Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Pertengkaran


__ADS_3

Kling....


Notifikasi ponselnya Arga berbunyi.


Aku menatap layar ponsel Arga yang tergeletak di nakas samping tempat tidurku. Yah malam ini adalah malam pertama kami tidur bersama di satu kamar. Namanya juga pengantin baru jelas lah kan tidur berdua.


Dapat kulihat di layar ponsel wallpapernya Arga sebuah pesan baru masuk.


Yah di sana tertera nama my love.


Sungguh hati ini penasaran dengan pesan yang di kirimkan kepada Arga. Bisa ku pastikan bahwa itu adalah pesan dari Sandra. Bagaimana tidak, sedangkan gadis yang di cintai Arga hanya Sandra. sudah bisa di pastikan pesan itu dari Sandra.


Ku ambil dan ku lihat isi pesan dari Sandra. Yah memang aku tidak bisa membuka ponsel nya Arga lantaran Arga menggunakan kode ponsel ny, Tapi tetap saja aku bisa melihat pesan tersebut di layar depan ponsel nya.


[Pasti sekarang kamu senang bersama keluarga baru mu] Pesan dari Sandra.


Saat itu Arga sedang berapa di kamar mandi untuk bersih-bersih.


Yah malam ini dia menginap di rumah ku. Dan besok aku akan ikut bersamanya untuk tinggal di rumah kedua orang tua nya.


Meski ku tahu, dia tidak menganggap ku sebagai istri, namun tetap. saja aku harus mengabdi kepada suami ku sampai tiba lah waktu kami. berpisah.


Melihat pesan dari Sandra membuat hati ini kembali merasakan sakit, pedih dan nyeri. Yah bagaimana pun Arga sekarang sudah menjadi suami ku. Pasti setiap wanita tidak suka melihat wanita lagi menghubungi suami nya apa lagi itu ada kekasih nya. Terlebih mereka masih berhubungan.


Kling...


Kling...


Kling...


Ada lagi beberapa pesan yang masuk di ponsel nya Arga.


Kini aku memilih untuk tidak mau ambil tahu dengan pesan-pesan itu. Karena semakin aku mencari tahu, semakin perih rasa di hati ini.


"Aku akan tidur di bawah. Silahkan kamu tidur di atas tempat tidur mu" Ujar Arga yang tiba-tiba sudah nongol dari balik pintu kamar ku.


"Astagfirullah" Ucap ku kaget.


"Untung saja aku cepat menaruh kembali ponsel nya. Jika tidak, pasti Arga akan marah besar kepada ku" Batin ku.


"Kenapa bengong? Kamu pikir, aku akan mau tidur bersama kamu? Masih berharap hal itu terjadi?" Tanya nya?


Aku menggelengkan kepala ku.


"Iya sudah, tolong kamu siapkan tempat tidur ku" Perintah nya lagi dengan wajah yang dingin dan suara nya yang terdengar datar.


***


Aku bersiap-siap untuk membereskan semua barang-barang ku karena pagi ini aku akan pulang bersama Arga kerumah nya.


Ibu dan Ayah ku juga bersiap-siap untuk pulang ke kampung halaman.


Yah, sudah lama mereka meninggalkan kampung. Kini waktu nya mereka pulang terlebih aku tidak lagi tinggal di rumah kontrakan itu. Aku akan tinggal bersama Arga. Jadi untuk apa lagi mereka berada di sini. Pikir kedua orang tua ku.


"Nak, ibu dan ayah pamit dulu ya. Kamu baik-baik di sini ya sayang" Ujar ibu.


"Iya buk. Ibu dan ayah hati-hati ya. Ketika sudah sampai di kampung, jangan lupa untuk mengabari ku" Ucap ku berusaha tersenyum kecut.


Tidak bisa ku sembunyikan rasa kesedian di hati ini. Yah betapa sedih nya ku rasakan saat aku akan berpisah dari kedua orang tua ku. Setiap wanita yang baru saja menikah, pasti juga akan merasakan hal yang sama bukan?


Namun, yang kurasakan kini berbeda. Aku menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai ku. Itu yang membuat hati ini merasa sedih. Mungkin, jika Arga mencintai ku selayak nya dia mencintai Sandra, mungkin aku tidak merasakan sesedih ini.


