Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Bunglon


__ADS_3

[Sayang, kamu dimana?] Pesan dari Sandra.


Arga mengambil ponsel nya yang berdering karena notifikasi pesan dari Sandra. Ia baru membenarkan kancing baju kemeja nya yang sebelum mengambil ponsel nya.


[Masih di rumah] Balas Arga.


[Hari ini ada waktu untuk ku?]


[Tentu saja ada. Emang kamu mau kemana?]


[Aku mau jalan-jalan sama kamu. Besok aku sudah harus pulang ke Paris. Jadi aku mau hari ini waktu mu hanya untuk ku]


[Tentu saja sayang, apa sih yang gak buat kamu]


Sandra membalas pesan Arga dengan emod love.


***


Arga menuruni tangga menuju meja maka untuk sarapan.


"Arga, silahkan duduk" Ujar ku pada suami ku. Tersenyum dengan ramah.


Bukan balasan senyuman yang ku dapatkan, kembali tatapan tajam yang di lontarkan kepada ku.


Deg....


Aku menunduk, tak lagi berani menatap mata tajam nya itu.


"Baru saja ia bersikap manis kepada ku. Sekarang malah kembali cuek bebek" Batin ku.


"Mau aku ambilkan sarapan nya?" Tawar ku terus menunduk tidak mau menatap nya.


"Gak usah, aku bisa sendiri" Ujar nya.


"Arga, apa salah nya Rea mengambilkan sarapan mu. Toh sekarang dia sudah menjadi istri mu. Wajar kan kalau dia harus melayani mu?" Ujar Rina.


"Nggak perlu ma aku bisa sendiri kok" Ucap nya dengan nada datar nya.


Arga langsung menyambar sepotong roti yang ada di meja makan itu dan mengoles nya dengan slei coklat kesukaan nya.


"Ini cowok ada sakit apa sih? Tadi bersikap baik dengan ku. Sekarang berubah lagi. Seperti bunglon saja berubah-rubah" Batin ku.


"Ma, pa aku pergi dulu ya" Ujar Arga.


"Kamu hati-hati ya nak" Ujar Rina.


Arga mencium punggung tangan mama nya dan tak lupa mencium hangat pipi mama nya. Begitu pun dengan papa nya. Arga mencium punggung tangan papa nya.


Aku mengikuti Arga hingga ke depan pintu. Ya sebagai istri yang baik aku harus mengantar suamiku bukan untuk berangkat kerja hingga ke depan pintu.


Aku mengulur tangan ku untuk bersalaman dengan nya.


Arga menatap tangan ku dan beralih menatap ku. Lama ia merenungi sikap ku demikian.


"Kamu ngapain?" Tanya nya.


"Aku hanya ingin mencium tangan mu. Meskipun aku tahu kamu tidak menyukainya. Tapi setidaknya sebagai seorang istri aku harus mencium tanganmu sebelum kamu berangkat kerja. Selama 3 bulan kedepan aku harus memperlakukan kamu selayaknya sebagai suamiku. Meskipun aku tahu kamu akan sulit menerima aku ke dalam hidupmu. Tapi izinkan aku ya untuk mencapai surganya Allah dengan mengabdi kepadamu" Kata ku masih dengan menunduk tidak mau menatap mata tajam nya.


Tanpa aku sadari, ia menyambut jabatan tangan ku.


Aku menatap nya dengan kaget. Tak menyangka bahwa ia mau menyambut tangan ku.


Aku langsung mencium punggung tangan suami ku.


Yah, meski dia melihat ku antara acuh tak acuh. Tapu tetap saja aku senang melihat nya bersikap seperti itu.


Aku tersenyum senang saat mobil Arga meninggalkan ku. Ku tatap kepergian mobil suami ku dengan rasa berbunga-bunga.


"Memang bunglon" Ujar ku.


***


"Sayang" Ujar Sandra masuk ke dalam mobil nya Arga. Arga menjemputnya di apartemen milik Sandra.


Gadis cantik itu langsung menancap kan ciuman hangat di pipi suami ku.


