
Aku memutus kan untuk meninggalkan rumah yang telah aku tempati selama hampir setahun itu. Rumah di mana Rina dan Rudi memperlakukan ku selayak nya anak sediri.
Rumah yang telah memberikan kenangan manis dan pahit itu. Rumah yang tempat sebagai saksi bisu atas penyatuan cinta ku dan Arga. Bagi ku cinta, tapi tidak tahu dengan Arga apakah benar dia mencintai ku atau hanya mempermainkan perasaan ku saja.
Entah lah hati orang siapa yang tahu.
Sandra memutuskan untuk pulang ke rumah kedua orang tua nya setelah dua minggu meninggalkan rumah. Kali ini, dia pun memutuskan untuk pergi kembali dan beraktifitas di kantor nya lagi.
"Pa, apa Sandra ada?" Tanya Arga mengetuk pintu rumah mertua nya untuk memastikan istri kedua nya apa ada atau tidak di sana.
"Sandra, ada" Ujar Papa mertua nya.
"Ayo masuk" Tambah nya lagi.
"Sandra ada di kamarnya. Kamu masuk saja"
"Terima kasih pa" Ujar Arga langsung menuju kamar Sandra.
***
"Arga, kamu ngapain di sini?" Sandra kaget saat Arga tiba-tiba datang ke rumah papa dan mama nya.
"Aku ke sini mau bertemu dengan kamu. Sudah dua minggu aku mencari mu. Kamu kemana saja selama ini?"
"Oh, masih mencari ku? Ku pikir kamu sudah tidak perduli lagi dengan diri ku. Kenapa masih mencari ku? Kenapa tidak asyik-asyikan dengan istri yang kamu sayangi itu" Ujar Sandra dengan penuh emosi.
Tanpa sengaja mama nya Sandra lewat di depan kamar Sandra dan mendengar obrolan Sandra dan Arga.
"Istri? Istri siapa maksud kamu?" Tanya mama nya Sandra.
Arga dan Sandra kaget mendapati tiba-tiba mamanya Sandra muncul di hadapan mereka.
"Sandra, Arga, kita perlu bicarakan hal ini. Apa yang kalian sembunyikan selama ini kepada kami? Mama dan papa akan tunggu kalian di ruang tamu untuk menjelaskan semua nya" Ujar mama Sandra langsung pergi meninggalkan anak dan menantunya yang masih syok dengan kehadirannya secara tiba-tiba.
***
"Sandra, Arga apa yang sebenar nya terjadi? Kenapa tadi mama dengar bahwa Sandra mengatakan kamu tidak asyik-asyikan dengan istri yang kamu sayangi? Bukan kah istri kamu adalah Sandra? Apa ada istri lain selain Sandra?" Tanya mama mertua Arga itu.
Arga dan Sandra tampak saling pandang. Mereka masih bingung harus menjelaskan hal ini dari mana.
Arga menarik napas nya dalam-dalam dan di hembuskan nya kuat-kuat.
"Ma, pa maaf kan aku. Sebenar nya sebelum aku menikah dengan Sandra aku sudah menikah dengan wanita lain" Arga mulai menceritakan kisah rumah tangga nya kepada mertua nya yang telah lama mereka sembunyikan itu.
Mama dan papa Sandra tampak kaget. Mereka tidak menyangka bahwa anak nya telah di madu oleh Arga.
"Apa? Tapi kenapa?" Tanya mama Sandra.
"Aku menikah dengan wanita itu karena terpaksa. Ada kekhilafan yang aku lakukan kepada nya"
"Terus kamu Sandra, kenapa kamu mau menikah dengan Arga. Padahal kamu tahu bahwa Arga sudah memiliki istri" Tanya mama Sandra.
"Karena Arga dan Rea berjanji tidak akan terjadi apa pun di antara mereka. Dan Mereka pun berjanji bahwa mereka akan berpisah setelah usia pernikahan mereka 3 bulan. Tapi entah mengapa hingga saat ini Arga belum bisa melepaskan wanita itu. Mungkin karena dia mulai mencintainya dan mengingkari janji kepadaku tentang tidak akan terjadi apapun di antara mereka" Jelas Sandra terlihat sedikit emosi.
Mama sandra tersenyum mengejek mendengar penjelasan dari putri nya. Ia memang sangat kecewa dengan menantu nya dan juga dengan putri nya karena telah menyembunyikan semua rahasia besar ini kepada mereka.
