Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Nasehat Evi


__ADS_3

Sandra membereskan semua barang-barang nya yang ada di rumah mereka tempati. Ia ingin pergi dari rumah itu meninggalkan Arga. Sejujurnya hati nya juga tersakiti saat ini.


Ia ingin menikah dengan Arga karena Arga akan melepaskan ku setelah tiga bulan pernikahan kami. Tapi nyata nya semua itu hanya lah omong kosong Hingga saat ini aku masih berstatus sebagai istri sah nya Arga.


"Aku sudah membereskan semua barang-barang ku. Aku rasa saat ini aku harus keluar dari rumah ini. Aku sudah gak tahan berada di sini" Ujar Sandra.


"Sangat mudah kamu berbicara seperti itu" Ujar Arga dengan sikap dingin nya. Berusaha menahan emosi nya saat ini melihat Sandra ingin pergi meninggalkan nya sendiri.


"Asal kamu tahu Sandra. Sebenarnya aku memang tidak pernah mau tinggal di rumah ini. Aku sanggup mengabaikan perasaan papa dan mama ku hanya ingin memenuhi keinginan mu pindah ke rumah ini. Tapi sekarang, kamu malah mau pergi meninggalkan ku?" Ujar Arga dengan intonasi suara yang lelah.


Iya saat ini ia memang lelah menghadapi masalah rumah tangga nya. Untuk marah-marah saja ia sudah tidak ada energi. Saat ini pasti kalian mengerti bagaimana lelah nya kondisi Arga bukan.


"Aku hanya ingin mencoba memberimu ketenangan" Ujar Sandra dengan judes nya.


"Apa maksud mu?"


"Gak, aku hanya merasa bahwa sekarang ini akulah yang menjadi penyebab semua masalah yang ada di dalam kehidupan kamu. Dan karena aku juga lah yang telah membuat cinta dan sayangmu kepadaku itu berpaling ke Rea. Jadi, alangkah baiknya aku pergi dari rumah ini sehingga kamu bisa membujuk istrimu itu untuk kembali kepadamu dan tinggal di rumah ini bersama kamu. Dan aku tidak mau peduli dan tidak mau ambil tahu tentang apa pun terhadap kalian. Terserah kalian saja" Ujar Sandra emosi.


Hati nya merasa tersayat saat mengatakan hal itu. Pasti jika kalian berada di posisinya Sandra akan merasakan hal yang sama. Sakit dan perih saat di hianati itu memang sulit untuk di lupakan.


"Sandra" Ujar Arga mendekati istri kedua nya. Namun, orang yang di dekati oleh Arga memalingkan wajah nya. Ia sana sekali tidak mau menatap mata nya Arga saat mereka berbicara.


Arga berdiri di samping nya Sandra.


"Sandra, kamu, kamu benar-benar telah berubah" Ujar Arga.


"Aku tidak pernah berubah. Kamu yang berubah, dan perubahan itu tidak pernah kamu sadari" Ujar Sandra mencoba merendahkan nada bicaranya.


Arga memijit kening nya yang mulai terasa pusing melihat sikap keras kepalanya Sandra yang tidak mau mengalah dan selalu ingin menang sendiri dan mengatakan bahwa dialah yang benar dan tidak ada salah nya dalam masalah ini.


"Kenapa dalam kondisi seperti ini kamu masih keras kepala dan tidak mau mengalah" Ujar Arga mulai habis kesabaran nya.


"Kamu tidak pernah memikirkan perasaan ku" Tambah nya lagi.


"Kenapa ya kamu mau memperpanjang masalah kita ini. Setiap kita bicara, pasti masalah nya akan semakin panjang dan lebar seperti ini. Aku sama sekali tidak suka akan hal ini" Ujar Sandra kini membalas meninggikan nada bicaranya.


Arga hanya diam, dia tidak tahu harus berkata apa lagi kepada istri ke dua nya itu. Sungguh istrinya itu sangat keras kepala dan tidak mau mengalah sama sekali kepadanya.