"Lama menunggu?" Tanya Arga penuh dengan ramah.


"Gak kok. Aku baru saja turun ke loby. Eh tahu-tahu kamu sudah sampai" Jawab gadis itu.


"Mau kemana kita?" Tanya Arga dengan menjalankan mobil nya.


"Hmm.... Kemana ya?" Sandra tampak berpikir.


"Terserah kamu aja deh mau membawa ku kemana. Yang jelas, aku mau bersama kamu terus selama seharian ini" Ujar Sandra menyandarkan kepalanya di bahu Arga.


"Oke, hmm.... Dimana ya tempat yang seru untuk kita berdua?" Arga pun tampak berpikir.


"Ha, bagaimana jika kita pergi ke karaoke saja. Yah hitung-hitung untuk menghilangkan kesentuhkan juga" ujar Arga memberi saran.

__ADS_1


"Sepertinya itu ide yang bagus. Ya sudah kalau begitu kita ke sana saja kita habiskan waktu kita berdua ya" Jawan Sandra dengan penuh semangat.


"Siap tuan Putri kita akan meluncur ke sana" Ujar Arga.


***


Arga dan Sandra berkaraoke bersuka ria di sebuah tempat karaoke yang cukup terkenal di kota itu.


"Sayang, berat rasa hati ku untuk meninggalkan kamu di sini" Ujar Sandra kembali bergelayut di lengan nya Arga.


"Tapi harus bagaimana? Aku juga mau mengejar karir ku. Lagian waktu nya juga tidak lama, hanya beberapa bulan saja" Tambah nya lagi.


"Aku harap kamu bisa mengerti ya sayang. Aku gak mau kesempatan di depan mata akan ku sia-siakan begitu saja" Ujar nya lagi.


"Iya sayang, aku akan selalu mendukung keputusan kamu. Meski aku juga berat untuk LDRan sama kamu lagi" Jawab Arga.


"Oh ya sayang,. kamu juga harus ingat. Bahwa kamu jangan melakukan hal bodoh seperti kemaren. Dan aku juga gak mau ya kamu bisa jatuh cinta sama istri kamu itu"


"Gak dong sayang. Aku kan sudah berjanji sama kamu aku akan selalu mencintai kamu. Dan kamu juga tahu sendiri bahwa aku menikahinya karena terpaksa. Waktu kami menikah juga tidak akan lama lagi" Ujar Arga meyakini Sandra.


"Iya,iya aku percaya kok sama kamu sayang. .Aku pegang ya janji-janji kamu. Dan ketika aku pulang nanti aku maunya kita akan segera menikah"


"Iya kita pasti akan menikah" Ujar Arga.


Mereka pun saling berpelukan menjalin kehangatan karena sebentar lagi mereka hanya akan merasakan kerinduan yang teramat dalam karena cinta jarak jauh


***


"Sudah jam Sembilan malam, Arga masih belum pulang" Ujar ku merasa cemas karena Arga jam segini belum juga pulang.


"Apa Arga pergi bersama Sandra?" Pikir ku.


"Aduh, kenapa aku merasa perih sih di hati ini ketika aku membayangkan mereka bertemu. Padahal Arga kan sudah pernah bilang dia tidak akan mungkin bisa melepaskan sandra karena dia sangat mencintai Sandra. Dan dia juga bilang kalau aku nggak boleh marah atau merasa cemburu jika mereka masih berhubungan. Karena dia menikahi ku hanya untuk menutupi statusku saja bukan berdasarkan cinta" Ujar ku lagi.


"Ya Allah sadarkan lah hati ini. Jika cinta ini hanya bertepuk sebelah tangan. Jangan membuat hati ini terlalu berharap kepada insan yang belum tentu menganggap ku ada" Doa ku dalam hati sambil memejamkan mata ku.


***


"Kamu ngapaian?" Tegur seseorang membuat ku bergegas membuka mata ini.


"Arga kamu sudah pulang?" Tanyaku dengan ramah.


"Ya iyalah aku sudah pulang. Kalau aku belum pulang terus siapa dong yang berada di depanmu ini?" Jawabnya dengan ketus.