Sedangkan papa Sandra hanya bisa diam tidak tahu harus berkata apa. Jujur juga ia pun merasa kecewa. Namun apa lah daya semua sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur. Jadi mau tak mau, suka tidak suka ia pun harus menerima nya.
"Sandra rahasia ini kamu sembunyikan dari kami? Pantas saja kamu tidak mau kami ikut campur masalah pernikahan kalian" Ujar papa Sandra akhir nya bersuara.
"Maaf pa, aku benar-benar minta maaf. Aku memang sangat mencintai Sandra. Aku memang ingin menikah dengan nya"
__ADS_1
"Jika bener kamu mencintai Sandra Kenapa kamu tidak menceraikan wanita itu?" Ujar mama Sandra dengan penuh emosi.
"Mama, maafkan aku ma, aku tahu saat ini mama sedang marah. Tapi aku mohon kepada mama dan papa untuk memberikan aku kesempatan agar aku bisa menyelesaikan masalah rumah tanggaku ini" Arga memohon.
"Jangan bicara seenak nya ya kamu Arga. Mama gak mau anak mama di madu. Jika kamu memang mencintai Sandra, ceraikan wanita itu. Jika kamu mencintai wanita itu, ceraikan Sandra. Kamu pikir, Sandra gak laku apa? Masih banyak laki-laki di luar sana yang bisa menerima anak mama" Ujar wanita paruh baya itu lagi.
"Mama, tolong berikan aku kesempatan" Ujar Arga lagi.
"Ma, biarkan Arga dan Sandra bicarakan masalah ini baik-baik biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka" Ujar papa Sandra. Walaupun merasa kecewa, tapi papa Sandra tidak mau melihat rumah tangga anak nya berakhir dalam perceraian. Ia masih berharap rumah tangga anak nya bisa di perbaiki.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi pa. Jika begini cara nya, memang bagus kamu pergi ke Jakarta lagi untuk melanjutkan kerja sama mu di sana. Dan semoga saja kamu akan sukses di sana?" Ujar mama Sandra.
"Tunggu, Jakarta? Kamu mau pergi ke Jakarta lagi? Kenapa aku sama sekali tidak tahu hal ini?" Tanya Arga kaget. Ia sangat kaget atas rencana Sandra. Ia sama sekali tidak tahu bahwa Sandra akan pergi ke Jakarta dalam waktu yang lama karena ada kerjasama dengan desainer terkenal. Dan pasti ini akan memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Karena jika kerjasama ini berhasil, Sandra akan berangkat ke Paris untuk mengadakan kerja sama lagi dengan desainer yang ada di negara yang memiliki menara Eiffel.
"Aku ke sana untuk meniti karirku, untuk pekerjaanku dan jika aku berhasil, aku akan berangkat ke Paris dan bekerjasama dengan beberapa desainer di sana sehingga aku bisa mewujudkan impianku selama ini" Ujar Sandra.
"Oke, selamat atas karir mu. Selamat karena sebentar lagi impian kamu tercapai. Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku tentang hal ini sebelumnya. Sebenarnya kamu ini menganggap aku apa? Suami macam apa aku di mata mu?" Tanya Arga sedikit emosi.
"Suami seperti apa kamu tanya? Oke aku jawab. Kamu adalah suami yang curang terhadap aku. Suami yang munafik, yang sudah menusukku dari belakang, pembohong yang telah mengingkari janji-janji kamu terhadap aku istrimu" Ujar Sandra dengan penuh emosi.
Arga tersenyum mengejek dan menggangguk-ngangguk kan kepala atas penilaian Sandra terhadap dirinya. Ia benar-benar merasa kecewa dengan apa yang Sandra ucapkan.
"Oke, terima kasih atas penilaian kamu terhadap aku. Tapi apakah kamu pernah bertanya kenapa aku bisa seperti ini? kenapa aku bisa berpaling ke Rea saat ini? Kamu selalu sibuk dengan urusan karir mu. Kamu sama sekali tidak ada waktu untukku. Jika kamu pulang ke rumah kamu membawa semua pekerjaan kamu ke rumah. Aku selalu tinggal sendirian oleh kamu. Aku butuh kamu di samping ku. Tapi dimana kamu? Kamu tidak bisa menyalahkan aku seratus persen dengan masalah ini kamu lihat semua ini juga terjadi karena ulahmu yang selalu sibuk mengejar karirmu tanpa memikirkan perasaanku" Ujar Arga dengan nada yang tinggi.
