Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Di suapi


__ADS_3

Aku dan Arga duduk di balkon rumah di lantai dua. Untuk sekedar ngobrol seperti sebelum nya.


Ga, aku boleh tanya sedikit sama kamu?" Tanya ku dengan berhati-hati.


"Hmm... Tanyalah" Ujar Arga.


"Kamu dan Sandra ada masalah?"


Arga menghembuskan napas berat nya mendengar pertanyaan ku.


"Selama ini gak ada masalah antara aku dan Sandra, emang kenapa? Apa kamu mau aku dan Sandra ada masalah?"


"Gak bukan begitu. Aku senang mendengar jika kalian baik-baik saja" Ujar ku. Padahal aku ingin menanyakan masalah hubungan kami lebih lanjut Sudah lebih dari tiga bulan kami menikah, dalam perjanjian kami hanya bertahan selama tiga bulan saja. Tapi sampai sekarang Arga masih belum mau melepaskan ku.


"Kenapa? Seperti ada yang mau kamu tanyakan lebih lanjut" Ujar nya.


"Gak, ada apa-apa" Jawab ku seadanya.


"Bohong pasti ada yang kamu sembunyikan"


"Gak ada" Tegas ku lagi.


"Ngomong, ayo ngomong" Pinta nya lagi.


"Udah lah, jangan di bahas lagi. Lupa kan saja"


Lama kami terdiam.


"Ga, kamu tidur di sini, apa Sandra tidak bertanya atau keberatan?" Tanya ku setelah lama terdiam.


Arga menggelengkan kepala nya.


"Sandra akan tidur di rumah orang tua nya. Di sana ada acara keluarga"


"Terus kamu tidak mau ikut bersama mereka? Bukan kan mereka juga keluarga mu" Tanya ku.


"Gak, Sandra tidak mengabari ku sebelum nya. Sudah mepet seperti ini baru dia memberi tahu ku. Jadi nya aku malas pergi ke sana" Jelas Arga.


Aku mengangguk mengerti. Diam lagi, sunyi lagi.


"Ngomong-ngomong aku rindu dengan teh hangat buatan kamu. Bisa kamu buatkan untuk ku?"


Aku mengangguk, tanpa di minta dua kali aku pun pergi ke dapur untuk membuatkan nya teh hangat seperti pesanan Arga.


Arga tersenyum memandang kepergian ku.


"Ini teh hangat yang kamu minta" Ujar ku memberikan teh hangat kepada Arga setelah kembali dari dapur.


"Terima kasih" Arga pun menyedu teh yang ku bawa tadi.


***


Aku turun menuju dapur melewati kedua mertua ku yang sedang sarapan bersama.


"Ada apa ma, pa? Kenapa melihat ku seperti itu?" Tanya ku salah tingkah.


"Arga mana?" Tanya Rudi.


"Arga? Di kamarnya mungkin?" Ujar ku.


"Masih tidur dia?" Tanya Rina.


Aku mengangguk.


"Pergi kamu bangunkan dia" Perintah Rina kepada ku.


Untuk yang kedua kali nya aku di minta untuk membangunkan Arga yang masih tertidur di kamar nya.


"Aku ma?" Ulang ku.


"Iya, tidak mungkin aku menyuruh bik Ina yang membangunkan nya. Kamu kan istri nya" Ujar Rina lagi.


Aku menggaruk-garuk kepala ku yang tidak gatal.


"Aduh, lagi-lagi aku di minta membangunkan Arga" Batin ku. Kejadian kemaren sewaktu aku membangunkan Arga masih teringat jelas di benak ku.


"Apa kah Arga akan menarik ku lagi kedalam pelukan nya? Atau ah sudah lah" Batin ku.


"Masih bengong di sana, nanti Arga nya telat lo" Ujar Rina lagi.


Aku bergegas naik ke atas tangga menuju kamar Arga untuk membangunkan nya.


***


Kulihat Arga masih tertidur pulas di ranjang nya.


"Arga, bangun" Ujar ku.


"Arga bangun Ga" Ujar ku lagi.


Namun tidak ada respon apa pun dari Arga. Malahan mata nya semakin di tertutup rapat


Aku mendekati Arga. Mencoba membangunkan nya dengan menggoyang kan lengan nya.


