
Sekarang tampa sehelai benang pun menutupi tubuh ku. Lelaki itu berdiri di tepi kasur dan melepaskan semua pakaian nya. Dengan cepat aku berusaha berdiri dan terjatuh kembali. Sungguh tubuh ini terasa begitu lemas dan tidak mempunyai tenaga sama sekali.
Senyum sinis penuh kemenangan terukir di bibir lelaki itu. Aku pasrah dengan apa yang terjadi. Melawan tapi tidak mempunyai tenaga sama sekali. Mata masih terpejam tidak bisa di buka namun bisa merasakan Apa yang tejadi pada tubuh ku.
Dengan sekali hentakan benda itu berhasil masuk dengan sempurna. Aku membulatkan mata ku. Seketika mata yang sulit untuk di buka bisa di terbuka saat merasakan kesakitan yang ku rasakan pada bagian bawah perut ku.
Lelaki asing itu berhasil mengendalikan tubuhku. Sesekali lelaki meng...ecup bibir, leher dan bagian kenyal di dada ku.
Aku tidak memberikan respon apa pun. Aku hanya terdiam di tempat tidak bergerak dan tidak melakukan perlawanan. Sungguh bagi ku tidak ada gunanya lagi melawan.
Toh semua telah berakhir dalam sekejap. Harta ku yang paling berharga telah di rebut oleh seorang lelaki asing yang tidak sama sekali ku kenali.
__ADS_1
Air bening terus mengalir deras di pipiku tanpa henti. Lelaki itu berpacu cukup lama hingga sampai pada batas waktu nya. Dengan cepat ia memompa dan mengerang panjang sebagai akhir dari percintaan nya.
Lelaki asing itu mengecup lembut kening ku.
"Terima kasih sayang, nikmat sekali terasa seperti perawan"
Aku menoleh lelaki yang terbaring lemas di samping ku dan langsung tidak sadarkan diri karena syok atas apa yang terjadi kepada ku.
"Hei" Kata nya kaget saat melihat ku pingsan. Kedua tangan nya menepuk-nepuk pipi ku agar aku sadar.
"Ya hello" Katanya saat ponsel itu berdering.
__ADS_1
"Arga, kamu di mana? Wanita baru mu sudah tiba. Maaf ya sayang aku tidak jadi check in kamar yang kita sepakati karena telah di isi. Sekarang wanita mu di kamar 204" Kata seseorang dari seberang
"Ha? Wanita"
"Ya, wanita baru mu yang kau pesan kepada ku"
"Shitt" Kata Arga menutup panggilan nya.
Arga mondar mandir tidak karuan saat ia tahu bahwa dia telah salah masuk kamar dan berpikir bahwa aku adalah wanita penghibur yang dia bayar untuk memenuhi nafsu bahar* nya.
"Oh shitt., shitt, shitt" Arga mengumpat saat ia melihat di bagian inti ku mulai keluar cairan merah.
__ADS_1
"Bodoh sekali kamu Arga, kenapa pakai sosor saja tanpa bertanya kepada misca terlebih dahulu" Kata nya mengacak-acak rambut nya. Menyesali apa yang terjadi. Yah, Arga mengetahui bahwa wanita penghibur nya. Misca adalah salah seorang mucikari tempat langganan nya. Karena ada wanita baru, Arga tentu saja ingin merasakan tubuh wanita itu. Namun sialnya ia salah.
Ia sudah bersepakat dengan misca untuk check in kamar nomor 203. Namun entah mengapa misca terlambat memesan nya dan Santi mendahului pesanan nya. Sehingga Arga salah mengira bahwa aku lah wanita penghibur yang di pesan nya. Terlebih lagi melihat ku seperti orang mabuk sehingga berkali-kali ia mengatakan bahwa aku banyak minum. Padahal, aku pusing dengan akibat serbuk yang tercampur di minuman jus jeruk milik ku ulah Santi membuat aku setengah sadar saat aku pergi ke toilet tadi