Mama dan papa Sandra saling pandang melihat pertengkaran anak dan menantu nya di hadapan mereka.
"Jadi maksud kamu, ini adalah salah ku. Kamu menyalakan aku atas semua yang terjadi selama ini kepada kita. Kamu melakukan hal ini untuk membersihkan nama baikmu dan Rea. Kamu dan Rea sama-sama munafik. Kalian sudah membohongi ku. Dan aku tidak bisa terima semua ini" Ujar Sandra membalas dengan nada yang tinggi pula.
"Sandra, rendah kan suara mu jika berbicara dengan suami mu" Nasehat papa Sandra.
"Pa, anak kita sudah di sakiti seperti ini. Papa masih membela Arga atas apa yang dia lakukan terhadap Sandra? Memang pantas Sandra seperti ini terhadap Arga pa" Bela mama Sandra.
"Sandra, aku tidak mengizinkan mu pergi" Ujar Arga setelah lama terdiam. Arga pun pergi keluar dari rumah mertua nya itu.
Sandra mengejar Arga.
"Aku tetap akan pergi" Ujar Sandra mengikuti langkah kaki Arga yang sudah berada di luar rumah.
Arga menghentikan langkah nya. Menatap Sandra dengan penuh rasa kesal di hati.
"Aku tidak akan mengizinkanmu pergi. Sekarang kamu harus pilih antara aku dan karir mu" Akhir nya Arga bersikap tegas.
"Lo, Arga gak bisa seperti ini dong. Bukankah sebelumnya kita telah sepakat bahwa kamu mengizinkan aku untuk mengejar karirku hingga cita-citaku tercapai tapi kenapa sekarang kamu berubah haluan" Ujar Sandra masih dengan keras kepala nya.
"Kenapa tidak dari dulu kamu meminta ku untuk memilih kenapa baru sekarang?" Tanya Sandra.
"Oh aku tahu" Tambah nya lagi tersenyum mengejek.
"Kamu melakukan semua ini agar kamu bisa selalu berada di sisinya Rea kan? Agar kamu bisa berduaan sama dia kan?. Dulu kamu bisa mengerti pekerjaan ku, kamu dukung karir ku. Tapi sekarang kamu seperti ini karena kamu telah mencintai Rea kan?"
"Apa maksud kamu. Ini adalah masalah kita dan tidak ada sangkut pautnya sama Rea" Ujar Arga.
"Mengerti ada tahap nya juga ya, janji ku kepada mu bukan berarti kamu boleh menginjak-injak kepala dan harga diri ku sebagai seorang suami" Tegas Arga.
"Aku rasa kamu sudah melampaui batas. Kamu mengambil keputusan seenak nya tampa membicarakan nya terlebih dahulu kepadaku. Aku merasa kamu tidak menganggap ku ada. Jika benar kamu menganggap ku suamimu, Jika benar kau mencintaiku dan menyayangiku kamu pasti membicarakan hal ini kepadaku terlebih dahulu bukan malah mengambil keputusan sendiri seperti ini" Ujar Arga.
"Sekarang begini saja. Terserah kamu mau melakukan apa. Aku sudah tidak perduli. Terserah" Tegas Arga lagi.
"Oke Fine.... " Jawab Sandra.
***
__ADS_1
Arga melamun di meja kerja nya. Memikirkan kekacauan yang terjadi di dalam rumah tangga nya. Rudi masuk ke dalam ruangan itu untuk mengambil alih perusahaan karena ia pikir Arga tidak masuk kerja lagi hari ini.
"Arga, papa pikir kamu tidak masuk ke kantor lagi hari ini" Ujar Rudi duduk di hadapan putra nya itu.
Arga hanya menarik napas nya dalam-dalam dan di hembuskan nya kuat-kuat. Wajah suami ku itu tampak kusut.
"Pa, jika saat ini papa mau memarahi ku tentang masalah keluarga ku. Aku mohon dengan sangat, jangan sekarang ya pa. Aku sedang kusut pa. Pikiran ku sedang buntu saat ini" Arga memohon.