Sandra menarik napas nya dalam-dalam dan di hembuskan nya kuat-kuat.


"Oke Arga, tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi yang jelas saat ini aku mau keluar dari rumah ini dan pulang ke rumah kedua orang tuaku" Ujar Sandra meninggalkan Arga tampa mendapatkan izin dari Arga.


Arga hanya bisa menatapi kepergian istri kedua nya itu.


Sandra pergi mengendarai mobil nya dengan bercucuran air mata. Hati nya sangat terluka saat ini. Namun, ia masih keras kepala tidak mau mengalah dalam hal ini. Meski rasa sayang dan cinta nya nyata untuk Arga, namun ia tidak mau melepaskan keinginan nya untuk mengejar cita-cita nya.


***


"Sandra, sudah pulang" Tegur mama nya Sandra saat anak kesayangan nya itu masuk ke rumah nya.


"Sandra, dari mana kamu?" Tanya papa Sandra melihat putri nya membawa koper nya.


"Dari rumah pa, mengambil semua barang-barang ku di sana. Aku mau tinggal di sini lagi pa. Aku sudah gak tahan berada di rumah itu"


"Jadi, kamu pergi begitu saja dan meninggalkan suami mu begitu?" Tanya papa nya Sandra.


Walau bagaimana pun, papa Sandra tidak mau anak nya bertingkah seenak nya seperti itu. Ia pun merasa bahwa Sandra juga bersalah akan hal ini. Dimana Sandra selalu sibuk mengejar cita-cita nya tampa memikirkan perasaan suami nya yang selalu di tinggal sendirian di rumah.

__ADS_1


"Pa, aku rasa ini lah keputusan yang terbaik untuk aku dan Arga"


"Sandra, kamu sudah bicarakan hal ini kepada Arga?"


"Sudah lah pa, tidak ada yang perlu di bicarakan lagi pa. Jika ini yamg membuat anak kita bahagia, biarkan dia melakukan nya" Bela mama Sandra.


"Ma, papa gak mau anak kita mengambil keputusan terburu-buru. Papa gak mau dia menyesal nanti nya" Jelas papa Sandra.


"Sandra, lebih baik kamu istirahat di kamar mu" Ujar mama Sandra lagi.


Sandra pun pergi membawa koper ke dalam kamar nya.


***


Sandra duduk di atas meja kerja nya. Ia memijit kening nya yang terasa pusing dengan masalah yang menimpa keluarga nya.


Ia baru ingat bahwa surat yang aku tulis untuk nya masih belum ia baca. Ia merogoh tas nya untuk mencari surat yang ku tulis itu.


"Assalamualaikum wr. wb Sandra,


Aku tidak tahu harus mengatakan apa.. Saya tahu kata-kata maaf ku tidak mampu menghilangkan rasa amarah dan kecewa mu kepada ku. Aku telah mengingkari janji. Mungkin kamu benar, percaya atau tidak semua ini terjadi di kuat kemauan ku dan di luar kesadaran ku. Aku terlalu mengikuti perasaan ku. Mungkin Arga benar ini adalah satu kekhilafan, kekhilafan yang seharus nya tidak terjadi. Aku tahu kamu terluka. Tapi aku sangat berharap kamu bisa memaafkan ku. Dan aku juga berharap kepergianku ini bisa menjernihkan segala keadaan. Maafkan lah Arga atas kekhilafan nya. Aku tahu dia tidak pernah berniat untuk menduakan mu. Dia sangat mencintai mu.


Sandra, aku tahu, aku bukan siapa-siapa untuk mu. Tapi aku berharap kamu bisa menerima sedikit nasehat dari ku. Alangkah baik nya kamu lebih meluangkan waktu untuk Arga. Maaf sebelum nya aku tidak bermaksud lancang. Tapi apakah kamu tidak pernah berpikir, bahwa Arga memerlukan perhatian dari mu. Mungkin saat itu dia merindukan kemesraan mu sehingga kekhilafan itu terjadi kepada nya. Hanya kamu yang tahu apa yang Arga ingin kan. Aku harap hubungan mu dan Arga tidak terus-terusan keruh karena kehadiran ku. Sekali lagi, aku mohon maaf atas apa yang terjadi.


