
"Assalamualaikum" Santi datang dengan senyuman yang sangat manis. Semenjak kejadian itu dia selalu berkunjung ke rumah ku. Untuk membahas perkara pernikahan ku dengan Arga. Yah lelaki yang telah merenggut kesucian ku dengan paksa.
Santi kelihatan bersemangat dalam membahas pernikahan ku dan Arga. Bahkan dia yang selalu menghubungi Arga untuk meminta kepastian kepada datang melamar ku.
Tentu saja dia bersemangat jika aku sudah menikah, pasti tidak ada saingan lagi baginya untuk mendapatkan Riko. Yah lelaki impian nya selama lima tahun belakangan ini. Dengan aku menikah Riko juga tidak akan mungkin menyukai bahkan mendekati aku lagi. Begitu lh rencana nya dari awal ketika dia mencampuri serbuk aneh kedalam minuman ku dan berniat untuk membuat rekayasa aku tidur dengan seorang lelaki bernama Dimas lelaki bayaran nya. Supaya aku terlihat murahan di depan Riko.
Namun tanpa membuat rekayasa, semua harapan nya sudah tercapai. Dimana aku harus menikah dengan lelaki yang bernama Arga.
Santi terus saja menghubungi pihak Arga. Hal itu karena Ibu dan ayah ku tidak bisa bermain ponsel. Maklum orang tua zaman dulu tidak begitu lihai dalam memainkan ponsel canggih seperti sekarang ini. Sedang kan aku, aku hanya yah seperti kalian ketahui. Aku tidak terlalu memikirkan pernikahan ini. Aku terpaksa menikah karena semua hal buruk itu telah terjadi. Jadi, aku ikuti saja mana baik nya menurut kedua orang tua ku. Lagi pula Arga tidak melepaskan ku begitu saja. Dia mau bertanggung jawab atas apa yang menimpa ku meski itu bukan juga kemauan nya.
__ADS_1
Ku akui dia memang tampan, dengan badan yang tinggi, alis mata yang tebal, bola mata berwarna coklat, hidung mancung, dan mempunyai badan six pack membuat gadis mana pun pasti akan menyukai nya dengan bentuk wajah yang hampir bisa di katakan sempurna.
Satu hal yang membuat aku sedikit yakin kepada Arga, dimana dia mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi meski dengan keterpaksaan. Harapan ku adalah dia bisa menjadi imam yang baik bagi ku kelak meski kami belum saling mengenal satu sama lain. Anggap saja kami sedang ta'aruf saat ini.
Prinsip ku, aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup ku. Meski terkadang banyak cobaan yang menimpa dalam sebuah rumah tangga, begitu pun kelak kepada rumah tangga ku. Selagi aku bisa menghadapi nya dengan ikhlas dan sabar, maka aku akan bertahan dalam mahligai pernikahan ini.
"Belum lama" Singkat Riko menjawab.
"Ini aku bawakan martabak. Ayo kita masuk kita nikmati martabak ini mumpung lagi panas. Sekalian ada hal penting yang mau aku katakan tentang pernikahan mu dan Arga di dalam" Ajak Santi.
__ADS_1
Tersentak Riko mendengar pernyataan Santi barusan. Itu di sebabkan dia tidak tahu sama sekali tentang rencana pernikahan ini. Dia hanya tau hal itu terjadi begitu saja kepada ku.
"Menikah?" Riko bertanya membulatkan mata nya.
"Iya, Rea akan menikah sama Arga" Jawab Santi lagi berlalu dari hadapan kami dan masuk ke dalam rumah.
"Jadi lelaki itu...." Tanya Riko kepada ku dengan tatapan meminta kepastian.
"Iya Ko, dia mau bertanggung jawab" Jawab ku berlalu dari hadapan Riko dan masuk ke dalam rumah kost.
__ADS_1