
"Asstagfirullahal'azim" Ucap ku memutuskan mengalihkan pandangan ke meja makan kembali.
"Ini anak nya pa" Sahut buk Rina.
"Lama bener dandanan nya, seperti anak gadis saja" Canda pak Rudi.
Tidak langsung menjawab Arga hanya duduk di meja makan dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi. Sungguh hal itu membuat aku canggung dan yah tau sendiri lah kalian bagaimana rasa nya jika kita tidak di sukai oleh orang. Jadi serba salah di buat nya untuk bertindak. Ingin rasanya aku pergi saja dari sana. Toh suasana tidak nyaman. Namun jika ku pergi, bagaimana reaksi kedua orang tua Arga yang sangat mengharapkan aku untuk membuat anak nya berubah.
Sebetulnya aku tidak yakin aku bisa melakukan itu. Namun, aku yakin jika Allah berkehendak pasti hal itu bisa di lakukan. Toh Allah lah yang berkuasa atas semua hati manusia. Jika dia ingin dengan sekejap ia akan cepat meluluh kan hati Arga yang keras .itu. Aku hanya harus berusaha dengan perbuatan dan yang paling penting berdoa agar semua yang di ingin kan kedua calon mertuaku terkabul. Aamiin.
__ADS_1
"Sini ma, pa aku ambilin makanan nya" Sahut membuang rasa canggung. dengan mencoba melayani kedua orang tua Arga.
"Terima kasih ya sayang" Ucap bu Rani memberikan piring suami nya kepadaku setelah itu piring miliknya.
"Kamu mau aku ambilin juga?" Tanya ku berhati-hati kepada Argai setelah selesai mengambil makanan untuk kedua calon mertua ku.
Aku tertegun melihat itu, hati ini kembali ciut saat sikap dingin itu di tunjukan. Buk Rina dan pak Rudi melihat ku dan Arga bergantian.
"Sudah, sabar ya. Ayo makan" Ucap buk Rina pelan tidak bersuara kepada ku. Namun bisa ku baja jelas arti gerak gerik mulut nya itu
__ADS_1
Aku kembali duduk dan mengambil makanan untuk ku santap sendiri. Suasana makan malam hening dan sunyi, hanya sesekali terdengar suara sendok dan piring bertabrakan. Sesekali ku jawab pertanyaan buk Rina dan pak Rudi yang bertanya alakadarnya dengan ku. Dan sesekali juga ku tatap wajah Arga. Wajahnya masih tetap datar tidak ada perubahan pada ekspresi pada wajah tampan itu.
Saat mata kami beradu pandang, Sungguh tatapan nya menusuk sanubari ku tajam dan penuh dengan kebencian kepadaku. Terkadang aku ingin menyampaikan saat itu juga jika kamu tidak pernah menginginkan aku dalam hidup mu makan lepas kan saja. Jangan memaksa untuk melanjutkan pernikahan ini. Namun, hati ini berkata lain, entah mengapa dan sejak kapan, cinta itu mulai tubuh. Terlebih lagi mendengar apa yang di sampaikan bu Rina tadi tentang Arga. Ingin sekali aku merubah Arga kembali menjadi lebih baik.
Bukan nya sok hebat atau bagaimana, namun, semenjak buk Rina memberi restu dan dukungan kepadaku, aku bersemangat untuk melakukan permintaan buk Rina. Tentu nya dengan izin Allah.
"Rea, kamu kerja di mana?' Tanya pak Rudi.
"Kerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti pa, sebagai marketing" Jawab ku sedikit tersenyum dan menatap Arga sekilas lalu kembali melihat makanan yang ku santap.
__ADS_1