"Nak, kami titipkan Raya kepadamu ya tolong jaga dia Dan Sayangi dia sepenuh hatimu tapi jika nanti kamu sudah berusaha untuk mencintainya dengan tulus namun kamu tidak berhasil maka kami minta kamu kembalikan saja dia kepada kami jangan menambah kesedihan dan kesakitan di hatinya karena bagi kami area adalah anak kami yang paling berharga yang tidak akan bisa dinilai dengan apapun" Ucap ayah ku penuh dengan harapan.


"Ya yah, insha allah" Jawab Arga singkat.

__ADS_1


Deg....


Sungguh kata-kata ayah membuat hati ini tersentuh. Bagaimana tidak, kedua orang tua ku tahu jika Arga menikah dengan ku atas keterpaksaan dan tidak dengan cinta


Oleh karena itu, ayah meminta Arga untuk mengembalikan ku jika Arga tidak bisa mencintai ku dengan tulus..


Bisa kulihat perubahan raut wajahnya Arga yang aku pun tidak bisa mengartikan itu sebagai apa. Apakah dia terharu dengan ucapan ayahku atau merasa tersinggung.


"Kami pamit dulu ya nak travelnya sudah datang" Ucap ibu ku memberikan pelukan perpisahan kepada ku. Begitu pun dengan ayah ku.


Setelah mobil travel yang ditumpangi oleh ayah dan ibuku melaju membelah jalan raya, Aku dan Arga memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya Arga dengan menggunakan mobil pribadinya Arga.


***


"Assalamualaikum" Ucapku ketika kami sudah sampai di rumahnya Arga rumah mewah yang bisa dikatakan seperti istana kini aku tinggal di dalamnya.


"Waalaikumsalam eh menantu dan anak nya mama sudah sampai Ayo silakan masuk Nak" sambut Rina dengan penuh kehangatan.


aku mencium kedua punggung tangan Mertuaku tanda menghormati mereka selayaknya Aku menghormati kedua orang tua akan diriku sendiri.


"Bik tolong bantuin rea ya bawain koper barang-barangnya ke kamar Arga" Titah rina kepada pembantunya.


"Baik buk" Jawab pembantu itu langsung mengambil barang-barang yang ada di dalam mobilnya Arga.


"Ma apa-apaan sih ini? Kenapa dia harus tidur di kamarku? di rumah Ini kan banyak kamarnya ma dan di rumah Ini kan juga ada kamar tamu kenapa dia harus tidur di kamarku? Kenapa harus kami tidur satu kamar?" Protes Arga penuh dengan kekesalan.


"Loh, kok kamu protes sih Arga kan kalian sudah menjadi suami istri yang sah di mata hukum dan juga di mata agama. Kenapa juga kalian harus tidur pisah kamar bukannya sewajarnya kalian tidur di kamar yang sama selayaknya sepasang suami istri" Jelas Rina mengingatkan putra semata wayangnya.


"Iya ma aku tahu aku dan Rea sudah menikah. Tapi pernikahan kami ini hanya status saja. Status di mana Aku menutupi keadaannya sekarang bukan karena dasar cinta ma" Ujar Arga.


"Dan mama sama papa juga sudah mengetahui bukan bahwa aku hanya mencintai satu wanita saja yaitu Sandra. Gadis yang selama ini tidak bisa mama dan papa terima kehadirannya dalam menjalani hubungan bersamaku. Padahal aku hanya bisa bahagia bersama dia bukan dengan wanita lain" Tegas Arga.


"Lagian aku dan Rea hanya menikah beberapa bulan saja hanya untuk menutupi statusnya dan memastikan bahwa Rea tidak sedang mengandung anakku. Jika itu sudah terbukti bahwa dia tidak hamil, maka dalam waktu 3 bulan aku dan dia akan berpisah" tambahnya lagi dengan penuh emosi.


Deg...


"Arga jaga ucapanmu!" Bentak Rudi.


"Kamu pikir pernikahan itu hanyalah sebuah permainan? Kamu sudah mengungkapkan ikrar pernikahan di mana kamu telah disaksikan oleh para saksi, kedua orang tuanya Rea dan juga kamu juga telah berjanji di hadapan Allah dengan ikrar perjanjian itu. Kamu harus menepati semua perjanjian itu. Jangan kamu anggap pernikahan itu hanyalah sebuah permainan. Pernikahan itu adalah ikatan yang suci yang harus kamu jaga sampai akhir hayatmu." Jelas Rudi.