"Arga bangun" Ujar ku lagi menggoyangkan lengan nya.


Betapa kaget nya aku kembali tangan ku di tarik oleh Arga. Untuk yang ke dua kali nya aku jatuh kedalam pelukan Arga.


Jantung ku kembali bergemuruh. Kenyamanan dan ketenangan kembali ku rasakan saat berada di pelukan suami ku. Meski dia memeluk ku dengan tidak keadaan sadar, Tapi tetap saja itu membuat ku senang.


Aku memejamkan mata ku menikmati pelukan hangat dari suami ku sendiri yang tidak pernah ku dapati. Kembali berharap waktu bisa berhenti saat ini ketika aku merasakan kenyamanan seperti ini.


"Astagfirullah" Ujar ku tersadar.

__ADS_1


"Arga lepaskan aku, bangun cepat" Ujar ku mencubit lengan Arga.


"Aduh" Arga meringis kesakitan menggosok-gosok bagian yang ku cubit tadi.


"Kamu, apa-apaan sih, pakai sembarangan mencubit orang seperti ini" Omel nya.


"Habis nya kamu mencari kesempatan dalam kesempitan. Ngapain kamu peluk-peluk aku begitu"


"Mana aku tahu, aku saja gak sadar apa yang aku lakukan"


Aku mengangkat sebelah mulut ku.


"Cepat bangun, sudah pukul berapa ini, nanti kamu telat" Ujar ku. Aku ingin beranjak dari sana.


"Mau kemana?" Tanya nya menghentikan langkah ku.


"Keluar, kamu kan mau siap-siap untuk bekerja. Jadi ngapain aku ke sini?" Ujar nya lagi.


"Bantu aku untuk siap-siap"


"Lagi?" Tanya ku. Yah kejadian seperti kemaren akan terulang lagi.


"Kenapa? Kamu tidak mau?"


"Iya, iya. Kamu mau pakai baju yang mana?" Ujar ku lagi.


"Kamu telah berhasil membuat ku cemburu" Ujar nya.


Deg....


Mendengar ucapan Arga barusan membuat ku teringat tentang peristiwa di mana aku menemani nya berbelanja dan di sana untuk pertama kali nya aku bertemu dengan Putra dan ngobrol bersama nya.


Seketika aku ngeh bahwa baju yang ia maksud adalah baju kemeja berwarna biru yang sewaktu itu ku pilihkan untuk nya.


"Oke" Ujar ku turun ke bawa menuju ruang setrika baju.


"Ini bajunya sudah ku setrika" Ujar ku dan lanjut memasangkan dasi untuk nya. Agar tuan ceo itu terlihat rapi dan berkelas.


"Selesai" Ujar ku tersenyum senang. Tampa sengaja mata kami kembali menatap.


Dag, dig, dug...


Jantung ini berdetak sesuai dengan irama. Ada getaran-getaran halus yang menjalar di hati ini. Begitu pun dengan Arga. Saat bertemu pandang membuat hati ini melayang.


Cepat-cepat ku alihkan pandangan ku agar Arga tidak mengetahui perasaan ku saat ini.


"Sudah, Kamu sudah rapi" Ujar ku salah tingkah.


"Iya makasih ya" Ucap nya.


Aku tersenyum dan ingin keluar dari kamar nya Arga.


Arga menarik lengan ku membuat langkah ku terhenti.


Aku tersenyum dan mengangguk.


***


"Ini nasi goreng mu" Ujar ku memberikan sepiring nasi goreng yang sudah ku buat tadi.


Arga menyodorkan sesendok demi sesendok nasi goreng yang aku buat tadi ke dalam mulutnya.


"Ini teh hangat nya juga" Ujar ku.


"Duduk di sini temani ku sarapan" Pinta nya nya.


Aku duduk di samping nya Arga melihat nya makan dengan lahap nasi goreng yang ku buat.


"Kamu sudah sarapan?" Tanya nya.


Aku menggeleng. Mana sempat aku sarapan, baru saja aku ingin ke dapur mama mertua ku meninta ku untuk membangunkan Arga dan setelah itu Arga meminta ku untuk membantunya bersiap-siap.


"Ya sudah, sini makan bersama ku" Ujar nya.


