Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Rencana


__ADS_3

Riko masih melamun melihat kepergian ku. Seketika hatinya remuk untuk yang kedua kali nya. Pertama mendapatkan kabar buru yang baru menimpa ku dan kini, aku akan menikah dengan orang itu. Yah baru saja dia ingin mengatakan akan melamar ku meski kondisi ku tidak seperti dulu. Dia mau menerima ku apa adanya. Namun, harapan itu musnah begitu saja. Mengingat aku akan di lamar oleh lelaki yang bernama Arga itu


"Jadi mereka akan datang untuk melamar minggu depan San? Tanya ayah ku membulat kan mata.


"Iya pak. Arga harus menunggu papa nya pulang dari luar kota" Jawab Santi memasukan martabak ke dalam mulut nya.


"Jadi dia benar-benar mau bertanggung jawab ya San?" Ibu menyempeli dari arah dapur membawa minuman.


"Alhamdulillah, ibu cukup kagum dengan Arga. Dimana dia mau benar-benar bertanggung jawab. Ibu pikir hanya omongan nya saja" Kata ibu sambil membagikan minuman yang di bawanya tadi.


"Iya buk, Ayah juga tidak menyangka buk. Ini pertanda baik untuk Rea" Kata ayah.

__ADS_1


Santi tersenyum senang mendengar pernikahan ku bersama Arga. Cepat aku menikah, maka semakin cepat pulak dia bisa meluluhkan hati Riko dimana Riko tidak mungkin mendekati aku yang sudah berstatus istri orang.


Santi yang terus-terusan mendesak Arga untuk secepat nya melangsungkan pernikahan.


"Jadi minggu depan Arga akan datang melamar terus dua hari setelah itu langsung di adakan ijab kobul. Mereka yang akan mempersiapkan acara nya. Jadi kita hanya tinggal ikuti saja dan terima bersih saja" Jelas Santi.


Aku tidak terlalu bersemangat untuk membahas pernikahan itu. Sesekali aku tatap wajah-wajah sekeliling ku. Ku dapati Riko sedang melamun. Tatapan nya penuh pertanyaan.


Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Ia hanya melamun tanpa memberi respon atau berkata sepatah katapun tentang rencana pernikahan ku.


"Kamu kenapa? Kenapa kamu melamun?" Tanya Santi basa basi. Padahal ia tahu betapa hancurnya hati lelaki itu mendengar pernikahan ku. Usaha nya untuk membuat Riko berhenti mengejar dan mengharapkan aku kini telah berhasil pulak.

__ADS_1


Sungguh takdir berpihak pada nya saat ini. Kini dia lebih memikirkan bagaimana cara menyingkirkan mu dari kantor. Dan merebut prestasi ku. Ia tentu saja dia akan melakukan itu. Mengingat aku memenangkan satu langkah dari nya dalam mencari konsumen. Dimana jika ia bisa memenuhi target nya ia akan di angkat jabatan nya kelak.


Sungguh Santi sangat bersemangat dengan hal itu. Penghalang satu-satunya adalah aku. Dan ia memikirkan bagaimana cara menyingkirkan ku dari kantor saat ini.


Sungguh musuh dalam selimut si Santi. Hanya karena rasa cemburu nya membuat persahabatan yang kami bangun selama bertahun-tahun bisa sirna sekejap mata.


Dan bodoh nya aku masih mempercayai nya sampai detik ini dan tidak tahu maksud kebaikan nya kepada aku dan keluarga ku.


"Rea, bagaimana?" Tanya Santi mulai bertanya kepada ku.


"Ha? Bagaimana apanya" Tanya ku sedikit heran.

__ADS_1


"Pernikahan mu?" Jawab nya.


"Aku....aku...ikut mana yang terbaik saja. Aku tidak berminat untuk membahas nya. Terserah bapak dan ibu bagaimana keputusan mereka. Aku yakin keputusan ibu dan bapak pasti yang terbaik untuk ku" Jawab ku apa adanya.


__ADS_2