pembaca setia. Dan mohon untuk terus mendukung karya2 author.
__ADS_1