Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Terdengar mengejek


__ADS_3

[Iya gak apa-apa. Aku tidak marah kok] Sandra.


[Selamat ya atas pernikahan mu dan Arga] Sandra.


Entah mengapa ungkapan itu seperti mengejek terhadap ku. Secara dia tahu sendiri bahwa Arga tidak bisa menerima kehadiran ku dan di hati Arga masih tertanam subur cinta nya untuk gadis bule itu.


[Ya sudah, tolong jaga Arga ya untuk ku] Sandra.


Degg....


tentu saja perkataan itu membuat hati ku sedikit nyeri. Bagaimana tidak pernikahan ini hanya lah sebagai mainan baginya. Terbukti aku di suruh untuk menjaga Arga. Jika nanti dia sudah kembali, maka ia akan merebut kembali Arga dari tangan ku.


Aku hanya bisa tersenyum kecut mendengar apa yang di katakan Sandra.


"Benar apa yang di katakan mama. Dia bukan gadis yang baik. Jika dia gadis yang baik, meski saling mencintai ia tidak akan mau kembali kepada orang yang telah mempunyai istri bahkan merebutnya kembali" Ucap ku dalam hati.

__ADS_1


[Aku senang jika kamu menikah dengan Arga. Secara ada yang bisa menjaga Arga untuk ku. Selama ini aku sedikit bimbang karena yah Arga lelaki yang tampan dan mapan. Tentu saja banyak gadis-gadis menggoda nya. Tapi jika kamu sudah menikah dengan nya, aku tidak khawatir lagi. Karena mereka tahu bahwa Arga sudah mempunyai istri dan tidak akan merayu nya.] Sandra tersenyum manis.


"Jika maksud nya hanya ingin membuatku makin sakit, untuk apa menghubungi ku? Mungkin ia ingin membuktikan kepadaku bahwa mereka memang di ciptakan untuk bersama. Hanya saja hubungan mereka tidak di restui oleh kedua orang tua" Ucap ku dalam hati.


[Kamu mau kan menjaga Arga untuk ku?] Sandra.


Aku mengangguk.


"Tentu saja aku akan menjaga suami ku kelak. Dan aku tidak akan mau dan tidak akan sudi suami ku di rebut oleh siapa pun. Rasa cinta itu sudah mulai tumbuh di hatiku. Meski ku tahu Arga tidak mencintai ku. Tapi dengan beriring nya waktu dan kesabaran ku. Pasti Allah akan membuka pintu hati Arga untuk menerima ku. Cepat atau lambat" Kata ku mantap dalam hati.


[Enggak] Rea.


[Ya sudah, aku tutup dulu ya. Semoga acara tunangan mu lancar ya] Sandra menutup vidio call nya.


"Apa sih maksud nya? Apa dia menghubungi ku hanya untuk mengejek ku?" Tanya ku dalam hati.

__ADS_1


Jujur saja meski aku dan Arga ingin menikah, kami tidak pernah melakukan komunikasi. Aku tidak berani menghubungi nya duluan. Karena aku tahu hati nya tidak bisa menerima ku. Pasti nanti jika aku menghubungi nya walau sekedar bertanya kabar, dia akan bersikap dingin dengan ku dan akan membuatku sakit hati.


Aku beranikan diri untuk menghubungi Arga melalui chat WhatsApp.


[Assalamualaikum] Rea.


Lama aku menunggu, namun tiada jawaban. Bahkan chat ku hanya bercentang dua tidak berwarna biru tanda belum di baca oleh Arga.


"Ya sudah mungkin dia sedang sibuk. Lebih baik aku ke dapur dulu mencari kesibukan agar aku tidak memikirkan hal yang bukan-bukan" Saran ku. Aku pergi keluar kamar dan menuju dapur.


Ponsel ku biarkan tinggal di kamar karena aku yakin Arga pasti tidak akan membalas chat ku.


***


Arga mengambilnya ponsel di dalam saku jas nya. Arga baru sampai ke kamarnya dan baru pulang dari kantor nya.

__ADS_1


__ADS_2