
"Assalamualaikum Ya" Sapa Riko saat aku sedang bersantai menikmati makan siang di kantin yang memang di buat untuk karyawan kantor.
"Walaikumsalam" Sambut ku.
"Duduk" Tambah ku lagi.
"Sedang istirahat ya? Sendirian? Santi mana" Tanya lelaki berkacamata itu menyelusuri ruangan kantin mencari keberadaan Santi.
"Iya sendiri. Gak tahu Santi di mana. Dari tadi aku belum ketemu dengan dia" Seru ku masih menyendok sesuap demi sesuap makanan yang ku pesan tadi. Ngomong-ngomong tentang pekerjaan, aku sudah mulai masuk kerja kembali beberapa hari yang lalu. Yah tidak mau berlarut terlalu lama dalam kesedihan dan penyesalan. Aku ingin melupakan dengan menyibukkan diri dengan bekerja seperti ini.
"Kamu ngapain ke sini?" Tanya ku heran saat Riko tiba-tiba datang ke kantor ku.
"Gak, hanya mampir. Sengaja juga sih mau ketemu sama kamu. Mau mengatakan sesuatu yang penting kepada mu" Jawab Riko sedikit ragu.
__ADS_1
"Mau ngomong apa?" Tanya ku menghentikan kegiatan makan siang ku menatap Riko dengan penuh pertanyaan.
"Tentang kita" Riko memberi clue.
"Tentang kita? Emang nya ada apa dengan kita? Maksud nya kamu dan aku kan?" Sebenarnya aku sudah tahu kemana arah dan tujuan omongan Riko. Namun, aku memilih untuk pura-pura tidak tahu. Tidak ingin juga aku menebak toh belum tentu apa yang aku pikirkan sama dengan apa yang ingin Riko sampaikan.
Tidak langsung menjawab Riko tampak berpikir. Mungkin ia mau menyusun rangkaian kalimat untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran dan hati nya saat ini.
"Ada apa?" Kembali ku bertanya.
"Kenapa emang nya?"
"Ya, bukan apa-apa sih. Tapi kamu yakin?" Kembali Riko bertanya.
__ADS_1
"Inshaallah Ko, kalau dia memang jodoh ku, pasti semua akan baik-baik saja. Dan jika dia bukan ditakdirkan untuk ku, pasti akan ada saja cara Allah untuk menghentikan pernikahan ku dan Arga. Aku yakin Allah telah memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku ingin kan" Kata ku penuh keyakinan.
"Tapi kamu tidak mencintai nya. Dan dia juga tidak mencintai mu. Kalian menikah dengan terpaksa atas kejadian yang menimpa mu"
"Terus aku harus bagaimana?" Tanya ku meminta solusi.
"Batalkan pernikahan kalian, menikah dengan ku. Aku bisa menerima kamu apa adanya. Aku sangat mencintai kamu dari dulu Ya" Spontan aku membulatkan mata ku. Begitu kaget atas apa yang di katakan Riko. Memang aku mengetahui Riko sedari dulu mencintai ku. Tapi atas kejadian yang pernah menimpa ku, bisa saja rasa cinta itu hilang. Toh aku bukan Rea yang dulu lagi. Aku telah berbeda.
"Maaf Riko, itu tidak mungkin. Aku tidak ingin kamu menanggung perbuatan dari orang lain. Ibarat kata orang memakan nangka nya dan kamu memakan getah nya. Aku tidak mau Riko. Dan aku juga tidak mau mengecewakan niat baik Arga. Terlebih lagi orang tua nya yang telah memberikan restu dan dukungan untuk ku" Jelas ku. Riko tampak kaget mendengar aku mengatakan hal itu. Ia kembali berpikir sejenak.
"Apa kamu mencintai nya?" Tanya nya menyelidiki.
"Apa?" Tentu saja aku kaget.
__ADS_1
"Apa ini karena kamu mencintainya?" Tanya Riko kembali.