"Gak perlu Ga, nanti juga aku akan sarapan jika sudah lapar" Ujar ku sungkan.


"Sudah jangan malu-malu gitu. Aku suapi ya, buka mulut nya" Ujar nya menyodorkan nasi goreng yang ku buat untuk nya tadi.


"Gak perlu Ga" Ujar ku menolak.


Tapi Arga melototi ku dengan tatapan yang memaksa membuat ku takut, dan mau tak mau aku pun menyambut sesuap nasi yang di sodorkan oleh Arga tadi kepada ku.


***


"Kelihatan nya lagi bahagia hari ini" Tanya Putra ketika mereka sedang janjian makan siang di sebuah restoran.


Arga tersenyum mendengar ucapan Putra.


"Iya hari ini aku senang banget Put. Tadi malam aku nginep di rumah mama. Jadi pagi ini aku merasa bahagia karena Rea dari melayani ku dengan menyiapkan ku makan, membantuku untuk bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, menemaniku makan. Aku seperti selayaknya seorang suami" Jelas Arga.


Putra tersenyum mendengar cerita dari sepupunya itu.


"Apa Sandra tidak melayani mu seperti Rea?" Tanya Putra.


Wajah yang tadinya tersenyum senang kini berubah menjadi murung. Arga menggelengkan kepalanya.


"Dia terlalu sibuk untuk mempersiapkan fashion show yang akan diselenggarakan beberapa waktu lagi. Jadi Sandra mencari seorang asisten rumah tangga yang bekerja separuh hari di rumah kami. Dia akan datang subuh-subuh ke rumah menyiapkan ku makan, mempersiapkan semua keperluanku untuk ke kantor dan setelah siang hari dia akan pulang ke rumahnya. Begitulah setiap hari yang aku lalui bersama Sandra"


"Ga, harus nya kamu itu bersikap tegas kepada Sandra. Kalian hanya tinggal berdua di rumah itu. Seharus nya dia meluangkan waktu yang lebih untuk mu"


"Mau tegas bagaimana? Kamu tahu sendiri Sandra itu terlalu ngeyel orang nya. Dia gak mau mendengarkan perkataanku dan dia akan melakukan apa yang membuatnya itu senang tanpa memikirkan perasaanku"


"Ga, kamu itu adalah suami. Harus nya dia mendengarkan perkataan mu bukan sebaliknya. Terkadang aku merasa aneh sama kamu Ga"

__ADS_1


"Aneh, aneh bagaimana?"


"Jika dengan Rea kamu sepertinya sangat tegas menunjukan taring mu seperti harimau. Sedangkan dengan Sandra hanya seujung Kuku saja" Ujar Putra memperagakan seujung kuku kepada Arga.


"Sudah lah jangan bahas masalah ini lagi" Pinta Arga.


"Sebentar ada yang mau aku tanyakan sama kamu"


"Apa?"


"Jadi, bagaimana keputusan mu? Apa kamu sudah memutuskan nya?" Ujar Putra.


"Keputusan apa?"


"Untuk Rea, apa kah kamu sudah memutuskan untuk melepaskan nya?"


Arga menggelengkan kepala.


"Belum" Ujar nya.


"Kamu ini Arga, sampai kapan kamu bersikap seperti ini? Kamu bilang waktu kalian hanya tiga bulan. Tapi sekarang sudah lebih dari tiga bulan" Ujar Putra.


"Gini lah Ga, jika kamu tetap seperti ini, lebih baik kamu lepaskan saja dia. Karena Rea berhak bahagia bersama orang yang bisa mencintai nya. Tapi jika kamu tidak mau melepaskannya, alangkah lebih baiknya kamu memperlakukannya dan melayaninya selayaknya seorang Istri memperlakukannya dengan baik juga. Jangan buat dia seperti ini. Di gantung tidak bertali" Jelas Putra.


Arga terdiam memikirkan apa yang di katakan oleh Putra kepada nya.


***


Sandra melihat ponsel nya untuk mengetahui siapa yang menghubungi nya.


"Hallo sayang" Jawab Sandra.


"Sayang, kamu masih sibuk di sana? Kapan kamu pulang? Hari sudah terlalu larut ini" Ujar Arga duduk sendirian di rumah nya untuk menunggu Sandra yang tidak juga pulang ke rumah.


