Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Kembali merayu


__ADS_3

Aku, Arga, Bayu, Fiza serta Dimas duduk di kursi yang ada di ruang tamu ku. Kami mau mendengarkan apa yang akan di jelaskan oleh Dimas tentang sahabat ku. Yah Santi, dia lah sahabat ku satu-satu nya.


"Sekarang coba kamu ceritakan apa maksud ucapan mu barusan" Pinta ku.


"Sebelum nya aku mau minta maaf kepada kamu Rea. Aku pun merasa bersalah karena telah menyembunyikan rahasia ini sudah hampir setahun. Kini aku sadar bahwa ini tidak lah baik. Aku tidak mau selalu di hantui rasa bersalah ku kepada mu. Terlebih lagi kamu gadis yang baik. Kamu selalu baik kepada orang-orang" Ujar Dimas penuh dengan rasa bersalah di hati nya.


"Sudah, jangan basa basi lebih baik kamu ceritakan saja apa yang mau kamu ceritakan" Ujar Arga yang tampak masih kesal.


"Kamu ingat peristiwa yang membuat mu pada akhirnya menikah dengan Arga?"


Deg...


Aku kaget, hati ini sebenarnya tidak mau mengingat kembali peristiwa yang menyakitkan itu. Namun, Dimas memaksaku untuk mengingat kembali peristiwa itu.


"Iya, aku ingat" Jawab ku.


"Sebenar nya, apa yang telah terjadi kepada mu itu semua sudah di rencana kan oleh sahabat mu Santi" Dimas mulai bercerita.


Deg...


Kembali rasa kaget menghantui ku. Aku tidak percaya bahwa Santi tega melakukan hal ini kepada ku.


"Maksud kamu?" Tanya ku tidak mau terlalu menebak hal yang belum pasti.


"Waktu itu, ketika kalian baru selesai meeting di hotel berbintang lima itu, Santi mengajak mu makan siang bukan?"


Aku mengangguk membenarkan.


"Di sana lah awal mula kejadian nya. Di mana Santi sengaja memasukan serbuk ke dalam minuman mu hingga membuat mu setengah sadar saat kamu ke toilet waktu itu"


Kembali ingatan ku mengingat kejadian itu. Yah memang sewaktu aku kembali dari toilet dan meminum jus jeruk itu, tiba-tiba aku merasa pusing.


"Santi sengaja mengajak mu ke hotel itu kembali dan memesan sebuah kamar untuk mu dengan alasan agar kamu bisa beristirahat di sana. Namun kenyataan nya hal itu ia lakukan agar aku bisa masuk ke kamar mu. Aku di minta nya untuk membantunya menjalan kan rencananya. Di mana dia akan mengambil foto kita di ranjang seolah-oleh kita selesai melakukan hal itu"


"Ha? Gak mungkin, Gak mungkin Santi tega melakukan hal itu kepada ku. Dia sahabat ku, dia teman baik ku" Ujar ku tidak percaya.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak dengan ku. Yang jelas ini lah kenyataan nya. Dia melakukan itu karena dia merasa iri hati kepada mu. Riko lelaki yang ia cintai selama ini selalu mengejar mu bukan? Riko suka sama kamu dan tidak menyukai dia. Oleh karena itu dia ingin mengambil foto aku dan kamu untuk di berikan kepada Riko agar Riko menganggap mu wanita murahan dan membenci mu. Dengan begitu, dia akan mendapatkan Riko. Dan sekarang sudah terbukti bukan dia sudah bertunangan dengan Riko. Dan rencana nya minggu depan mereka akan menikah" Jelas Dimas lagi.


Aku menutup mulut ku yang terbuka lebar. Sungguh aku tidak percaya dengan apa yang di cerita kan oleh Dimas barusan. Hanya karena seorang laki-laki Santi sahabat ku sedari aku SMA tega melakukan hal keji ini.


"Namun, belum sempat aku masuk ke kamar ku dan menjalan kan tugas ku, Arga telah masuk ke kamar itu. Dan telah terjadi peristiwa yang membuat kamu dan Arga pada akhirnya menikah" Jelas Dimas lagi.


"Iya kamu benar, kamu laki-laki bersama Santi saat itu di hotel. Aku pikir kamu adalah pacar nya Santi. Ternyata kamu orang bayaran nya Santi" Ujar Arga mengingat kembali peristiwa itu.


"Dan satu lagi. Aku pernah pernah mendengar bahwa Santi lah yang telah membuat mu di pecat dari perkerjaan mu. Saat itu aku tidak sengaja bertemu dengan nya. Dia sedang berbicara dengan seseorang di telfon. Dan mengatakan akan menyingkirkan mu dari jabatan mu saat itu. Dia merasa iri kepada mu, karena jabatan mu lebih tinggi dari nya. Sedangkan dia sudah lama bekerja di perusahaan itu. Kamu yang masih baru sudah naik jabatan. Hingga dia meminta seseorang untuk memanipulasi hasil dokumen keuangan yang membuat perusahaan mu rugi" Jelas Dimas lagi.