"Aku, aku hanya, hanya sedang menunggumu pulang" Jawab ku terbata-bata.


"Ngapain juga kamu nunggu aku pulang? Lebih baik kamu tidur aja nggak usah menunggu aku pulang" Jawab nya dengan suara datarnya.


"Nggak perlu lah kamu lakuin itu. Lagian kita kan menikah bukan beneran. Maksudnya kita kan menikah hanya sekedar status aja. Jadi tidak seharusnya kamu bersikap selayaknya seorang istriku" Ujar nya.


Deg....


Terasa hati ini di tusuk sembilu. Perih ketika Arga mengucapkan kita menikah hanya sebagai status saja.


Meski aku sudah mengetahui bahwa tentang status pernikahan kami, tapi tetap saja ketika Arga menyebutnya kembali membuat hati ini terasa perih.


"Kenapa kamu bengong?"


"Gak, gak ada apa-apa kok" Jawab ku.


"Jangan berharap lebih dengan ku ya. Ingat aku hanya mencintai satu wanita saja. Yaitu Sandra" Ujar nya lagi berlalu meninggalkan aku terpatung dalam sendirian.


Deg...


Kembali hati ini terasa seperti di tusuk oleh pedang.


"Ya Ga, aku tahu itu. Aku sadar itu semua. Tapi tidak perlu kamu mengatakan itu lagi kepadaku. Rasa nya sakit Ga, perih rasanya" Batin ku.


Arga menghentikan langkah nya melihat ku masih berdiri mematung.


"Malah bengong, ngapain kamu masih di situ mau tidur di sini?Ayo masuk" Ajak nya menyadarkan lamunan ku.


"Kamu udah makan?" Tanya ku basa basi.


"Udah kok, kamu tenang saja, aku bisa kok mengurus diriku sendiri. Jadi kamu jangan sok perhatian seperti itu kepadaku. Aku sudah makan kok tadi" Ulang nya lagi.


Deg...


Lagi lagi perkataan Arga membuat hati ini terasa pedih. Padahal aku hanya ingin bersikap baik kepadanya sebagai seorang istri. Namun ia malah bersikap acuh tak acuh kepadaku dan seolah-olah aku ini hanya mencari perhatiannya saja. Padahal aku melakukannya dengan tulus tanpa ada pamrih apapun.


***


"Kamu tidur di kasur saja. Biar aku tidur di sofa" Saran Arga saat kami siap-siap ingin tidur.


"Tapi...."


"Udah jangan banyak tanya kamu tidur aja di kasur biar aku di sofa. Lagian aku nggak tega melihat kamu tidur di sofa" Uangnya lagi.


Kling....

__ADS_1


Notifikasi ponselnya Arga berbunyi.


[Sayang aku gak bisa tidur, Kamu bisa gak datang ke apartemen ku] Pesan dari Sandra.


[Kamu temannya aku ya malam ini. Kan malam ini, malam terakhir kita bertemu. Ya aku mau kamu menemani aku malam ini agar aku bisa tidur dengan tenang di samping kamu boleh ya] Pesan nya lagi.


[Oke sayang aku akan ke sana] Jawab Arga.


Arga bersiap-siap memakai pakaian bagus.


"Arga, kamu mau kemana?" Tanya ku penasaran.


"Bukan urusan kamu, kamu tidur aja!" Titah nya.


"Tapi kan hari kan sudah malam Ga. Lebih baik kamu istirahat aja" Ujar ku.


"Sudah kubilang ini bukan urusan kamu kamu tidur aja nggak usah bawel deh" Ujarnya kesal.


Aku langsung terdiam saat Arga berkata seperti itu. Padahal aku hanya bermaksud ingin menyuruhnya istirahat karena hari sudah larut malam. Agar besok dia bisa bangun pagi dengan fresh.


Arga meninggalkan ku yang masih terdiam tanpa bersuara.


"Apa Sandra yang menghubungi nya tadi?" Batin ku


***


"Sayang, akhirnya kamu datang juga" Sandra menyambut Arga dengan penuh kehangatan.