Wassalam"


"Hello" Tegur Evi membuat Sandra kaget.


"Serius amat. Lagi bacain apa sih?" Tanya Evi lagi.


Sandra hanya diam tidak menjawab sepatah kata pun. Sandra pun memberikan surat itu kepada Evi sahabat nya.


"Kelihatan nya sudah selesai. Dia sudah mengalah seperti ini. Tapi benar juga apa yang di bilang bahwa Arga memang memerlukan perhatian mu. Tapi kamu selalu sibuk dengan urusan mu. Sebab dia tidak mendapatkan perhatian dari mu maka nya dia berpaling kepada istri pertama nya itu" Ujar Evi.


"Tapi aku tidak merasakan hal itu. Hati ku berkata lain bahwa Arga memang sudah jatuh cinta kepada Rea" Akhirnya Sandra bersuara.


"Tapi bukan kah madu mu sudah mengalah?"


Sandra tersenyum mengejek.


"Tidak ada gunanya lagi dia mengalah karena hati Arga bukan hanya untukku saja hatinya kini telah terbagi. Dan aku tidak mau berbagi suami" Ujar Sandra.


"Jadi intinya masalah mu dan Arga belum kelar?"


"Belum kelar karena dia sudah ada hati untuk Rea"


"Mungkin perasaan mu saja"


"Gak, aku yakin. Sangat-sangat yakin" Ujar Sandra penuh keyakinan.


"Jika begitu, kamu harus memenangkan hati nya Arga kembali"


"Say, please deh. Aku bukan jenis wanita yang seperti itu. Dari dulu selalu nya laki-laki yang selalu mengejar-ngejar ku. Bukan aku yang malah tebar pesona seperti itu, nggak aku bukan orang yang seperti itu" Ujar Sandra dengan rasa gengsi yang tinggi.


"Ya ampun Sandra, kamu ini egois banget sih. Kamu sayang gak sama Arga?"


"Sulit untuk di jelaskan" Ujar Sandra.

__ADS_1


"Itu lah, karena selama ini laki-laki yang selalu mengejar mu. Bukan kamu yang selalu mengejar-ngejar laki-laki. Tapi sekarang ini sudah berbeda Arga itu sudah menjadi suami kamu suamimu yang sah dan kamu harus bisa menurunkan egomu itu untuk mempertahankan rumah tangga kalian" Nasehat Evi.


"Ini bukan masalah perasaan ego atau tidak nya. Arga telah memberiku satu pilihan yang harus aku pilih. Jika aku pergi ke Jakarta itu arti nya pernikahan kami berakhir. Aku harus menolak tawaran itu demi dia"


"Jadi apa keputusan mu?"


Sandra diam memikirkan keputusan nya.


"Aku akan tetap pergi ke Jakarta. Ini adalah kesempatan ku untuk mencapai cita-cita ku. Peluang ku untuk bekerja sama dengan desainer terkenal di Paris hanya ini lah jalan nya" Ujar Sandra masih dengan keras kepala nya.


"Apa kamu sudah gila San? Itu arti nya pernikahan mu dan Arga akan berakhir" Evi tampak kaget dengan keputusan Sandra.


"San, tolong kamu pikirkan lagi masalah ini. Tolong kamu jangan membuat keputusan terburu-buru. Jangan kamu meninggalkan suami kamu hanya untuk mengejar cita-cita kamu. Aku nggak mau nantinya kamu akan menyesal" Ujar Evi lagi mencoba menyadarkan Sandra.


"Menyesal? Evi, perlu kah aku berkorban untuk laki-laki yang sudah menikam ku dari belakang, yang sudah membohongi aku, yang sudah mengingkari janjinya. Kemarin aku sudah berkorban untuk dia dan sekarang aku tidak mau berkorban yang kedua kalinya untuk laki-laki yang seperti itu" Ujar Sandra dengan amarah dan kekecewaan di hati nya.