Aku memijit kepala ku yang terasa pusing. Aku benar-benar tidak menyangka dengan apa yang di ucapkan oleh Dimas. Aku tidak menyangka bahwa Santi setega itu kepada ku. Padahal selama ini aku berusaha menyatukan nya dengan Riko. Aku tidak pernah merebut Riko dari nya. Meski hati ku mulai suka kepada Riko yang selalu baik kepada ku dan keluarga ku, tetap saja aku menolak lelaki berkacamata itu. Karena aku tahu perasaan Santi kepada nya. Dan aku tidak mau membuat persahabatan kami rusak hanya karena seorang lelaki.


Aku menutup wajah ku dengan kedua tangan ku. Aku menangis sejadi-jadi nya. Aku sangat kecewa kepada teman ku itu. Sungguh dia wanita bermuka dua. Di hadapan ku, dia menjadi seorang malaikat yang siap melindungi ku. Tapi di belakang ku, dia sedang mengasah pisau yang tajam untuk menusuk ku dari belakang.


"Mengapa Santi, mengapa kamu tega melakukan hal ini?" Ucap ku pilu di dalam tangis ku. Arga melihat ku menangis mendekati ku. Ia memeluk ku untuk menenangkan perasaan ku yang sedang kecewa dengan sahabat ku itu.


Aku membalas pelukan Arga agar hati ku terasa tenang. Sungguh tiada yang bisa menenangkan hati ini selain pelukan dari orang yang kita cintai bukan?


"Maaf kan aku Rea. Aku telah bersalah karena telah menyembunyikan semua ini. Aku merasa bersalah kepada mu. Maaf kan aku. Ampuni aku" Ucap Dimas meminta maaf kepadaku.


"Kamu tidak bersalah Dimas. Aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih kepada mu. Karena kamu telah menceritakan semua ini kepada ku. Hanya saja aku tidak percaya bahwa Santi tega melakukan hal ini kepada ku" Ujar ku menangis di dalam pelukan Arga.


Arga membelai kepala ku untuk menenangkan hati ku.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Rea. Menangis lah jika dengan menangis bisa membuat hati mu tenang. Aku akan selalu ada di sisi mu" Ujar Arga menenangkan hati ku.


***


Malam telah tiba, matahari telah berpamitan dari menampakan diri nya di atas awan. Aku dan Arga duduk di kursi depan yang berada di kos ku.


"Santi itu sahabat baik ku. Tega sekali dia melakukan hal ini kepada ku. Apa salah ku kepada nya selama ini?" Ujar ku masih dalam tangis ku.


"Ketika aku sedang sudah, dia yang selalu ada bersama ku. Bahkan dia yang menolong ku untuk masuk kerja di perusahaan ku itu. Tapi kenapa dia melakukan hal ini kepada ku. Aku sama sekali tidak menyangka dia tega melakukan ini" Ujar ku masih dalam tangis ku.


Arga menggenggam tangan ku untuk menenangkan hati ku yang sedang kecewa.


"Sudah lah jangan bersedih lagi. Air mata mu tidak pantas keluar untuk orang seperti dia. Terkadang, kita tidak bisa menyangka apa yang akan orang lakukan kepada kita" Ujar Arga. Aku membalas genggam tangan Arga kepada ku.


"Sampai hati nya, kasihan Riko" Ujar ku lagi.


"Rea, sudah lah jangan menangis. Sudah ya" Ucap nya lagi.


Karena kejadian itu, membuat hatiku merasa kacau. Aku pun meminta Arga untuk menemaniku tidur bersamaku di kos itu. Saat ini aku benar-benar membutuhkan seorang teman yaitu suamiku sendiri agar hati ini merasa sedikit tenang. Arga pun setuju untuk menemaniku malam itu.


Kami tidur di ranjang yang sama. Ku lihat Arga pulas di dalam tidur nya di samping ku. Sedangkan aku terbangun dari tidur ku dan duduk di kasur ku itu. Aku masih memikirkan Santi yang begitu tega kepada ku. Air mata terus berlinang di pipi ku. Aku telah menganggap Santi sebagai saudara ku sendiri tega menusuk ku dari belakang.


Ku tatapi wajah yang sedang tidur pulas di samping ku itu. Aku ambil tangan nya Arga ku genggam erat dan kucium tangan suami ku itu. Sungguh aku benar-benar merindukan suami ku ini.


"Maaf kan aku Arga. Dan terima kasih karena saat ini kamu ada untuk ku" Ujar ku lirih.


Arga melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim ketika azan subuh berkumandang. Sedang kan aku masih terlelap dalam tidur ku. Karena aku sedang mendapatkan tamu bulanan.


Aku menggeliat saat fajar telah menyingsing. Dan duduk di tempat tidur ku masih dalam keadaan mata yang berat. Aku menggosok-gosok mata ku.


"Selamat pagi" Ujar Arga dengan membawa sepiring nasi goreng dan segelas air susu di tangan nya.


"Sejak kapan kamu menyiapkan makanan seperti ini? Bukan nya kamu gengsi untuk melakukan hal ini" Ujar ku merasa heran.