Sesungguhnya saat itu aku merasa sangat tidak enak hati. Karena baru saja aku tiba di rumah itu sudah terjadi pertengkaran antara keluarga Arga. Yah aku berpikir itu semua karena kehadiranku.


"Iya aku akan menjaga perjanjian pernikahanku atau ikatan pernikahanku jika aku menikah bersama orang yang aku cintai bukan bersama dia" Protes Arga. lagi.


"Cuma Sandra ma, cuma Sandra Pa orang yang aku cintai tidak ada yang lain dan aku mohon kepada kalian Tolong mengerti dengan perasaanku"


"Kami bisa saja menerima Sandra. Jika Sandra itu sama keyakinan dengan kita. Tapi nyatanya apa Sandra dan kita berbeda agama" Jelas Rudi.


"Emang kenapa jika menikah dengan beda agama? Toh banyak orang-orang yang menikah dengan beda agama di luar sana" kembali Arga melontarkan unek-uneknya.


"Iya memang memang banyak orang-orang yang menikah di luar sana dengan pernikahan yang beda agama. Tapi itu sangat dilarang oleh agama kita nak, mama sama papa tidak mau kamu berdosa dan otomatis itu juga akan melibatkan kami dan juga akan menyeret kami sebagai Pendosa juga. Karena telah merelakan kamu menikah dengan gadis yang tidak satu keyakinan sama kita" Jelas Rina.


"Percuma, Percuma saja aku meminta pengertian kepada kalian berdua. Kalian berdua egois dan sangat-sangat egois kalian hanya memikirkan diri kalian saja tidak memiliki perasaanku"


"Justru kami memikirkan kamu nak, kami tidak merestui hubungan kamu dan Sandra kami tidak mau anak semata wayang kami, putra satu-satunya penerus keluarga Atmaja Kusuma melakukan hal dosa seperti itu"


"Bukannya kamu sudah pernah bilang kalau Sandra itu tidak mau masuk ke agama kita. Dia akan tetap pendirian kepada agamanya. Bagaimana bisa kami sebagai orang tua kamu merestui hal itu. Jika memang Sandra mencintai kamu dia pasti mau mengikuti agamamu bukan membawa kamu keagamaannya itu sama saja dengan murtad nak kamu tahu murtad kan? Murtad itu dosanya besar" Jelas Rudi.


"Iya nak,kamu Jangan memikirkan egomu saja nak. Kamu jangan hanya memikirkan dunia. Dunia ini hanya sesaat nak. Mama tidak mau kamu akan masuk neraka karena perbuatan murtad. Tolong mengerti dan tolong terima Rea sebagai istrimu" Pinta Rina memohon.


"Sudahlah! Percuma saja, percuma aku meminta pengertian kepada kalian. Kalian tidak akan bisa memahami apa yang aku rasakan saat ini" ujar Arga meninggalkan kami yang masih berdiri di tempatnya masing-masing.


"Arga mau ke mana kamu? " Teriak Rudi.


"Mau mencari angin segar. Karena di rumah ini terasa seperti neraka" Balas nya.

__ADS_1


Arga melaju dengan mobilnya membelah jalan raya.


"Maafkan harga ya nak, kamu harus sabar menghadapi Arga yang seperti itu. Mama harap kamu tidak berputus asa untuk mengambil hatinya Arga agar dia bisa mencintai dan menerima kamu sebagai istrinya" Pinta mama mertua ku.


"Mama dan papa tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menasehati Arga agar dia bisa meninggalkan Sandra. Jika saja Sandra itu mau masuk ke dalam agama kita. Kami tidak akan menentangnya seperti ini tapi Sandra bersikeras untuk mempertahankan agamanya. Dan lihatlah dia sudah membuat Arga berubah. Mama takut nak, mama takut sekali Kalau Arga akan murtad nantinya demi cintanya kepada Sandra"


"Mama dan papa sabar ya, kita doakan sama-sama semoga hatinya Arga bisa berubah. Tidak ada kekuatan yang lebih hebat selain kekuatan Allah. Hanya dia yang bisa membolak balikan hati setiap insan yang ada di muka bumi in.i Oleh karena itu kita jangan berputus asa ya untuk mendoakan Arga" Kataku menguatkan kedua mertuaku.