"Aduh sayang, maaf kan aku. Aku masih ada sedikit pekerjaan di tempat acara besok. Aku harus memastikan bahwa semua nya di persiapkan dengan baik" Ujar Sandra terus sibuk mengontrol para pekerja nya untuk mendekor panggung tempat melakukan fashion show nanti.


"Sayang aku terus-terusan kamu tinggal sendirian di rumah. Katamu, kamu akan meluangkan waktu dan pulang cepat jika kita pindah ke rumah ini. Tapi nyatanya aku selalu saja ditinggal sama kamu seperti ini" Ujar Arga memijit kening nya yang terasa pening melihat istri nya.


"Sayang, kamu kan tahu sendiri aku ini sedang meniti karir ku. Jadi kamu harus nya ngerti dan dukung aku dong sayang" Ujar Sandra.


"Tapi tidak seharus nya aku di nomor sekian kan sama kamu"


"Aku gak menomor sekian kan kamu sayang. Aku tetap mengutamakan kamu. Tapi untuk saat ini aku mohon kamu mendukung karirku. Aku sedang meniti karir ku lo sayang. Ini debutku aku mohon kamu harus ngerti ya" Ujar Sandra lagi.


Arga hanya bisa menarik napas nya dalam-dalam dan di hembusnya kuat-kuat.


"Sayang, kamu kenapa diam?" Tanya Sandra.


"Sayang, jangan marah dong sama aku seperti ini" Ujar nya lagi.


"Sayang, aku mohon jangan membuat ku seperti ini" Ujar nya lagi.


"Sayang, jawab dong" Pinta nya.


"Sayang" Kata Sandra lagi.


"Iya, terserah kamu saja" Ujar Arga mengalah. Mau marah atau melarang pun tidak ada guna nya. Sandra pasti bersih keras akan tetap dengan karir nya.


"Kamu gak marah kan?"


"Gak"


"Benar?"


"Iya"


"Terima kasih ya sayang. Aku sayang sama kamu. Aku janji aku akan pulang setelah pekerjaan ku di sini selesai"


"Iya, aku sedang menunggu mu" Ujar Arga dengan nada datar nya.


"Oke sayang, Aku mau melanjutkan pekerjaanku agar cepat selesai. Sehingga aku bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama kamu. Kamu baik-baik di rumah ya sayang"


"Iya"


"I love you"


"Love you too" Ujar Arga menjawab dengan suara datar dan mematikan ponsel nya.


***


"Arga San?" Tebak Evi.


Sandra mengangguk.


"Dia marah?"


"Gak, hanya bertanya kapan aku pulang" Ujar Sandra.


"San, lebih baik kamu pulang gih. Kasihan Arga sendirian menunggu kamu di rumah"


"Gak bisa, aku harus memastikan bahwa persiapan fashion show untuk besok itu dipersiapkan dengan sempurna. Aku nggak mau ada cacat celah sedikitpun" Tegas Sandra.


"Tapi suami kamu sudah menunggu kamu di rumah ini. Sudah larut loh kasihan dia"


"Dia ngerti kok dengan pekerjaanku"


"Kamu dibilangin malah ngeyel. Jika nanti Arga berpaling darimu bagaimana? Siapa sih wanita yang gak suka sama Arga yang tampan dan mapan itu? Semua wanita juga pasti akan senang apabila didekatkan sama dia"


"Hus kamu ini Vi, jangan ngomong yang bukan-bukan deh"


"Makanya kamu itu seharusnya banyak meluangkan waktu untuk suami kamu. Jangan terus-terusan ditinggal seperti ini dong. Kasihan kan suami kamu dia kan juga butuh perhatian kamu, kasih sayang kamu"


"Iya nanti aku pasti akan meluangkan lebih banyak waktu lagi untuk Arga. Tapi untuk saat ini aku nggak bisa aku harus terbang di berbagai kota untuk mengadakan fashion show agar aku dikenal oleh orang banyak orang. Setelah impianku nantinya tercapai, ya aku pasti akan lebih meluangkan waktu untuk suamiku" Ujar Sandra.

__ADS_1


"Terserah kamu saja lah San. Aku sudah menasehati mu"


__ADS_2