Arga nyengir seperti kuda nil salah tingkah.


"Silahkan di makan" Ujar nya meletakan makanan yang di bawa tadi di atas nakas.


Aku hanya melihat makanan itu.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka makanan yang ku bawa?" Tanya Arga lagi.


"Bukan, bukan begitu. Hanya saja aku tidak biasa makan langsung setelah bangun tidur seperti ini" Ujar ku.


Arga mengangguk mengerti.


"Jadi benar kamu gak mau? Jika kamu tidak mau, aku akan memakan nya. Nanti akan ku siapkan makan yang lain untuk mu" Ujar Arga lagi.


"Jadi kamu belum sarapan dari tadi?" Tanya ku.


"Aku sama juga seperti mu. Baru bangun tidur belum bisa langsung makan. Sekarang baru aku terasa lapar"


"Iya sudah, makan saja gak apa-apa" Jawab ku.


"Arga" Ujar ku setelah lama kami terdiam.


"Lebih baik kamu pulang saja. Soal nya aku mau mandi dan siap-siap untuk pergi kerja. Dan terima kasih kamu mau menemani ku malam ini"


"Tadi aku sudah menelefon kak Bayu. Aku meminta izin kepadanya agar kamu libur kerja hari ini"

__ADS_1


"Kenapa aku harus libur kerja?" Ujar ku.


"Kamu lihat keadaan mu sekarang" Ujar Arga.


Aku terdiam memikirkan tentang Santi yang tega kepada ku.


"Rea, sudah lah jangan bersedih lagi. Tidak pantas kamu mengeluarkan air mata mu untuk sahabat seperti Santi itu"


"Aku hanya tidak bisa habis pikir mengapa Santi tega kepadaku seperti ini. Kasihan Riko, tidak hanya aku yang menjadi korban. Riko pun kini menjadi korban karena diri nya yang keji itu"


"Iya aku faham dengan semua itu" Ujar Arga.


"Faham? Kamu tidak faham dengan keadaan ku. Kamu tidak pernah merasakan bagaimana rasanya ketika sahabat kita sendiri yang jatuh kan marwah kita. Yang membuat aku kehilangan kehormatan ku. Yang membuat ku hilang arah waktu itu. Dan yang membuat ku di pandang hina oleh semua orang" Jelas ku dengan emosi.


"Apa kamu mencintai Riko?"


Aku hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan Arga.


"Jawab lah, apa kamu mengharapkan dia?" Ulang nya lagi.


"Aku dan Riko hanya sebagai teman. Jika pun ada hubungan antara kami, semua itu pun sudah berakhir. Sama seperti aku dan kamu. Semua nya sudah berakhir" Jelas ku.


"Gak, gak dengan ku belum berakhir" Ujar Arga berkata cepat.


"Rea, ayo pulang bersama ku. Kita mulai hidup kita yang baru. Kita buka lembaran baru" Ujar Arga terdengar memohon.


"Gak, aku gak mau. Aku gak mau hidup di madu. Sama seperti Sandra yang tidak mau di madu" Ujar ku.


"Oke, dulu aku bisa terima semua ini karena aku yakin hubungan kita akan berakhir dengan perceraian. Tapi ini malah lain yang jadi. Dan bagi ku itu adalah satu kekhilafan" Ujar ku penuh dengan rasa sakit di hati.


"Dan jika kamu mau aku hidup kembali bersama mu, aku tegaskan bawah aku tidak mau. Karena kamu sudah memiliki Sandra. Kamu begitu sayang dan cinta nya kepada dia. Kamu dan Sandra sudah hidup bahagia. Jadi aku minta, lepas kan lah aku. Jangan kamu kembali menghukum ku dengan ikatan ini" Ujar ku lagi.


"Jadi aku mohon sama kamu lepaskan saja aku" Ujar ku lagi langsung meninggalkan Arga masuk kedalam kamar mandi. Arga hanya duduk diam tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


***


Aku duduk melamun di atas batu tempat biasa ku nongkrong sendirian di sana. Arga datang menghampiri ku.


"Rea" Tegur nya mengagetkan ku.


"Arga, ada apa lagi" Ujar ku.


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu"


"Mau bicara apa lagi?"


Arga memegang kedua bahu ku. Menatap ku dalam.-dalam.


"Coba kamu tatap mata ku. Dan lihat lah apa ada kebohongan di sana?" Tanya nya.


Aku menatapi mata suami ku itu.


"Rea, aku mencintai ku lebih dari cinta ku kepada Sandra" Ujar nya penuh keyakinan.


"Sudah lah Arga, jangan membuat ku terlalu berhadap lagi kepada mu. Aku capek perasaan ku yang selalu di permainkan oleh mu" Ujar ku memalingkan pandangan ku.


"Lebih baik, kamu pulang saja bersama Sandra. Aku tidak mau mendengarkan apa pun lagi"


"Sandra sudah tidak ada lagi di dalam hidup kita. Saat ini hanya ada aku dan kamu saja di dalam hubungan kita" Ujar Arga.

__ADS_1


__ADS_2