
"Hai Rea, Sendirian saja kamu Ya?" Sapa Santi kepada ku saat aku duduk sendiri di loby hotel tersebut sambil menikmati secangkir es dingin yang ku beli tadi ketika aku mau pergi menuju hotel.
"San, ya ni sendiri aku menunggu kamu" Jawab ku tidak percaya akan apa yang terjadi di pagi ini. Dimana Santi terlihat seperti dulu. Ramah, ceria, dan penuh canda kepada ku.
"Bagi-bagi dong minum nya" Katanya lagi mengambil minuman di tangan ku dan langsung menyedotnya. Aku tersenyum senang melihat perubahan Santi. Ini keajaiban yang sangat aku nanti kan selama ini.
"Santi yang dulu telah kembali" Batin ku.
"Sebelum mulai, kita berdoa dulu yuk. Kan biasanya begitu, agar semua urusan kita bisa di selesaikan dengan baik hari ini" Perintah Santi tersenyum.
"Aamiin" Jawab ku tersenyum senang.
Kami pun mengadakan kedua tangan berdoa kepada sang pencipta agar urusan dan proyek ini dapat kami menangkan.
"Ayo San kita masuk. Sepertinya rapat akan di mulai" Kata ku berjalan duluan meninggalkan Santi menuju tempat room meeting di Hotel berbintang lima itu.
...(hanya Visual)...
Santi menatap kepergian ku dengan senyuman yang sinis. Ujung bibir kirinya di angkatnya sedikit. Seperti ada sesuatu yang di rencanakan olehnya.
Aku mengerut kening ku saat melihat Santi begitu.
__ADS_1
"San, ayo" Kata ku lagi menoleh ke arah Santi masih dengan senyuman nya yang penuh dengan arti itu. Santi bergegas berdiri dan mengejar ku.
***
Selesai meeting dan tender ini Alhamdulillah kami yang menangkan.
"Ya, berhubungan kita memenangkan tender lagi. Aku traktir kamu makan gimana?"
"Makan?"
"Iya makan siang"
"Ayo lah Ya sudah lama aku tidak makan bersama mu"
"Itu di sana ada cafe kita makan di situ saja" Jari Santi menunjuk ke arah seberang jalan dimana terdapat sebuah cafe di sana.
"Oke" Kami melangkah menuju ke seberang jalan dimana cafe itu berada.
***
"San, aku ke toilet dulu Ya"
"Oke" Jawab Santi singkat. Aku berlalu meninggalkan Santi..
__ADS_1
"Sudah?" Tanya Santi saat melihat ku kembali.
"Ayo lanjutkan makan nya" Tambahnya. Aku tersenyum seraya mengangguk. Kami melanjutkan memakan hidangan yang ada di meja kami.
"Alhamdulillah" Kata ku.
"Sebentar Ya aku bayar dulu" Santi pergi meninggal kan ku menuju kasir untuk membayar makanan yang kami makan. Perlahan namun pasti semakin kuat, dan semakin kuat aku merasakan pusing. Terasa pandangan ku kabur. Aku setengah sadar namun tidak bisa dengan jelas melihat dan membuka mata.
"Ayo Ya" Santi datang menghampiri ku.
"San, kepala ku pusing" Kata ku masih dengan memegang kepala yang terasa berdenyut.
"Kamu kenapa Ya"
"Aku tidak tahu San, Tiba-tiba aku merasa pusing"
"Ya sudah, kita istirahat saja di kamar hotel Ya. Akan aku pesan kan kamar untuk kita" Jawab Sambil memapah ku berjalan menuju hotel yang di maksud. Aku hanya setuju saja apa yang katakan Santi karena otak ku tidak sanggup lagi untuk berpikir karena rasa pusing yang ku alami itu.
***
"Kamu istirahat dulu ya Ya" Aku keluar sebentar mencari obat. Santi merebahkan ku di atas kasur yang berwarna putih itu.
"Sini aku buka hijab mu agar kamu gak gerah" Katanya langsung membuka hijab berwarna biru yang aku kenakan.
__ADS_1