Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Di pecat


__ADS_3

"Rea, bisa kamu ke ruangan ku sekarang?" Kata Manager ku saat aku mendapatkan panggilan melalui telpon kantor.


"Baik pak saya ke sana sekarang" Jawab ku menutup gagang telpon yang ada di meja kerja ku.


Tok....Tok...Tok....


"Masuk" Sahut manager ku dari dalam ruangan nya.


"Permisi" Ucap ku santun langsung masuk ke ruangan manager ku.


"Silahkan kamu duduk" Ucap Manager itu lagi.


"Begini ya, saya hanya ingin menyampaikan. bahwa saya sangat kecewa atas kinerja mu akhir-akhir ini. Dan sekarang kamu lihat, ini, ini, dan ini. Kenapa file ini banyak yang salah. Dan karena ini kita kehilangan banyak uang" Ujar Manager itu tampak marah.


"Apa?" Tentu saja aku kaget. Aku tidak pernah melakukan hal yang telah merugikan perusahaan. Yah memang pikiran ku sedang kalut memikirkan masalah ku bersama Arga Tapi saat bekerja aku tidak pernah memikirkan hal itu Aku fokus pada pekerjaan ku.


Aku ambil file yang ada di meja itu. Dan ku amati memang jauh dari apa yang aku buat. Aku tidak membuat file dengan kisaran harga seperti itu sehingga perusahaan ku mengganti rugi atas apa yang terjadi.


"Pak, beneran pak. Ini semua bukan saya yang melakukan nya. Saya bekerja seperti biasanya pak. Saya juga bingung kenapa hal ini terjadi" Ucap ku bingung dengan semua ini.


"Jadi siapa yang melakukan hal ini? Apa sayang hang melakukan nya?" Tanya Manager itu lagi.


"Ya Allah, kenapa ini terjadi? Siapa yang begitu tega memfitnah ku seperti ini? Bukan nya selama aku libur kemaren Santi yang mengerjakan semua pekerjaan ku. Apa mungkin Santi...." Pikir ku.

__ADS_1


"Astaghfirullah, kenapa aku bisa berpikir seperti itu. Kenapa aku souzon kepada Santi yang belum tentu melakukan hal seburuk itu. Tidak mungkin Santi. Toh selama ini dia yang menawarkan pekerjaan ini kepada ku. Dia yang membantu ku" Batin ku.


"Ya Allah ampuni lah aku yang berpikir buruk tentang sahabat ku" Doa ku sambil memejamkan kedua mata ku.


"Rea, dengan berat hati saya meminta kamu untuk berhenti bekerja di perusahaan ini. Karena kamu telah membuat perusahaan kita rugi hingga 60%. Saya mohon maaf Rea. Ini pesangon mu. Dan mulai sekarang kemasi semua barang-barang mu yang ada di kantor ini" Ucap Manager itu memberikan amplop kuning kepada ku.


Aku melihat amplop itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ya Allah, kenapa masalah ku datang silih berganti. Masalah aku dan Arga belum selesai, kini muncul masalah baru. Apa yang harus aku katakan kepada ibu dan ayah" Ucap ku dalam hati.


"Baik pak, terima kasih atas kesempatan yang bapak berikan kepada saya selama ini" Ucap ku pasrah. Yah pasrah saat di pecat. Toh jika membela diri pun tidak ada gunanya karena semua bukti mengarah kepada ku. Siapa dan mengapa orang itu begitu tega kepada ku pun aku tidak tahu siapa.


Aku melangkah keluar ruangan dengan lesu.


"Ya Allah, sabar kan lah aku dalam menghadapi semua cobaan ini. Iklhas kan lah hati ini ya Allah. Jika cobaan ini membuat drajat ku akan menjadi lebih tinggi di hadapan mu, maka kuatkan lah aku ya Allah" Ucap ku menangis dengan menutup wajah ku dengan kedua tangan ku.


"Rea, kamu kenapa?" Tegur Santi melihat ku kacau seperti itu.


"Aku baru saja di pecat San. Aku tidak tahu salah ku di mana. Aku di tuduh menyalah gunakan dokumen untuk proyek kita dengan angka yang tidak sesuai dengan kesepakatan sehingga aku membuat rugi perusahaan" Jelas ku.


"Aku tidak tahu San, siapa yang melakukan hal ini kepada ku. Dan apa salah ku kepada nya. Yang aku buat untuk proyek itu dan dokumen yang pak bos terima tidak sesuai dengan apa yang aku buat kemaren. Banyak yang telah di ubah. Dan sayang nya semua file yang aku buat itu tidak ada di laptop ku. File yang ada di laptop kerja ku sama dengan dokumen yang pak bos terima. Aku tidak bisa membela diri lagi San" Cerita ku sambil terus menangis.


"Maaf kan aku Rea, aku yang melakukan hal ini. Aku tidak mau karir mu lebih cemerlang dari pada aku. Aku yang susah payah bekerja, kamu yang enak-enakan dan kamu yang mendapatkan nama dari pak bos. Oh, tidak bisa....aku tidak terima" Batin Santi.

__ADS_1


"Ya ampun Rea. Siapa yang tega melakukan hal itu sama kamu ya? Jahat banget sih dia. Aku percaya kok Ya sama kamu. Kamu tidak mungkin melakukan hal itu. Toh aku sudah lama mengenal mu. Aku tahu kamu seperti apa" Ujar Santi menenangkan hati ku.


"Ya, terima kasih ya San. Kamu memang sahabat baik ku" Ucap ku berusaha tersenyum kecut.


"Ya sama-sama. Semoga nanti nya kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi ya Ya. Aku doa kan kamu akan lebih sukses dari pada yang sekarang. Kamu yang sabar ya menghadapi semua ini" Ujar Santi memberi semangat.


"Ya, insha allah aku sabar menghadapi semua ini. Semoga ini adalah jalan Allah untuk menjadikan ku orang yang lebih baik lagi. Aamiin"


"Aamiin"


"Ya sudah, aku mau beresin semua barang-barang ku dulu"


"Aku bantu ya Ya" Tawar Santi.


Aku mengangguk setuju.


***


"Ya Allah, hatiku saat ini benar-benar sedang rapuh. Aku butuh pelukan mu ya Allah. Bimbing lah aku, sabar dan kuat kan lah aku dalam menghadapi semua cobaan ini" Doa ku ketiak selesai melakukan sholat zuhur.


Yah, dari pagi hingga siang ini aku belum pulang. Aku habis kan waktu ku hari ini di mesjid yang memang tidak jauh dari kantor ku.


Aku benar-benar rapuh saat ini. Hati ku benar-benar hancur. Pikiran ku Kelud. Aku tidak bisa berpikir harus memberikan alasan apa kepada ibu dan ayah ketika aku pulang nanti. Karena itu aku putuskan untuk menghabiskan waktu di mesjid untuk berzikir dan meminta pertolongan kepada sang pencipta agar hati ini sedikit tenang.

__ADS_1


"Ya Allah, aku tahu cobaan yang Engkau berikan kepada ku karena aku mampu melalui semua ini. Jadi ku mohon kepada mu kuat kan lah diri ini ya Allah. Sabar kan hati ini. Ikhlas kan apa yang telah terjadi. Karena aku yakin akan ada pelangi setelah badai. Aku tahu kuasa mu begitu besar, aku akan bersabar hingga saat nya pelangi itu datang dan mengubah hari-hari ku yang suram akan menjadi lebih berwarna. Aamiin" Doa ku lagi


__ADS_2