"Dalam keadaan kamu seperti ini, kamu pikir kamu bisa memimpin perusahaan ini? Kamu lihat keadaan mu, kusut seperti orang kehilangan istri saja" Ujar Rudi sedikit bercanda.
"Selama ini kamu kemana? Papa dan mama terus-terusan mencoba untuk menghubungi mu tapi tidak kamu jawab" Tanya Rudi.
"Aku mencari Sandra pa" Ujar Arga setelah lama terdiam.
"Kamu mencari Sandra, terus Rea bagaimana? Kenapa kamu tidak mencari nya juga?" Tanya Rudi.
"Pa, tolong jangan memulai lagi. Aku tahu aku salah kepada Rea. Dan nanti aku akan pergi menemui nya dan menjelaskan semua ini" Ujar Arga.
Rudi tersenyum mengejek.
"Tidak perlu kamu menemui Rea dan menjelaskan nya lagi"
"Apa maksud papa?"
"Sebenar nya Rea sudah pergi dari rumah kemaren"
Deg....
Seperti petir menyambar di siang bolong. Begitu lah perasaan Arga saat itu mendapati ku sudah keluar dari rumah papa dan mama nya.
"Papa dan mama sudah mencoba menahan nya agar tidak keluar dari rumah kita, Tapi papa rasa Rea benar. Jika kamu anggap ini adalah satu kekhilafan, untuk apa di terus kan" Sindir Rudi kepada putra semata wayang nya.
Mulut Arga masih terbuka. Ia tidak percaya bahwa aku sanggup pergi meninggalkan nya. Dunia nya seakan runtuh saat ini.
"Gak, gak mungkin Rea pergi meninggalkan ku. Bukan maksud aku seperti itu pa" Ujar Arga.
"Aku tahu, papa cuma menggertak ku kan? Rea gak mungkin keluar dari rumah tanpa izin ku. Papa melakukan ini hanya untuk menakuti ku saja kan?" Ujar Arga tidak percaya dengan apa yang di katakan papa nya.
"Dia masih ada di rumah kan pa? Dia pasti mengurung diri di kamar nya. Pa, jangan main-main dong pa" Pinta Arga dengan nada memohon.
"Semua nya sudah terjadi. Mau main-main gimana?" Ujar Rudi dengan bijak.
"Papa, papa jangan bohong sama aku. Aku gak percaya dengan semua ini. Rea sudah berjanji tidak akan pergi meninggalkan ku. Papa pasti berbohong" Ujar Arga lagi.
"Mungkin ini yang terbaik antara kamu, Sandra dan Rea"
"Gak benar ini pa. Ini tidak benar. Rea gak boleh melakukan hal ini" Ujar Arga berdiri dari duduk nya. Ia tampak frustasi mendapat kabar aku pergi dari rumah.
"Pa, dia pasti bilang sama papa mau pergi kemana kan pa? Pa tolong katakan di mana dia sekarang pa" Ujar Arga memohon.
"Arga, kamu harus ingat, Rea juga mempunyai hati dan perasaan sama seperti kamu. Dan saat ini perasaan dan hati nya telah terluka. Setelah hal itu berlaku, kamu sebut itu satu kekhilafan. Dan kamu, sibuk mencari Sandra tampa memikirkan diri nya. Beberapa hari dia berkurung diri di kamar tidak makan sampai dia sakit-sakit. Dia tunggu kamu datang untuk menjelaskan semua ini. Tapi kamu tidak menampak kan diri. Papa tidak menyalahkan Rea, hanya saja kamu yang tidak bisa menghargai Rea di dalam hidup mu" Ujar Rudi lagi.
Napas Arga terhengah-hengah ia seperti orang kehilangan arah. Ia mondar mandir frustasi di hadapan papa nya.
"Kenapa Rea pergi begitu saja. Apa salah aku kepada nya?"
"Arga, perempuan itu mempunyai hati yang sensitif. Perasaannya lembut. Tidak pantas kamu mengatakan di depan Sandra pula bahwa itu adalah kekhilafan"
Arga tampak memikirkan apa yang di katakan papa nya. Tidak terasa beberapa butir air bening mengalir di pipinya. Yah laki-laki itu menangis karena di tinggal pergi oleh ku.
" Rea, Rea" Ujar nya terduduk lemas di kursi kerja nya.
__ADS_1