"Sandra, tolong lah jangan membuat keputusan yang terburu-buru. Tidak mungkin kamu meninggalkan Arga dalam keadaan kalian yang seperti ini. Dan satu lagi kamu juga tidak harus menyalakan dia sepenuhnya seperti ini. Kamu juga bersalah dalam hal ini. Di mana kamu tidak memberikan perhatian sepenuhnya kepada dia"


"Gak, ini memang keputusan yang terbaik" Sandra tidak mau mengubah keputusan nya.


"Sandra, apa benar Arga ingin pisah dari kamu atau ini hanya menggertak kamu saja"


Sandra menarik nafasnya dalam-dalam dan di hembuskannya kuat-kuat.


"Jika dia tidak serius dengan keputusannya, Aku yang akan serius dengan keputusanku ini. Karena aku rasa ini lah alasan aku dulu yang tidak mau menikah dengannya. Tapi ketika aku tahu dia menikah dengan Rea, entah kenapa aku berubah pikiran dan aku menerima lamarannya. Seharus nya aku harus tetap pendirianku dari dulu. Aku harus mengejar cita-citaku terlebih dahulu, baru nantinya aku akan memikirkan masalah pernikahan" Ujar Sandra menyesali keputusannya untuk menikah dengan Arga waktu itu.


"Terserah kamu San. Aku hanya bisa berharap kamu tidak akan menyesal nantinya" Evi mulai. lelah menasehati sahabat nya itu.


"Pernikahan ini yang membuat ku menyesal" Ujar Sandra.


"Astaga Sandra, seolah-olah kamu mengatakan hidup itu karena kamu tidak pernah mencintai Arga selama ini"


"Vi, aku bukan tidak mencintai Arga, kamu harus tahu mencintai dan pernikahan ini itu adalah hal yang berbeda. Jujur aku sangat mencintainya Aku sayang sama dia tapi aku belum siap untuk menikah dengannya karena ini aku tidak mau dibatas-batasi seperti ini. Aku membuat kesalahan karena aku telah setuju menikah dengannya dulu" Ujar Sandra.


Evi hanya bisa menarik napas berat nya.


"Entah Sandra. Aku pun nggak tahu harus bilang apa lagi sama kamu. Karena kamu memang keras kepala. Hanya saja aku minta kamu harus memikirkan ini masak-masak. Aku tidak mau kamu menyesal untuk yang kedua kali nya"


"Sandra, jangan membuat keputusan yang terburu-buru" Nasehat Evi lagi meninggalkan Sandra di meja kerjanya. Wanita itu tampak memikirkan apa yang baru saja Evi sabatnya itu katakan.


***


"Kenapa lagi Arga? Ada masalah apa?" Tanya Putra melihat sahabat sekaligus sepupunya itu datang ke kantor nya dengan wajah yang kusut.


Arga duduk di hadapan Putra. Dimana Putra sedang duduk di meja kerjanya.


"Ada apa?" Tanya Putra lagi.


"Aku sekarang bingung. Aku pusing dengan masalah ku ini. Sekarang aku tidak tahu harus mencari Rea kemana?"


"Kenapa pusing, kamu coba aja hubungi dia. Telfon dia kan bisa.. Sekarang sudah zaman canggih sobat" Ujar Putra lagi.


"Masalah nya, aku tidak ada nomor ponsel nya"


"Ha? Kamu tidak ada nomor ponsel nya? Hampir setahun kalian menikah dan kamu tidak ada nomor kontak nya?" Ulang Arga kaget.


"Nomor nya yang dulu aku ada, hanya saja semenjak ia memutuskan pergi dari rumah, dia mengganti nomor ponsel nya. Aku jadi tidak bisa menghubungi dia" Jelas Arga

__ADS_1


"Putra, aku sangat merindui nya. Sangat-sangat rindu" Ujar Arga menitik kan air mata nya. Hati nya hancur karena di tinggal oleh istri pertamanya itu.


__ADS_2