"Malam ini, kita habiskan waktu kita berdua ya" Ujar nya lagi.


"Iya sayang. Kita akan menghabiskan waktu kita bersama" Jawab Arga tersenyum manis di hadapan gadis impiannya.


***


"Arga, dari mana saja kamu?" Tanya Rudi saat melihat Arga baru pulang ketika waktu menunjukan pukul tujuh pagi.


"Tadi malam Arga lembur pa. Ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan pagi ini" Jawabku memberi alasan kepada papa mertuaku.


Arga menatap ku heran karena aku telah membela nya pagi ini.


"Ya sudah, jika begitu mari kita sarapan bersama" Ajak Rudi.


***


"Eh, terima kasih" Ucap Arga kepadaku saat aku sedang mencuci piring kotor sarapan tadi pagi.


"Terima kasih untuk apa?" Tanya ku.


"Untuk pembelaanmu terhadapku. Jika kamu tidak memberikan alasan itu kepada papa aku yakin papa akan marah besar kepadaku. Jadi terima kasih ya kamu sudah menolongku pagi ini" Ujar nya lagi.


"Iya sama-sama aku hanya tidak mau kamu dimarahin sama papa dan kalian akan bertengkar lagi. jadi aku memberikan alasan itu supaya Papa tidak marah kepadamu" Jawab ku terus melanjutkan pekerjaan ku.


"Nanti malam, aku mau mengajak mu makan malam. Yah sebagai ungkapan terima kasih ku kepada mu karena telah membelaku" Ujar nya.


"Makan malam?"


"Iya makan malam di luar. Kamu mau kan?" Ulang nya lagi.


Aku tersenyum sambil mengangguk menyetujui ajakannya Arga.


"Oke kalau begitu kita akan pergi sekitar jam tujuh gitu ya" Ujar nya meninggalkan aku sendirian di dapur dengan pekerjaan ku yang masih tertumpuk.


"Oke" Balas ku.


Aku kembali melanjutkan pekerjaanku.


"Alhamdulillah semakin ke sini, sepertinya Arga semakin berubah dan dia semakin bersikap manis kepadaku semoga saja ke depannya hubungan kami akan jauh lebih baik" Batin ku sambil tersenyum sendiri.


"Ya Allah terima kasih atas perubahan Arga kepadaku hari ini. Aku mohon kepadamu ya Allah semoga sikap warga akan semakin baik di depannya kepadaku. Aku percaya hanya Engkaulah yang bisa membolak-balikkan hati manusia" Doa ku lagi.


***


"Kamu ngapain? Baru juga jam sembilan pagi. Mau solat apa kamu?" Tanya Arga melihat ku memakai mukena.


"Aku mau melaksanakan salat dhuha di mana salat dhuha itu dilakukan pada pagi hari. Tujuannya Semoga Allah memperlancarkan rezeki setiap orang yang ada di rumah ini" Jelasku kepada Arga.


"Sepertinya kamu sering salat ya"


"Loh kok kamu bertanya seperti itu sih? Bukannya kita sebagai seorang muslim itu harus melakukan salat. Salat itu kan kewajiban bagi kita. Emang kamu nggak pernah salat?"


"Pernah tapi sudah lama dan aku juga sudah lupa bacaannya seperti apa" Ujar nya.


"Mau aku ajarin?" Tawar ku.


"Percaya deh sama aku setiap kamu dalam menghadapi masalah. Seberapapun itu jika kamu salat bercerita kepada Allah tentang keluh kesah kamu. Insya Allah Allah akan memberikan jalan keluar dan ketenangan untuk diri kamu" Jelas. ku.


Kling...


Kembali notifikasi ponsel nya Arga berbunyi.

__ADS_1


[Sayang, satu jam lagi pesawat ku akan take off. kamu bisa kan anterin aku ke bandara? Kan kamu udah janji kamu mau nganterin aku hari ini] Pesan dari Sandra.


[ Oke Sayang aku akan nganterin kamu ke bandara Sebentar ya aku ke sana] Balas Arga.


__ADS_2