Meskipun aku sendiri tidak yakin dengan kemampuanku. Apakah aku bisa membuat Arga berubah seperti apa yang diharapkan oleh kedua mertua ku tapi aku yakin Allah pasti akan membantuku.


"Aku mau ke kamar dulu ya untuk membereskan semua barangku" Ujar ku.


"Iya nak. Pergilah! Sekalian jika kamu capek, kamu istirahat saja ya di kamar tidak usah sungkan. Anggap saja rumah sendiri" Ucap Rina tersenyum ramah.


"Iyaa Ma terima kasih" Ucap ku.


"Bik tolong antarkan Rea ke kamarnya ya! Biarkan dia beristirahat" Titah wanita paruh baya itu.


"Baik bu" Jawab pembantu itu.


"mari non ikut saya" Tambahnya lagi.


***


Aku memijit kepalaku yang terasa berat.


Sungguh aku sangat pusing dengan kejadian yang terjadi kepadaku. Terlebih belum sampai satu hari aku berada di rumahnya Arga telah terjadi telah terjadi pertengkaran hebat antara Arga dan kedua orang tua nya.


"Ya Allah, apa mungkin aku bisa menghadapi semua ini? Apa aku kuat dengan sikap nya Arga yang dingin dan cuek kepada ku" Batin ku.


"Kuat kan lah aku ya Allah. Bantu aku. Hanya Engkau lah yang bisa membantu ku dalam keadaan sulit seperti ini. Sungguh aku tak berdaya tanpa bantuan dan bimbingan dari mu" Doa ku.


"Semoga aku tidak mengecewakan mama dan papa nanti nya. Aamiin" Tambah ku lagi.


***


"Sayang, kenapa wajah mu kesal begitu sih? Ada apa? Coba cerita" Pinta Sandra yang baru datang menemui Arga. Yah mereka memang telah berjanji untuk bertemu di semua caffe tempat biasa mereka bertemu.


"Aku hanya kesal saja sama mama dan papa"


"Kenapa? Karena Aku? Atau istri mu?" Tebak Sandra.


"Yah, mama dan papa meminta ku untuk menerima Rea sebagai istri ku. Jelas aku tidak bisa terima itu. Secara aku hanya mencintai mu bukan dia" Ujar Arga.


"Kamu di banding kan dia, jelas jauh berbeda. Bagaikan langit dan bumi.. Kami lihat penampilan mu. Modis dan berkelas sedang kan dia? Hanya gadis kampung yang sederhana. Tidak pantas seorang CEO mempunyai istri seperti dia bukan? Harus nya istri ku itu seperti kamu" Jawab Arga yang terdengar menghina ku.


"Kamu sih gak sabaran menunggu ku pulang" Ujar Sandra.


"Aku nya frustasi saat itu. Kamu meninggalkan ku. Belum lagi beberapa hari sebelum kejadian itu kamu sangat sulit untuk di hubungi" Alasan Arga.


"Tapi kan tidak harus juga kamu mencari hiburan luar seperti kemaren-kemaren. Dan lihat apa yang terjadi, kamu terpaksa menikahi nya kan" Sandra cemberut..


"Ya, aku minta maaf dengan semua yang terjadi. Kamu tenang saja. Aku menikahi nya hanya berlangsung selamat tiga bulan saja. Hanya memastikan dia hamil anak ku atau tidak" Arga mengalah.


"Jangan cemberut gitu dong. Jelek jadi nya" Goda Arga.


"Jika nanti kamu jatuh cinta kepada nya, bagaimana?"


"Gak mungkin aku bisa jatuh cinta sama gadis seperti dia. Sudah ku katakan bahwa level ku seperti kamu bukan dia" Ujar Arga.


"Dan setelah aku dan dia pisah, aku pastikan aku akan menikahi mu dengan atau tanpa restu papa dan mama" Ujar Arga penuh dengan keyakinan.


"Beneran?" Tanya Sandra meyakini.


"Tentu saja. Apa yang tidak. untuk kamu kekasih hatiku" Kata Arga mencolek. dagu gadis yang ada di depan nya itu..

__ADS_1


"Terima kasih ya Ga" Sandra membenamkan kepalanya ke dada bidan lelaki yang kini sudah menjadi suami ku.


__ADS_2